Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 7 : Chandra incitement



Di kamar Erika...


Erika meninju-ninju samsak dengan keras.


Jika ada yang bertanya mengapa Erika seperti itu, ya... Erika stres. Ia memiliki banyak pikiran setelah kedatangan Clarke.


"Yun... kakak da-... TANG!!" seru Andika yang kaget Erika akan memberikannya sebuah tendangan.


"Kak... Andika?! hampir saja! ada apa?" tanya Erika.


"Ya, kakak hanya ingin ngobrol bentaran di sini" kata Andika.


"Btw, jeda aja dulu latihannya, gak sakit apa badanmu?" tanya Andika.


"Itu gak cukup, akan berbahaya jika stamina dan kekuatanku menurun" kata Erika.


"Tapi tendanganmu tadi sudah cukup untuk membuat leher seseorang patah tahu?" tanya Andika.


"Memangnya... ingin bicara apa?" tanya Erika sambil meninju samsak kembali.


"Begini, tentang Chandra dan Zeydan... apakah kita tidak bisa melakukan sesuatu?" tanya Andika.


"Aku... juga tidak tahu, karena aku tidak tahu alasan Zayn seperti itu. Namun mengingat Chandra Nagata membuat diriku ingin mengamuk" kata Erika sambil akan memberikan tinju terakhir pada Samsak.


DUAK!!!


"Yun... kau... marah ya? karena Chandra Nagata" kata Andika.


"Hmm... sedikit?" tanya Erika tanpa berbalik ke belakang dan menyipitkan jarinya.


๐ŸŽถ"Selamat tinggal, dunia"


"Bayangan kita, sejalan"


"Tak saling, menghalang" ๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Harapan, cahaya"


"Pemandangan yang, terdamba"


"Ku masih, mencarinya๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Mari membuat, satu janji selamanya" ๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Kita hanya menyapa dengan nama sebenarnya"


"Kita saling membagikan gembira dalam duka"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Kita pastikan kebenaran dalam kata-kata"


"Kita memeluk kepedihan serta luka"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ" Di suatu tempat di dunia"


"Bila kita akan berjumpa"


"Janganlah kau lupa"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Tentang diriku"


"Tentang semua yang nyata"๐ŸŽถ


"Hmf... ini lagu tidur yang biasanya Ibu nyanyikan dulu" kata Andika yang selesai bernyanyi.


Erika terbelalak dan terpaku di tempatnya.


"Yun?" tanya Andika.


Erika langsung teringat saat bersama Ibunya.


Flashback...


Amanda menggandeng tangan Erika saat Erika masih kecil.


Mereka sedang berjalan-jalan menyusuri hutan belakang istana.


๐ŸŽถ"Selamat tinggal, dunia"


"Bayangan kita, sejalan"


"Tak saling, menghalang"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Harapan, cahaya"


"Pemandangan yang, terdamba"


"Ku masih, mencarinya"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Mari membuat, satu janji selamanya"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Kita hanya menyapa dengan nama sebenarnya"


"Kita saling membagikan gembira dalam duka"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Kita pastikan kebenaran dalam kata-kata"


"Kita memeluk kepedihan serta luka"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ" Di suatu tempat di dunia"


"Bila kita akan berjumpa"


"Janganlah kau lupa"๐ŸŽถ


๐ŸŽถ"Tentang diriku"


"Tentang semua yang nyata"๐ŸŽถ


"Apakah, itu alasan kak Andika, suka dengan mencari petualangan?" tanya Erika yang masih berusia 5 tahun mendengar ibunya bernyanyi.


"Hm?" tanya Amanda.


"Apakah, itu karena Mama dulu juga suka berpetualang dan membagikan kegembiraan Mama dalam duka ya? apakah aku benar? Dasar...?" tanya Erika dengan berharap sambil tersenyum.


"Ah... hihi" Amanda hanya tersenyum saja.


Flashback off...


"Ukh... Hu... Hu... huaaa! huaa!" Erika langsung menangis.


"Yun! Yun-chan?! kenapa?!" tanya Andika.


"Apakah... karena lagu itu?" batin Andika.


Erika akhirnya tertidur.


"Yun-chan... tidur? Hiks... huee, ibu... dia tidur" gumam Andika sambil sedikit menangis.


Andika membelai kepala adiknya itu.


"Kau... sudah berusaha keras, Yun"


Di markas Lupin Star...


"Anu... sibuk gak? bisa bicara sebentar?" tanya Cepheus.


"I... iya" kata Phantom Lady.


Di ruang privat...


"Markas kami membutuhkanmu lebih lama lagi" kata Cepheus.


"Tidak, aku harus kembali setelah ini semua selesai" kata Phantom Lady.


"Ayolah! kau sudah lebih baik! markas pemberantasan juga sudah semakin hebat! apa yang perlu kau pikirkan?" tanya Cepheus.


"Cepheus! sadar! kita adalah pasukan untuk memberantas musuh!" kata Phantom Lady.


"Tapi Chandra itu!! dia sudah memberantas banyak sekali pasukan! dia hanya mementingkan diri sendiri! hah!!" seru Cepheus dengan kesal.


"Gak semuanya! kita masih memiliki peluang untuk menghabisi Chandra Nagata! semuanya juga sudah bersiap untuk hal itu! tidak mungkin kita menyia-nyiakan pengorbanan semuanya selama ini" jelas Phantom Lady.


"Aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu, kamu sangat berarti bagiku karena Rangga bahkan rela mengorbankan dirinya untukmu. Aku juga, nyawa pun aku rela untukmu" kata Cepheus.


"Aku-... " belum selesai Cepheus bicara.


"Aku menyayangimu! sebagai keluargaku, sebagai satu-satunya keluarga yang dipunya Rangga, kau dan yang lainnya akan selalu melindungi dan membantuku, benarkan?" tanya Phantom Lady.


Cepheus membendung air matanya karena teringat Rangga.


"Ya, itu benar, kamu dan pasukan Lupin Star serta Rangga dan Andra adalah keluarga yang aku punya, sekarang... karena hanya kau yang tersisa aku akan berjanji melindungimu" jelas Cepheus.


"Bagaimana dengan Zeydan? Andika? kau merindukan yang lainnya?" tanya Cepheus.


"Ya, aku juga saat refreshing dulu tak sengaja melihat Zeydan sedang jalan sendiri setelah mereka dari kota Magnaga!" kata Phantom Lady.


"Oh... ya? kapan? kok gak ngasih tahu?" tanya Cepheus.


"Em... sekitar 2 tahun yang lalu, cukup lama ya! haha!" kata Phantom Lady sambil tersenyum.


Cepheus agak tercengang namun terdiam.


"Cepheus!" Phantom Lady menyadarkan lamunannya.


"Eh? ya?"


"Ada apa?! ada apa dengan Zeydan? Cepheus harus cerita!" kata Phantom Lady.


"Ti... Tidak, tidak ada apa-apa, kenapa?" tanya Cepheus gugup terbata-bata.


"Gak! gak mungkin gak ada apa-apa! kamu gak boleh bohong!! mata Cepheus bohong! aku terlatih untuk hal itu kau tahu?!" tanya Phantom Lady.


"Gak, ada apa dengan kamu? aku gak bohong!" kata Cepheus.


"Hentikan!!" seru Phantom Lady.


"Kapten, apakah... tidak bisa kita beritahu? lagipula sudah lama kan?" tanya Andromeda.


"Apa... maksudmu, Andromeda? kak Sembilan?" tanya Phantom Lady.


"Baca ini" kata Sembilan memberikan surat.


Phantom Lady membacanya dan kaget sekali.


"Sekitar 1 tahun yang lalu setelah insiden si Zeydan masuk ke teritori Chandra Nagata, katanya ia mengajukan kerjasama dengannya" jelas Cassiopeia.


"Sudah satu tahun... ya? kenapa? kenapa kalian tidak memberitahu aku?" tanya Phantom Lady.


"Inilah alasan kami memintamu untuk tidak melakukan orientasi bersama pasukan pemberantasan untuk melawan Chandra, karena mulutnya Chandra itu bagaikan matahari yang cahayanya Unlimited!" kata Cassiopeia.


"Ya, Chandra itu bisa mempengaruhi seseorang hanya dengan hasutannya saja, kemungkinan karena si Zeydan itu menemui Chandra dia terkena radiasi hasutan, Chandra Nagata" jelas Andromeda.


"Tapi, kenapa Zeydan bekerja sama dengan Chandra? kenapa dia menemui Chandra? aku tidak mengerti, Dasar... " kata Phantom Lady.


Cepheus, Perseus, Cassiopeia, dan Andromeda bertatapan.


"Kami juga tidak tahu" kata Cepheus.


Sementara itu Elena...


Elena sedang duduk dan merindukan seseorang, ya... Tunangannya Aliandra Jaffan Ameera atau Fujiwara Hikaru.


Elena berpikir ini salahnya karena terus menunda pernikahannya dengan Andra, karena dia pikir... dia tak pantas mengganti nama Kitagawa menjadi Fujiwara Miyuki karena darah kotor pembantaian Kitagawa mengalir di dalam dirinya.


Elena bahkan tak sangka akan dilamar oleh seorang Fujiwara Utama, yang orang tuanya dibunuh oleh leluhurnya Kitagawa Pascal, Elena pikir Adik ipar dan tunangannya itu memiliki rasa dendam dengan cara mengikis habis keturunan Kitagawa dengan mengubah nama mereka menjadi Fujiwara tetapi selama ini dia salah...


Adik iparnya yang menjadi istri adik laki-lakinya dan Tunangannya sekaligus kakak adik iparnya itu tak mempermasalahkannya, Elena sangat menyayangi mereka, hanya tak sanggup memaafkan dirinya sendiri.


Akhirnya Elena tahu maksud kenapa Amanda dan Andra ingin Elena dan Erlan masuk ke keluarga mereka... untuk meninggalkan Klan yang penuh dengan darah dosa sejak dulu.


Flashback 6 tahun yang lalu...


Ini adalah Flashback saat Amanda dan yang lainnya akan menyegel Pandora.


"Baiklah Elena, kami berangkat" kata Andra.


"Kau... janjikan? akan pulang dalam keadaan hidup?" tanya Elena.


Andra terbelalak.


"Saya... tidak bisa mempertimbangkannya, doakan saja" kata Andra.


Elena menatap Andra dengan sedih.


"Ealah, belum juga nikah udah mesra-mesraan ni dua Patungan" kata Rangga.


"Ni demit juga ngapain muncul sih!?" tanya Elena dengan kesal.


Ya, Rangga adalah khodam yang dulu di percaya Ayah Amanda untuk menjaga Andra dan Ana ( Amanda ) sebelum mereka meninggal.


"Lagian apaan dah Patungan? aku gak ingat bikin patungan ama kau" kata Elena.


"Patungan... Pasangan Tunangan, eaaa" goda Rangga yang telah diambang batas.


Andra dan Elena sudah sangat malu bahkan sampai memerah.


"Ada-ada saja" kata Amanda.


"Biarkan aku ikut dengan kalian!" kata Edward.


"Tidak bisa, karena hanya kapten yang bisa membantu kepemimpinan Lord Fifth" kata Amanda dengan serius.


Edward terbelalak.


"Baiklah... "


Saat perjalanan ke tempat penyegelan dengan kereta kuda...


Rangga sedang berdiri bersandar di pintu kereta kuda.


"Jadi... kita akan membuka ulah siapa yang menyerang pasukan pemberantasan?" tanya Rangga.


"Benar, ini dia... aku sudah mengolah dan menuliskan berkas sampai ke tingkat rinci tapi singkat, membuktikan kalau Sekutu Pascal dan Bestari masih ada" kata Amanda sambil membagikannya pada Andra, Rangga, dan Erlan.


"Dirgapati?" tanya Erlan.


"Organisasi Night Darkness dan Sekte Hebitsukai masih mempunyai sekutu, Dirgapati yang biasanya tidak bergerak dan berada di belakang OND dan Hebitsukai kan? kurasa hanya mereka dalangnya, Dasar..." Jelas Amanda.


"Tapi... kenapa kalian setuju? kenapa kalian setuju untuk menggunakan rencana ku? ini main-main dengan nyawa" kata Amanda sambil menunduk.


"Pemimpin harus bisa melindungi diri dan rakyatnya, rencana untuk membuka kedok Dirgapati adalah dengan memancing mereka ke tempat penyegelan Pandora" kata Erlan.


"Disini, yang mengetahui rencana kita satu-satunya hanyalah Arsya seorang" kata Rangga.


"Kita akan bertarung sekuat tenaga dan harus meninggalkan jejak baik pasukan pemberantasan agar mereka bisa mengalahkan Dirgapati berkat jejak yang kita berikan" kata Andra.


"Tapi... kenapa firasat ku mengatakan kalau kita akan gugur di Tanggal Emas kali ini? aku tak bermaksud lancang dan membuat ragu" kata Amanda lagi.


"Kemungkinan... karena penyegelan Pandora membutuhkan energi yang benar-benar banyak, bukankah yang mampu menyegel Pandora adalah Fujiwara yang memiliki banyak energi dan tenaga, tapi... kita harus bisa seefisien mungkin menghemat tenaga" kata Rangga.


"Apakah, kalian tak takut mati?" tanya Amanda.


"Ana, apakah kau takut?" tanya Andra, bagi Andra... jika sudah punya orang-orang yang disayanginya di sekitarnya maka kehidupan dunia sudah bukanlah tempat baginya.


"Tidak, aku khawatir pada anak-anakku, takut mereka akan merasakan hal yang ku alami, aku takut mereka takkan bisa tegar jika aku tiada... aku, ingin hidup lama dengan mereka bersama kalian semua! aku menyayangi kalian" kata Amanda dengan memijit pelipisnya sambil menangis.


"Kita harus menghadapi ini bersama... konsekuensi seorang pemimpin bukan terlihat dari karir ataupun seberapa bagus dia memimpin. Tapi dilihat seberapa pintar dan cerdasnya dia dalam memimpin dan melindungi rakyatnya"


Flashback Off...


Phantom Lady terbangun dari mimpinya dengan air mata mengalir.


"Kau baik-baik saja?" tanya Andromeda.


"Andro... meda?" tanya Phantom Lady.


"Tidak apa, kita berdua perempuan disini, Cassiopeia sedang pergi dan pasti akan segera kembali" kata Andromeda.


"Kau baik-baik saja kan?" tanya Andromeda.


"Kurasa... tidak"


Di markas Dirgapati...


"Bagaimana dengan pengintaian di Pasukan pemberantasan? dan kabar Zeydan?" tanya Chandra.


"Kabar yang kami dapat, Zeydan di tahan di dalam penjara namun tidak mendapatkan konsekuensi apapun selain itu" kata Raka.


"Semenjak perebutan Dinding selatan yang membuat Mansa tewas dan kekuatan Subjek Pandornya direbut, itu membuat Pasukan pemberantasan makin berkembang, sekaligus karena masalah Zeydan yang membuat perkembangan mereka labil, Dan-..." belum selesai Raka menjelaskan.


"Mereka punya Sekutu" kata Chandra.


"Apa?!" tanya Raka.


"Keluarga Takatsukasa, alias pemegang keluarga cabang resmi Klan Fujiwara. Telah maju ke garis depan untuk membantu pasukan pemberantasan, sekaligus menagih sesuatu yang telah di janjikan Klan Fujiwara atas jasa keluarga Takatsukasa" jelas Chandra.


"Namun, karena keserakahan keluarga Takatsukasa itu sendiri yang juga membuat Zeydan menjadi kawan kita" kata Chandra.


"Jadi, bisa dibilang itu salah satu pemicunya?" tanya Raka.


"Ya, aku ingin pasukan Rebellion yang menyelinap di sana meracuni pasukan pemberantasan dengan memberikan Morph-x campuran, yang akan membuat mereka menjadi Subjek Pandora abnormal" jelas Chandra.


"Me.. Meracuni?!" tanya Raka.


"Saya rasa, itu adalah hal yang terlalu melenceng, Tuan Chandra" kata Raka.


"Raka, bagi sekte dan organisasi kita, kemenangan adalah segalanya, tak peduli apapun yang dikorbankan" kata Chandra dengan mencekam.


"Ugh... jadi, bagi Chandra kami ini hanyalah bidak sekaligus bawahan sekali pakai?!" batin Raka.


Chandra melirik L, dan SP.


"Raka, bisa keluar 3 menit? aku ingin bicara dengan mereka" kata Chandra.


"Ta.. Tapi-... "


"Sudahlah Raka, hanya 3 menit" kata L.


Raka akhirnya keluar dan menunggu di depan pintu.


"Perasaanku tidak enak, hasutan Chandra adalah yang tak terkalahkan, apa yang mereka bicarakan di dalam?" batin Raka.


"Raka, kau sudah boleh masuk" kata Chandra.


Raka masuk.


"Permi-... A... Apa yang terjadi?! L! SP!" kata Raka menghampiri L dan SP karena merasakan aura mencekam yang benar-benar negatif.


"Bunuh pasukan pemberantasan"


"Bunuh pasukan pemberantasan"


L dan SP terus mengucapkan hal itu berkali-kali.


"A... Apa yang anda lakukan?" tanya Raka.


"Aku hanya memberikan pengertian, kau tahu kan Raka? sebagai penasihatku, hasutanku bisa memecah belah sebuah persahabatan" kata Chandra dengan muka mengerikan.


"Ini gawat, hasutan ini... benar-benar hanya bisa ditangani seorang Fujiwara!! namun, apa yang harus kulakukan sekarang?!" batin Raka.


Di kediaman Lord Fifth...


"Uhuk! uhuk! uhuk!! jadi... begitu, semenjak saya kritis 3 tahun. Mereka... berhasil merebut Dinding selatan?" tanya Pak Andi.


"Kerja bagus Nak Arsya, Meghan, Edward, Andika, Nisa, Erika, Zeydan, Pasha, Ilman, Dirga, Salsa, Vincent" kata Pak Andi dengan terbata-bata.


"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Pak Andi batuk-batuk dan penyakit di kulitnya kian semakin hari semakin parah.


"Tuan Shinobi Legendaris!!" Seru Ratri.


"Setelah 100 tahun, situasinya mulai berubah! dengan... kematian Pascal dan Bestari... dan dengan Pasukan pemberantasan yang mulai berkembang" ucap Pak Andi.


"Ratri..."


"Iya"


"Kau sudah paham? Uhuk! Uhuk!" Pak Andi terus bicara dengan muntah darah sedangkan Ratri menyeka darah yang keluar dengan kain.


"Ini adalah tanda... kalau si Induk Ketiga itu nantinya... akan musnah" kata Pak Andi.


"Chandra Nagata, kami pasti akan mengalahkanmu dengan generasi kami yang sekarang... kau adalah bencana dan aib keluarga kita!" kata Pak Andi.


"Uhuk! Uhuk! Hoeek!!"


Para pembantu menghampiri Ratri dan Lord Fifth.


"Kalian! pergi panaskan air! lalu bawa handuk dan obatnya! sekarang!!" perintah Ratri.


"Tentu Nona Shadow Lord!"


"Lord Fifth!"