
Di Tempat Edward...
"Jadi... makhluk bertenaga tinggi yang di lihat Putri Erika itu, yang menggunakan batu Mustika Delima merah seperti Pascal, dan Bestari?" tanya David.
"Ya, kita akan menghabisi dan mengambil kembali batu itu" kata Edward dengan datar dan dingin.
"Ya!"
Di tempat Meghan...
"Eh?" tanya Erika.
"Kenapa Yuna?" tanya Meghan.
"Anu, kalau aku tak salah merasa... ada aura kak Andika yang mengarah ke hutan ini... " kata Erika.
"Sebentar lagi fajar, kita istirahatlah dulu, yang ingin sholat, makan, minum, cepatlah... kita hanya akan disini 10 menit" kata Meghan.
"Baik!"
Di Tempat Yusuf...
"Aku... tidak bisa tidur, jika aku tidur, dia bisa mengincar dan membunuh banyak pasukan! aku tahu mereka akan menyelamatkan kami, jika aku tidur dan tak bersiap dia akan menangkap Eri!" batin Zeydan yang khawatir.
Zeydan mau mencoba melepas ikatannya.
"Jangan mencoba-coba lari, Zeydan" kata Andika dengan pelan.
"Eh? kenapa!? kau tidak ingin mencegah mereka!?" tanya Zeydan.
"Mereka takkan bangun, tapi begitu kau mencoba melepas ikatan tali itu, dan tali itu mengenai logo kutukan Pandora, maka mereka akan bangun" kata Andika dengan pelan sambil menatap dengan tatapan membunuh pada Yusuf dan Mansa yang tertidur pulas.
"Eh?" tanya Zeydan.
"Saat dalam perjalanan kemari, aku setengah sadar, lalu mendengar percakapan mereka. Mereka meletakkan seperti cairan pemindai ke logo Pandora yang ada di telapak tangan kita, agar kita tidak bisa meronta-ronta kabur" Jelas Andika.
"Ng? seberapa berbahaya cairan itu?" tanya Zeydan.
"Jika kita lari, mereka hanya perlu mengaktifkan efek Turquoise klan Kitagawa yang ada di tubuh mereka... mereka bisa menggunakan itu karena Morph-x, jika mereka mengaktifkan efek Turquoise, maka kita akan langsung kembali kepada mereka dengan kondisi tubuh kita yang di kendalikan" Jelas Andika.
"Morph-x yang ku tahu... memiliki sampel darah Fujiwara, Kitagawa, Taira, dan Hasegawa. Itulah kenapa subjek Pandora bisa memiliki DNA kekuatan dari 4 klan tersebut. Tapi mereka dinamakan subjek Pandora karena memiliki kutukan Pandora tidak secara langsung dari Pandora tapi secara ilegal" Jelas Zeydan.
"Mau bagaimanapun juga, mereka akan seperti kita... yang akan mati 13 tahun kemudian setelah mendapatkan kekuatan Pandora maupun subjek Pandora, kecuali ada yang akan melakukan perjanjian Pandora. Tapi, jika orang yang melakukannya bukan Fujiwara atau yang memiliki DNA Fujiwara maka dia akan langsung mati setelah melakukan perjanjian Pandora" jelas Andika.
"Tapi... kalau yang Fujiwara?" tanya Zeydan.
"Jika yang melakukannya Fujiwara ya? Jika Fujiwara branch yang melakukannya maka dia akan menerima kutukan Pandora dari orang sebelumnya jika Fujiwara branch yang melakukan perjanjian. Jika Fujiwara utama, maka kutukan Pandora akan berubah menjadi energi tak terbatas tanpa mati, juga akan bisa melakukan regenerasi yang jangka waktunya hanya 3 detik" Jelas Andika dengan berbisik.
"Bagaimana kau tahu semua ini?" tanya Zeydan.
"Dari-... " belum selesai Andika bicara.
"Ng? matahari akan terbit?" tanya Yusuf.
Andika hanya menatap mereka dengan tatapan membunuh.
DOR! Tembakan asap berwarna hijau, yang menandakan kalau salah satu dari Formasi Pasukan Pemberantasan akan menyerang.
"Pasukan Pemberantasan sudah datang!?" tanya Mansa.
"Cepat sekali" kata Yusuf dengan mengerutkan keningnya.
"Tenanglah, Yusuf... kita hanya perlu mengincar Erika" kata Mansa.
"Ya" Yusuf langsung mengaktifkan kekuatan subjek Pandora.
BZT!! Yusuf langsung membawa Andika dan Zeydan pergi.
Di Tempat Edward...
Edward menusuk makhluk astral dan terbelalak mendengar penjelasan dari makhluk astral tersebut.
"Ternyata makhluk astral ini adalah makhluk astral tingkat sedang, mungkin Putri Erika melihatnya yang terkumpul energi besar itu taklah salah karena adanya Mustika Delima Merah" Jelas David.
"Kita harus ke tim Meghan sekarang" kata Edward dengan menaruh pedangnya di saku lalu memungut batu Mustika Delima Merah.
"Sekarang? tapi... lokasi sekitar 15 km" kata Wira.
"Kita tak punya waktu lagi, jika tidak.... maka pertempuran sampai titik darah penghabisan akan terjadi" Jelas Edward dengan tatapan kesal.
Bonus Chapter!
Permainan keluarga Ameera.
Ini adalah momen sebelum penyegelan Pandora terjadi.
"Kau curang! Dasar...!!" kata Amanda pada Erlan.
"Dan kau pembohong yang berpikir mereka bisa mendapatkannya dengan cara apapun yang mereka inginkan!" bantah Erlan.
"Aku akan pindah, dan membawa anak-anak bersamaku!!" Seru Amanda dengan kesal sampai urat-urat kepalanya terbentuk.
"Em... sepertinya kita sudahi saja menebak spoiler drama perang di TV ya" kata Andika sambil mematikan televisi.
"Selalu saja drama, kapan kelarnya" kata Erika yang ikut main tebak-tebakan bersama Mama Papanya juga Andika.
"Inilah alasan kami tak suka main tebak-tebakan jika Ibunda dan Ayahanda ikut main" kata Amir dengan tersenyum berkeringat.
"Iya, ngedrama mulu. Cuman Drama di TV" kata Umar.