Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 1 : Nobles



4 tahun kemudian...


Di Istana Carna...


Banyak bangsawan yang datang di Kerajaan Carna.


Rafi hanya tersenyum dan menyambut para tamu, Elena harus datang ke Carna sebagai perwakilan dari Verheaven karena Pamannya, Daniel tak bisa datang.


"Banyak juga bangsawan disini, kakiku sampai pegal pakai sepatu hak tinggi! aku bahkan lebih memilih pakai sepatu bola" batin Elena.


Ada seorang pelayan yang tak sengaja menabrak seorang bangsawan berpakaian kimono.


DUK!! sampai-sampai, minuman yang dibawanya sampai mengenai kimono si perempuan yang ditabrak nya.


"Eh?" tanya seorang perempuan yang ditabrak.


"Ma.. Maafkan saya! saya benar-benar tidak sengaja!" kata si pelayan perempuan.


"Sst... tenanglah" bisik si perempuan tua berpakaian Kimono.


"Ta.. Tapi, pakaian indah anda-... " belum selesai si pelayan bicara.


"Nyonya, ada apa? apakah ada masalah?" tanya manager pelayan.


Si perempuan berpakaian kimono langsung mengambil gelas yang di pegang pelayan perempuan yang menabraknya.


"Aduh aduh sayang sekali ya, haha. Aku tak sengaja menumpahkan minuman ke Kimono-ku, jadi aku meminta tolong padanya. Terimakasih ya" kata si perempuan berpakaian kimono itu sambil membelai si pelayan perempuan.


"Begitu ya, maaf atas ketidaknyamanan anda, silahkan ikuti saya untuk mengganti pakaian" kata manager pelayan.


"Ke.. Kenapa anda menolong saya?" bisik pelayan perempuan.


"Entah apa yang akan terjadi padamu jika itu tadi ketahuan" bisik si perempuan berpakaian kimono sambil mengikuti si manager pelayan.


"Eh? logo di belakang Kimono-nya itu... logo keluarga Clarke yang memimpin negeri Bilton" kata si pelayan perempuan.


Selang beberapa saat setelah acara selesai...


"Nyonya Sera" kata Rafi.


"Pangeran Rafizi, suatu kehormatan bisa bertemu dengan Anda, Pemimpin kerajaan Carna " kata perempuan berpakaian kimono yang bernama Sera.


"Iya, benar... terimakasih banyak. Em, saya dengar anda telah bertemu keponakan saya?" tanya Rafi.


Flashback 2 tahun yang lalu...


Di Dimensi Astral...


Adelia tengah menggantikan posisi Ratri sementara menjadi Shadow Of Lord.


"Kita akan kedatangan tamu dari keluarga Clarke, duta besar yang menjadi pengganti dan pemimpin sementara negeri Bilton" kata Adelia.


"Bilton?" tanya Zeydan.


"Bilton berada di luar kekuasaan Carna dan Verheaven, itulah kenapa kita jarang mendengarnya" kata Erika.


Di gerbang Markas...


Beberapa pasukan termasuk Erika, Zeydan dan Pasha, menyambut pihak keluarga Clarke.


Adelia menyambut Nyonya Sera dengan menjabat tangan.


"Dia Sera Clarke, kepala keluarga Clarke" kata Elena.


"Apakah... dia tidak terlihat seperti Ibumu?" tanya Elena dengan berbisik.


"Maksud... Tante?" tanya Erika.


"Seperti yang kubilang, dia punya hubungan darah denganmu, Andika, Amir, juga Umar" kata Elena.


Di dalam markas....


Di Aula...


Sera mengeluarkan jubah berlogo dari dalam tas koper.


"Apakah... anda pernah melihat logo ini?" tanya Sera pada Erika.


"I... itu!?" Erika kaget melihat logo mata Silent ibunya dan dirinya ada di jubah itu.


"Ini adalah logo keluarga Clarke" kata Sera.


"Eri, katakan pada beliau" kata Zeydan.


"Tapi... aku tak bisa mengatakan karena itu adalah logo Silent Aquamarine tingkat atas! yang pastinya, logo itu adalah logo rahasia" bisik Erika.


"Tapi... beliau orang penting dan pasti tahu, kakak akan membantumu nanti" kata Andika.


Erika gugup dan mau beberapa langkah lalu mengumpulkan energinya dan menunjukkan logo Silent di matanya.


Sera beserta beberapa penasihatnya kaget bukan kepalang melihat logo silent di mata Erika.



"I.. Ibu saya mengatakan kalau saya akan mendapatkannya nanti, dan akan menunjukkannya pada pihak yang berhak. Bahkan ia meminta saya untuk mewariskannya pada anak-anakku kelak" kata Erika.


Sera kaget dan meletakkan kedua tangannya di bahu Erika.


"Benar-benar tulus juga pemberani, kau dan ibu anda tumbuh menjadi kepribadian yang hebat dan luar biasa!" kata Sera.


Erika hanya bingung.


"Eh? siapa dia?" tanya Sera melihat Andika.


"Be... Beliau adalah salah satu kakak kandung saya" kata Erika.


"Benarkah!? kalau begitu... apakah anda termasuk Fujiwara yang dikatakan Lord Fifth? Tuan Edward?" tanya Sera menghampiri Edward yang ada di sebelah Adelia.


"Benar, saya dari keluarga cabang" kata Edward acuh tak acuh.


Erika mengerutkan keningnya dan benar dugaannya kalau Edward adalah Fujiwara bagian cabang yang dimaksud Ray.


Zeydan dan Andika kaget melihat seorang Pilar adalah bagian dari Fujiwara.


"Kau benar-benar sangat luar biasa, mempunyai logo Clarke ya? itu berarti kau adalah harapan Bilton... anak dari pemimpin kami yang hilang" kata Sera pada Erika.


Akhirnya berlanjut dengan rapat pertemuan. Adelia memimpin rapat kali ini.


Ruang pertemuan tengah di siapkan.


"Keluarga Clarke itu adalah keluarga terkenal dan berkuasa kan!? itu berarti... Kapten, Erika, Andika, Amir, dan Umar punya posisi penting bagi Clarke!?" tanya Nisa.


"Ka.. Kayaknya" kata Andika.


"Wah! itu hebat Andika! soalnya kau, adik-adikmu, dan Kapten Edward adalah orang yang tersisa dari garis keturunan terhebat di dunia selain Fujiwara!" kata Wira.


"Ahahaha" Andika hanya agak sungkan untuk melayani banyaknya komentar.


Prajurit juga ricuh akan hal itu.


"Kau baru menunjukkannya pada Zeydan ya?" tanya Adelia pada Erika.


"A.. Aku mendapatkan Aquamarine Silent saat usiaku 15 tahun, dan aku memberi tahu Zayn saat usiaku 10 tahun dengan menunjukkan gambar logo Clarke disebuah buku, dan gak semua Fujiwara bisa menitiskan logo yang dimaksud" jelas Erika.


"Kau terlihat senang?" tanya Zeydan pada Adelia.


"Tentu saja!" kata Adelia antusias.


"Aku dan Erika bagaikan sahabat yang telah mengemban beban berat karena masalah garis keturunan! aku pikir aku saja yang seperti itu, sekarang aku berpikir begitu menyenangkan memiliki posisi yang sama dengan seorang teman kan? karena aku dan Erika saling terhubung karena ikatan leluhur dulu kan?" tanya Adelia sambil menyikut Erika yang tersipu malu.


"Tidak ada orang yang lebih baik sebagai teman selain dirimu, Erika!" kata Adelia dengan begitu senang.


"Hihi!" kata Adelia.


Erika hanya agak malu dan segan mendapati Adelia sangat bersemangat.


Zeydan tersenyum.


Saat rapat...


Edward hanya melirik Andika dan Erika yang selang satu kursi dengannya.


"Baik" Erika mewakili jawaban.


"Tentu, karena Nona adalah harapan Bilton" kata Sera.


"Kami bertemu dengan Pangeran Rafizi dan tujuan awal kami, keluarga Clarke adalah bertemu dengan Yang Mulia Aliana dan kakak beliau untuk menghubungkan lagi percabangan keluarga yang telah dibentuk dulu, tapi beliau ternyata sudah tidak ada sejak 5 tahun yang lalu dan kami mendengar kalau gerakan pemberantasan yang dibentuk oleh para pendekar ninja dengan bantuan Klan Fujiwara itu ada" jelas Sera.


"Disitulah, kami diperbolehkan untuk bertemu dengan Putri Erika dan Pangeran Andika, kami sudah bertemu dengan Pangeran Amir dan Umar di istana Carna. Keluarga Clarke adalah keluarga Takatsukasa, cabang dari Klan Fujiwara yang dulunya membantu Klan Fujiwara dan Hasegawa dari ambang kepunahan, karena Klan Fujiwara juga membantu keluarga Takatsukasa yang dulu ikut mengalami penganiayaan karena melindungi Klan Fujiwara dan Klan Hasegawa" Jelas Sera.


"Apa yang menyebabkan Fujiwara, Takatsukasa, dan Hasegawa terkena pembantaian? siapa yang membantainya?" batin Erika.


"Klan Fujiwara dan keluarga Hasegawa pernah memimpin Negeri Bilton, tapi semenjak adanya pembantaian, Fujiwara dan Hasegawa kehilangan kepemimpinan mereka karena jumlah anggota Klan yang hampir punah, juga berjanji pada keluarga Takatsukasa akan memberikan kekayaan berupa energi batu Mustika Delima Merah ataupun yang lebih besarnya lagi, karena keluarga Takatsukasa dulu sudah membantu Klan Fujiwara, tapi... disini kami akan menunggu keputusan dari Nona Erika, karena Nona Erika menuruni Fujiwara utama langsung meski tak menyandang namanya" Jelas Sera.


"Keluarga nenek moyang kami, yang dulunya adalah Keluarga Takatsukasa, juga terkena pembantaian karena ada beberapa anggota keluarga Takatsukasa yang mengetahui rahasia yang menjadi pemicu utama adanya pembantaian"


"Sang pembantaian berpikir semua anggota Keluarga Takatsukasa begitu padahal tidak, akhirnya keluarga kami juga menanggung resiko pembantaiannya karena akhirnya mengetahui kalau Keluarga Takatsukasa adalah cabang dari Klan Fujiwara" kata Sera.


"Akhirnya kami yang generasi penerus keluarga Takatsukasa mengganti nama menjadi 'Clarke' dan menyamarkan serta mengubah logo Takatsukasa untuk menghindari pembantaian"


"Dan... Shadow Of Lord pertama dulu dipilih karena ide dari Fujiwara, Hasegawa, dan keluarga kami Clarke. Dan kami juga menyarankan pada Shadow of Lord pertama untuk membuat kutukan kematiannya agar dia bisa menitiskan diri sampai Sekte dan Organisasi sesat hancur seutuhnya. Tapi ternyata Shadow Of Lord masih ada sampai saat ini yang artinya kutukan kematiannya belum terpenuhi" jelas Sera.


"Keluarga Clarke dan Fujiwara sejak dulu saling menjalin kekerabatan erat bersama Hasegawa karena Keluarga Clarke menjadi Duta Bilton sejak dulu, tapi saya benar-benar tak menyangka kalau Ibu dan Pamannya Nona Erika adalah keturunan langsung dari Fujiwara dan Hasegawa, dengan begini... keluarga Clarke akan mendapatkan keuntungan besar dari ini" Kata Sera sambil menahan liurnya karena sudah tergila-gila akan kekuasaan.


"Apakah... wanita canggung ini hanya memanfaatkan ku? dilihat dari perkataanya, dia tak pernah bertemu dengan Mama" batin Erika.


"Aku dengar, kalau keluarga Clarke sangat pandai dalam mendapatkan keuntungan dan uang" batin Meghan.


"Apakah... kekerabatan Fujiwara, Hasegawa dan Takatsukasa yang terbentuk karena kekuasaan kepemimpinan Fujiwara di Bilton dulu terputus dan akhirnya Takatsukasa yang mengambil alih kepemimpinan karena peningkatan pembantaian yang diambang batas? apakah itu alasan Ray membunuh dan membantai Kitagawa untuk mencegah pembantaian? tapi... apakah benar kalau keluarga Takatsukasa alias Clarke ini yang dimaksud Ray?" batin Edward.


"Dan aku yakin sekali mengapa Nyonya Sera tidak menyebut nama Kitagawa, karena ia tahu. Kalau Kenzo dan adiknya belum mengetahui rahasia Klan ayah mereka. Ck, masalah malah diungkit-ungkit" batin Edward.


"Meski begitu, hak waris kepemimpinan mutlak Negeri Bilton jatuh kepada Yang Mulia Aliana Jahzara Ameera tepat pada beliau sudah mempunyai hak atas Klan Fujiwara, akan tetapi... jika beliau tidak bisa, maka kepemimpinan Bilton tersebut akan kami serahkan kembali kepada Nona Erika Ameera disaat tepat pada usianya yang ke 23 tahun, sebagai pemegang Silent murni" jelas Sera.


"Akan tetapi... bukankah saya terlepas dari warisan kepemimpinan Ibu saya? karena, tidak adanya ketetapan saya untuk tanggung jawab kepada Bilton selain Carna" kata Erika.


"Keputusan akan diserahkan kepada Fujiwara Utama atau yang memiliki Silent murni, Nona" kata Sera.


Erika menunduk.


"Saya juga sudah memperhitungkan soal kutukan Pandora yang ada pada Tuan Zeydan Al Farisi dan Pangeran Andika Ameera Ramanathan, dan kami memperhitungkan kalau Dimensi ini juga harus berkembang, karena Dimensi ini sudah mengalami ketertinggalan dari dunia sejauh 50 tahun" kata Sera.


Adelia kaget.


"Tapi... Dimensi kami ini adalah, dengan memasukkan sekte dan organisasi berbahaya ke dalamnya agar Dunia nyata tak mengalami kerugian, penyebab besar klan Fujiwara dan Hasegawa hampir punah karena sekte dan organisasi itu" jelas Meghan.


"Lalu... kenapa harus melakukan rencana perenovasian? karena Dimensi adalah tempatnya untuk memberantas sekte dan organisasi sesat sejak Shinobi Legendaris Pertama" kata Andika.


"Memang benar, tapi... jika prajurit akan menjalankan misi di Dunia nyata, mereka takkan terbiasa karena tak bisa mengejar ketertinggalan Dunia, Dimensi ini bagaikan Dunia dan kalian hampir nyaman kan?" tanya Sera.


"Jadi... untuk meningkatkan pengalaman, akan lebih baik kalau Dimensi ini juga memperkuat inti energi agar dapat mengejar ketertinggalan dengan memiliki penerus kedudukan pemimpin dan bayangan pemimpin, karena bayangan pemimpin di berikan melalui titisan" Jelas Sera.


"Alasan Shadow Of Lord dipilih secara titisan, karena bertujuan untuk melindungi dan menjadi wakil dari pemimpin pasukan pemberantasan" kata Sera.


"Shadow Of Lord sangat sulit untuk ditemukan keberadaannya, karena melalui penitisan, jadi ada 3 cara untuk menjaga keseimbangan Dimensi, karena Kotak Pandora tak bisa terus menjaga keseimbangan Dimensi, di samping untuk mempermudah mengembangkan calon Shadow of Lord" kata Sera sambil mengisyaratkan kepada pelayannya dan membagikan kertas dan berkas kepada para hadirin.


"Sebenarnya, apa tujuan anda?" tanya Adelia.


"Kami hanya ingin Dimensi ini memperoleh 3 hal, yaitu... Pertama, memperlancar dalam pencarian Shadow Of Lord dengan melakukan penitisan baru. Kedua, mengejar ketertinggalan yang dialami Dimensi ini. Ketiga sekaligus yang terakhir adalah menjaga keseimbangan Dimensi ini" jelas Sera.


"Dan untuk ketiga cara yang saya maksud sebelumnya, Pertama, dengan mengambil alih kekuatan makhluk astral dan memasukkannya untuk keseimbangan Dimensi. Kedua, dengan melakukan mediasi Clarke, karena Clarke memiliki koneksi baik dengan pihak yang menguntungkan. Ketiga, dengan menyatukan kekuatan Kutukan Pandora darah biasa atau bisa juga darah kerajaan alias Fujiwara dan kekuatan Kutukan kematian Shadow Lord" jelas Sera.


"Lebih tepatnya, untuk bagian melakukan penitisan, Adelia akan mewarisi salah satu diantara 2 kekuatan kutukan Pandora?" tanya Erika.


"Itu benar, cara ketiga ini yang paling efektif. Karena selain bisa menyeimbangkan kekuatan Dimensi, juga bisa membuat penitisan baru" kata Sera.


"Tapi di cara ketiga ini pertama-tama... Shadow Of Lord yang ada harus memiliki kekuatan kutukan Pandora berdarah Fujiwara agar kuat saat menggabungkan kekuatan nantinya, dan menghabiskan masa hidupnya yang selama 13 tahun untuk melakukan penitisan baru yang lancar" jelas Sera.


"Setelah melakukan penitisan, maka barulah menggabungkan kekuatan pemegang kutukan Pandora dan kutukan kematian Shadow Lord saat menjelang masa kematian Shadow Lord" jelas Sera lagi.


Meghan terbelalak kaget membaca berkas, sedangkan Erika kaget bukan kepalang setelah membaca berkas dan menoleh kepada Zeydan yang begitu serius seperti kesal menatap berkas yang tercatat pilihan yang dilontarkan.


Andika dan Adelia bahkan sampai-sampai menutup mulutnya dengan tangannya saking tak percaya, sedangkan Edward menahan kesal. Tentu saja mereka kaget dan kesal, karena yang paling banyak dirugikan dan dikorbankan dalam hal ini adalah Adelia dan Andika.


"Shadow Lord harus mewarisi kekuatan kutukan Pandora berdarah Fujiwara atau bangsawan, sedangkan yang memenuhi kriteria itu adalah, Andika kan?!" batin Ersya dengan raut wajah tenang.


"Apabila Nona Adelia mewarisi kutukan Pandora milik Andika maka, Andika akan... " batin Elena.


"Jika Adelia tidak berhasil mewarisi kutukan Pandora milik kak Andika di dalam dirinya, juga jika penitisan baru yang akan ia lakukan juga gagal maka, dia akan... " batin Erika sambil melirik Adelia.


"Kehilangan nyawanya" batin Elena dan Erika bersamaan.


"Asal luka kutukan Shadow of Lord, terdapat pada seorang Fujiwara yang membentuk kutukan tersebut, belum ada yang pernah melakukan penitisan baru sebelum seorang Fujiwara tersebut" kata Sera.


"Tapi... karena menggunakan luka kutukan, banyak diantaranya yang menjadi target sekte, sedangkan melakukan penitisan baru tapi bukan berdarah Fujiwara... maka Shadow of Lord yang melakukan perjanjian Pandora tersebut bisa saja langsung mati setelah melakukan penitisan. Itulah sebabnya saya menyarankan agar mempunyai kutukan Pandora terlebih dahulu, tergantung untuk jaminan nyawanya karena melakukan perjanjian Pandora, itu akan dilihat setelah perjanjian Pandora dilakukan" jelas Sera.


"Namun jika cara ketiga ini tidak berhasil, maka... " Sera menoleh pada Adelia dan Andika.


Meghan menoleh pada Adelia.


Adelia memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya.


"Huft... baiklah, saya akan mengambil kepenerusan bayangan pemimpin alias penitisan baru untuk ini agar menjadi lebih mudah" kata Adelia.


"Saya turut berpartisipasi untuk yang diperlukan cara ketiga ini jika kebutuhan yang dimaksud itu menyangkut diri saya, selama hal itu mendukung bisa berhasil" kata Andika yang duduk di samping kiri Erika dengan berwajah tenang.


"Ah, jadi begitu" kata Sera yang begitu tahu kalau Adelia dan Andika setuju.


"Kak Andika... Adelia... " gumam Erika.


BRAK!! Zeydan yang ada duduk di sebelah Erika langsung berdiri dari kursinya sambil membanting meja.


Semuanya kaget.


"Aku tak setuju! Dimensi ini untuk menjalankan misi dan dibentuk agar sekte dan organisasi cepat hancur! bukan untuk menyamakannya dengan dunia nyata! jika menyamakannya, maka sama saja Dunia seperti ada dua! Dunia tetaplah Dunia! Dimensi tetaplah Dimensi! urusan ketertinggalan itu urusan yang sepele!" kata Zeydan dengan kesal.


"Zayn..." gumam Erika.


Edward dan Meghan hanya saling melirik satu sama lain.


"Lalu... apakah yang terjadi jika anda tidak terbiasa dengan Dunia nyata saat anda lihat kalau Dunia nyata telah mengalami perkembangan yang tak bisa anda kejar, Tuan Al Farisi?" tanya Sera.


Zeydan kaget.


"Saya tak ingin menyamakan, prajurit pasukan pemberantasan sudah sangat banyak... dikhawatirkan mereka takkan dapat mengikuti perkembangan dan ketinggalan zaman, itu dikarenakan untuk membuat Dimensi ini tetap seimbang juga memerlukan kekuatan yang benar-benar tidak sedikit" jelas Sera.


"Jadi... saya akan menunggu keputusan ini berlanjut dari Nona Erika dan Nona Adelia" kata Sera.


Zeydan agak menunduk dengan kesal.


"Ck... " Zeydan berdecih dengan kesal.


"Zayn, tenanglah aku mohon" bisik Erika.


Zeydan menatap Erika lalu menunduk dan akhirnya menurut lalu kembali duduk.


Adelia hanya menatap Zeydan dan Erika sambil membendung air matanya.


Erika menatap Adelia dengan prihatin.


Flashback Off...


"Benar, saya akan membahas tentang Dimensi, jadi... saya mungkin akan tinggal lama di Dimensi itu" kata Sera.


"Saya mengerti, Nyonya Sera" kata Rafi.


Basa-basi dan Fakta 😋


Erika termasuk garis keturunan Fujiwara Utama dan murni sekaligus anak dari Putri Silent, menjadikannya satu-satunya pengguna Silent murni.


Sebagai orang yang berdarah Fujiwara utama dan memiliki Silent murni, posisi Erika sekarang sangat penting bagi Bilton dan Clarke karena kepemimpinan dan kebangsawanan Fujiwara adalah Klan sah.


Salah satu Fujiwara yang tak mempunyai Silent pernah menikah dengan seseorang dari keluarga Clarke, tapi karena disaat itu masih zaman pembantaian, jadi hal itu di berhentikan untuk tetap menjaga keturunan Fujiwara dan Clarke tetap hidup.


Karena itulah Fujiwara dan keluarga Clarke saling punya hubungan darah meski bukan keluarga kandung.