
Di Dimensi...
Di atap...
"Nisa... sebentar lagi adikmu akan datang" kata Andika..
"Zeydan? ya, aku tahu" kata Nisa.
"Aku sebenarnya prihatin" kata Andika.
"Maksudmu?" tanya Nisa.
"Karena Yun-chan belum mencapai usia 16 tahun, dia tak bisa melihat sinar matahari, Bulan, dan Bintang secara langsung karena matanya akan meleleh dan otaknya akan lumpuh yang menyebabkan dia bisa kehilangan nyawanya" kata Andika.
"A... Apa!?" tanya Nisa.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Nisa.
"Ini sudah banyak yang tahu, tapi alasannya tidak... alasan kenapa Erika sering pusing karena dia biasanya terlalu terpapar langsung dengan sinar Matahari, Bulan, dan Bintang, jika tidak terpapar ataupun tidak banyak terkena sinar matahari, dia akan baik-baik saja" Jelas Andika.
"Tapi, bukankah dia sering menjalankan misi?" tanya Nisa.
"Itulah sebabnya dia selalu memakai obat tetes mata yang dipakai 3 jam sekali, jika efek pelindung obat yang akan melindungi matanya Yun-chan mulai memudar, maka dia akan merasakan pusing" Jelas Andika.
"Memangnya kenapa dia seperti itu?" tanya Nisa.
"Dia... terkena kutukan Fujiwara" kata Andika.
"Kutukan Fujiwara?" tanya Nisa.
"Yun-chan memiliki darah Kitagawa dari Ayahku, tapi dia juga memiliki darah Fujiwara, dan kutukan Fujiwara akan berefek pada Kitagawa yang mencoba mencuri Silent" Jelas Andika.
"Tapi... Erika bukan pencuri!" kata Nisa.
"Aku tahu! mungkin kutukan itu berefek padanya karena dia adalah pemilik Silent murni, dan Ibuku sudah memutuskan kutukannya dan akan putus seutuhnya pada usia 16 tahun, jadi... aku ingin agar kau bisa menjaga Yun-chan dari sinar Matahari, Bulan, Bintang semampumu" kata Andika.
"Baiklah... "
Andika akhirnya berjalan.
"Kutukan Fujiwara... yang dimiliki juga oleh Chandra Nagata yang mencoba mencuri Silent tapi tak berhasil, yang pertanyaannya... bagaimana caranya Chandra mendapatkan kutukan Fujiwara sedangkan Silent pun tak dia dapatkan?" batin Andika.
Sementara itu di Dunia nyata....
"Apa maksudmu?" tanya Edward dengan melirik tapi dengan ekspresi dingin.
"Apanya yang apa? aku yang harusnya bertanya kenapa kau menanyakan apa maksudku bertanya seperti itu" kata Erika.
"Maksudnya, kenapa kau menduga akulah Fujiwara yang Ray katakan" kata Edward.
"Pertama, kenapa kau bisa tahu soal ibuku?" tanya Erika.
"Bukankah aku pernah bilang? aku mengetahuinya dari Lord Fifth" kata Edward.
"Lalu, kenapa kau begitu terobsesi hingga memberitahu kalau Ibuku ingin aku melihat Bulan, Bintang, dan Matahari dengan nyaman?" tanya Erika.
"Dia adalah anaknya Lord Sixth sekaligus mendiang kakekmu, aku menghormatinya" kata Edward.
"Kedua, kenapa kau begitu tahu tentang kak Andika juga Zayn?" tanya Erika.
"Karena Kenzo dan Zeydan adalah pemegang kutukan Pandora yang harus dijaga dan diamankan" kata Edward
"Lalu, kenapa kau bisa mengenal Ray?" tanya Erika.
Edward terdiam.
"Ada sebuah kejadian di masa lalu, dia hanyalah kerabatku, bagaimana?" tanya Edward.
"Apakah kau yakin? kau bukanlah Fujiwara?" tanya Erika.
"Aku tak bisa meyakinkan juga, karena maupun di era masa lalu sampai sekarang... identitas seorang Fujiwara, adalah rahasia" kata Edward.
Erika melihat Edward.
"Kalau begitu maaf dan terimakasih karena telah menjawab pertanyaanku, aku hanya ingin bilang kalau semoga kau bisa baik-baik saja dengan perginya orang yang paling berharga bagimu melebihi siapapun di dunia ini bisa membuatmu tegar" kata Erika sambil naik tangga.
"Meski aku tak tahu, tapi aku tahu rasanya kehilangan" kata Erika.
Edward hanya menatap Erika dengan tatapan kosong tak peduli tapi perkataan Erika membuatnya berpikir.
"Apakah malam ini bulan Purnama?" batin Edward.
"Kurasa aku akan ke Vanora untuk meminta buket Zinnia biru" batin Edward sambil pergi keluar.
Beberapa jam kemudian...
Para Pilar sedang membahas tentang rencana bersama Pak Andi dan Arsya sang komandan untuk merebut kembali bagian selatan Dimensi yang diambil alih musuh.
Pilar Bela diri : Toni
"Ukh! aku iri padamu dan Vanora karena bertemu Makhluk astral atas" kata Toni dengan bertopang dagu.
Pilar Bayangan : Elena
"Benarkah? aku baru dengar" kata Elena.
Pilar Karya : Ar-Rahmat
"Tidak semua orang bisa bertemu mereka, bagaimana keadaan kalian? Vanora? Ersya? syukurlah kalian selamat" kata Rahmat.
Pilar Aura : Veronica Kencana ( Vanora )
"Ya! Alhamdulillah aku baik! meski hanya terluka dan demam tinggi" kata Vanora.
Pilar Teknologi : Ersya
"Aku... masih belum pulih sepenuhnya" kata Ersya yang penuh dengan perban.
Pilar Pengintai & Medis : Meghan Sparkle
"Bagaimanapun juga, syukurlah kalian bisa selamat" kata Meghan.
Komandan Pasukan Pemberantasan : Arsya
"Kalau kita sampai kehilangan Pilar lagi, Pasukan Pemberantasan akan kesulitan, tapi bisa mengalahkan dua Makhluk astral atas tanpa korban adalah kejadian yang langka" kata Arsya.
Pilar Pedang : Fujiwara Edward
"Meski bagaimanapun juga, kita akan menunggu Lord Fifth nanti, Lord Fifth mungkin ingin membicarakan semuanya termasuk hal itu" kata Edward dengan dingin.
"Maaf menunggu lama semuanya" kata Ratri.
"Sebelumnya saya ingin menjelaskan kalau Shinobi Legendaris kelima alias pemimpin pasukan pemberantasan tidak bisa hadir dikarenakan penyakitnya yang memburuk" kata Ratri.
"Jadi saya sebagai keponakan beliau akan menggantikan rapat dadakan bersama para Pilar, jadi... mohon bantuannya" kata Ratri sambil menaruh telapak tangannya di dada kirinya untuk memberi salam pembuka sekaligus hormat.
"Tentu Nona Ratri, semoga anda selalu di berikan ketabahan dan juga hal-hal baik terus datang pada anda" kata Rahmat.
"Terimakasih Rahmat, baiklah... ayo kita mulai rapatnya" kata Ratri.
"Tentu, ini ada beberapa berkas yang sudah di dapat oleh beberapa pasukan pengintaian" kata Meghan sambil membagikannya pada semuanya termasuk Ratri.
"Jadi, sebagian kecil selatan Dimensi diambil alih musuh?" tanya Ratri.
"Itu benar, Nona... dan hasilnya, bisa dipertimbangkan kalau untuk merebutnya kembali, kita akan melakukan penyerangan secara besar-besaran" kata Meghan.
"Aku sangat setuju sekali! kita akan menyerang mereka secara bersamaan! dengan begitu, mereka akan kalah dengan jumlah pasukan kita!" kata Toni.
Ratri termenung.
"Sebelum itu... saya ingin bertanya pada Tuan Ersya dan Nona Vanora" kata Ratri.
Mereka terdiam.
"Lord Fifth mengatakan kalau jika Shinobi ataupun ninja yang sudah menyimpan energi atau tenaga selama bertahun-tahun, itu akan mengeluarkan tanda, yang sama munculnya dengan logo Kotak Pandora meski bentuk logonya berbeda" Jelas Ratri.
"Dan saya mendengar dari Lord Fifth, kalau Tuan Ersya dan Nona Veronica Kencana sudah memiliki tanda itu saat bertarung dengan dua Makhluk Astral atas, ya? Lord Fifth juga ingin mendengar hal itu" kata Ratri.
"Dan katanya, tanda ini adalah tanda yang akan menitis ke seseorang sesuai pilihan pemilik sebelumnya atau secara batiniah ikatan yang ada, tapi... ternyata yang mendapatkan keahlian logo itu sejak lahir adalah... Andika Ameera alias Kitagawa Kenzo, si Pemegang Kutukan Pandora murni" kata Ratri.
"Dia mendapatkan itu tak tahu bagaimana, dia bahkan mengatakan hal yang terjadi pada tubuhnya disaat itu, tapi dia sangat kesulitan dalam menjelaskannya dan tak tahu lalu mengatakan dia mendapatkan itu pada saat dia lahir. Kami sudah hampir menyerah, tapi mendengar kabar kalau dua Pilar mendapatkan tanda itu saat pertarungan" Jelas Arsya.
"Jadi... Nona Vanora, Tuan Ersya, jadi kumohon beritahu kami" kata Ratri dengan sopan.
"Nona Ratri sangat menakjubkan!" batin Vanora.
"B.. baik! jadi saat itu tubuhku rasanya ringan sekali! lalu, lalu, rasanya seperti Buum!! lalu duar dan wussh!! lalu jantungku seperti Bum! Bum! dan telingaku seperti Ngiiing!! dan juga Cring!! Cring!!" Seru Vanora dengan bersemangat.
Semuanya terdiam mendengar penjelasan Vanora.
Ratri, Arsya, dan Elena termenung sambil menatap Vanora karena heran.
Edward, Meghan, dan Ersya berbalik menatap Vanora dengan datar tapi heran dengan penjelasan Vanora, sedangkan Toni dengan mata menyipit tapi ekspresi kesal, sedangkan Rahmat hanya menghembuskan nafasnya sambil menepuk jidatnya.
"Maafkan aku!!! aku sungguh minta maaf! aku akan menggali lubang kecil dan mulai hidup di sana saja!" kata Vanora, meski Vanora Pilar... tapi sikapnya yang heboh benar-benar mirip dengan Andika.
"Aku tak menyadari kalau aku memiliki tanda, tapi jika diingat di pertarungan sebelumnya... aku sadar ada beberapa hal yang berbeda, kalau seseorang memenuhi syarat ini, mungkin saja dia bisa memperoleh tanda itu walau darah Shinobi Klan tidak berada di tubuhnya. Izinkan aku memberitahu kalian bagaimana hal itu bisa terjadi" Kata Ersya.