
"Aku akan pergi, bilang pada Nona Meghan kalau aku akan mengejar Zayn!" kata Erika dan menembak salah satu dahan pohon dengan jangkar dan pergi.
"Kita hanya bisa membiarkan Erika saja, semoga emosinya bisa terkontrol" kata Pasha.
"Hei! dimana Yuna?" tanya Meghan.
"Dia memutuskan untuk menyelamatkan Zeydan sendiri" kata Pasha.
"Begitu" kata Meghan.
"Ng? kenapa anda seperti tidak khawatir?" tanya Ikram.
"Karena aku tahu kalau 'dia' akan membawa Yuna dengan selamat, tapi belum tentu dengan Zeydan yang tak cukup oksigen, kita hanya bisa berharap pada 'nya' saja" kata Meghan sambil tersenyum dan menaikkan satu alisnya, menandakan kalau dia pasrah saja dan tau itu akan terjadi.
"Eh? 'dia' itu siapa?" tanya Ilman.
"Perlu ku katakan?" tanya Meghan..
Di Tempat Erika...
Erika menggunakan Silent-nya.
"Auranya... deteksi auranya" batin Erika.
"Eh!? itu dia!" gumam Erika dan bersiap dengan pedangnya.
"Berhenti kau!" kata Erika.
Erika mulai menyerang Mansa.
Mansa langsung melemparkan ilusi yang dapat membuat kesadaran menghilang, ini adalah teknik klan Taira yang dimiliki Edward karena menuruni calon ayahnya.
Erika menghentikannya dengan radiasi Aquamarine Silent, dia tahu kalau Aquamarine Silent belum ada yang bisa menyamai radiasinya.
Mereka berdua melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya, sedangkan Erika menggunakan jangkarnya jadi hanya tinggal mengikuti pergerakan jangkar dengan tidak bertapak.
Erika dekat dengan Mansa dan mulai melontarkan pedangnya ke kiri dan ke kanan.
Mansa menggunakan Rantai Fujiwara untuk membantunya melarikan diri.
"Berhenti!! Eh!?" tanya Erika karena ada sebuah tangan yang melingkar ke perutnya lalu membawanya pergi dengan jangkar milik orang itu.
"A... Apa yang kau lakukan!!?" Seru Erika.
"Kita mundur dulu sementara" kata orang itu.
Di Tempat Meghan...
"Orang itu adalah..." Meghan memberhentikan kata-katanya.
"Edward, si pilar Pedang"
Di Tempat Erika...
Edward dan Erika kemudian menggunakan jangkar masing-masing.
"Bagaimana dengan Zeydan dan Andika?" tanya Edward dengan dingin.
Erika dengan keadaan kesal, "Kak Andika sudah kembali, tapi Zayn masih dalam pegangan musuh! dan yang membawanya adalah Pengkhianat yang kedua"
Edward tahu kalau Zeydan bisa kekurangan oksigen, "Apakah, Zeydan masih hidup?"
Erika terdiam sementara, "Ya, dia masih hidup!"
"Kau yakin? dengan keadaan yang begitu lama, peluang dia untuk hidup adalah sekitar 28% kau yakin masih ingin menyelamatkannya?" tanya Edward.
"Dia... masih... hidup!" kata Erika yang mencoba mengontrol emosinya.
Edward menatap Erika dan terbelalak dan mengatur posisi.
"Ternyata begitu, pantas aku seperti pernah melihatmu, aku pernah melihatmu saat di SMP Helvetia, kau... sahabat dekat Zeydan ya?" tanya Edward.
Erika agak terbelalak, jadi benar dugaannya kalau ternyata kapten yang dia lihat dan pernah menyakiti Zeydan dulu ternyata adalah seorang Pilar.
Edward kembali memperbaiki posisinya.
Edward meliriknya sedikit, jujur dia merasa bersalah juga dan tak bisa menyalahkan Erika, dia benar.
"Aquamarine Silent? dia sudah sampai sejauh ini?" batin Edward.
"Kita akan mengalahkannya dengan cepat, selama si Pengkhianat kedua yang kau maksud menggunakan rantai astral, dia akan terlindungi karena ada pelindung yang melindunginya dari serangan dan juga bisa mengawasi Zeydan dengan tenang. Tapi apabila rantai itu mulai kehabisan tenaga karena pertarungan, pelindung nya akan melemah dan menghilang. Ini membuktikan kalau pelindung tersebut berasal dari energi Buto Ijo" Jelas Edward.
"Formasi ini mendadak, dan hanya bisa dilakukan dua orang dengan keterampilan bertarung yang lumayan, aku akan mengurus semua nya, kau alihkan perhatiannya!" kata Edward dan mulai memperbaiki posisi pedang di tangannya.
"Eh?" Erika hanya agak bingung, karena situasi tiba-tiba berubah.
"Tapi, rantai yang dimiliki Mansa ada 5" batin Erika.
Edward mulai memperbaiki posisi.
Rantai dari Mansa menyerang dan akan meninjunya, Edward langsung melakukan jurus putaran pedang ke samping dan menebas Rantai pertama lalu rantai kedua dan ketiga, entah kenapa mengingat Chandra Nagata itu membuatnya benar-benar sangat marah.
Edward langsung menyerang dari lengan ke kaki.
"HIAAA!!!" lalu menyerang Mansa yang telah terduduk bersandar di sebuah pohon dan pelindung Mansa mulai memudar.
CTRANG!! TRANG!! Bunyi pedang yang beruntun benar-benar siapapun yang melihatnya akan terkesima, bahkan Erika sendiri.
"Dia cepat sekali, apakah ini alasan dia menjadi Pilar pedang? bahkan pergerakannya tak dapat di perhitungkan" batin Erika.
Edward bertapak di sebuah pohon untuk mengambil tenaga dulu.
Erika melihat pelindung yang ada di pada Mansa memudar dan pecah.
"Ini kesempatanku!!!" Seru Erika dan mulai mengayunkan pedangnya ke sana.
Edward terbelalak dan menyadari ada yang salah dengan Rantai yang tersisa.
"Eh? JANGAN!!" Seru Edward.
"HIAAAA!!!- Eh!?" Erika terkejut saat Mansa akan menghempas dirinya menggunakan rantai.
TUK!!! Ada yang mendorongnya, ternyata Edward mendorong Erika dengan kakinya agar Erika tidak terkena Rantai, Edward menahan Rantai dengan berpijak di rantai tersebut, tapi karena terburu-buru melihat Erika dalam bahaya dia jadi salah pergerakan.
"Ukh!" Edward langsung secepat mungkin menebas 3 rantai yang tersisa dan menebas Mansa. Lalu membawa Zeydan pergi karena kakinya takkan bertahan lama.
"Kita mundur sekarang, karena tujuan kita sudah terpenuhi" kata Edward pada Erika.
"Zayn.... Eh?" tanya Erika yang pertama lega, tapi melihat Zeydan yang tubuhnya memerah.
"Dia tak apa-apa, hanya kekurangan oksigen, kita pergi sekarang, bukankah tujuanmu.... ingin menyelamatkan sahabatmu?" tanya Edward sambil pergi membawa Zeydan.
"Tidak... aku hanya... " Erika memberhentikan kata-katanya dan mengikuti Edward.
Edward menoleh ke belakang dan terbelalak melihat Mansa.
Mansa melakukan jurus teleportasi dengan rantainya.
Sesampainya di Markas...
"Kak Andika! syukurlah kau baik-baik saja" kata Erika.
"Kau sendiri bagaimana Yun? kau hampir mati karena pengkhianat itu! aku akan membalaskan apa yang dia perbuat sekarang" kata Andika.
"Tidak! jangan! kau belum pulih!" kata Erika.
"Jangan menghalangiku! Dasar... aku tak suka melihat keluarga ku di sakiti! aku bahkan masih belum terlalu terima orang tua kita tiada" kata Andika.
"Tidak mungkin.. " kata Erika.
"Jangan gegabah, tujuan utama mereka adalah menculikmu... karena kau dan si Zeydan adalah korban kutukan Pandora asli yang pastinya memiliki kekuatan yang lebih hebat daripada subjek Pandora" kata Edward yang sedang duduk.
"Kapten... " gumam Andika.
Edward melirik Erika yang disebelah Andika dan menatapnya cukup lama.
"Hmf... " Edward memejamkan matanya dan berjalan pelan pergi dari ruang kesehatan markas.