Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 3 Episode 5 : Fujiwara Clan



Di hutan selatan...


Pasukan Ray mengawasi hutan selatan kalau-kalau Erika memberitahu pasukan inti pemberantasan.


Erika datang sendiri dengan wajah serius dengan peralatan pedang, pistol, jangkar, dan lainnya.


"Sudah datang ya? Eri-... bukan, apakah harus ku panggil Yuna?" tanya Ray yang duduk di atas batu.


"Terserah" kata Erika.


"Jadi, ada apa kau menemui ku? Besar sekali nyalimu mendatangiku tanpa pasukan, kau percaya padaku?" tanya Ray dengan tersenyum menyeringai.


"Aku datang sendiri, kau juga yang menawarkan diriku untuk menemuimu, kebetulan banyak yang ingin kutanyakan apabila kau bisa menjawabnya dengan jujur" kata Erika.


"Yah, tergantung situasi" kata Ray.


"Jadi... apa yang ingin kau tanyakan?" tanya Ray.


"Aku ingin bertanya, apa sebenarnya hubunganmu dengan Ibuku? kau sudah meninggal tapi hidup kembali dalam keadaan bukan dirimu yang sebenarnya, siapa kau sebenarnya?" tanya Erika.


"Baiklah, sebelumnya aku ingin memperkenalkan diri... namaku adalah Fujiwara Ray, anggota Klan Fujiwara generasi kedelapan bagian branch, saudara tiri nenekmu sekaligus Pamannya Ibumu" kata Ray.


DEG! Erika langsung kaget.


"Jadi... kau, adalah Paman tirinya Ibuku?" tanya Erika.


"Hmf... yah, begitu lah, kita mungkin bisa menghubungkan kekeluargaan ini" kata Ray.


"Mungkin.. statusku untukmu sekarang adalah kakek tirimu? tapi sebagai Fujiwara Branch, kita hanyalah seperti atasan dan bawahan" kata Ray.


Erika membatu dan benar-benar terkejut.


"Kau termasuk Kitagawa melalui ayahmu... jujur saja? aku masih cukup dendam pada Ayahmu karena Kitagawa Mizuki alias mendiang Ayahmu itu memiliki darah campuran musuh yang membantai Fujiwara sampai di ambang kepunahan!" kata Ray lagi.


"Tapi kau tahu? aku tak memiliki dendam padamu, karena kau sangat mirip dengan Yumna, ibumu. Jadi, untuk membersihkan darahmu yang kotor... bagaimana kalau kau bergabung denganku? dengan begitu, kita juga akan membalaskan apa yang diperbuat Chandra pada orang tuamu" kata Ray.


"Baik... " kata Erika sambil menunduk.


"Oh?" tanya Ray sambil tersenyum karena berpikir Erika gampang sekali menerima tawarannya.


"Lebih baik kau berhenti bicara yang tidak-tidak... aku tidak mempercayai perkataanmu sedikitpun!!" Seru Erika sambil mengaktifkan Silent-nya dan melakukan jurus.


"Raigeki!!" Jurus yang dikuasai Papanya.


Ray langsung menghindar dan serangan petir itu langsung menghancurkan batu besar yang diduduki Ray.


Ray akan menembakkan peluru pada Erika.


DOR!! ada sebuah peluru yang membuat pistol Ray terpental.


Ternyata itu dari Salsa.


"Salsa" gumam Erika.


JDAR! BRAK!! TRANG!! Di tengah-tengah hutan, Edward dan yang lainnya.


Flashback...


"Sebenarnya... aku ingin menggerebek sendiri si korban yang dihidupkan Chandra dengan jurus Tensei" kata Erika.


Semuanya terdiam.


"Bagaimana caranya kau ingin menggerebeknya kalau kau sendiri tidak tahu dimana lokasinya?" tanya Zeydan.


"Aku tahu, aku tahu lokasinya... dia sendiri yang memberitahuku tentang lokasinya" kata Erika.


Edward terbelalak, tidak biasanya Ray seperti itu... dia yakin ingin memberitahu Erika sesuatu.


"Dimana lokasinya?" tanya Salsa.


"Hutan Eslaqar selatan" kata Erika.


"Baiklah, aku pergi sekarang... sebentar lagi akan masuk pada jam yang dijanjikan" kata Erika.


"Aku tak bisa mengizinkanmu pergi ke sana sendirian" kata Edward sambil menahan Erika dengan menggenggam lengannya.


"Maafkan aku semuanya... akulah yang dipanggil olehnya" kata Erika dan langsung mengarahkan telapak tangannya dengan kelingking, jari manis, dan ibu jari di lipat, sedangkan jari tengah dan telunjuk ke wajahnya ia arahkan ke depan wajahnya.


POF!! Tiba-tiba Erika berubah menjadi bayangan putih dan tidak ada dimana pun.


"Apa itu tadi!?" tanya Ilman.


"Ck! kita bersiap ke hutan selatan sekarang!" kata Edward.


"Yuna sudah pergi sebelum kita, dari tadi yang kita ajak bicara hanyalah jurus klon bayangannya" kata Meghan.


"Apa!? Erika sudah pergi dari tadi!?" tanya Pasha.


"Kalian jangan banyak bicara dan cepatlah bersiap" kata Edward.


Flashback Off...


Edward melawan beberapa.


"Bisa bahaya jika Ray bicara yang tidak-tidak, jangan bilang kalau anaknya Yumna ingin menghabisi Ray? jangan bercanda!" batin Edward.


Di tempat Ray...


"Salsa! apa yang kau lakukan pergi dari sini!" kata Erika.


"Jangan bercanda! kau sendiri yang gelagapan pergi sendirian!" kata Salsa.


"Tapi-... " belum selesai Erika bicara.


"Kita ini teman!" kata Salsa.


Erika terbelalak.


"Oi, sudah selesai bicaranya?" tanya Ray.


"Lawanmu adalah aku!" kata Erika.


Bayangan Erika berhasil membawa Salsa pergi jauh.


"Apa yang kau lakukan!?" tanya Salsa.


"Aku tak bisa membuatmu dalam bahaya!" kata Erika.


Dan Bayangan Erika dan Salsa bertemu Ilman dan Pasha.


"Erika!" kata Pasha.


"Erika tidak disini! ini hanyalah bayangannya saja!" kata Salsa.


"Apa-apaan ini!?" tanya Edward yang disitu.


"Kapten! Erika tengah bertarung sama si pria bertopi yang ahli dalam senjata!" kata Salsa.


Edward terbelalak.


"Ray!!"


"Kalian hadapi sisanya bersama Meghan dan yang lainnya! ingat, jangan segan-segan membunuh!" kata Edward sambil pergi.


Di tempat Erika...


Erika terus melawan Ray dengan sangat hati-hati meski tumbang beberapa kali.


"Aku ingin membunuhnya, tapi dari tadi dia terus saja terlihat mirip dengan Yumna yang membuatku segan untuk membunuhnya" batin Ray.


BRUK! Erika kelelahan.


"Hah... hah... hah"


"Ucapkan selamat tinggal untuk hidupmu" kata Ray yang mengumpulkan tekad untuk membunuh Erika.


Erika memejamkan matanya.


"Zayn, Selamat tinggal untuk waktu ini" batin Erika.


"HAAA!!!"


CTRASH!!! Ada bunyi tebasan pedang.


Erika langsung terbelalak.


Edward ternyata menebas perut Ray.


"Ck! si cebol menyebalkan, pergilah ke taman bermain dan jangan berbuat hal yang berbahaya" kata Ray sambil pergi dan mengisyaratkan mundur pada para pasukannya.


Saat kondisi sudah aman...


"Apa yang kau lakukan pergi sendirian?" tanya Ilman.


"Aku minta maaf semuanya, tapi aku terpaksa setelah Ray memberikan ancaman bagi kita" kata Erika.


"Ancaman?" tanya Edward.


Erika membuka surat yang diberikan Ray.


-Posisi kami esok malam ada di hutan selatan, kalau ingin bertemu dan berbicara temui aku di sana 8-


by : Ray 44,1888


"Lalu? apa hubungannya?" tanya Meghan.


"Apakah kalian lihat angka yang berada di belakang namanya dan juga angka delapan di akhir tanda kalimat?" tanya Erika.


"Ya?" tanya Salsa.


"Ini mengisyaratkan kalau dia akan membunuh 8 orang dari pasukan pemberantasan yang sedang menjalankan misi seperti kejadian di +44 yaitu angka telepon london tahun 1888 dimana Jack the ripper dulu melakukan aksi pertamanya, dia akan membunuh jika aku tidak datang menemuinya" kata Erika.


"Sejujurnya aku tak percaya, lagipula jika memang ingin mengincar pasukan pemberantasan dia takkan semudah itu bisa masuk ke Dimensi, kecuali jika melalui teleportasi yang sihir Dirgapati dengan bantuan Chandra... aku akhirnya mengerti kalau sebenarnya yang ia incar adalah... " Erika menghentikan perkataannya.


"Kita yang sedang menjalankan misi di luar Dimensi" kata Erika.


Mereka lumayan kaget sedangkan Edward hanya semakin serius.


"Aku tak bisa membuat semuanya diincar kembali, karena kita berdelapan yang diincar" kata Erika.


"Lalu, kenapa kau tidak minta bantuan kami?" tanya Edward.


"Aku tidak bisa! kau sendiri bilang kalau si Ray itu ingin menculik Zayn dan kak Andika! dan menyerahkannya pada Chandra Nagata! jika aku tidak ke sana kita semua yang akan diincar" kata Erika dengan mengerutkan keningnya.


"Lagipula aku juga sudah mendapatkan cara mengurus Tensei milik Ray dan bisa memusnahkannya kapan saja"


Basa-basi dan Fakta 😋


Amanda, Andra, dan Edward adalah anggota Fujiwara yang tersisa sepeninggal Ray.


Alasan kenapa Ray dulu merawat dan mengadopsi Edward keponakannya, karena tak ingin Fujiwara Cabang punah dan tak bisa menjaga dan melindungi Fujiwara Utama.


Dan Ray harus bisa menyembunyikan sikap baiknya, meski dia harus membahayakan keponakannya, meski begitu... Ray adalah Fujiwara cabang yang lebih kuat daripada Edward yang terkenal badas.


Meski memiliki Silent paling kuat dan dijuluki Putri Silent, Amanda tetaplah anggota Fujiwara berdarah campuran klan lain.


Dan Andra adalah satu-satunya Fujiwara utama yang memiliki Silent tidak murni karena kebanyakan gen-nya menuruni klan Ayahnya yaitu Hasegawa.


Klan Fujiwara dulunya adalah klan bangsawan yang memiliki kekuatan luar biasa yang dapat dibangkitkan disaat-saat yang tak terduga.


Sampai saat ini, hanya Amanda dan Erika saja yang baru diketahui kronologi Awakend Power.


Yaitu saat Amanda dan Erlan berhadapan dengan 3 penjahat.


Dan Erika, saat dia marah saat Andika, Amir dan Umar tak sengaja membuat buku kesayangan Erika robek, dan Silent-nya langsung aktif tepat pada saat Erika berumur 5 tahun.