
Pasukan pemberantasan menaiki kuda di tengah-tengah hutan, diantara sinar matahari yang mulai naik.
"Kau yakin ada aura mereka disini?" tanya Meghan pada Erika sambil mengendarai kuda yang berlari.
"Ya, aku merasakan aura kuat... aura kalau mereka mengaktifkan kekuatan subjek Pandora sekitar 15 menit lalu" kata Erika.
Meghan terbelalak.
"Ck! kita terlambat 15 menit!" kata Meghan.
Mereka mendekati ujung hutan...
Erika memperlambat aura nya karena merasakan ada udara aneh.
TAP! Yusuf langsung menangkap Erika dari kudanya dengan menggunakan rantai astral, sampai kuda Erika jatuh.
"Eh!? Erika!!!" Teriak Pasha yang menyadari.
"Eh!?" tanya Meghan dan berbalik.
Rupanya Yusuf bersembunyi di atas pohon dan terjun dari atas lalu mengambil Erika.
Mansa melakukan penyusutan diri dan menjadi kecil sambil menahan Andika dan Zeydan.
"Lepaskan!" kata Erika.
"Aku takkan melepaskanmu" kata Yusuf.
"Bukan! lepaskan kakakku dan Zayn sekarang!!" seru Erika.
"Tidak, mereka adalah pemegang kutukan Pandora asli" kata Yusuf dan pergi sambil mengekang Erika di rantai Fujiwara.
"Kau!!! lepaskan Erika!!!" Teriak Ilman dan langsung menebas rantai Fujiwara dengan pedangnya dengan gaya vertikal.
CTRANG!! karena itu bukan rantai asli, jadi akan lebih cepat patah.
Erika bertapak di tanah.
"Makasih Ilman!" kata Erika dan langsung beradu pedang dengan Yusuf yang memakai rantai-rantai Fujiwara.
Ilman hanya termenung karena blushing.
"I... iya... aku, makasih" kata Ilman.
GPLAK!! Ikram langsung menabok Ilman.
"Jaga adab" kata Ikram.
"Sakit!! sudah berapa kali kau akan memukulku!?" tanya Ilman.
Erika langsung pergi ke arah Ilman dan Mansa yang sudah kembali ke wujudnya semula.
"Kembalikan! kembalikan kak Andika dan Zayn!!" Seru Erika dan lanjut dengan jurus pedangnya.
Ilman menahan Erika.
"Mansa! pergilah! aku akan menahannya dan pergi" kata Yusuf.
"Ya.. " kata Mansa yang pergi membawa Zeydan dan membiarkah Andika di dekat Yusuf.
"Berhenti!!" Kata Erika yang agak kesulitan.
Tiba-tiba Yusuf mulai berat saat akan menangkis pedang Erika dengan kuat.
CTRANG!! Erika yang tidak menampakkan matanya menyerang beruntun tanpa celah pada Yusuf dan melakukan jurus padanya tanpa ampun.
"Jiko Shinkuken... " gumam Erika dan melontarkan jurus berelemen api pada Yusuf.
"Cukup panas... meski merobek beberapa uratku, tapi dalam bentuk subjek Pandora aku bisa beregenerasi dalam waktu 30 menit" batin Yusuf.
"Lagipula, kenapa tiba-tiba dia menjadi sangat kuat?" batin Yusuf lagi.
BRAK! Yusuf terpental dan jatuh.
"Ukh... " gumam Yusuf.
"Aku, akan membuatmu merasakan, atas apa yang kau lakukan pada kakakku dan Zayn, berani-berani sekali kau mencoba memisahkan diriku dengan mereka, aku akan memberikan pelajaran yang sama kepada Mansa, bukan... kepada si pengkhianat kedua. Supaya kalian merasakan... bagaimana pedihnya kehilangan keluarga!!!" Seru Erika dan mata Silent-nya sekarang mencapai tahap tertinggi yaitu Aquamarine Silent.
Yusuf merinding dan menutup matanya karena Erika terlalu menyeramkan baginya.
Erika akan maju berlari ke arah Yusuf untuk menyerangnya.
Tiba-tiba...
GREP!!! Ada yang menahan Erika dengan menahan lengannya.
"Erika! sudah berhenti!" rupanya itu adalah sahabat masa kecilnya, Pasha.
Erika sudah benar-benar sangat marah sekarang.
"Kau mengambil jalan yang salah karena memohon padaku, Pasha!" gumam Erika, meski dia kesal pada Pasha yang menahannya, dia masih menahan diri tidak melampiaskan setengah kemarahannya pada Pasha. Mau bagaimanapun juga Pasha adalah sahabatnya.
Yusuf mengambil kesempatan untuk lari.
"Berhenti kau!! Hnggk!!" Erika mencoba untuk melepaskan diri dari kekangan Pasha.
"Berhenti Erika! kau tak perlu mengejarnya! kita sudah mendapatkan Kak Andika kembali dan sekarang tinggal Zeydan!" kata Pasha.
Karena perkataan Pasha, setengah kemarahan Erika menghilang.
"Kau lupa kah? apa pesan Papamu?" tanya Pasha yang masih menahan Erika.
"La Taghdob walakal Jannah! Janganlah kamu marah, niscaya bagimu Surga. Benarkan? Erika?" tanya Pasha sambil tersenyum gugup. Sebagai sahabatnya, dia benar-benar tahu tentang Zeydan dan Erika.
Erika langsung jatuh tertekuk lutut, Pasha masih menahannya untuk meredakan amarahnya, karena dia tahu amarah Erika belum reda terlihat dari Silent-nya yang masih aktif.
"Duduklah, jika belum bisa juga, maka berbaringlah... kau harus memiliki waktu untuk menenangkan diri" kata Pasha yang perlahan melepaskan Erika.
Erika terbelalak..
La Taghdob walakal Jannah, Erika...
"Janganlah kamu marah, niscaya bagimu surga" tidak ingat?
Erika mengingat perkataan Erlan.
"Papa... hiks" kata Erika yang terbaring.
"Apa yang terjadi?" tanya Ikram, yang di susul Ilman, dan Salsa.
"Tidak apa-apa, aku hanya sedang meredakan emosi Erika saja" kata Pasha.
Erika terduduk.
"Anu, Erika? jika kau lapar... kau boleh mengambil setengah kue mochi yang ku beli untuk bekal" Kata Salsa.
Erika terdiam, Salsa tau... Erika sudah biasa melihatnya makan lahap, jadi dia berpikir mungkin Erika takut dia takkan rela.
"Makan saja!" kata Salsa sambil menyumpalkan kue mochi ke mulut Erika.
"Blug!" Mochi menyumpal di mulut Erika.
Erika pernah melakukan itu pada Salsa.
"Ukh... hiks, terimakasih Salsa, Pasha, semuanya" Erika menangis lalu berdiri.
"Ayo, kita kejar Mansa sekarang... " kata Erika dengan tampang mengerikan.
"Y.. ya" kata Ilman yang mulai ketakutan.
"Erika?" tanya Pasha.
"Aku tidak apa-apa Pasha, makasih... aku akan menahan diri, ayo" kata Erika.
"Zayn, aku minta maaf... tapi Kumohon tunggu sedikit lagi"