Between Curse and Peace

Between Curse and Peace
Season 4 Episode 10 : More than anything



Di perpustakaan markas....


Erika, Pasha, Ilman, dan Dirga... mereka sisa berempat, karena Salsa telah tiada dan Zeydan berkhianat.


Mereka suram, tak lagi ada candaan hiburan seperti Ilman dan Zeydan yang ribut, tidak ada lagi senyuman, tidak ada lagi Pasha yang heboh soal pelajaran dan temuan baru yang ia temukan.


Semuanya terdiam, kehilangan 2 dari 6 sahabat itu benar-benar menyakitkan.


"Aku... jujur saja, tak percaya Zeydan melakukan itu" kata Ilman.


"Mungkin saja Zayn punya sesuatu yang ingin dia lakukan! aku tahu semua sifatnya, apalagi sikapnya yang tak suka membebani orang lain dan memilih jalannya sendiri" kata Erika.


"Jalannya sendiri? heh, jadi... jalan Zeydan memilih untuk bekerja sama dengan Chandra bahkan menyerang Dirgapati secara sembarangan tanpa orientasi, sampai-sampai Salsa meninggal! apakah itu jalannya?" tanya Dirga yang berdiri tanpa menatap 3 sahabatnya, dia terus menatap jendela.


Erika terbelalak dan terdiam.


"Tapi, kalau memang Zayn berkhianat, untuk apa dia menyerang Dirgapati?" tanya Erika.


"Apakah kau lupa? Zeydan mungkin sengaja ingin membunuh pasukan pemberantasan di kawasan Dirgapati dengan membuat semua pasukan yang datang terbunuh! dan pasukan pemberantasan akan semakin melemah" kata Dirga.


"I... itu tidak mungkin! Zayn tak mungkin ingin mencelakakan kita! Dasar... " kata Erika.


"Tidak ingin mencelakakan kita katamu, Erika? haha... lalu, untuk apa dia sampai memanggilmu ke kawasan Dirgapati kalau dia bisa mengatasinya sendiri!? dia bisa melampaui kita dengan kekuatan kutukan Pandora yang dia miliki! dia peduli denganmu juga kita semua, lalu... untuk apa dia malah berkhianat setelah kita tolong waktu itu!? dia ingin menyia-nyiakan kesempatan dan rasa percaya kita sebagai sahabatnya itu seperti permen karet yang hambar!?" tanya Dirga.


"Aku... sama sekali tidak bisa mengimbanginya" kata Erika.


"Lalu kenapa? kenapa kau masih percaya pada Zeydan!?" tanya Dirga.


"Dirga cukup! kita tidak boleh begini saat sedang berduka atas kepergian Salsa, meski masa berkabung kita sudah selesai" kata Ilman yang akhirnya bicara.


"Itu benar, kita punya perasaan dan pemikiran masing-masing" kata Pasha.


"Aku... masih percaya pada Zayn karena saat itu" kata Erika.


"Saat dimana Zayn berkata kalau dia menyayangi kita"


Flashback...


2 tahun yang lalu...


Zeydan, Erika, Pasha, Ilman, Dirga, dan Salsa sedang membersihkan gudang markas cabang di area Dinding Utara.


"Banyak sekali besi dan alat bertarung disini? dan semuanya berat-berat!" kata Ilman.


Sedangkan Pasha bertugas mencatat semua barang apa saja yang ada di gudang.


"Satu besi yang sepanjang 250 cm, beratnya 40 kg... " kata Pasha sambil mencatat.


Salsa sedang menyapu.


Erika mengangkat 3 batang besi sepanjang 250 cm di masing-masing dua bahu kanan kirinya.


Dirga sedang membersihkan kaca.


Zeydan sedang membetulkan beberapa papan dengan palu juga paku.


"Hei! terakhir kali aku melihat kalian begini saat 4 tahun yang lalu kalian di sekolah! benar-benar lucu!" kata Meghan.


"Kalian sudah banyak berubah ya" kata Edward saat melihat tinggi Ilman.


Edward sekarang memiliki tinggi 179, tapi Ilman memiliki tinggi 182 cm.


"Hormat kepada para Pilar!"


"O.. Oi! kita ini sudah seperti senior dan junior!" kata Meghan.


"Biarlah, agar mereka bisa disiplin" kata Edward.


"Kenapa Komandan dan Kapten bisa disini?" tanya Zeydan.


"Em, kami sedang menemui pasukan pemberantasan yang sedang patroli" kata Meghan.


"Kenapa? kau tidak suka?" tanya Edward.


"Bu... bukan begitu, hanya saja sepertinya Komandan dan Kapten sudah sering menjalankan misi bersama, saya jarang melihat para Pilar lain bertugas" kata Zeydan.


"Hm.. benar juga ya, mungkin karena aku dan Edward memiliki pangkat lebih tinggi daripada para Pilar lainnya?" tanya Meghan.


"Be.. Begitu"


"Kami juga mendapatkan pendapat dari pihak keluarga Clarke kalau mereka takkan membantu dana dan beberapa asuransi lain jika Yuna dan Nona Adelia tidak segera memberikan keputusan hutang budi yang akan diberikan kepada pihak keluarga Clarke dari Negeri Bilton" kata Meghan.


Setelah selesai, Zeydan dan yang lainnya menaiki kereta listrik yang disediakan Dimensi Astral untuk transportasi.


Di dalam kereta...


"Tak ku sangka kalau Clarke benar-benar tak main-main soal perjanjian yang berkaitan dengan keuntungan" kata Dirga.


"Benar! mereka pikir asuransi itu gampang!?" tanya Ilman.


"Sudahlah, lagipula keluarga Clarke tidak memberikan jangka waktunya, lagipula Ameera keluargaku masih bisa membantu dana untuk gerakan pemberantasan yang lebih besar daripada Negeri Bilton" kata Erika.


"Meski begitu, Negeri Bilton lebih berhak karena mereka adalah duta besar di negeri yang pernah di pimpin oleh Fujiwara dan Hasegawa. Maaf apabila lancang, tapi akan lebih baik kau membuat keputusan secepat mungkin, Erika" kata Pasha.


"Ya"


"Tapi... bukan hanya itu masalahnya" kata Zeydan.


Erika, Salsa, Pasha, Ilman, dan Dirga menatap Zeydan.


"Usiaku yang tersisa tinggal 8 tahun lagi, aku harus segera mencari siapa yang akan melakukan perjanjian Pandora untuk mewarisi kekuatan kutukan Pandora-ku setelah Adelia menjadi pemegang kutukan Pandora" kata Zeydan.


"Kalau begitu, biar aku saja yang mewarisi kekuatan kutukan Pandora-mu" kata Erika yang langsung cepat tanggap.


"Tidak! bagaimana jika kau mati setelah melakukan Perjanjian Pandora!? tak semua orang langsung bisa hidup setelah menerima kekuatan kutukan Pandora!" kata Dirga.


"Aku bisa, karena aku mewarisi darah Fujiwara, aku bisa langsung mengubah kekuatan kutukan Pandora menjadi kekuatan besar di dalam diriku dan takkan ada dampak kematian 13 tahun untukku, aku juga bisa melakukan perjanjian Pandora itu sekarang, Dasar..." kata Erika.


"Tidak bisa" kata Ilman.


"Kenapa tidak!?" tanya Erika.


"Kau mewarisi darah Hasegawa, Fujiwara, keluarga kerajaan Verheaven Ayahmu, Ameera, dan Kitagawa, bahkan darah keluarga Clarke mengalir meski sedikit di tubuhmu, kau juga tidak tahu seperti apa dulunya Clarke, Fujiwara, Hasegawa, dan Kitagawa dulunya secara lengkap" kata Ilman.


"Lagipula, apabila Adelia mewarisi kutukan Pandora milik kakakmu, maka yang tersisa hanyalah milik Zeydan yang tak memiliki darah bangsawan. Apabila kau mewarisinya milik Zeydan, maka kutukan Pandora akan memiliki dua darah ikatan yang berbeda karena Shadow Lord dan Fujiwara saling terhubung, itu tak bisa dilakukan untuk menyeimbangkan dan mengejar ketertinggalan Dimensi yang sekarang masih ada ditahap rencana. Sedangkan... yang diperlukan adalah pemegang kutukan Pandora berdarah bangsawan dan kutukan Pandora berdarah biasa" jelas Ilman.


"Bagaimana ceritanya? Kutukan Pandora akan memiliki dua darah ikatan yang berbeda? itu aku dan Adelia maksudnya? itu tidak akan ada bedanya antara Kak Andika dan Adelia!" kata Erika.


"Memang benar, maksudku disini adalah, Kekuatan Kutukan Pandora milik Kak Andika darah ikatannya berbeda denganmu Erika, bukan pada Adelianya" kata Ilman.


"Eh?" tanya Erika.


"Karena, Kutukan Pandora lebih memilih Kak Andika yang mewarisi sebagian besar darah Kitagawa. Sedangkan dirimu mewarisi Fujiwara, jika darah Shadow Lord dan Fujiwara digabungkan, maka itu akan membuka segel Pandora yang membuat dirimu dan Adelia akan menggantikan posisi mendiang Ibu dan Ayahmu yang selama ini terus menyegel Pandora" Jelas Ilman.


"Dan lagi, kau menjadi satu-satunya pemegang kutukan Fujiwara yang bisa menaklukkan matahari, dan satu-satunya pengguna Silent murni meski Kitagawa mengalir di darahmu, di khawatirkan kau akan memiliki kutukan Fujiwara kembali"


"Kau dan ketiga kakakmu memiliki darah istimewa yang memiliki banyak campuran darah bangsawan, kau juga termasuk pewaris tahta memimpin Carna, Verheaven, bahkan mempunyai posisi sangat penting pada Negeri Bilton dan keluarga Clarke, juga... banyak lagi alasan kau tidak boleh mewarisi kutukan Pandora yang bisa memberikan keuntungan dan juga kerugian dalam jumlah yang tak sedikit" Jelas Ilman.


"Yang dikatakan Ilman sangat benar adanya, kau tidak bisa mewarisi kutukan Pandora karena posisimu yang benar-benar penting buatmu, Eri" kata Zeydan.


"Tck! meski aku tak suka memakai sesuatu yang bekas-bekas dirimu!


tapi entahlah bagaimana lagi? aku yang akan mewarisi kutukan Pandora-mu" kata Ilman.


"Tidak bisa" kata Dirga.


"Ha? kenapa? aku tak memiliki darah bangsawan dan posisiku tidak begitu penting selain menjadi salah satu anggota pasukan pemberantasan" kata Ilman.


"Tapi itu takkan menghilangkan kemungkinan bahwa kau bisa mati setelah menerima kutukan Pandora" kata Salsa.


"Lagipula, kau adalah orang yang sangat berpotensi untuk menjadi pemimpin sebuah tim di gerakan pemberantasan nantinya" jelas Dirga menyambungkan ucapan Salsa.


"Be.. Benar sih, aku tak takut mati, tapi itu bisa jadi kutukan Pandora di tubuhku akan diambil makhluk astral lain jika aku mati karena melakukan perjanjian Pandora" kata Ilman.


"Baiklah, kalau begitu aku saja" kata Salsa.


"Tidak" kata Dirga.


"Hah!?"


"Kau terlalu bodoh dan hanya gadis tukang makan" kata Dirga.


"Aku saja yang mewarisi nya" kata Dirga.


"Tidak!"


Dirga melirik Salsa.


"Kau sendiri yang bilang kalau tak boleh mewarisinya pada orang bodoh! kau bahkan lebih bodoh daripada aku!" kata Salsa.


"Apa katamu!?" tanya Dirga.


"Sudahlah, biar aku saja yang mewarisinya" kata Pasha yang dari tadi membaca buku.


"Jangan, karena kau adalah Subjek Pandora satu-satunya yang Gerakan pemberantasan miliki, kita tak tahu apa dampaknya apabila Morph-x di tubuhmu di kombinasikan dengan kekuatan kutukan Pandora asli, mungkin akan terjadi sesuatu yang tak kita inginkan" kata Erika.


"Jadi... siapa yang harus mewarisinya?" tanya Ilman bingung.


"Hentikan semuanya, aku tak berniat mewariskannya pada kalian berlima" kata Zeydan.


"Apa maksudmu!? kau ingin menentang perintah atasan untuk kedua kalinya!?" tanya Ilman.


"Bukan begitu, hanya saja... kalian sangatlah berharga untukku! lebih dari apapun, jadi aku ingin kalian hidup lama, dan karena itulah aku tak ingin kalian mewarisinya" kata Zeydan.


Semuanya terdiam.


"Huft... ng?" Ilman menghembuskan nafasnya dan melirik Zeydan yang terus menunduk sedari tadi.


BLUSH!!! wajah Zeydan langsung sangat memerah.


"A... Apaan!? kenapa kau yang malu!? kenapa wajahmu sangat merah hah!?" tanya Ilman yang wajahnya langsung memerah juga.


Semuanya langsung memerah, gara-gara Zeydan.


"I.. Ilman, ini karena terbenamnya matahari makanya wajah kita semua menjadi merah" kata Pasha sambil menatap jendela dengan wajah merah.


"Tck... kalau karena sunset bagaimana lagi?" tanya Ilman sambil bersandar di kursi dan menurunkan topinya untuk menutupi wajahnya yang memerah.


"Tak ku sangka kalau sinar matahari bisa masuk lewat jendela" kata Salsa yang mengalihkan pandangannya karena wajahnya memerah.


Semuanya langsung terdiam dengan wajah yang merah akibat Zeydan.


Erika menatap Zeydan dengan wajah merah dan malu, sedangkan Zeydan juga menatap wajah Erika dengan pandangan malu.


Flashback Off...


"Itu hanya masa lalu" kata Pasha.


"Jika Zeydan sudah keterlaluan, kita tak ada pilihan dan hanya bisa membunuhnya" kata Dirga.


"Takkan kubiarkan kau melakukannya!" kata Erika.


"Apa? sekarang, kau memihaknya Erika?" tanya Dirga.


Erika tersadar dari ucapannya.


"Orang yang berharga? katanya? apakah dia ingin menghancurkan perkataannya dengan mengirim kita ke medan pertempuran?" tanya Dirga.


"Itu... karena dia percaya pada kita, Dasar...!"kata Erika.


"Tapi, Zeydan dia mengirim Pasha untuk menyerap energi kawasan Dirgapati, dan memanggilmu ke medan pertempuran, begitu pula orang berharganya. Aku, Dirga, dan Salsa" kata Ilman.


"Itu karena dia percaya! pada kita! faktanya, meski dia kuat, tapi jika kita tidak menyelamatkannya maka-... " belum selesai Erika bicara.


"Salsa tidak perlu mati" kata Dirga yang tiba-tiba bicara dan membuat kaget.


"Erika, aku ingin bertanya, apakah kau tahu? apa yang dikatakan Zeydan saat kematian Salsa? apakah dia frustasi?" tanya Dirga.


"Dirga, hentikan!" kata Ilman.


"Si sok kuat itu malah tertawa, dia tertawa" kata Dirga.


Erika dan Pasha terbelalak kaget, mereka sama sekali tak tahu soal itu.


"Kenapa Zeydan tertawa? kau tahu soal Zeydan kan?" tanya Dirga.


Erika menatap Ilman yang sama sekali tak memberitahunya apa-apa, Ilman mengalihkan pandangannya.


"Katakan" kata Dirga.


"Kami akan bicara dengan Zeydan! aku, Erika, dan dia, hanya kami bertiga. Kami akan memastikan motif Zeydan yang sebenarnya" kata Pasha.


"Bagaimana jika tujuannya tetaplah bekerjasama dengan Chandra?" tanya Ilman.


"Pasukan kini memiliki Morph-x, Dirgapati juga... mereka dan kita punya pilihan yang berbeda" kata Pasha.


"Tidak mungkin!" kata Erika.


"Ya, yaitu pilihan untuk membuat orang menjadi Subjek Pandora... dan menyerap perlahan kekuatan kutukan Pandora Zeydan tanpa perlu melakukan perjanjian Pandora yang mungkin sekarang masih dalam percobaan" kata Pasha.


Basa-basi dan Fakta 😋


Ikatan antara Shadow Of Lord dengan Fujiwara terletak pada kutukan kematian pendahulu bayangan pemimpin, karena kutukan kematian yang dibuat adalah dari seorang Fujiwara, itulah kenapa Fujiwara dan Bayangan pemimpin memiliki ikatan jauh yang terhubung.