
T tersenyum saat Andika menatapnya.
JDDUAR!!! Ledakan langsung membuat T menjadi korban.
Andika dan Edward melihat mereka, Andika melihat T yang perlahan tubuhnya menjadi abu.
"Apakah... dia sedang melihat alam bawah sadarnya?" batin Andika
Di alam bawah sadar Aby...
T tiba-tiba merasakan tangan yang memegang kedua pipinya dengan lembut dan melihat.
"Aby, terimakasih... kau sudah melakukannya dengan baik, sudah tidak apa-apa... sekarang sudah tidak apa-apa" kata Rena.
Aby langsung menangis dan memeluk Rena sangat erat.
"Maaf! Maaf! maaf karena tidak bisa melindungimu!! maaf aku tidak ada di saat kau butuh!! aku tidak bisa menepati janjiku!! tolong maafkan aku! aku mohon...!!" Seru Aby.
"Aku senang, meski kau menjadi jahat, tapi itu demi kami, kau selalu mengingat kami, aku senang kau kembali menjadi Aby yang dulu" kata Rena yang melihat Aby perlahan tenang.
"Selamat datang kembali! suamiku!" kata Rena sambil tersenyum dan menangis.
*****
Andika terbelalak.
"Ah... " gumam Andika saat melihat T yang langsung berubah menjadi abu dan hancur perlahan-lahan.
"Kita! kita! harus ke tempat Nyonya Bella seka-... " Andika langsung oleng dan ambruk.
BRUK!!!
"Andika!" kata Edward.
"Ck! kita tak tahu kapan Ibunya Vanora bisa menahan Chandra lagi! tapi, Silent-ku... butuh istirahat dulu" batin Edward yang memegang kepalanya.
"KAAK!! KAAK!! KENZO DAN EDWARD!! MEREKA BEKERJA SAMA DENGAN PASUKAN DIRGAPATI ATAS NOMOR 3! DAN MEMBASMI PASUKAN DIRGAPATI ATAS NOMOR 5! KAAK!!"
"MEREKA SEDANG KELELAHAN AKIBAT PERTARUNGAN SEBELUMNYA!!! KAAK!!"
Pemberitahuan burung gagak itu sampai ke sebuah benteng.
"Jadi... T bekerja sama dengan pasukan pemberantasan? apa-apaan itu?" tanya S, pasukan Dirgapati atas nomor 1.
"Kau kalah L, ck... T benar-benar membuat kesal, kau punya kesempatan untuk menjadi anggota Dirgapati yang memiliki kedudukan tak terbatas tapi kau mengabaikan itu dan lebih fokus pada balas dendam" kata S dan memegang pedangnya.
CTRANG!!! Pilar-pilar besi yang menahan benteng tersebut langsung patah semua karena satu kali tebasan.
"Sangat lemah" kata S.
Di tempat D...
"Apa? barusan T bekerja sama dengan pasukan pemberantasan? dan L bunuh diri agar T juga mati?" tanya D.
"Ada yang janggal... atau perasaanku saja ya? tapi tak ku sangka, orang yang dibawah ku menjadi berpihak pada gerakan pemberantasan... tapi pengorbanan L tidaklah sia-sia" kata D.
"Namaku Nisa Al Farisi, Saudara Andika Ameera, Kakak Zeydan Al Farisi dan kakak Erika Ameera" kata Nisa.
"Ng? kau bersaudara dengan pemegang kutukan Pandora dan pemegang kutukan Fujiwara berdarah bangsawan itu? tapi... terlihat dari aura darahmu, kau tidak ada campuran darah bangsawan?" tanya D.
"Yah, tak apalah, lagipula semua perempuan itu enak rasanya" kata D.
"Btw! kalau aku boleh ngomong soal perempuan, bener juga! Si T itu gak pernah makan perempuan untuk nutrisi kekuatannya! dia hanya mengambil energi dari tumbal yang sudah mati saja sih... itupun tumbalnya bukan perempuan! padahal aku udah ngasih tahu kalau perempuan itu memiliki rahim sehingga memiliki energi yang lebih besar dan sering di jadikan tumbal! tapi dia tetap mati.... " kata D.
"Menyedihkan... dia juga sahabatku" kata D sambil menangis.
"Hentikan sajalah, kau bisa menghentikan kebohonganmu sekarang" kata Nisa.
"Apa?" tanya D.
"Aku tahu setiap kata yang keluar dari mulutmu itu tak lain hanyalah omong kosong belaka, kau bahkan tak merasa sedih sedikitpun kan? warna dari wajahmu itu, tidak berubah sedikitpun, 'temanmu mati' tapi darah di wajahmu tak mengering dan pipimu tidak mengalirkan kemarahan" kata Nisa.
"Karena aku ini Subjek Pandora, Pasukan Dirgapati atas semuanya adalah Subjek Pandora, tapi karena adanya darah Tuan Chandra, itulah mengapa kami lebih kuat daripada Subjek Pandora lainnya" kata D.
"Untuk Pasukan Dirgapati atas, mereka mendapati kategori Iblis karena memiliki ketahanan dan kekuatan yang lebih banyak diberikan Tuan Chandra. Kami adalah Iblis yang sama dengan Tuan Chandra" kata D.
"Saat dia akan mati, Komandan Meghan memberikan isyarat kalau dia menyesal untukmu, kau tidak merasakan apapun kan? setiap orang yang lahir ke dunia ini, memiliki bermacam-macam emosi, hanya sebuah emosi saja, mereka sudah bisa berbaur dengan manusia lainnya, seperti marah, benci, kesal, sedih, bahagia, dan sebagainya" jelas Nisa.
"Tapi kau tidak mengerti semua perasaan itu kan? tapi kuakui kau orang yang cerdas, jadi kau menutupinya dengan kebohongan, pura-pura senang ataupun sedih, semua itu untuk menyembunyikan kalau kau tidak merasakan semua itu di hatimu" kata Nisa.
"Kau tidak pernah merasakan kebahagiaan, nyaman, kesakitan, kepahitan, kau tak lebih hanyalah cangkang yang kosong, itu cukup lucu dan sangat bodoh, fufu. Kenapa? kau bisa dilahirkan?" tanya Nisa dengan tampang meremehkan.
"Selama ini... aku telah bicara... dengan banyak gadis, tapi aku tak pernah menemukan pengganggu sepertimu, bagaimana bisa kau mengatakan sesuatu yang begitu kejam?" tanya D dengan tampang datar dan mengayunkan kipasnya.
Nisa kaget saat melihat D menatapnya dengan tatapan pengincar dan kembali tenang.
"Kau belum paham? aku benci kau, aku ingin membunuhmu dan pergi ke tempat Chandra karena telah membunuh orang tua keduaku" kata Nisa.
"Izinkan aku merevisi perkataanku tadi, kau tidak begitu pintar ya? kau itu aib jika di biarkan hidup, jadi akan lebih bagus tebus saja dosamu atau mati, lagipula menjadi Subjek Pandora tapi untuk membuat hal yang tidak bermanfaat akan membuat hidupmu tak ada nilai dan artinya" kata Nisa sambil tersenyum.
D secepat kilat langsung muncul di belakang Nisa dan akan menebas leher Nisa dengan kipasnya.
Nisa langsung menunduk dengan cepat dan mengayunkan pedangnya ke perut kanan D lalu mengambil jarak.
Perut kanan D langsung sobek tapi D tidak merasakan apapun.
"Reaksinya semakin cepat, dia bisa menyesuaikan pergerakanku dan pertarungannya, dia tidak menghirup jurus es yang ku sebar melalui kipasku, bahkan apabila dia di beri sinyal untuk tidak bernafas, sangat sulit untuk menghindari menghirupnya selama pertarungan" batin D sambil menjilat darah yang keluar dari mulutnya akibat luka tebasan Nisa dan meregenerasi-kan lukanya.
"Gadis ini mungkin... lebih kuat daripada gadis Pilar yang baru saja aku makan" batin D.
Basa-basi dan Fakta 😋
Seorang Ninja atau pendekar pedang di Pasukan pemberantasan salah satunya akan dipilih secara resmi oleh salah satu Pilar atau petinggi Gerakan pemberantasan untuk menjadi Successor.
Dengan tujuan agar jika sang Pilar mati karena pertarungan tertentu, maka Successor wajib untuk menjadi Pilar menggantikan jabatan Pilar atau petinggi sebelumnya, dan juga untuk mencegah kekosongan kursi Pilar atau petinggi.
Dan satu-satunya Successor yang ada di Pasukan pemberantasan sekarang ini hanyalah Nisa dan Pasha.