
Pasha sedang menceritakan kepada Erika dan Zeydan soal gerhana Matahari, gerhana Matahari total, gerhana Matahari parsial, gerhana Matahari cincin, dan gerhana Matahari hibrida.
"Tapi tak itu saja! ada gerhana Bulan total, gerhana Bulan sebagian, dan gerhana Bulan Penumbra, kalau Bintang... ada bintang jatuh! kita juga bisa menghubungkan bentuk konstelasi seperti Ursa Major, Ursa Minor, Cassiopeia, Cygnus, Orion, Aquila, Pegasus, Canis Major dan lainnya" Jelas Pasha.
"Kapan... kita akan melihat fenomena pada Bintang, Bulan, dan Matahari itu Pasha?" tanya Zeydan.
"Kalau untuk tahun ini kita beruntung! karena Gerhana Matahari Total, Gerhana Bulan Penumbra, dan Bintang jatuh di tahun yang sama yaitu tahun ini!" kata Pasha bersemangat.
"Oh" kata mereka berdua dengan tidak bersemangat.
"Kenapa... kalian berdua begitu?" tanya Pasha.
"Gak apa-apa"
Di tempat Ratri...
Ratri sedang berpikir.
"Jadi begitu... menyamar menjadi Phantom Lady adalah ide yang bagus, jika saja Lupin Star terlambat... mungkin beliau akan tiada, tapi beliau juga berhasil menanamkan Kutukan Fujiwara agar Chandra akan menghindari Matahari! sekarang Yuna, terkena kutukan Fujiwara yang membatasi matanya menggunakan Silent" batin Ratri.
"Tapi, Amanda berhasil memulihkan dan menghilangkan kutukan Fujiwara meski butuh jangka waktu sampai Yuna berusia 16 tahun. Maka kita bisa menghentikan Chandra dengan mudah karena kutukan Fujiwara itu! tapi... apabila Chandra berhasil menemukan Yuna yang nantinya akan sembuh dari kutukan Fujiwara, Chandra akan memakannya dan Chandra akan dapat menaklukan cahaya matahari dan Kutukan Fujiwara yang beliau tanamkan sebelum Chandra pergi itu akan sia-sia!" batin Ratri.
"Akan ku bahas hal ini nanti saja" kata Ratri.
"Lord Fifth telah memperhitungkan kalau entah beberapa tahun, bulan, hari, menit, atau pun detik... Chandra Nagata akan datang dan menyerang besar-besaran dan akan menyebabkan perang kehancuran dunia astral yang keempat, tapi aku belum bisa memperhitungkan semua ini" gumam Ratri.
"Aku sebaiknya bersiap untuk upacara pemberian pin kehormatan setelah misi kemarin, akan ku minta Adelia mewakili ku" kata Ratri.
Di penjara...
"Dan akhirnya... Subjek Pandora itu akan bisa di kendalikan oleh orang yang memiliki inti Pandora itu sendiri" kata Zeydan saat bicara pada Erika.
"Eh? apa? dikendalikan?" tanya seseorang.
"Ketua... Meghan? Eh? bukan, Komandan Meghan" kata Erika.
"Hahaha!! malah bagusan manggil Ketua kali, Yun!" kata Meghan yang datang bersama Edward dan Pasha.
"Komandan memanggilku 'Yun' mirip seperti kak Andika" batin Erika.
"Jadi... apa yang kau maksud tadi, Zeydan?" tanya Meghan.
"Inti? apa hubungannya dengan Pandora? Pandora bukannya di segel? terus? apaan?" tanya Meghan.
"Ukh!! apa sebenarnya yang kalian lakukan disini!?" tanya Zeydan dengan membentak.
Pasha membukakan sel penjara Zeydan dan Erika.
"Eh?" tanya Zeydan yang heran.
"Cepat kalian ke kamar masing-masing dan ganti pakaian kalian menjadi seragam formal, bukan seragam bertarung, lalu ke aula markas" kata Edward.
"Kenapa? bukankah masa tahanan kami 10 hari? ini baru seminggu" kata Zeydan.
"Tidak usah banyak tanya" kata Edward.
Erika keluar dengan lemas.
"Eh? kau kenapa Eri? apakah kau sakit? kau terlihat kurusan" tanya Zeydan.
Erika memandang Zeydan dengan lemas.
"Entah, rasanya lemas sekali... " kata Erika.
"Sebaiknya kau jangan banyak berbuat yang capek-capek, setelah ini aturlah kembali pola makanmu" kata Zeydan.
"Baiklah"
Sesampainya di aula...
Adelia sedang melihat syarat untuk menjadi Shadow Of Lord/Lady.
Syaratnya adalah, memiliki garis goresan di bagian tubuh dan memiliki aura yang khas.
Goresan ini bukanlah sembarangan, goresan yang seperti goresan yang menitis ke generasi yang di tentukan.
"Apakah... hanya ini saja?" tanya Adelia.
"Benar, setelah di selidiki sudah tidak ada lagi" kata Meghan.
"Apakah benar Iren... adalah Subjek Pandora juga?" tanya Adelia.
"Ini memang sulit dipercaya, tapi memang benar" kata Ilman yang disitu.
"Hmf... Iren memang bermuka dua ya?" tanya Adelia sambil tersenyum.
Zeydan, Erika, dan Pasha datang.
"Hormat kepada atasan!" kata mereka bertiga.
"A... Ayolah teman-teman, aku masih di rekrut dan belum resmi. Erika, kau tetaplah atasanku karena kau anaknya Lord Eight" kata Adelia.
"I.. itu hanya secara garis keturunan, bukan secara pangkat" kata Erika.
"Baiklah, aku akan mewakili Nona Ratri untuk memberikan pin kehormatan pasukan yang selamat" kata Adelia.
Di Aula...
Semuanya berkumpul dan Adelia akan menyusul.
Zeydan, Erika dan Pasha sedang bersama.
"Kenapa Pasha?" tanya Zeydan.
"Aku.... hanya merasa kalau Komandan Arsya-lah yang patut menerima penghormatan ini" kata Pasha.
"Jangan merasa tidak enak Pasha" kata Erika.
"Ini memang salahmu" kata seseorang.
Zeydan, dan Erika berbalik ke sumber suara.
"Vincent?" tanya Pasha.
"Jika saja kedua temanmu itu tak menghalangi mungkin saja komandan Arsya masih disini bersama kita! tapi mereka terlalu kekanak-kanakan dan hanya memikirkanmu dan tidak memikirkan masa depan pasukan pemberantasan! apalagi Zeydan!" kata Vincent.
"Kalian menggunakan serum itu hanya untuk tujuan pribadi! dan bukan untuk sosial" kata Vincent.
"Oi, tutup mulutmu" kata Zeydan sambil mendekati Vincent.
"Zayn" kata Erika yang ingin mencegah Zeydan.
"Setidaknya Erika masih bisa bersikap seperti orang dewasa, sebab hingga akhir dia tidak menyerah!" kata Vincent.
Erika terbelalak.
"Oi! Vincent, apakah kau mau terus meratapi rekan kita yang telah gugur?" tanya Ilman yang ingin melerai mereka.
"Benar! lagipula, kenapa kau membahas ini?" tanya Dirga, sedangkan Salsa sedang duduk untuk memperbaiki kondisinya.
"Kalian... tidak mematuhi atasan kalian, kalian tidak menghentikan Zeydan dan Erika! kalian cuman duduk dan menyaksikan?" tanya Vincent pada Ilman, Dirga, dan Salsa.
Ilman, Dirga, dan Salsa saling bertatapan.
"Bagaimana kita bisa terus maju tanpa Komandan Arsya yang sudah mengabdikan diri pada Lord Sevent dan Lord Eight? yang dimana Lord Sevent dan Lord Eight adalah Paman dan Ayahmu sendiri Erika!" kata Vincent.
Edward mendengarkan dari balik tiang.
Erika mengepalkan tangannya.
"Kau tidak berhak mengatakan Paman dan Ayahku seenaknya saja, apakah mau mulutmu ku putar ke belakang?" tanya Erika dengan suram.
"Tenanglah, Yun-chan" kata Andika.
"Dia benar" kata Pasha, semuanya menatap Pasha kecuali para prajurit yang lainnya.
"Seharusnya... Komandan Arsya-lah yang diselamatkan... bukan aku, aku takkan bisa mengubah posisi kita yang ingin menjatuhkan Dirgapati" kata Pasha.
"Apa yang kau katakan Pasha? kita belum boleh seperti itu, kau harusnya bersyukur" kata Zeydan.
"Mungkin... karena Komandan Arsya juga memilihmu dalam hal ini" kata Zeydan.
"Oi, bocah-bocah! cepatlah... acara akan dimulai" kata Edward.
Akhirnya pemberian Pin kehormatan pun di laksanakan.
Yang selamat saat penyerangan untuk merebut Dinding selatan dari 220 orang hanya 11 orang yang selamat, dan satu persatu akan di pakaikan pin lalu akan menerima penghormatan dari Lord ( Adelia tengah menggantikan Ratri dan Lord Fifth ) lalu akan menerima sentuhan telapak tangan di kepala oleh pemberi Pin yaitu Lord.
Tiba saatnya Erika menerima pin.
Erika dipasangkan Pin lalu menerima sentuhan lembut di kepalanya yang dilapisi jilbab.
Erika langsung terbelalak.
Aku... mencari pemegang kutukan Fujiwara yang bisa menaklukan matahari!! bagaimanapun juga harus kucari!!
Si Putri Silent itu!! sempat-sempatnya dia memberikan kutukan Fujiwara padaku! aku akan memakan kutukan Fujiwara yang bisa menaklukan cahaya matahari!
DEG! Erika sangat terkejut mendengar suara Chandra sampai langsung melihat sekeliling aula dengan gelisah.
"Ada apa? Erika?" tanya Adelia.
Edward, Meghan, Zeydan, Pasha, Ilman, Dirga, Salsa, Vincent, Andika, dan Nisa melihat Erika.
Erika benar-benar pusing dan menggigil mendengar suara Chandra tapi berusaha mengendalikan dirinya.
"Maafkan saya, tidak terjadi apa-apa" kata Erika yang tersenyum tapi dengan keringat dingin lalu nafasnya tak beraturan.
Erika undur diri untuk prajurit selanjutnya.
Erika berusaha mengatur dirinya di pojok ruangan dan menemui Ratri.
"Ada apa, Yuna... bukan, Erika?" tanya Ratri.
"Begini, saya ingin tahu soal sesuatu" kata Erika.
"Ya?" tanya Ratri.
"Tolong beritahu saya tentang kutukan Fujiwara!" kata Erika.
Basa-basi dan Fakta 😋
Meski Adelia adalah titisan Shadow of Lord, dan Edward adalah Pilar pedang sekaligus kapten dan memiliki darah Fujiwara... keduanya adalah anak yang lahir dari hasil hubungan gelap.
Shadow Of Lord dan Fujiwara memiliki ikatan penerawangan yang istilahnya adalah 'Clairvoyant' yang mirip dengan Klan Taira.
Yang dimana apabila Shadow of Lord dan Fujiwara melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan yang lainnya, maka bisa melihat hal penerawangan atau melihat seseorang yang memiliki ikatan yang sama.
Contohnya Erika dan Chandra yang punya ikatan kutukan yang sama, Erika tak dapat melihatnya kecuali setelah di sentuh kepalanya oleh Adelia yang titisan Shadow of Lord.
Edward baru mengetahui dirinya seorang Fujiwara setelah diberitahu Ray tentang hubungannya Ray dan Hannah