Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 2 Episode 6 : Mencoba apa kata Lia



Erika akhirnya menulis apa yang di sarankan Lia dan Via.


Di kelas...


"Ok, siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini?" tanya mentor yang mengajar.


Erika mengangkat tangannya tapi dengan kondisi tangan kanan di kepalkan.


"Eh? Kenapa tanganmu begitu, Eri?" tanya Zeydan.


"Ng, nggak"


Di Saat Piket..


Erika sedang membawa 3 box sekaligus tapi dengan kondisi tangan kanan di kepalkan.


"Ka.. kau yakin bisa baik-baik saja?" tanya Zeydan yang hanya mampu membawa 1 box saja.


"Aku baik" kata Erika.


"Kurasa kau memang mirip Hulk, Erika, kau bahkan bisa membawa 3 box. Bahkan satu box beratnya seberat 12 kg" kata Pasha yang sedang menyapu.


Di klub Tekno...


Mereka yang mendapat jadwal belajar di klub Teknologi yang di bimbing oleh salah satu mentor, ditugaskan untuk memperbaiki satu Enhancer.


"Kau tidak akan bisa memutar baut menggunakan obeng jika tanganmu di kepalkan terus, ada apa Eri?" tanya Zeydan.


"Tidak apa-apa, Dasar... " kata Erika.


Erika melihat arlojinya.


"Masih 8 jam lagi untuk sampai jam 12 malam" batin Erika.


Akhirnya kelas Tekno selesai.


"Eri! kenapa kau terus mengepalkan tanganmu? kau punya masalah? katakan saja!" kata Zeydan.


"Ng... ngga kok! Dasar... " kata Erika.


"Buka gak?!" tanya Zeydan dengan memaksa.


"Gak!" kata Erika.


"Ada apa ini?" tanya seseorang mengalihkan pandangan Zeydan dan Erika.


"No... Nona Ratri" Erika dan Zeydan langsung melakukan tunduk hormat.


"Kalian akan ada misi, ini amplop misi kalian" kata Ratri.


Erika dan Zeydan menerima amplop dari Ratri.


"Akan kami laksanakan!"


2 jam kemudian...


Erika, Zeydan mendapatkan misi untuk menyelidiki area utara dimensi yang lokasinya cukup jauh.


"Ada gua" gumam Zeydan.


"Itu mungkin lokasinya" kata Erika.


Saat Zeydan akan masuk.


"Berhenti, Zayn! aku merasakan aura aneh" kata Erika.


"Aura apa?" tanya Zeydan.


CRING! Erika menggunakan Silent-nya.


"Iblis!?" tanya Erika dan langsung masuk.


"Waduh! Eri! jangan langsung masuk!" kata Zeydan dan langsung mengikuti Erika.


Erika berhenti.


Banyak sekali pasukan pemberantasan yang tewas dengan cara yang sangat sadis, ada beberapa diantaranya kehilangan anggota tubuh, badan, panca indra, dan lainnya.


"Kita harus masuk" kata Zeydan.


"Tidak, kita harus pelan-pelan dulu, jangan cepat-cepat" kata Erika.


"Kita akan terlambat jika begitu!" kata Zeydan.


"Tenang dulu, aku tak merasakan aura darah di sekitar sini sampai 2 km, kemungkinan... tidak ada yang dalam bahaya untuk saat ini, kita juga harus waspada, Zayn!" kata Erika.


"Tapi... baiklah"


Akhirnya mereka menutupi jasad-jasad yang ada dan membungkusnya, setelah itu mereka serahkan kepada tim forensik penyelamat yang akan datang nanti.


Erika dan Zeydan terus masuk ke dalam gua.


"Mamaku pernah bilang, kalau makhluk-makhluk astral ini... memiliki 2 teknik serang, satu untuk menyerang musuh, satu lagi untuk mengubah target menjadi energi agar mereka gampang memangsa dan memakan target" Jelas Erika.


"Lalu... para jasad-jasad tadi?" tanya Zeydan.


"Kemungkinan besar, makhluk astral yang satu ini suka memakan dengan cara yang tragis, tanpa diubah menjadi energi dulu" kata Erika.


"Aku penasaran seperti apa makhluk astral ini" kata Zeydan.


"Apapun itu kita harus tetap waspada, aku sudah meninggalkan sepucuk bubuk bidara di sekitar jasad-jasad itu untuk mencegah makhluk astral lainnya memakan para jasad itu" kata Erika.


"Kenapa?" tanya Zeydan.


"Aku bisa melihat ada sedikit energi di dalam tubuh jasad-jasad yang ada... Hah!? berhenti!" kata Erika.


"Apaan?" tanya Zeydan.


KYAK!! GRAAK!! Ada makhluk astral yang sedang memakan jasad seorang prajurit.


Zeydan kaget melihat itu, sedangkan Erika bergetar syok ketakutan melihat keganasan si makhluk astral.


Sruk! Zeydan menghalangi pandangan Erika yang menatap kekejaman si makhluk astral dengan meletakkan telapak tangannya di depan mata Erika.


"Zayn..." gumam Erika.


"Kita pergi dari sini!" bisik Zeydan.


Makhluk astral itu berbalik.


Erika dan Zeydan bersiap mengeluarkan pedang mereka.


Tiba-tiba...


JDAK!! Baru besar langsung menghantam si monster dan monster itu mati.


"Kita beruntung monster itu mati, tapi... kita terkurung, karena batu besar ini menutup jalan keluar kita" kata Zeydan.


TIK! Jarum arloji Erika sekarang jam 12 malam.


Erika menatap Zeydan.


"Oalah! Pantas! tertera di beberapa tanda kalau gua ini tidak aman" kata Zeydan.


"Kok bisa aku gak teliti ada tanda disini?! Aaakh!!" seru Zeydan kesal.


Erika membuka kepalan tangannya dan melihat nama yang tertulis di tangannya.


Erika langsung tersenyum lega,


"Kurasa... aku harus berterimakasih pada Via dan Lia besok" gumam Erika.


"Hah? hari ini kau aneh" kata Zeydan.


"Gak ada apa-apa kok" kata Erika.


Zayn