
Di ruang privat bawah tanah...
Pagi harinya...
Zeydan sedang ketiduran di meja, Erika bertopang dagu di meja karena ketiduran di kursi, sedangkan Edward duduk bersandar di kursi dengan berselimutkan jubah hijau bertudung misterius yang di dapatnya.
Sedangkan Meghan dan Pasha masih terus berbincang tentang soal Pandora, Subjek Pandora, Kutukan Pandora dan lainnya tanpa henti dan lelah.
Kalian mungkin akan bertanya-tanya, kenapa Erika, Zeydan, dan Edward capek dan ketiduran, sedangkan Meghan dan Pasha masih terlihat segar? baiklah, dimulai tadi malam...
Flashback...
Di ruang privat bawah tanah...
"Sudah berkumpul?" tanya Meghan.
"Apa yang ingin kau bicarakan, Meghan? sampai-sampai membuat kami kesini?" tanya Edward, sedangkan Erika, Zeydan, dan Pasha hanya terdiam.
"Ini... ada beberapa berkas yang hanya kalian yang ada hubungannya, bisa kita bicarakan?" tanya Meghan.
Meghan memberikan berkas dan dokumen kepada Edward, Erika, Zeydan, dan Pasha.
"Jadi, Zeydan? aku ingin bertanya, bagaimana perasaanmu dan bagaimana rasanya?" tanya Meghan.
"Em, saat itu di dapat pada saat penyegelan Pandora... dan saya merasakan kalau suhu tubuh saya memanas entah sampai berapa derajat, lalu saya langsung pingsan karena pusing, dan setelah itu tak ingat apa-apa" jelas Zeydan.
"Andika tidak ada disini jadi kita tak bisa menanyakan hal itu padanya, apakah benar? hanya seperti itu?" tanya Meghan.
"Iya... " kata Zeydan.
"Anu, Nona! apakah saya bisa menanyakan tentang penyelidikan mu yang mengintai dan meneliti makhluk astral?" tanya Pasha.
"Oh tentu! baiklah! akan ku jawab semua yang ingin kau tanyakan!" kata Meghan.
"Anu... bagaimana soal yang... "
Bagi Edward ini akan menjadi perbincangan yang panjang jika urusannya bertanya pada Meghan. Sedangkan untuk Erika dan Zeydan bagi mereka Pasha adalah anak yang ingin tahu dan suka tahu, jadi takkan pernah bosan dengan apapun yang dibacanya jika itu soal belajar.
Edward, Erika, dan Zeydan memandang Meghan dan Pasha yang tak ada bosannya berbincang-bincang.
"Jadi gini rasanya jadi nyamuk?" batin mereka bertiga.
Flashback Off...
Dan perbincangan Meghan juga Pasha tak selesai sampai malam berakhir, sedangkan Edward, Erika, dan Zeydan yang hanya bisa tepar karena kewalahan menunggu mereka.
Di atas markas...
Burung gagak sedang terbang menuju markas untuk menyampaikan pesan, tapi burung gagak itu juga meneteskan air matanya karena sedih atas kepergian perawatnya yang benar-benar dia sayangi.
Burung gagak itu mendatangi satu persatu Pilar dan anggota markas.
Pertama, burung gagak itu mendatangi Elena.
Elena terbelalak.
"Farel!?" tanya Elena.
Kedua, burung gagak itu mendatangi Ersya.
"Farel... sudah meninggal? aku turut berbelasungkawa pada keluarganya" kata Ersya.
Ketiga, burung gagak itu mendatangi Vanora.
Vanora mengerutkan keningnya dan menutup mulutnya karena sangat kasihan juga merasa kehilangan.
Keempat, burung gagak kemudian mendatangi Rahmat yang sedang berlatih panah.
Rahmat kaget tapi hanya terbelalak.
Kelima dan Keenam, si Burung gagak mendatangi Meghan dan Edward.
Meghan mengerutkan keningnya karena tak percaya kalau Farel temannya sudah tidak ada.
Edward mendengarkan laporan burung gagak dan masih dengan wajah dingin.
"Jadi begitu... " kata Edward.
"Kak Andika... " gumam Erika saat mendengar penjelasan burung gagak.
"Baiklah! makasih ngobrol serunya Pasha, tapi aku harus bersiaga karena David dan Wira akan datang dengan membawa Farel" kata Meghan.
"Aku akan ke ruangan ku" kata Edward dan berjalan biasa.
"Gak ada yang nanya oi!" batin Erika.
"Kita harus mengerti, karena aku yakin... Nona Meghan dan Kapten Edward pasti sangat kehilangan teman mereka" kata Zeydan.
"Kau benar" kata Pasha.
Ketujuh, burung gagak itu mendatangi Toni.
"Aku benar-benar akan menghabisi sekte dan pengikutnya itu!!" Seru Toni dengan marah.
Setelah itu, si burung gagak memutuskan untuk memberitahu ini pada Lord Fifth dan juga Ratri.
Sementara itu...
Di koridor markas... Erika, Zeydan, dan Pasha sedang berjalan bersama.
"Aku tak menyangka, kalau kak Farel telah meninggal" kata Zeydan.
"Kematian tidak ada yang akan menyangka kapan datangnya, bukan?" tanya Pasha.
"Tapi jujur saja aku kasihan pada kak Andika" kata Erika.
"Kenapa?" tanya Zeydan dan Pasha.
"Karena,... kemarin sebelum berangkat misi... "
Flashback....
"Lho? kakak akan pergi misi?" tanya Erika.
"Ya! dan aku sangat-sangat bersemangat!! Dasar..." kata Andika.
"Kenapa memangnya?" tanya Erika.
"Karena aku akan pergi bersama Pilar Fauna! kak Farel! dia benar-benar hebat! ahli menjinakkan binatang, dan juga-... wah! pokoknya benar-benar hebat!" kata Andika.
"Dan aku yakin dia juga ahli dalam menjinakkan pikiranmu yang suka heboh" kata Erika.
"Baiklah, Yun-chan! sampai nanti! aku akan merindukanmu!"
Flashback Off...
"Dan aku yakin kalau kak Andika pasti sangat kecewa melihat orang yang dia kagumi itu telah tiada, aku jadi merasa kasihan" kata Erika.
Zeydan dan Pasha saling bertatapan prihatin.
"Kami mengerti, kuharap kak Andika akan baik-baik saja" kata Zeydan.
Erika menatap Zeydan.
"Aku berharap juga begitu"