
Aku... mempunyai darah spesial didalam diriku, saat aku berhadapan dengan makhluk astral, aku sadar kalau darahku sama seperti Andra dan Amanda.
Rh-null, darah yang langka hanya beberapa orang yang punya.
Dan efek dari darah itu membuat makhluk astral ataupun Subjek Pandora menjadi tidak dapat konsentrasi dan bisa terhalusinasi.
"Jadi begitu... dia punya darah spesial yang cukup mengganggu" batin S.
"Dia menghentikan pendarahannya menggunakan ototnya? ini lumayan aneh tapi tak semua orang bisa melakukannya... para Pilar pasti mungkinnya bisa, seperti Masahiko tadi" batin S.
S langsung menginjak pedang milik Toni dan akan menebas leher Toni.
"Sejak dulu... aku benar-benar benci dengan orang lemah" batin Toni saat melihat pedang yang mendekat.
Flashback...
Dan orang pertama yang kutemui adalah Andra dan Guru.
Andra mengundangku dan Nera sebagai anggota Rosement karena dia memerlukan orang-orang penting demi mencapai tujuannya.
Dan disaat aku ditunjuk menjadi Pilar dan bertemu guru...
"Heh, jadi kau Pak tua? kau seperti terlihat lemah, apakah benar kau ini adalah pemimpin Pasukan pemberantasan? oh ya, apakah harus ku panggil Guru?" tanya Toni.
Miranda, Ersya, Elena melihat Toni dan Farel yang kesal karena perkataan Toni.
Yang saat itu baru menjadi Pilar hanyalah Miranda, Ersya, Elena, Farel, dan Toni yang baru masuk.
KRAK!!!
"Toni... sepertinya kau itu tidak paham, cara menghormati orang-orang" kata Elena yang memegang tangkai pedangnya sampai retak.
"Nak Elena, sudahlah... biarkan dia bicara dulu ya, saya tidak keberatan, sungguh" kata Pak Andi.
"Tapi... Lord Fifth" kata Miranda.
"Tidak usah khawatir, Miranda" kata Pak Andi.
"Kau itu sungguh mudah ditebak! kau hanya melihat para prajurit sebagai bidak sekali pakai bukan!? dan orang ini adalah pemimpin!? yang benar saja! sudahilah saja kalian semua!" seru Toni.
"Maafkan saya" kata Pak Andi sambil tersenyum.
Toni tercengang.
"Saya sudah pernah melakukan banyak jurus, dan akhirnya menjadi pemimpin menggantikan Lord Sixth sekaligus mendiang murid saya yang telah tiada karena menyegel Ryu 16 tahun yang lalu" kata Pak Andi.
"Sekarang kandidat pemimpin Lord belum siap, dan saya sedang menggantikannya karena tidak bisa membiarkan kursi pemimpin gerakan pemberantasan kosong" kata Pak Andi lagi.
"Maafkan saya karena telah membuat kalian terkena penderitaan ini, semoga kita bisa menjalin pertemanan dan hubungan yang baik layaknya keluarga yang lengkap" kata Pak Andi.
Disitu... aku kehabisan kata-kata menatap Guru, tatapan Guru mengingatkanku pada Ibuku.
"Kita harus bisa mencegah mereka atau korban yang ada akan semakin bertambah, jika saya mati nanti tak akan ada yang berubah, karena saya sudah punya kandidat penerus dan wakil penerus" kata Pak Andi dengan Ratri di sampingnya.
"Saya sangat ingin sekali bertarung bersama dengan kalian semua namun, usia dan penyakit saya menghalangi saya untuk turun tangan dan akhirnya saya tidak berdaya dan hanya bisa memberikan perintah"
"Dibandingkan dengan itu, saya ingin kamu melindungi orang-orang dengan sangat baik seperti kamu melindungi ketuamu Nera, ini semua salahku karena memanggilmu setelah Haikal itu meninggal" kata Pak Andi.
"Na... nama itu!" kata Toni yang mengingat nama temannya yang gugur saat misi di Dimensi.
Miranda menatap Toni.
"Toni, semenjak Lord Fifth mengambil alih semua ini, dia dan muridnya mendiang Lord Sixth dulu selalu mengingat nama para prajurit yang gugur di medan pertempuran" jelas Miranda.
Toni menatap Miranda.
"Tidak mungkin... selama aku dalam misi, aku tidak mengingat semua nama prajurit yang gugur di medan pertempuran bersamaku" batin Toni.
Pak Andi berdiri.
"Toni"
Dan melakukan jurus teleportasi lalu sampai di depan Toni.
"Ju... Jurus teleportasi-nya cepat sekali!" batin Toni yang kaget.
"Haikal pernah bertemu dengan saya, dan mengatakan kalau saya dan yang lainnya harus tetap hidup, begitu pula dengan kamu yang dia lihat dirimu seperti saudara, tapi saya tidak bisa menjamin itu untuk diri saya karena saya bisa saja mati esok hari" kata Pak Andi.
Flashback Off...
Toni terus bertarung dengan S.
"Dia belum menyerah, jika aku menghabiskan waktu disini maka takkan ada gunanya" batin S.
Kaki Toni tiba-tiba tersangkut.
"Matilah kau sekarang, aku tak punya waktu meladeni kalian, aku harus pergi untuk mengambil Kotak Pandora dan memberikannya kepada orang itu" kata S.
S akan menebas Toni.
"Gawat!!" batin Toni.
"Toni!!" batin Ersya.
"Kakak!!!" batin Doni.
CTRAK!!! Ada seseorang yang menahan pedang S dengan pedangnya.
"Sayangnya aku tak bisa membiarkanmu seperti itu, karena tugas kami sebagai bagian pasukan pemberantasan dan seorang Pilar adalah.... memberantas Sekte dan Organisasi sesat beserta pengikutnya" kata Elena dengan tatapan tenang tapi tajam dingin membunuh kepada S sambil menahan pedangnya.