
Jam 06.58....
Di Asrama laki-laki...
Kamar Zeydan, Ilman, Dirga, dan Pasha...
Semuanya tengah tertidur pulas.
CEKLEK! Pak Andi masuk.
"Bangun semuanya" kata Pak Andi.
"Eh? sudah jam berapa memangnya?" tanya Pasha yang bangun di susul Zeydan dan Dirga.
"Em, 2 menit lagi sebelum kalian ujian masuk" kata Pak Andi.
"Hoaam!! masih ngantuk, lima menit lagi, lima menit" kata Ilman.
"Wah, kasihan sekali... baiklah, sebentar lagi saya datang untuk membangunkanmu ya" kata Pak Andi.
Jam 07.00...
KRING!!! Jam berbunyi.
"AAARGH!!!" Pak Andi dengan tangannya langsung membanting kasur mereka berempat keluar.
"Apa!!? mengantuk lagi!?" tanya Pak Andi dengan wajah menyeramkan meski sudah tua.
"Tidak, tidak mengantuk sudah" kata mereka berempat ketakutan.
"Ujian kalian akan dimulai 10 menit lagi! cepatlah bersiap!" bentak Pak Andi dan pergi.
"Tentu! Tuan Lord Fifth!" kata mereka berempat.
"Duh! kenapa kita bisa lupa kalau dia bisa marah seperti itu?" tanya Ilman.
Flashback...
Akhirnya mereka memasuki Dimensi Astral.
"Wah, seperti sama di Dunia nyata cuman beberapa ada yang fantasi, ini matahari buatan ya?" tanya Adelia.
"Hebat, di sini banyak juga kemajuan yang lebih canggih daripada di Dunia nyata, bahkan ada kendaraan yang memakai magnet untuk berjalan, tidak memakai bensin lagi" Kata Pasha.
"Mereka itu hanyalah hologram" kata Erika.
"Eh?" tanya Dirga.
"Hm, supaya Dimensi Astral tidak sepi dan juga dapat beroperasi seperti layaknya di Dunia nyata, itulah kenapa saat kita akan makan di restoran ini, banyak orang itu karena untuk meramaikan saja" Jelas Erika.
"Tapi, makanannya bukan hologram kan?" tanya Salsa.
"Hologram juga" kata Erika sambil berjalan.
"Eh!!? apa gak mati kita kalau makan makanan yang hanya ada di markas!?" tanya Salsa.
Erika berhenti dan berbalik.
"Aku hanya bercanda, kau bisa menikmati makanan disini dengan gratis asalkan tidak melanggar tata krama, semua pusat hologram hanya di ketahui beberapa orang saja" kata Erika dengan datar sambil terus berjalan.
"Kenapa... kau bisa tahu semua itu?" tanya Zeydan dengan berbisik.
"Mamaku pernah cerita sedikit, dia juga berpesan agar jangan terlalu kaget kalau pada malam hari Hologram di Dimensi semuanya akan dimatikan karena waktu istirahat" bisik Erika.
"Begitu... jadi, mereka juga bisa merasakan semua emosi seperti manusia?" tanya Zeydan.
"Ya"
"Begitu" Zeydan agak merasa aneh karena Erika diam saja dan dingin, karena biasanya Erika akan tertarik dengan hal-hal baru.
"Aku tidak suka datang ke tempat dimana Mama dan Papa menghilang" batin Erika dengan kesal.
"Anu... sebentar akan ada Pilar yang ditunjuk untuk menyampaikan pidato, kalian jangan terlalu kaget atau akan seperti aku dan Nisa dulu" kata Andika.
"Memang siapa Pilarnya?" tanya Erika.
"Yah, jangan terlalu kaget sih nanti aja kau tahu" kata Andika.
Sesampainya di Markas...
Mereka telah di berikan kamar khusus dan asrama yang di pisah antara laki-laki dan perempuan.
Berganti pakaian ke pakaian seragam ninja lalu akan berkumpul dengan beberapa pasukan baru di aula.
"Ok, hari ini kalian akan di bina oleh Pilar Pedang juga Pilar Pengintai dan medis" kata penyelenggara.
"2 Pilar? hebat juga satu pilar bisa mengambil 2 bidang" gumam Zeydan.
"Baiklah, silahkan di minum dulu semuanya, obat ini dibuat sendiri oleh Pilar Pengintai dan Medis, yang dapat meningkatkan imun" kata penyelenggara lagi.
Mereka meminumnya.
"Apa ini semacam herbal?" tanya Dirga.
"Baiklah! Komandan Interpol, Pilar Pedang dan Pilar Pengintai dan medis sudah tiba! silahkan kedua pilar ke panggung penyampaian" kata Penyelenggara lagi.
"Eh? mereka?" tanya Erika.
"Selamat datang sebagai calon pasukan angkatan ke-85 semuanya!!" Seru Meghan dengan senang.
SEMBYURR!!! Ilman saking kagetnya menyemburkan minuman dari mulut nya begitu mengetahui kalau Pilar Pedang adalah Edward, dan Pilar pengintai dan Medis adalah Meghan, mantan kakak kelas mereka sendiri!.
"Ka.. Kak Edward dan Kak Meghan!?" tanya Anak laki-laki.
"Aku berharap kalau pidato ini akan berjalan lancar tanpa adanya keributan" kata Edward dengan dingin dan datar sambil melipat tangannya di dada.
Semuanya menjadi hening.
"Duh, kenapa tiba-tiba jadi gini?" batin Nisa.
"Baiklah, lanjutkan Meghan" kata Edward.
"Ya!! Ok! tanpa perlu basa-basi! kami sebagai salah satu dari 9 pilar, mengucapkan selamat datang! dan selamat atas di terimanya kalian ke Gerakan Pasukan Pemberantasan Sekte dan Organisasi Sesat!" kata Meghan.
"Disini bukanlah tempat main-main, kalian ada latihan keras disini, jadi persiapkan mental dan latihan yang akan kalian hadapi" kata Edward dengan dingin.
*GLEK!* Zeydan, Ilman, Pasha, Dirga, Ikram dan anak-anak lelaki lainnya menelan ludah sendiri karena mendengar latihan keras.
"Anu... maaf mengganggu Nona Meghan" bisik penyelenggara.
"Ada apa?" tanya Meghan.
Penyelenggara membisikkan sesuatu pada Meghan.
"Ng? Baik, aku mengerti" jawab Meghan.
"Kenapa?" tanya Edward dengan melirik.
"Kau akan tahu nanti... Baiklah!! kita akan menyambut juga!! Tuan Lord Fifth! alias Shinobi legendaris ke-5!" kata Meghan.
"Maaf membuat menunggu" kata Pak Andi.
"Pe.. Pemimpin Dimensi dan pergerakan ini adalah, kakek tua itu?" tanya Ilman dengan pelan.
"Tidak keberatan bagi kami" kata Meghan dan disusul Edward memberi hormat pada Pak Andi.
Para pengawal yang ada juga memberikan hormat.
"Ke.. Kenapa?" tanya Zeydan.
"Hormat!!" bisik salah satu pengawal.
Akhirnya semua yang ada hormat, tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Apakah... anda sudah tahu? tentang penerimaan yang ada?" tanya salah satu pengawal.
"Tentu, saya sudah membaca laporan para calon" kata Pak Andi.
"Em... maaf, kami bukan calon, kami sudah di rekrut untuk masuk ke Pasukan gerakan pemberantasan melalui surat yang kami terima" kata Pasha.
"Apa!? mereka itu di rekrut begitu mendaftar!? dalam isi surat yang ada!?" tanya Pak Andi.
"Eh?" tanya Zeydan dan Ilman yang kaget melihat Pak Andi yang sopan tiba-tiba saja menjadi menakutkan.
"Be.. benar, Lord Fifth" kata Arsya.
"Ck! Para anggota yang di rekrut!?" tanya Pak Andi sambil menghantam tongkatnya dan membuat suara melengking sangat nyaring dan mengganggu di telinga.
"A... apa yang!? aduh!!" kata peserta laki-laki yang telinganya kesakitan.
"Heh, saat di Dunia nyata saja kalian tak mampu mempertahankan diri dengan benar! seenaknya saja kalian ingin menjadi anggota pasukan pemberantasan!?" bentak Pak Andi sambil mendekati Pasha yang ketakutan.
"Lemah!! bagaimana bisa lulus ujian penerimaan ini!?" tanya Pak Andi.
"Ma.. maafkan kami, kami tidak membuat ujian penerimaan masuk syarat saat kami sedang mencari calon di SMP Helvetia, karena... banyak sekali yang gagal" kata Arsya.
"Apa!? pantas saja banyak sekte dan Organisasi sesat yang masih banyak memangsa dan menyalahgunakan kekuatan, kalian semua!!" Seru Pak Andi pada peserta di ruangan.
"Angkatan 85 yang saya pilih keesokan harinya akan ikut seleksi terakhir! yang tidak di terima akan di pulangkan ke Dunia nyata!!" kata Pak Andi.
"Ba.. Baik"
Flashback Off...
"Seram sekali" kata Ilman.
"Itu mengingatkanku pada Pak Ali" kata Dirga.
"Hii... "