
Nisa sedang mencari dimana teman-temannya karena dia terpisah.
Sementara itu Meghan...
Flashback kematian Miranda, kakak Meghan...
"Kakak... kakak!!" seru Meghan melihat kakaknya.
"Meghan... berhentilah menjadi pasukan pemberantasan, kakak tahu kau berjuang keras bahkan menjadi murid Lord Fifth, aku ingin kau bahagia... seperti perempuan pada umumnya" kata Miranda yang sekarat.
"Tidak kak! aku akan balas dendam! aku takkan bisa bahagia sebelum konflik dan permasalahan selesai! katakan padaku makhluk astral seperti apa yang membunuhmu!?" tanya Meghan sambil menangis.
Flashback Off...
Dia adalah makhluk astral berkategorikan iblis... dari Dirgapati, dia memiliki senyum yang khas dan santai... dan memiliki rambut berwarna es keabu-abuan, dia juga memiliki senjata berupa kipas yang tajam.
Meghan mengingat perkataan kakaknya.
"Halo! senang bertemu denganmu... kode namaku, D... aku Pasukan Dirgapati atas nomor 2" kata D sambil tersenyum.
"T... tolong! Tolong aku!!" kata seorang pasukan perempuan yang masih hidup.
"Sst! kami sedang bicara" kata D.
Saat D menggerakkan kipasnya, Meghan langsung secepat kilat menyelamatkan si gadis.
"Wah! cepat sekali... apakah kau seorang Pilar?" tanya D.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Meghan sambil tersenyum.
"Ah.... Ah... Ukh!! bgh!!!" Tiba-tiba si gadis memuntahkan darah dari mulutnya dan tubuhnya langsung penuh dengan sabetan darah dan ia tewas di tempat.
Meghan terbelalak.
"Ah, jangan khawatir... aku pasti akan memakannya, tinggalkan saja dia di sana" kata D.
Meghan sangat terkejut.
"Aku adalah anggota Dirgapati yang biasanya mengurus para pesugihan... dan tugasku memastikan para tumbal berupa gadis yang mereka berikan menjadi bahagia termasuk aku! jadi aku bisa memakannya tanpa menyisakan apapun" kata D.
"Jadi ini... Pasukan Dirgapati atas yang membunuh kakakku" batin Meghan.
"Membuat semua orang bahagia? apakah kau gila? gadis ini berkata minta tolong barusan" kata Meghan.
"Itulah mengapa aku menyelamatkannya, dia sudah tidak merasakan sakit sekarang, dia juga tidak menderita lagi, tak ada yang perlu di takutkan... aku tahu semua orang takut akan kematian, itulah mengapa aku memakan mereka semua, sekarang mereka akan tenang dan mati dengan damai" kata D.
"Kau benar-benar tidak waras! kepalamu tidak ada yang beres! kau membuatku menjadi mual hanya dengan auramu" kata Meghan.
"Hal yang menggangguku!? kau orang yang sudah membunuh kakakku kan!? apakah kau tidak mengenal kacamata ini!?" tanya Meghan dengan sangat marah.
"Hm? aah! maksudmu, gadis yang ahli dalam pengintaian itu? gadis itu benar-benar manis dan imut! aku tak sempat memakannya karena matahari akan segera terbit, aku mengingatnya... tapi aku benar-benar ingin.."
"Memakannya!" kata D.
Meghan langsung dengan secepat kilat mendorong pedangnya dan menusuk mata kiri D.
"Jurus intai pembunuh!! tusukan kebencian!!" Seru Meghan dan terus mendorong hingga tusukannya menembus belakang kepala D.
"Ukh!!" D kesakitan karena tusukan pedang Meghan.
"Haha! tusukan yang bagus! aku tidak bisa menghentikannya dengan tanganku!" kata D.
"Jurus Pandora! kibasan angin es!" D langsung melontarkan kibasan dari kipasnya.
Meghan terhempas.
"Dingin sekali!! udaranya cukup dingin untuk melukai paru-paru seseorang!" batin Meghan.
"Hm... kau benar-benar cepat ya? tapi kau tidak bisa membunuh Makhluk astral hanya dengan tusukan, kau bisa menggunakan bubuk bidara dan bubuk kelor... dan juga leherku... incar leherku kalau bisa" kata D.
"Aku memang tidak bisa membunuhmu dengan tusukan, tapi bagaimana dengan racun astral!?" tanya Meghan.
"Ng?" D langsung merasa ada sesuatu yang mulai menggerogoti tubuhnya.
"Ugh!!!" D mulai kepanasan akibat racun yang di letakkan Meghan.
"Aku tidak begitu yakin apakah racun ini akan berhasil membunuh pasukan Dirgapati atas, tapi aku akan segera tahu... kakak, kumohon kakak!" batin Meghan.
"AAARGH!! racun ini lebih kuat daripada racun yang kau gunakan untuk melukai pasukannya Vincent" kata D.
"Jadi mereka saling berbagi informasi, racun adalah pedang bermata ganda" batin Meghan.
"Campurannya bisa beradaptasi terhadap orang dan makhluk astral manapun!! itulah yang dikatakan orang itu!" kata D dan mulai menahan sakit.
"Oh? sepertinya... aku bisa menetralkan racunmu, maaf ya... aku tahu kau sudah bekerja sangat keras untuk menggunakannya" kata D yang wajahnya pertama meleleh langsung perlahan membaik.
"Pedangmu... menimbulkan suara unik ketika kau menyarungkannya di sana kah? kau mengubah campuran racunnya?" tanya D.
"Oh! menyenangkan sekali! diserang menggunakan racun benar-benar menyenangkan! aku menyukainya! apa menurutmu campuran berikutnya bisa membunuhku? silahkan dicoba!" kata D dengan tersenyum.
"Baiklah... tidak masalah bagiku, lagipula aku sedikit menduga kalau hal seperti ini akan terjadi" kata Meghan dan bersiap dengan pedangnya.