Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 31 : Subjek Pandora Wanita



Andika akhirnya pulang ke markas.


"Kak Andika!" seru Erika dan langsung memeluk kakaknya.


"Yun-... chan" gumam Erika.


"Duh... kok aku jealous ya?" gumam Ilman.


GPLAK!! Dirga memukul pipi Ilman.


"Mata tuh dijaga bisa gak?" tanya Dirga.


"Sakit!" kata Ilman.


"Andika! kau baik-baik saja!?" tanya Nisa.


"Ya, dimana David dan Wira?" tanya Andika.


"Mereka baik-baik saja dan sedang berada di kamar masing-masing" kata Nisa.


"Begitu... " gumam Andika.


"Aku istirahat dulu ya Yun, maaf... sedang tidak bersemangat saja, tolong berikan ini pada Nona Meghan" kata Andika yang memberikan bungkusan pada Erika.


"I.. Iya" kata Erika sambil menerima bungkusan dari Andika.


Erika memberikannya pada Meghan.


"Farel... " gumam Meghan.


Andika duduk di pinggir kasurnya.


"Si Subjek Pandora wanita itu" Andika menahan amarahnya.


Tok! Tok! Tok!


"Siapa?" tanya Andika.


"Aku kak" kata Erika.


"Yun-chan? masuk saja" kata Andika.


"Kak, kita dipanggil untuk mengadakan pertemuan privasi" kata Erika.


"Eh?"


Di ruang privat bawah tanah...


Di sana sudah ada Arsya, Meghan, David, Wira, Edward, Pasha, dan Zeydan.


"Baiklah, kita akan membahas ini secepatnya" kata Meghan.


"Tentang?" tanah Andika yang duduk.


"Identitas asli si Subjek Pandora Wanita" kata Arsya.


DEG!


"Subjek Pandora, umumnya takkan berada di tempat yang gelap dan sempit karena itu akan memperlambat pengaktifan kekuatan subjek Pandora, dan tidak akan bisa melakukan segel tangan untuk mengaktifkan subjek Pandora" Jelas Meghan.


"Apakah ada petunjuknya?" tanya Zeydan.


"Memungkinkan besar kalau si Subjek Pandora Wanita itu berasal dari angkatan 85, angkatan yang sama dengan kalian" kata Wira.


"Sungguh!?" tanya Pasha.


"Tapi, apakah hanya itu bukti yang ada?" tanya David.


Semuanya terdiam tapi kembali kaget ketika Erika bicara.


"Ada"


Pasha, Wira, dan David langsung menolehkan kepalanya ke arah Erika.


Edward, Arsya, dan Meghan yang meletakkan kedua tangannya di mulutnya dengan gaya bertopang dagu melirik Erika tanpa menggerakkan kepala mereka.


Andika dan Zeydan melihat Erika.


"Eri?" tanya Zeydan.


"Apakah kau yakin, Yun?" tanya Andika.


"Ya, setelah melihat gaya penjelasan bertarung dari kak David dan kak Wira, itu sudah cukup membuktikan kalau si Subjek Pandora Wanita menggunakan beladiri khusus yang ia kuasai" kata Erika.


Edward menatap Erika agak lama dan kemudian beralih dan bertanya pada Andika, David dan Wira.


"Apakah benar?" tanya Edward.


"Saat bertarung melawan si Subjek Pandora Wanita aku tak terlalu memperhatikan gaya bertarungnya karena fokus" kata Andika.


"Kami hanya melihatnya mengayunkan kaki dan tangannya membentuk tinju beberapa kali" kata David mewakili Wira.


"Bagaimana, Yuna?" tanya Meghan


"Artinya, sudah pasti si Subjek Pandora Wanita itu menguasai suatu beladiri yang bernama... "


"Muay Thai" kata Erika.


"Muay... Thai!?" tanya Andika.


"Aku yakin Toni tahu soal Muay Thai" kata Meghan.


"Jadi pelakunya siapa?" tanya Arsya.


"Aku dan Pasha sudah mencurigai seseorang" kata Erika.


Pasha hanya menunduk.


"Benarkah itu? siapa Pasha?" tanya Zeydan.


"Dia... adalah... "


Keesokan paginya...


Aram sedang berjalan di area dekat pelatihan khusus wanita, dia masuk ke situ karena membutuhkan prajurit wanita handal yang di rekrut ataupun mendaftarkan diri.


"Psst! Psst! Aram!" bisik seseorang dari balik pohon.


Aram berbalik.


"Pasha!?" tanya Aram yang melihat Pasha menggunakan jubah bertudung.


"Ada apa?" tanya Aram.


"Begini, saat Zeydan mengaktifkan kekuatan kutukan Pandora itu membuat anggota markas menjadi resah, kami ingin kau membantu Zeydan untuk pergi melarikan diri!" kata Pasha.


"Oh ya? lalu, kakaknya Erika?" tanya Aram.


"Dia sedang di selidiki dan juga di teliti, aku hanya tak ingin Zeydan menjadi tak nyaman! aku ingin kau membantunya melarikan diri dengan keluar dari Dimensi ini!" kata Pasha dengan raut wajah serius.


Aram terdiam.


"Baiklah"


"Terimakasih! kita berkumpul disini setelah memanggilnya!" kata Pasha sambil berlari.


Aram diam-diam memakai cairan pemindai ke tangannya.


Beberapa waktu kemudian...


Aram membantu Pasha, Erika, dan Zeydan yang memakai jubah bertudung untuk keluar dari Dimensi.


Erika, Zeydan, dan Pasha masuk ke sebuah terowongan gelap, sepi dan sempit yang hanya bisa di lewati oleh orang-orang khusus.


"Kenapa Aram? kau tidak masuk?" tanya Pasha saat dia, Erika, dan Zeydan sudah masuk agak dalam sedangkan Aram masih berada di mulut terowongan.


"Tidak" kata Aram.


"Kenapa?" tanya Zeydan.


"Karena... aku, takut kegelapan" kata Aram.


"Tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di khawatirkan" kata Erika dengan dingin dan bermuka membunuh.


"Aku tak bisa ikut kalian, hanya bisa sampai sini saja" kata Aram.


"Grr!! masuklah!! kenapa kau setengah-setengah!?" Bentak Zeydan dengan wajah kesal.


"Tenanglah Zayn, jangan membentak dan membuat keributan" kata Erika.


"Bukankah itu tidak masalah? Putri Erika? entah kenapa, saat kita berbincang... tak ada satupun hologram manusia tiruan yang lewat" kata Aram.


Prajurit kelas bawah tengah bersembunyi di penjuru dekat terowongan itu.


"Masuk saja Aram! Tidak apa-apa!" kata Pasha.


"Kenapa memaksa, Pasha? kau hanya bilang ingin aku menolongmu membuat Zeydan keluar dari Dimensi ini kan? kenapa memaksaku untuk masuk?" tanya Aram.


"Aku... aku... " kata Pasha yang tak sanggup berkata-kata.


"Apakah, kalian sedang merencanakan hal lain?" tanya Aram.


"Cukup, aku benar-benar muak dengan semua celoteh dan basa-basi yang ada. Lebih baik kau masuk sekarang atau aku akan menyeretmu ke dalam dengan keadaan tubuhmu yang menjadi mayat! bagaimana? apa pilihanmu Aram? Oh ya bukan... tapi, bagaimana pilihanmu? Subjek Pandora Wanita?" tanya Erika dengan Aquamarine Silent-nya yang aktif sambil menarik pedangnya.


"Hahaha! lucu sekali! kenapa ini pertama kalinya aku tertawa, benarkan Pasha?" tanya Aram.


Pasha hanya mengerutkan keningnya.


"Hasrat dan juga kemampuan astral seorang Fujiwara dengan Silent-nya benar-benar hebat, kalau kalian sudah mengetahuinya mau bagaimana lagi" kata Aram dan akan memulai segel tangan untuk mengaktifkan Subjek Pandora.


Semua prajurit kelas bawah memegang sisi tangan kaki Aram agar dia tak bisa melakukan segel tangan.


Aram langsung mengumpulkan energi dan memfokuskannya pada telapak tangannya yang sudah ia beri cairan pemindai.


Erika yang Silent-nya masih aktif sangat kaget melihat itu.


GREP!! Erika langsung merangkul lengan dua sahabatnya itu dan membawa mereka untuk lari memasuki terowongan.


"E.. Erika!?" tanya Pasha yang tertarik.


"Eri?" tanya Zeydan.


BZZT!! Sudah terlambat, Aram berhasil berubah menjadi Subjek Pandora.


"Gawat... terlambat!!" batin Erika.