Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Episode 20 : Lupa ingatan



Andika terbangun dan melihat dirinya di ruang instalasi.


"Ng? ke.. kenapa aku di rantai!?" tanya Andika yang melihat kedua tangan dan juga kakinya di rantai meski dia di atas kasur.


"Sudah sadar?" tanya Edward yang memakai topeng Pilar agar tak di kenali dan suaranya pun ikut berubah, dia datang bersama Arsya yang juga menutup wajahnya.


"Siapa kau?" tanya Andika.


"Aku adalah Pilar Pedang di Gerakan pemberantasan sekte dan organisasi sesat, kau Andika Ameera bukan?" tanya Edward.


"Begitu,... kenapa aku di rantai?" tanya Andika.


"Sebelum aku menjawab pertanyaan mu, jawab aku... dimana Ibu dan Ayahmu?" tanya Edward.


"Eh?"


"Kenapa? apakah kau tidak mendengar apa yang ku katakan?" tanya Edward.


"Aku, dengar... tapi, siapa? Ibu.. dan... Ayahku?" tanya Andika.


"Apa? kau ingin pura-pura tidak tahu?" tanya Edward.


"Sungguh! aku... aku tak tahu! siapa!? siapa Ibu dan Ayahku!?" tanya Andika.


"Aku tak merasakan ada aura kebohongan di dalam dirinya" batin Edward.


"Kak... Andika?" tanya Zeydan yang sadar.


"Zeydan!? apa.. yang kita lakukan disini!?" tanya Andika.


"Lepaskan kami! kenapa kami di tahan?" tanya Zeydan.


"Kenapa? heh, karena kalian telah seenaknya saja ikut campur masalah yang tak kalian ketahui!" kata Edward.


"Masalah apa?" tanya Zeydan dan Andika.


"Ada apa ini!? kak Andika! Zayn! kalian sudah sadar!?" tanya Erika.


"Eri!" kata Andika dan Zeydan.


"Erika! tolong! tolong katakan pada kakak! siapa Ayah dan Ibu kita!? mana Amir dan Umar!?" tanya Andika.


"Apa!? kak... kak Andika kenapa bicara seperti itu?" tanya Erika.


"Kenapa kakak bicara seperti itu? apakah kakak lupa pada Mama dan Papa?" tanya Erika.


"Erika, tenanglah" kata Zeydan dari dalam.


"Aku, benar-benar tidak ingat" gumam Andika.


Erika memasuki ruangan.


"Putri!" kata Adin.


Erika mendatangi Andika.


PLAK! dan menampar pipinya.


"Eri... " gumam Zeydan.


"Maaf... Erika, tapi... aku benar-benar tak ingat sama sekali" kata Andika.


DEG!!


"Ng? apa ini?" tanya Erika sambil mengusap air matanya.


"Eh?"



"Apakah ini tato? kenapa ada di tangan kak Andika?" tanya Erika.


Andika menatap tato itu.


Maafkan aku... Andika


"Aku, aku tidak tahu darimana aku mendapatkan tato ini, tapi... tak bisa sama sekali di hapus" kata Andika.


"Eh? kenapa... kenapa aku juga ada?" tanya Zeydan.


Ternyata benar, punggung telapak tangan Zeydan tergambar naga yang sama.


"Eh!? jangan bilang..."


Flashback...


Erika sedang membaca buku halaman 125.


Hal 125.


Kutukan Pandora akan di ciri-ciri kan oleh adanya simbol naga di salah satu tubuh korban kutukan.


Flashback Off...


DEG!


"Kak Adin! apakah kotak Pandora berhasil di segel!?" tanya Erika.


"Kami hanya mendapatkan informasi kalau kotak Pandora di segel dengan kertas-kertas yang menyelimuti kotak Pandora" jelas Adin.


"Itu berarti, kotak Pandora tidak berhasil di segel, semuanya... Kak Andika dan Zayn telah menjadi korban kutukan Pandora kali ini" kata Erika.


Arsya, Edward, Adin, Zeydan dan Andika tentu sangat kaget.


"Erika! tunggu, kutukan Pandora apa yang kau maksud!?" tanya Andika.


"Eri! apa yang kau katakan!?" tanya Zeydan.


"Jika kak Andika atau Zeydan ingin mengetahuinya, baca saja buku ini" kata Erika sambil menaruhnya di meja dan pergi.


"Pu... Putri!"


Andika dan Zeydan bertatapan, karena bingung kenapa mereka bisa menjadi korban kutukan Pandora.