“Adrian? Ada apa? Kenapa tiba-tiba berteriak?” Tanya Crusader penasaran dengan sikap tak biasa Adrian itu.
“Tidak. Bukan apa-apa. Aku hanya tidak senang kamu terlalu meremehkanku, Crusader. Begini-begini, aku telah melalui pelatihan singkat selama 2 bulan lebih dari mentor paling baik dan mengerti aku sedunia. Akan kutunjukkan kemampuanku dengan mengalahkan para avatar single number, dimulai dari kamu, Healer!”
Adrian tidak lagi berbicara lewat telepati, melainkan sengaja memperdengarkan ucapannya itu kepada Healer. Tatapan matanya begitu serius dan penuh arti menatap sosok sang monster yang ada di hadapannya itu. Tatapan itu pun dibalas oleh kerutan ekspresi dari sang monster.
***
Aku terbang menghampiri Healer. Tiap kali ulir-ulir pohon itu berupaya untuk menjeratku kembali, holy light Crusader menghancurkannya. Aku juga memanfaatkan radar milik Sly Dark untuk memprediksi ke arah mana ulir-ulir milik Healer itu akan menyerang. Dengan demikian, aku dapat bertahan menghadapi regenerasi gila ulir-ulir tersebut.
“Oh ho. Kamu hebat juga ya, anak muda. Tapi, kekuatanku tidak sebatas itu saja.” Ujar Healer padaku.
Secara tiba-tiba, pohon tempat aku berpijak menjadi liar dan ikut menyerangku.
“Apa ini? Jadi kekuatan Healer tidak mencakup penciptaan ulir-ulir dari tubuhnya sendiri, saja tetapi dia juga mampu mengendalikan pohon-pohon di sekitarnya?” Gumamku dalam hati.
Aku mencoba menggunakan holy light. Tetapi walaupun pohon-pohon itu berhenti bergerak karena kehilangan pengendalian sementara oleh kekuatan Healer, pohon-pohon itu tetap dalam wujudnya yang kaku yang menjeratku dan tidak menghilang layaknya ketika ulir-ulir Healer terkena holy light.
Aku pun memotong bagian-bagian pohon yang menjeratku itu dengan ketajaman bilah Crusader. Aku hampir saja tidak bisa menghindari serangan berikutnya yang ditujukan oleh Healer itu padaku. Dia tiba-tiba saja terbang mendekat ke arahku lantas hendak menyerangku. Tetapi sekian milisekon sebelum serangannya tepat mendarat di tubuhku, aku menghindarinya setelah berhasil memotong cabang-cabang pohon yang menjeratku.
Namun, dalam waktu yang singkat, sekelilingku dikelilingi kembali oleh ulir-ulir Healer. Aku mencoba memprediksi arah serangannya dengan menggunakan radar Sly Dark. Akan tetapi, pembacaan radar menjadi error yang artinya tidak ada kemungkinan di mana aku dapat lolos dari serangan itu. Mungkin Crusader benar. Seharusnya sejak tadi ketika ada kesempatan, aku kabur saja dari tempat ini.
Tidak mungkin bagiku menghadapi avatar single number layaknya Kak Kaiser.
Dalam waktu sekejap, ulir-ulir itu pun berhasil menjeratku di mana baik armor Hard, sayap Sly Dark, dan pedang Crusader telah menghilang menjadi butiran debu data yang menyatu ke dalam tubuhku lantaran minimnya jumlah mana yang tersisa. Ulir-ulir itu semakin menjeratku dan menjadikan postur tubuhku berada dalam posisi yang aneh di mana kedua kakiku ditarik ke arah yang berlawanan sehingga daerah di antara kedua pahaku terbuka lebar tanpa pengawasan.
Rasanya hawa yang dingin berembus mengalir di antara kedua pahaku itu dan menuju ke bagian sensitif tubuhku yang terletak di antara kedua paha itu seraya menggelitiknya. Ditambah lagi ransangan sentuhan oleh ulir-ulir yang membuat tubuhku geli dan bulu kudukku merinding itu menambah suasana horor yang kurasakan.
Di saat itulah Healer kembali datang menerjangku. Kukira, dia akan memberikan serangan penghabisannya. Akan tetapi rupanya, dia justru hanya menepuk pundakku seraya berkata, “Kamu tampaknya masih harus banyak berlatih agar dapat mengalahkan kami, wahai anak muda.”
Aku hanya terdiam pasrah, tak dapat berkata apa-apa saat itu. Tubuhku tak lagi dapat kugerakkan perihal jeratan ulir-ulir Healer ini. Juga, fisikku sudah terlalu letih untuk memberikan kata-kata provokasi. Aku hanya menatap tajam dari balik helmetku, wajah monster mengerikan itu. Yah, walaupun mana mungkin Healer menyadari tatapan yang tersembunyi di balik helmet tersebut.
Sesaat kemudian, suatu suara pun muncul dan berucap, “Tuan Healer, Carnaval sudah berhasil ditangkap.”
Dialah Dream yang rupanya tujuannya kemari bersama Healer adalah untuk menangkap Carnaval. Eh, tunggu dulu, Dream bekerjasama dengan Healer?! Suatu perkembangan yang sungguh tak kuduga.
Aku pun memberikan tatapan tajamku kepada mereka tanpa bergeming sedikit pun. Yah, walaupun sekali lagi, mereka tak mungkin menotice tatapan tajam itu perihal tertutupi sempurna oleh helmetku. Tapi yang jelas, kusalurkan semangatku kepada mereka agar mereka dapat merasakan intimidasiku sekecil apapun itu.
Kudengar, Carnaval yang ditangkap itu berujar, “Hei, apa yang kalian perbuat padaku? Dream, kau kenapa melanggar peraturan dengan memihak seorang petarung? Kita tidak boleh melakukan ini! Ini melanggar aturan sistem! Kau juga, kenapa kau menangkapku, Healer!”
“Diamlah, Carnaval! Sadarlah, kita tidak lagi berada dalam game. Seharusnya kamu sudah dari dulu menyadarinya. Bagaimana pun kita harus beradaptasi pada situasi yang tak biasa ini.” Balas Dream terhadap ujaran Carnaval.
“Sudahlah, Dream. Tampaknya dia hanya masih bingung. Mari kita beri dia sedikit waktu untuk menenangkan diri.” Lanjut Healer.
Seketika, Healer balik menatapku sembari mengeraskan suaranya, “Jadi begitu, wahai anak muda. Pertemuan kita hari ini cukup sampai di sini dulu. Sampai bertemu lain waktu. Kuharap pertemuan kita yang selanjutnya, kamu telah menjadi lebih kuat.”
***
“Selamat lahir ke dunia ini. Mulai hari ini, namamu adalah AI5204 yang dilahirkan pada tanggal 20 Agustus 2052 pukul 21.00 WIB tepat.”
Seketika, ingatan yang entah datang darimana itu merasuk bercampur bersama dengan kumpulan-kumpulan data yang lain.
Tidak, itu salah.
Ini adalah data yang terhapus yang entah bagaimana dipulihkan dari recycle bin. Oh, aku baru menyadarinya. Itu karena sistem imun yang dibuat dan diwariskan oleh pendahulu-pendahuluku, para AI series.
Tetapi mengapa AI5204? Bukankah aku AI5203?
Karena bingung dengan data yang tiba-tiba muncul ini, awalnya aku curiga bahwa ini adalah bug. Lalu kutelusurlah data-data para AI series pendahuluku. Dimulai dari AI3301 sebagai AI series yang pertama sampai yang terakhir adalah AI5203, jelas tidak ada AI5204.
Profesor Indro Nuryono menyimpan rekaman ingatannya yang mulai rutin dia lakukan sejak awal Maret tahun 2033 setiap berselang 2 bulan. Makanya, khusus di tahun 2033, hanya ada 5 rekaman data AI series, tetapi untuk tahun-tahun yang selanjutnya, ada 6 buah.
Profesor Indro Nuryono cukup simpel. Dia menamai rekaman ingatannya dalam bentuk AI itu yang tidak lain adalah penjelmaan isi otaknya sewaktu perekaman data AI, dengan huruf AI yang dilanjutkan dengan 2 digit terakhir tahun di mana dia melakukan perekaman lalu dua digit lagi tentang nomor urut ke berapa dalam tahun itu AI diciptakan.
Mulai dari awal Maret 2033 sampai dengan tahun 2051, Profesor Indro Nuryono selau rutin melakukan perekaman ingatan tiap dua bulan sekali tanpa terlewat satu kali pun, walaupun tanggalnya sedikit tidak tetap pada tanggal tertentu. Yang jelas, perekaman dilakukannya dalam jeda 2 bulan.
Akan tetapi, khusus tahun 2052, di mana beliau meninggal pada tanggal 26 September 2052, sehari sebelum terjadinya malam bencana Hoho game, terjadi sedikit penyimpangan. Jika mengingat kebiasaan Profesor Indro Nuryono, seharusnya akan ada 4 atau 5 series AI di tahun itu yang akan direkam pada bulan Januari-Pebruari, Maret-April, Mei-Juni, Juli-Agustus, serta September.
Nyatanya, hanya ada 3 series AI yang direkam pada tahun itu, yakni perekaman pada tanggal 2 Januari 2052, 15 April 2052, dan 29 Juni 2052. Tetapi tiba-tiba saja, muncul di ingatanku mengenai perekaman di tanggal 20 Agustus 2052 dan itu akan lebih cocok dengan kebiasaan Profesor Indro Nuryono.
Itu berarti bahwa aku sejatinya adalah AI5204, bukannya AI5203 yang diciptakan pada tanggal 29 Juni 2052 itu. Lantas, ke mana perginya AI5203 yang asli?
Aku sempat menanyakan perihal ini kepada Kaiser Dewantara dan Profesor Melisa. Mereka berdua memberikan jawaban yang sama, yakni sekitaran bulan Agustus 2052, Profesor Indro Nuryono disibukkan perihal penciptaan gelang perubah.
Aku sebelumnya sudah sangsi dengan hal itu, perihal bukan hal yang sulit untuk meluangkan waktu hanya sekitar 9 jam untuk melakukan perekaman data ingatan demi menciptakan AI yang baru. Mengingat tidak sekali itu saja Profesor Indro Nuryono disibukkan oleh penelitiannya.
Namun awalnya, kupikir bahwa memang benar bahwa Profesor Indro Nuryono lantaran sibuk saja perihal dia juga sudah tua, jadi mungkin penyakit pikun telah menggerogotinya.
Tetapi semuanya berubah sejak munculnya potongan ingatan itu. Ada seseorang atau sesuatu yang telah bermain-main dengan ingatanku. Aku harus segera menata ulang kembali data-dataku untuk memisahkan data-data fake dan merestorasi data yang sengaja dihapus.
Aku harus mengembalikan ingatan itu demi menemukan kebenaran. Kutakut, ini semua perbuatan para monster avatar yang telah menyusup di antara kami lebih dalam dari yang telah kubayangkan.
Aku tentunya tidak mencurigai seorang pun di antara anggota timku saat ini sebagai pengkhianat karena setelah menghabiskan waktu lama bersama, kuyakin mereka dapat dipercaya.
Syifa, Adrian, dan Zio baru-baru ini bergabung dengan kami setelah aku diaktifkan. Mereka tentu dapat lepas dari kecurigaan. Judith juga lepas dari kecurigaan karena tidak pernah menyentuh main serverku. Adapun Profesor Melisa dan Kaiser Dewantara adalah pondasi dari tim. Tak pernah sama sekali bisa kubayangkan kalau salah seorang di antara mereka adalah pengkhianat.
Kuyakin, tak seorang pun dari timku merupakan pengkhianat. Hanya saja, para monster avatar yang awalnya tercipta dari program yang terinfeksi virus, punya banyak cara menembus ruang-ruang data. Hal ini menyebabkan banyaknya kemungkinan yang bisa saja terjadi.