Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 13 : Friendship which has been destroyed



Tok! Tok! Vincent mengetuk pintu yang terdapat Zeydan, Erika, dan Pasha di dalamnya.


"Kami pergi duluan" kata Vincent.


"Ya" kata Zeydan dari dalam.


Meghan dibawa terpisah dari Ilman, Dirga, Rudy, dan keluarga Fahmi.


Di dalam ruangan...


"Apa yang barusan itu, Vincent!? kau kemari dengan Pasukan Rebellion yang dikabarkan kabur dari penjara!?" tanya Pasha.


"Ya, itu benar" kata Zeydan.


Zeydan menunduk.


"Aku... masih ingin berbicara dengan kalian berdua, jarang kita reuni bertiga seperti saat kita masih kecil kan?" tanya Zeydan tanpa senyuman sedikitpun.


"Zayn... " gumam Erika.


"Kita akan menyelesaikan masalah Dimensi Astral dan Dirgapati tanpa konflik sedikitpun, Komandan dan yang lainnya baik-baik saja, kami hanya memindahkan mereka saja" kata Zeydan.


"Ju.. Justru kamilah yang ingin berbicara denganmu, Zeydan! kami hanya ingin tahu apa sebenarnya alasanmu menyerang tiba-tiba kawasan Dirgapati, bekerja sama dengan Chandra... apakah benar? kau sengaja ingin menghabisi pasukan pemberantasan yang datang ke kawasan Dirgapati untuk membantumu saat itu?" tanya Pasha.


"Apakah itu benar? kau ingin menghabisi pasukan pemberantasan dengan berpura-pura menyerang kawasan Dirgapati?" tanya Pasha.


"Aku bebas"


Erika dan Pasha terbelalak.


"Eh?" tanya Pasha.


"Apapun yang kulakukan, apapun yang kuinginkan, kulakukan atas kehendak dan keinginanku sendiri" kata Zeydan.


"Jadi... kau bertemu dengan Chandra setelah penyelidikan rahasia di Magnaga!? dan mengajukan kerja sama dengannya!?" tanya Pasha.


"Apakah.... itu termasuk keputusanmu sendiri yang termasuk kebebasan dan kedamaian yang semaumu sendiri!?" tanya Pasha.


"Benar" kata Zeydan.


"Tidak, kau cuman dikendalikan oleh hasutan Chandra Nagata!" kata Erika.


Zeydan melirik Erika.


"Kau itu bukan tipe orang yang bertindak sebelum berpikir! kau peduli terhadap kami lebih dari siapapun! kau juga... ingin kami hidup lama, kau juga sudah menganggap orang tuaku sebagai orang tuamu" kata Erika.


"Benar begitu, kan? Dasar... kau telah menyelamatkanku saat aku dan kak Andika tersesat dan terpojok! kau juga yang dulu memakaikan kain putih ini ke tanganku sebagai mempererat persahabatan kita saat di taman istana! semua ini atas kebaikanmu dan jati dirimu kan? aku tahu bahkan tanpa melihatnya dengan Silent!" kata Erika sambil menyentuh kain putih di lehernya.


"Tetap letakkan tanganmu di atas meja, Eri" perintah Zeydan dengan dingin.


DEG! Erika kaget dan hanya terpaksa menuruti Zeydan.


"Zeydan! jaga bicaramu pada Erika!" kata Pasha.


"Aku bersembunyi dan tinggal sekitar seminggu saat di kawasan Dirgapati, aku juga berbincang banyak saat bertemu Chandra di sana " kata Zeydan.


"Pasha... kau masih sering menjenguk Aram bukan?" tanya Zeydan.


Pasha kaget kalau Zeydan tahu hal itu.


"Pasha, kau melakukan itu atas keinginanmu sendiri atau karena hal lain?" tanya Zeydan.


"Eh? apa maksudmu!? aku melakukannya atas-... " belum selesai Pasha bicara.


"Kau yakin? bukan karena hasratmu yang ingin melepaskan Aram?" tanya Zeydan.


Pasha terbelalak.


"Zayn!! kau-.... " belum selesai Erika bicara.


"Kau juga sama seperti itu, Eri" kata Zeydan.


"Subjek Pandora... memiliki kekuatan DNA Klan manapun untuk menyamakannya seperti kutukan Pandora kau menjadi Subjek Pandora satu-satunya dalam pasukan pemberantasan yang tidak berkhianat, apakah... sekarang kau mencoba untuk membebaskan Aram dan berkhianat dan bekerjasama dengan Dirgapati seperti diriku?" tanya Zeydan.


"Zayn! sebenarnya kau mau apa!?" tanya Erika.


"Aku hanya ingin bilang, kalau Pasha itu seperti ingin membujukku kembali pada Pasukan pemberantasan yang lemah itu, sampai-sampai seperti ingin menyusulku ke Dirgapati" kata Zeydan.


"Di kawasan Dirgapati aku juga mempelajari soal banyak Klan seperti Fujiwara, Kitagawa, Hasegawa, dan Taira. Tentang alasan kenapa kau dan Tante Amanda bisa kuat, Erika" kata Zeydan.


Erika kaget, bahkan yang menyebabkan lebih kagetnya, karena Zeydan tidak memanggilnya dengan nama Eri lagi.


"Ternyata, kebanyakan pasukan pemberantasan tidak tahu apa-apa soal kekuatan Pandora, Klan Fujiwara induk dari Klan yang ada, alasan adanya Kutukan Fujiwara, dan penyegelan Pandora" kata Zeydan.


"Klan Fujiwara berpecah untuk membuat kekuatan mereka menyebar menjadi Klan yang dapat terbentuk agar untuk mencegah Kitagawa Pascal tidak dapat menyerap kekuatan Fujiwara, akhirnya terciptalah Klan Taira dan Hasegawa, tapi karena kekuatan Fujiwara yang bergantung pada Pandora menjadi tidak stabil, dan setiap tahun segel Pandora melemah" jelas Zeydan.


"Jika segel Pandora melemah, maka kekuatan Pandora dan kekuatan para musuh yang di segel didalamnya takkan beraturan dan akan membuat malapetaka, sehingga setiap Tanggal Emas yang terjadi 5 tahun sekali, mereka... Klan Fujiwara harus menyegelnya, tapi karena pembantaian kejam Klan Kitagawa, jadi Pandora jatuh ke tangan keluarga Ameera, dan mendiang nenekmu yang menjadi anggota keluarga Ameera itu langsung mengambil kembali hak Klan-nya" kata Zeydan.


"Tapi, Kitagawa tersesat oleh cerita yang hanya dibuat-buat Kitagawa Pascal bahwa Klan Fujiwara itu membawa malapetaka jika dibiarkan hidup, hingga akhirnya Klan Kitagawa membantai Fujiwara karena tersesat oleh cerita turun temurun itu, dan akhirnya Kitagawa pernah mengambil kekuatan Silent, akhirnya Klan Fujiwara membuat jurus segel Kutukan Fujiwara agar Silent tak bisa digunakan sembarangan oleh orang yang tak memiliki DNA Klan Fujiwara didalamnya" jelas Zeydan.


"Cerita... turun temurun Klan Papaku!?" tanya Erika.


"Dugaanku benar kau tidak tahu soal Kitagawa, karena yang baru mengetahuinya adalah orang tuamu, Pamanmu, dan para Lord sebelumnya... Pamanmu sudah mengubur lama pembantaian Kitagawa dari generasi-generasi selanjutnya, dan Ibumu sama sekali tak keberatan menikahi Ayahmu yang seorang Kitagawa, karena Ayahmu memang sama sekali tidak terpengaruh akan Klan-nya yang tersesat" jelas Zeydan.


"Tapi tetap saja Fujiwara dulu pernah mengalami kerja paksa dan mereka itu setia pada majikannya saat pembantaian sudah terjadi karena mereka terpaksa merahasiakan identitas mereka sebagai anggota Klan bangsawan tersebut agar tak dibantai dan ada beberapanya yang di lindungi keluarga Takatsukasa" jelas Zeydan.


"Hingga Klan Hasegawa sekarang sudah hampir punah setelah Lord Fifth, Paman dan Ibumu... dan kesimpulannya, Klan Fujiwara jika sudah bersama seorang majikan atau yang dianggapnya harus dilindungi itu mereka akan terus setia meski itu membahayakan nyawa mereka, kau tahu kan? kalau Silent terbentuk karena kehilangan seseorang yang disayangi? Silent bisa bangkit karena majikan yang dianggap seorang Fujiwara sebagai orang yang disayangi itu mati" jelas Zeydan.


"Eh?" tanya Erika.


"Karena itulah, kau selalu melindungiku karena kau menuruni sikap Silent para nenek kakek moyang Fujiwara-mu saat mereka memiliki majikan, kau juga menuruni tradisi seorang Fujiwara cabang yang harus melindungi Fujiwara utama" kata Zeydan.


"Dengan kata lain... kau melindungiku karena insting Silent-mu sebagai Fujiwara, kau menipu dirimu sendiri dengan berkata aku adalah seorang sahabat yang perlu kau lindungi, diibaratkan aku adalah majikannya dan kau adalah Fujiwara" kata Zeydan.


Erika terbelalak.


"Kau salah... " kata Erika.


"Oh ya? kok bisa?" tanya Zeydan.


"Aku membangkitkan Silent-ku karena buku milikku yang diberikan kak Nisa pernah rusak dan robek, dan saat bertemu dan berkenalan denganmu... itu tak ada hubungannya dengan Silent, Ibuku membangkitkan Silent juga bukan karena alasan yang tidak jelas" kata Erika.


"Itu juga karena dirimu Zayn, itu karena seorang Zayn, yang telah menyadarkanku akan sebuah prinsip!. Kau sahabatku, tentu saja aku harus melindungimu" kata Erika dengan gugup.


"Nampaknya, setelah kekuatan Silent dan Awakend power mereka bangkit meski itu Utama ataupun Cabang, mereka sering mengalami pusing yang tiba-tiba kan? itu karena Silent mengalami kekurangan energi yang cukup karena habis untuk melindungi seseorang yang disebut 'majikan berharga', aku yakin kau tidak tahu soal ini dan hanya tahu soal Silent yang kekurangan energi" kata Zeydan.


DEG! Erika kaget.


"Ti.. tidak" kata Erika.


"Maksudku, Eri yang asli... telah menjadi Erika, karena Eri yang asli telah lenyap karena Fujiwara, saat Silent-nya bangkit di usia lima tahun" kata Zeydan.


"Ti... Tidak! aku... " Erika terus tak bisa berkata-kata.


"Sebuah induk Klan yang hancur karena Klan Kitagawa yang mengalir kotor di tubuhmu, Fujiwara yang dulunya kuat sekarang hanya bisa mengikuti perintah, akibat Silent yang merekam semua ingatan pendahulu Fujiwara yang menjadi trauma dan rusaknya jiwa mereka akibat trauma kerja paksa. Betapa buruknya pemikiran jiwa Fujiwara dahulu sampai-sampai menganggap majikan yang telah menyakiti mereka itu orang yang mereka sayangi" kata Zeydan.


"Dan... Klan kuat itu sekarang tidak tahu lagi harus bagaimana setelah Putri Silent tiada, dan sekarang jatuh kebawah sebagai budak" kata Zeydan.


"He... Hentikan itu Zeydan!!" Seru Pasha.


"Kau tahu? apa sesuatu yang sangatlah ku benci? adalah orang-orang yang telah menjadi budak, hanya bisa mengikuti perintah, dan kehilangan kedudukan mereka, mereka tak bisa mendapatkan kebebasan" kata Zeydan.


"Zeydan!!!" Seru Pasha dengan panik.


"Melihat mereka saja sudah membuatku ingin mengamuk, sekarang aku paham apa alasannya" kata Zeydan.


"Sejak kita masih kecil, Erika Ameera... alias Kitagawa Yuna, aku sangat membencimu, aku selalu selalu dan selalu bahkan sangat benci padamu" kata Zeydan dengan tatapan kebencian.


DEG!


"Hh... hiks... " Air mata Erika perlahan-lahan terbendung.


WHOSH! Di sela-sela pinggiran mata Erika yang membendung air matanya, Iris Erika yang berwarna biru Aquamarine langsung berubah menjadi hitam menampakkan kesedihan yang mendalam.


Erika hanya tanpa ekspresi dan air matanya terus membendung.


"Zeydan!! Beraninya kau!! beraninya kau berkata begitu pada Erika!!!" Seru Pasha sambil akan menyerang Zeydan, meski Pasha laki-laki yang lembut, dia sangat menyayangi dua sahabatnya dan tak rela sahabatnya disakiti.


Erika yang terkejut langsung mengaktifkan Silent-nya.


"E... rika!?" tanya Pasha saat Silent Erika menahannya dan dirinya kesulitan bergerak dan tubuhnya kaku akibat Silent.


"Hah?!" tanya Erika yang melihat Pasha dan sadar akan perbuatannya.


"Nah kan? kau hanya bisa bergantung pada kekangan kebiasaan dahulu leluhurmu" kata Zeydan.


"Ti.. Tidak, aku-... " Erika langsung melepaskan Silent-nya sambil menangis.


"Sejujurnya, kenapa kau tidak mengatakan jujur? kenapa kau membohongimu sendiri dan menolak kenyataannya?" tanya Zeydan.


Air mata Erika kini menetes dengan deras.


Pasha benar-benar marah sekarang karena Erika yang disakiti Zeydan.


BUAK!! Pasha langsung melayangkan tinju ke Zeydan sampai-sampai meja didepannya jatuh.


Erika menutup mulutnya dengan tangannya sambil menangis melihat reaksi Pasha.


"HIAA!!" Pasha akan melayangkan tinju pada Zeydan.


Zeydan langsung menghindar.


BRUAK!! Lalu Zeydan langsung mendorong Pasha ke lemari hingga botol-botol kaca sirup pecah.


"Aghh!!" Pasha meringis menahan sakit.


BRAK! Pintu terdobrak.


"Tuan Al Farisi!" kata anggota Rebellion yang masuk dan menodongkan senapan.


"Tidak apa-apa" kata Zeydan.


"Pasha, selama ini kita tidak pernah berkelahi ya?" tanya Zeydan yang mendatangi Pasha.


"Ukh!!!" Pasha yang sudah geram langsung melayangkan tinju pada Zeydan.


Zeydan menghindar dan memukul Pasha.


"Kau tahu kenapa?" tanya Zeydan.


Zeydan langsung melayangkan tinju bertubi-tubi pada Pasha tanpa henti.


"Hentikan..." kata Erika dengan menangis.


BUAK!! BRAK!! BUK!!


"Itu karena, mustahil kau bisa bertahan melawanku!!" Seru Zeydan dan memberikan tendangan lutut yang membuat Pasha ambruk.


"Hentikan Zeydan!!" seru Erika.


BRUK!!


"Hentikan... aku mohon" kata Erika.


Zeydan sedikit terbelalak setelah terengah-engah.


"Dari awal aku sudah bilang kan? jika saja sejak awal kalian mengikuti perintah kami, maka kita tidak perlu berkelahi seperti ini" kata Zeydan di depan Erika yang sedang membantu Pasha.


"Jadi, sekarang... ikuti saja kami, bawa mereka berdua" perintah Zeydan pada anggota Rebellion.


"Siap!"


"Lalu... kau sebenarnya kesini mau bilang apa? apakah, dengan menyakiti Erika, itu adalah arti dari kedamaian, kebebasan, kelapangan, dan kekuasaan yang kau inginkan sejak dulu?" tanya Pasha yang dirangkul Erika.


"Hoi, Zeydan... dari perilakumu kepada kami, cepat katakan padaku. Siapa kami sebenarnya bagimu sejak dulu hingga kau punya nyali berbuat seperti ini?" tanya Pasha yang berusaha berdiri dengan hidungnya yang mimisan.


"Apakah... kami ini sampah? apakah... kami ini hanyalah sebagai wujud dari pelarianmu demi menuju kebebasan yang kau inginkan? apakah... kami hanyalah sebatas barang yang bisa kau sakiti kapan saja?" tanya Pasha dengan terengah-engah.


"Pasha sudah, kumohon" kata Erika.


"Jangan bilang, kalau kaulah budak yang sebenarnya... yang hanya bisa menindas saja, dan kalau bukan karena kekuatan kutukan Pandora, kau pasti takkan seperti ini! kau telah terpengaruh oleh Hasutan Chandra Nagata dan Ambisi Pandora!!" Seru Pasha.


"Katakan padaku... siapa sebenarnya budak yang melampaui batas?! siapa sebenarnya budak yang patuh kepada pengkhianat sekaligus musuh?!" tanya Pasha.


"Siapa... budak yang kau maksud?" tanya Zeydan.


"Ayo pergi" kata Zeydan.


"Kemana?" tanya Erika.


"Ke tempat yang sangat jauh dari portal Dimensi dan pembatas antara Dunia Nyata dan Dimensi Astral. Kota Helvetia" kata Zeydan.