
"Akhirnya... kau datang... ke kediamanku... di Dimensi Astral... tepat di hadapanku... Chandra Nagata dan... Nak Zeydan" kata Pak Andi yang terbata-bata sedangkan seluruh tubuhnya kecuali mulut di perban karena penyakitnya.
"Salah satu dari banyaknya makhluk astral... yang dicari... oleh... Klan Fujiwara... dan... Pasukan pemberantasan... selama ratusan tahun..." kata Pak Andi.
"Ratri, seperti apa... wujud... dan bentuk... dari orang ini?" tanya Pak Andi.
"Dia terlihat seperti pria berusia 30 tahunan, tapi warna matanya merah menyala, dan memiliki garis pupil vertikal seperti kucing" kata Ratri yang di samping Pak Andi.
"Oh... baiklah... saya... sudah menduga kau... pasti... akan datang" kata Pak Andi lagi.
"Saya yakin... kau pasti... sangat marah padaku... pada Klan Fujiwara dan Hasegawa... dan itu juga menjadi alasan bahwa... kau membunuh para penyegel Pandora... yang sudah ku anggap anakku sendiri. Saya... satu-satunya yang mengira... kau sendirilah yang akan membunuhku.." kata Pak Andi.
"Aku sangat kecewa, Lord Fifth. Aku sudah hidup ratusan tahun bersama Tuan Pascal dan Kanjeng Nyai Bestari dengan diiringi sihir. Dan 2 Klan yang sudah lama mengganggu kami malah mengalami kemunduran seperti ini" kata Chandra, sedangkan Zeydan hanya diam ditempat.
"Mengenaskan... sangat mengenaskan... baumu seperti mayat, Lord Fifth" kata Chandra.
Pak Andi perlahan duduk dibantu Ratri.
"Saya... juga sudah menduganya... saya di beritahu... oleh para dokter mengenai penyakit saya... 12 tahun yang lalu... bahwa saya akan tiada dalam beberapa hari... tapi, sekarang... saya masih hidup... dan para dokter... tidak bisa berkata apa-apa soal penyakit saya" kata Pak Andi lagi.
Perlahan perban di wajah Pak Andi terbuka.
"Dan saya sendiri... mendedikasikan seluruh hidupku... untuk menghabisimu... Chandra" kata Pak Andi.
"Dan impianmu itu akan berakhir malam ini, akan kubunuh kau sekarang juga" kata Chandra.
"Kau... mungkin tidak tahu ini, tapi... kau dan saya... berasal dari garis keturunan yang sama... kau lahir... ratusan tahun yang lalu... dan mengalami umur panjang karena Pascal dan Bestari... sehingga mungkin... darahku berbeda denganmu" kata Pak Andi.
"Aku sama sekali tidak tersentuh, apa sebenarnya yang ingin kau katakan?" tanya Chandra.
"Monster sepertimu... memiliki darah Hasegawa dari orang tuamu atau... mungkin salah... satunya, dan membuat... Klan Hasegawa... terkutuk dengan penyakit... yang datang kepada anggota Hasegawa... bukan pada titisannya seperti... Hasegawa Kaito... setiap anak yang lahir... dari Klan Hasegawa... akan langsung mati" kata Pak Andi.
"Tapi... ketika Keluarga kami hampir punah... kami akhirnya... melakukan cara untuk menitis... agar Hasegawa dan... jurus teleportasi masih ada... dan akhirnya menitis... pada Lord Sixth... Ayah dari... Fujiwara Yumna... dan Fujiwara Hikaru... yang dibunuh... Pascal" kata Pak Andi.
"Tapi... kami hanya bisa menitis sekali... dan akhirnya... Keluarga Hasegawa kembali punah... dan Fujiwara Mika... istri Hasegawa Kaito... mengatakan dari penerawangannya... kalau seorang makhluk astral... yang dididik oleh... Pascal, telah muncul... dari generasi... silsilah keluargamu... sehingga agar... keluarga Hasegawa tidak musnah... sia-sia... kalian harus... mendedikasikan hidup kalian untuk membunuhnya" jelas Pak Andi.
"Sejak saat itu... kami mendapatkan istri kami dari garis keturunan Fujiwara... dan akhirnya keluarga Hasegawa menjadi tidak punah dan semakin kuat... tapi, tidak ada orang dari Hasegawa di era itu... yang hidup melebihi tiga puluh tahun... sebelum Hasegawa Kaito" jelas Pak Andi.
"Dan sekarang kau hanya bisa mengoceh, menjijikkan sekali, apakah penyakit itu mempengaruhi otakmu?" tanya Chandra.
"Itu sama sekali bukan urusanku lagipula, penguasa alam tidak menghukumku, meski aku sudah membunuh ratusan bahkan ribuan orang, aku masih bebas" kata Chandra.
"Kau... berpikir seperti... itu? kau... telah meremehkan... hukum alam..." kata Pak Andi.
"Jadi... begitu yang kau pikirkan... tapi... aku punya pendapatku sendiri... tentang itu... Chandra, apa yang kau impikan?" tanya Pak Andi, Ratri merangkul pamannya dengan ekspresi tenang terus mengikuti rencana.
Chandra terdiam.
"Sudah ratusan tahun berlalu... impian seperti apa... yang sebenarnya... kau miliki?" tanya Pak Andi.
"Aku merasa aneh... kenapa Zeydan dari tadi tak bicara? dan pemimpin gerakan pemberantasan yang keberadaannya membuatku jijik, ada tepat di hadapanku, tapi aku tak merasakan adanya kebencian" batin Chandra.
"Perasaan... nostalgia aneh ini, perasaan lega ini... menjijikan" batin Chandra.
"Hanya ada 4 orang di kediaman ini, Lord Fifth, Nona Shadow Of Lord, dan 2 pembantunya" batin Chandra.
"Bagaimana jika saya tebak Chandra.... saya memahami hati dan jiwamu... kau menginginkan keabadian seperti yang dilakukan Kitagawa Pascal, dan Bestari yang hidup dari era Fujiwara Aika... kau ingin menjadi makhluk... yang... Tidak bisa dihancurkan" kata Pak Andi.
"Tepat sekali, dan itu akan segera menjadi kenyataan, setelah aku mendapatkan Kitagawa Yuna dan Kitagawa Kenzo, juga Kotak Pandora" kata Chandra.
"Aku sudah membinasakan si prajurit terkuat pasukan pemberantasan alias Pilar pedang, ya... Fujiwara Edward, dia pasti sudah binasa sekarang" kata Chandra.
"Meski kau membinasakan kami semua, keinginanmu itu takkan terkabul, Chandra" kata Pak Andi.
"Kau salah... Chandra" batin Zeydan.
"Kau... salah memahami sesuatu" kata Pak Andi.
"Tentang apa?" tanya Chandra.
"Aku tahu sesuatu... soal keabadian... keabadian merupakan pikiran manusia... pikiran, sifat peduli, dan hal baik yang ada... selamanya... terus dimiliki oleh para manusia... dipikiran mereka... hal itulah yang tidak bisa dihancurkan" kata Pak Andi dengan tenang.
"Bodoh sekali kau Pak tua, kau bicara omong kosong" kata Chandra dengan kesal.
"Para pasukan pemberantasan tidak pernah musnah selama ratusan tahun bahkan ribuan tahun saat Pascal dan Bestari masih ada, Pascal dan Bestari... disegel di dalam kotak Pandora dan perlahan akan hancur secara perlahan... memang benar banyak prajurit pasukan pemberantasan yang tewas, tapi impian mereka untuk menghancurkan sekte dan organisasi sesat belumlah punah" kata Pak Andi.
"Dan kau sama sekali tidak pernah dimaafkan sama sekali... selama ratusan tahun ini... begitu pula Pascal dan Bestari" kata Pak Andi.
"Dan kau, Chandra... telah berulang kali menginjak ekor Harimau, sehingga kau membangkitkan amarah sang Naga. Pada dasarnya, kau sudah membangkitkan banyaknya makhluk yang tertidur, dan mereka sangat membencimu, mereka takkan pernah melepaskanmu" kata Pak Andi.
"Kalau kau membunuhku, para pasukan pemberantasan tidak akan merasa terganggu maupun menderita, mereka tidak benar-benar membutuhkanku. Hubungan... antara pikiran manusia ini adalah sesuatu yang mungkin tak bisa kau pahami, Chandra. Karena kau, dan Dirgapati... akan musnah begitu kalian mati kan?" tanya Pak Andi.
Chandra terbelalak.
"Suasananya berubah, bukan begitu?" tanya Pak Andi, sedangkan Ratri dari tadi mendengarkan.
"Ya, saya sudah selesai mengatakan apa yang ingin saya sampaikan padamu, tapi bolehkah saya... mengatakan satu hal terakhir?" tanya Pak Andi saat Chandra dan Zeydan sudah di depannya.
"Saya bilang bahwa mereka tidak benar-benar membutuhkanku... tapi bukan berarti, kematianku... tidak akan menimbulkan sesuatu" kata Pak Andi.
"Entah mengapa, saya yang tidak layak ini... disayangi oleh para pasukan pemberantasan, khususnya para Pilar-ku. Jadi apabila saya mati, semangat tempur para pasukan pemberantasan akan meningkat" kata Pak Andi lagi.
"Kau, sudah selesai bicara Pak tua?" tanya Chandra yang marah.
"Ya,... saya sebenarnya sama sekali tidak berharap kau mendengarkanku. Terimakasih... Chandra" kata Pak Andi sambil tersenyum.
Sementara itu burung gagak...
"PANGGILAN DARURAT!! KAAK!! KAAK!! SERANGAN DI KEDIAMAN LORD FIFTH!! SERANGAN DI KEDIAMAN LORD FIFTH!! KAAK!!" Teriak burung gagak.
Toni langsung panik dan lari bergegas ke kediaman Lord Fifth.
"Guru!!" batin Toni.
Di tempat lain, Rahmat langsung lari mendengar peringatan darurat dari burung gagak.
"Cepat!! cepat!!" batin Rahmat.
Vanora langsung sangat khawatir dan menahan air matanya dan bergegas ke kediaman Lord Fifth.
"Lord Fifth!!" batin Vanora.
Ersya yang juga mendengar peringatan langsung pergi ke kediaman Lord Fifth.
Sedangkan Andika dan Doni berlari panik ke arah kediaman Lord Fifth.
"Ayolah... cepat, Dasar!!" batin Andika.
Basa-basi dan Fakta 😋
Chandra sudah berumur 976 tahun dan dipilih sebagai penerus Pascal dan Bestari.
Chandra adalah manusia biasa yang memilih untuk berguru ilmu Hitam pada Pascal dan Bestari yang menyebabkan umurnya panjang dan akhirnya mengambil energi dari manusia untuk menguatkan kekuatan.