Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 3 Episode 8 : Bertanya



"Ada apa Pasha?" tanya Erika.


"Apakah... kau punya waktu?" tanya Pasha.


"Kalau tidak lama Insya Allah ada, memangnya kenapa?" tanya Erika.


"Kita akan ke Dimensi untuk melakukan rencana penyerangan, karena ada jumlah makhluk astral yang melebihi batas dan membuat banyaknya korban, dan karena itu sebagian kecil daerah selatan Dimensi di ambil alih oleh Dirgapati, bersiaplah" Kata Pasha.


Erika terbelalak.


"O.. Ok, aku akan bersiap" kata Erika.


"Ya, tapi jangan terlalu terburu-buru, karena kita akan berangkat 5 jam lagi" kata Pasha.


"Ya, terimakasih sudah memberitahu, Pasha" kata Erika.


"Dengan senang hati"


Di ruang tamu...


"Kau akan kemana, Ward?" tanah Meghan.


"Aku akan pergi sendiri untuk membatalkan jurus Tensei Ray" kata Edward.


"Apa? bukankah harusnya Lord Fifth yang melakukannya?" tanya Meghan.


"Aku sedikit memaksa pada Guru-... Lord Fifth, karena aku sendiri ingin bertanya kenapa Lord Fifth sangat berambisi untuk mengalahkan Chandra Nagata" kata Edward.


"Hah? kau ini kenapa? tentu saja karena Chandra telah merenggut banyak nyawa! dia juga dipilih sebagai titisan Pascal dan Bestari! bahkan dia berhasil mengalahkan dan membunuh Yumna, Mizuki, Hikaru dan Rangga! padahal mereka berempat itulah yang mengalahkan Pascal dan juga Bestari! meski tidak di waktu bersamaan" kata Meghan yang perlahan mengecilkan suaranya.


"Lagipula, aku sendiri heran kenapa kau terlalu berambisi untuk mengalahkan Chandra? padahal dulu kau hanya mematuhi perintah Lord Fifth, apakah... karena Yum-.... " belum selesai Meghan bicara.


"Ayo kita bersiap untuk ke Dimensi" kata Edward.


"Hah! kebiasaan! memotong pembicaraan orang lain, pantas saja kau dibenci banyak orang" kata Meghan.


"Berisik" kata Edward.


"Anu... "


DEG!! Karena Meghan dan Edward biasanya suka bicara berdua, dan karena mereka keasyikan mereka tak tahu kalau mereka sedang berbicara hal rahasia di ruang tamu.


"Maaf mengganggu, saya sudah mempersiapkan untuk pergi ke Dimensi, apakah ada hal lain yang bisa kulakukan?" tanya Erika.


Edward ke arah pintu dan ingin keluar.


"Dimengerti, tapi... Nona" kata Erika.


"Ng?"


"Apakah aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Erika.


"Tentu boleh! kenapa?" tanya Meghan.


"Ray mengatakan sesuatu padaku saat di Hutan Eslaqar dan itu membuatku penasaran" kata Erika, sedangkan Edward akan menutup pintu.


"Apa?" tanya Meghan.


"Apakah kau tahu kalau ada seseorang yang berasal Fujiwara, Klan ibuku yang menjadi anggota Pasukan Pemberantasan? kalau tidak salah dia itu bagian dari Branch Fujiwara" kata Erika.


Edward langsung kaget dan tak menyangka kalau Ray memberitahu hal serahasia itu.


"Eh? Ray menanyakan itu?" tanya Meghan.


"Iya, karena anda seorang Pilar mungkin anda tahu" kata Erika.


"Kenapa kau tidak mengatakannya jauh-jauh hari dan baru sekarang?" tanya Edward dengan datar, dingin, dan tak bersahabat.


Mood Erika langsung turun sampai sangat dalam sedalam palung mariana.


"Aku hanya tipe orang yang tak suka bicara jika mood-ku turun" kata Erika.


"Memangnya Mood-mu turun?" tanya Edward.


"Menurutmu Mood-ku turun gara-gara siapa?" tanya Erika.


"Entahlah, urusanmu... jadi apa yang dikatakan Ray?" tanya Edward.


"Duh, aku misi dulu ya... ingat kalau ada pesan yang belum ku kirim sama Arsya, hihi numpang lewat" kata Meghan sambil pergi ke lantai atas.


"Sebelum itu... aku ingin tanya, kau kan?" tanya Erika sambil menunduk.


"Apa?" tanya Edward.


"Kau kan? Branch's Fujiwara yang dimaksud Ray? apa sebenarnya hubunganmu dengan Ibuku yang Main's Fujiwara alias Fujiwara utama?" tanya Erika.