
Andika duduk.
"Rileks saja ya, aku hanya ingin menanyakan beberapa saja" kata Meghan.
Di kamar Edward...
Edward ternyata meminta Meghan untuk melihat juga dari kamera tersembunyi yang di letakkan di vas dan berkomunikasi dengan earphone.
"Meghan... sebaiknya kau sedikit keras dengannya, jangan lembut" kata Edward dengan datar.
Di ruangan Meghan...
Meghan kesal karena Edward terlalu cerewet dan menyentil alat pendengar telinga yang dipasang di arlojinya. Alat pendengar ini juga terpasang di sebelah telinga Edward satu lagi.
NGING!!! Karena suara melengking alat pendengar yang disentil Meghan itu membuat telinga Edward hampir tuli.
"A... aduduh!!" kata Edward sambil memegang telinganya.
"Baiklah Kenzo, kau bisa membuat beberapa pernyataan tentang kutukan Pandora dan juga yang kau dan Nisa di jebak oleh Chandra Nagata" kata Meghan.
"Baiklah..." Andika mulai menceritakan semuanya.
"Setelah itu, saya tiba-tiba dapat mengendalikan kekuatan Pandora dan menghisap serangan lubang hitam milik Chandra" Jelas Andika.
Edward mendengarkan dari kamarnya.
"Begitu? hal-hal apa yang kau rasakan saat dapat mengendalikan kutukan Pandora?" tanya Meghan.
"Em... tiba-tiba saja ada dorongan besar? dan tiba-tiba tubuhku semuanya menjadi lemah dan hanya satu saja yang bisa ku kendalikan yaitu tangan kananku dimana terdapat logo Kutukan Pandora" Jelas Andika.
"Itu saja?" tanya Meghan.
"I.. iya Nona Pilar, itu saja" kata Andika.
"Jangan memanggilku Nona Pilar, biasa saja... kita adalah mantan angkatan dulu kan?" tanya Meghan sambil mencatat.
"Lalu, umur ketua berapa?" tanya Andika.
Meghan langsung berhenti mencatat.
"W.. wah!! maaf saya lancang!" kata Andika.
"Tak apa Kenzo, baiklah... jangan beritahu siapa pun, usiaku adalah..." bisik Meghan.
"E.. Eh?" tanya Andika.
"Kenapa? tidak percaya?" tanya Meghan.
"Ju.. jujur saja saya tidak percaya" kata Andika.
"O.. oh, baiklah" kata Andika.
"Ok Kenzo, lalu? apa yang membuatmu mempunyai dorongan untuk kembali ke Dunia nyata? bukankah di Dimensi mimpi ada orang tuamu?" tanya Meghan.
"Anu, saya sebenarnya ingin sekali tinggal di sana. Ibu ada... Ayah ada... tapi, rasa bersalah karena saya pergi secara sembarangan ke penyegelan Pandora itu yang membuat saya mempunyai dorongan untuk merelakan mereka, gara-gara saya mereka tiada" Jelas Andika.
"Yah, memang bener sih... gara-gara kau" kata Meghan.
"E.. Ergh... "
"Ok, itu saja... silahkan pergi" kata Meghan.
"Te.. Tentu"
BLAM!
📞"Oi! kacamata menyebalkan! kenapa kau tidak menanyakan hal lain!?" tanya Edward.
Meghan tersenyum kesal dan langsung menyentil alat pendengar yang ada di telinga Edward.
CTK!! NGING!!!
Telinga Edward hampir di buat tuli oleh Meghan karena itu.
"Sebaiknya kau belajar untuk menghargai perempuan, jika tidak maka kau akan di benci" kata Meghan.
📞"Sakit, Dasar kacamata menyebalkan!"
"Terserah" kata Meghan.
KRING!! alat pengarah yang membuat Meghan bisa mengarahkan pasukan dari jarak jauh dan juga bisa melapor.
"Ya? Apa!? Edward! ada beberapa sinyal makhluk astral kelas tengah berada di utara Dimensi Astral sejauh 1.465 Km yang tidak diketahui! sedang bergerak cepat ke arah markas!" kata Meghan.
📞"Aku akan melapor pada Lord Fifth" kata Edward.
"Ya! cepat, aku akan ke Vanora untuk memintanya mengecek aura, kau minta Farel agar dia bisa mengirimkan beberapa hewan miliknya untuk mengintai diam-diam" kata Meghan sambil pergi dari ruangannya.
📞"Ya, tidak biasanya kau merepotkan kacamata menyebalkan" kata Edward.
CTK! Meghan menyentil alat pendengar yang ada di arlojinya.
NGIING!!
📞"A... Aduh! berhentilah! atau kau akan membuat telingaku menjadi tuli!"
"Terserah, pantas banyak yang membencimu"