Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 3 Episode 30 : fisikawan jenius



Andika sedang meneliti tentang fisika di kamarnya.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa?" tanya Andika.


"Nisa" kata Nisa.


"Masuk aja Nis! gak dikunci!" kata Andika.


Ceklek!


"Ada apa?" tanya Nisa.


"Apaan?" tanya Andika.


"Katanya kau memanggilku! gimana sih!" kata Nisa sambil melihat Wira dan David juga.


"Kalian juga ngapain disini?" tanya Nisa.


"Dipanggil Andika" kata Wira.


"Ada apa?" tanya Nisa.


"Masuklah ke dalam lemari itu, yang sudah ku pasang dengan lingkup ruang dan waktu! aku ingin melihat kejadian waktu di pikiranmu bisa kan?" tanya Andika.


"Jadi... maksudmu aku ingin menjadi kelinci percobaan!?" tanya Nisa.


"Gak! tolong ya! demi Si Fisikawan jenius yang tampan!" kata Andika.


"Anda?" tanya Nisa.


"Iyalah!"


"Huh! terserah! kalau terjadi sesuatu padaku, kau yang tanggung!" kata Nisa.


"Iya ya! cepatlah sudah! jangan lupa fokus!" kata Andika sambil mendorong Nisa ke dalam lemari.


"Se... Sekarang!? aku belum siap! hei!" kata Nisa.


Andika langsung menutup lemari.


"Baiklah! ayo kita perhatikan dari komputer!" kata Andika.


"Kau yakin akan berhasil?" tanya David.


"Kita harus lihat dulu! aku yakin bisa, aku juga agak penasaran dengan pikiran Nisa" kata Andika.


"Kau sudah coba alat ini sebelumnya?" tanya Wira.


"Aku sedang mencobanya! makanya aku memilih Nisa" kata Andika.


"Baiklah, kita akan lihat!" kata David.


"Ujung-ujungnya ntar kita hanya melihat yang membosankan benar kan? haha" kata Wira.


"Kurasa kau benar! hahaha!" kata Andika sambil tertawa.


"Hahaha!" David juga tertawa.


"Berisik!!!" Teriak Nisa dari dalam lemari.


Andika, Wira, dan David kaget.


"Aku sedang konsentrasi! jangan bicara!!!" Teriak Nisa.


"Maaf" kata Andika, Wira, dan David.


Sementara itu...


Erika, Zeydan, dan Pasha sedang berbicara dengan Salsa, Ilman, juga Dirga.


"Eh!! sungguh!? kau menyimpan foto kita waktu disekolah!?" tanya Salsa.


"Ya! aku selalu meminta Paman Dono untuk memotret kita! mungkin kalian takkan sadar" kata Pasha sambil membawa album foto.


Mereka membukanya.


"Aha! ini pertama kalinya saat kita di terima di klub kebersihan! kita juga memakai peralatan ninja saat itu!" kata Dirga sambil menunjuk sebuah foto.


"Benar, disitu aku lumayan gugup" kata Ilman.


"Dan... disitu juga aku berharap bisa menjadi Ninja terhebat bersama Eri dan Pasha" batin Zeydan.


"Ini lagi! disaat permainan dodgeball! Erika dan Aram saat itu benar-benar badas!" kata Pasha.


"Begitukah? aku tak merasa begitu, oh... bekalku sudah datang" kata Erika.


"Mana?" tanya Salsa.


Ada burung elang milik Erlan, Ayahnya Erika. Elang itu ada bekal di punggungnya.


Erika mendaratkan elang itu di antara tangannya dan melepaskan bekalnya.


"Keren! delivery menggunakan binatang!" kata Ilman.


"Papaku punya Elang ini saat dia berusia 20 tahunan" kata Erika.


Salsa sudah ngiler.


"Kau mau Salsa? kalian juga? ada bolu" kata Erika.


"Benarkah!? baiklah! waktunya makan-... " belum selesai Salsa bicara.


"Masing-masing orang satu saja ok, jangan lupa cuci tangan dan baca doa sesuai keyakinan masing-masing" kata Erika.


"Bolunya enak!" kata Ilman.


"Makasih" kata Erika yang biasa-biasa saja.


"Oh! ini dia! foto saat kita ikut tes keberanian dengan para kakak kelas! benar-benar mengerikan! kita bertemu dengan 7 kisah hantu! ada Mona Lisa, Beethoven, labirin cermin tak terbatas, Figuran manusia, Figuran tengkorak, Hantu Pendrible tanpa kepala, dan si hantu perempuan putih yang masih misteri!" kata Ilman.


( Yang ingin baca semua kejadian di album sudah ada semua di Episode season satu ).


"Benar... tapi aku tidak takut!" kata Zeydan.


"Kau yakin?" tanya seseorang yang memakai baju putih.


"Ww... Waaaa!!! Si perempuan berbaju putih!!" Teriak Zeydan.


"Kenapa dia muncul disini!?" tanya Ilman yang ketakutan.


"A... Apaan!?" tanya Dirga.


"Takut!" kata Pasha.


"Ini aku" kata Ratri.


"Nona Ratri" kata Erika.


"Begitu saja takut! apakah kalian belum pernah menghadapi makhluk astral yang lebih menakutkan?" tanya Ratri.


"E.. Em, itu beda lagi" kata Dirga.


"Baiklah, kalian cepatlah bersiap untuk tidur! gak pakai lama" kata Ratri.


"Ba.. Baik Nona!" kata mereka.


Zeydan, Erika, dan Pasha berjalan satu arah.


"Aku sedang bingung" kata Erika.


"Bingung? kenapa?" tanya Zeydan.


"Begini, akhir-akhir ini burung Elang papaku sering hilang... karena tak ada tempat bertengger, gak mungkin dia akan dikamarku dan menemani ku kan?" tanya Erika.


"Tapi kemarin aku lihat dia bertengger di asrama laki-laki" kata Erika.


"Kalau begitu kau bisa menyerahkannya padaku!" kata Zeydan.


"Zayn..." kata Erika.


"Kau yakin, Zeydan?" tanya Pasha.


"Selama dia tak mematuk dan tak liar itu takkan menjadi masalah" kata Zeydan.


"Em, baiklah... tapi jika kau kesulitan kau bisa minta tolong padaku" kata Erika.


"Mm! makasih Eri!" kata Zeydan.


Sementara itu Andika...


Nisa keluar dengan lemas di lemari karena berdiri terus.


"Duh! gak terjadi apa-apa! hanya melihat berjalannya detak jantung! Nisa! apa sebenarnya yang kau lakukan!?" tanya Andika.


"Aku sudah melakukannya! aku juga bilang 'Wahai lemari yang baik, tolong analisa aku demi si Fisikawan jenius yang tampan itu!' dan tak terjadi apa-apa, aku hanya sekaligus geli dengan perkataan si fisikawan yang kau maksud!" kata Nisa.


"Y.. ya, maaf" kata Andika.


"Sebagai gantinya, puding di ruang makan aku akan mengambil dua bungkus" kata Nisa.


"Ba.. Baiklah"


"Sabar bro, perempuan selalu benar dan laki selalu salah" kata Wira.


Di Kamar Zeydan...


Zeydan terdiam dan teringat saat ia bertemu Ayahnya.


Flashback...


"Zey, bagaimana dirimu?" tanya Zaki.


"Aku tidak apa-apa Yah, kenapa?" tanya Zeydan.


"Kamu menjadi sewot ya? bagaimana dengan kutukan Pandora?" tanya Zaki.


"Yah, lumayan mendingan" kata Zeydan.


"Jangan begitu, usahakanlah untuk mengendalikannya" kata Zaki.


"Jangan terlalu memaksaku, Ayah tidak punya hak untuk-... " belum selesai Zeydan bicara.


"Kau harus!!" seru Zaki dengan serius.


"Kalau kau ingin menyelamatkan Erika dan Pasha dan yang lainnya, kau harus bisa mengendalikan dan menjaga kekuatan yang diturunkan turun-temurun oleh Pasukan pemberantasan dari 300 tahun yang lalu!" jelas Zaki.


"A... yah? apa yang kau bicarakan?" tanya Zeydan.


"Kau akan mengerti nanti, namun.. aku juga belum mengerti" kata Zaki.


Flashback Off...


Zeydan melihat fotonya yang bersama Erika dan Pasha.


"Mengendalikan... ya?"