Hari itu, aku dan Kak Syifa memutuskan untuk bermalam di markas lab rahasia kami berhubung keesokan harinya adalah hari libur bagi kami berdua. Ada juga Profesor Melisa dan Judith yang menemani kami bermalam di markas kala itu.
Aku terbangun sekitar pukul 3 dini hari setelah mendengar suara benturan keras logam dari ruang latihan. Rupanya itu adalah Kak Kaiser yang sedang berlatih. Tampaknya, Kak Kaiser baru saja tiba dari misi panjangnya selama dua minggu di luar negeri.
Aku sangat kagum pada mentorku itu. Padahal, dia pasti pasti sangat lelah sehabis menjalankan misinya. Namun sesampainya di markas, dia justru langsung melanjutkan latihannya. Dia sangat mirip dengan kakakku Faridh dulu, baik tentang semangatnya, kerja kerasnya, serta keseriusannya. Melihatnya latihan seserius itu, semangatku pun untuk latihan turut terpacu agar dapat bertambah lebih kuat demi membasmi para monster avatar.
Kulihat Kak Kaiser sedang berlatih menggunakan fungsi avatar utama dan kedua side avatarnya.
Avatar utama Kak Kaiser yakni Bomber memiliki fungsi serangan jarak jauh berupa delapan rudal yang mampu mengunci dan bergerak mengikuti sasarannya. Dapat otomatis terisi ulang setelah 3 menit masa cooldown. Selain itu, juga memiliki fungsi serangan jarak dekat berupa tinju energi yang dapat seketika menghancurkan lawan.
Selain itu, Kak Kaiser memiliki side avatar Fast yang mampu membuatnya bergerak sangat cepat yang cocok dikombinasikan dengan fungsi tinju energi avatar utamanya.
Namun, tinju energi tidak dapat digunakan sebagai serangan jarak dekat secara terus-menerus karena terlalu menghabiskan stamina. Mungkin karena itu, untuk serangan jarak dekatnya, Kak Kaiser lebih mengandalkan side avatar Enigma-nya yakni berupa senjata berbentuk pedang.
Sebenarnya, aku juga ingin melihat Kak Kaiser menggunakan kekuatan side avatar Spring Rosella-nya sekali lagi. Kekuatan yang telah menyelamatkan kakakku Syifa dari ancaman maut setelah terkena serangan Avatar Mantis itu.
Ah, sebenarnya Kak Kaiser belum pernah memberitahuku tentang jenis side avatar terakhirnya. Aku hanya menebak saja perihal hanya ada 3 jenis avatar di Hoho game yang memiliki kemampuan penyembuhan, yakni avatar nomor 8, Healer, avatar nomor 9, Holy, dan avatar nomor 90, Spring Rosella. Namun, berhubung dua monster avatar yang pertama belum tertangkap, maka yang memungkinkan digunakan oleh Kak Kaiser hanyalah Spring Rosella saja.
Begitu keluar dari ruang latihan, aku segera menyuguhkan Kak Kaiser sebuah handuk dan minuman dingin. Kak Kaiser pun menerimanya sembari mengucapkan terima kasih diiringi oleh senyum hangatnya.
Aku pun berujar, “Wah, padahal aku juga ingin melihat sekali lagi kemampuan side avatar Spring Rosella Kakak yang waktu itu Kakak gunakan menyelamatkan Kak Syifa!”
Karena saking lelahnya, kulihat Kak Kaiser sampai tersedak minumannya sendiri sehingga aku pun sampai membantunya melancarkan kembali jalan masuk makanannya itu dengan mengusap-usap bagian tengkuknya.
Kak Kaiser lantas tertawa dan aku pun ikut tertawa. Kami menertawakan momen kecil kebodohan langka Kak Kaiser di dini hari tersebut yang mungkin akan menjadi salah satu momen kenangan yang akan terpatri di ingatanku.
Sisa 122 hari menjelang penghancuran massal planet bumi akibat tolakan gaia karena keberadaan monster avatar. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Masih ada 24 dari mereka yang belum dimusnahkan. Terlebih, 10 dari mereka belum ditemukan identitas manusia yang mereka mimik.
Kalau mengingat-ingat kembali informasi dari Profesor Melisa, avatar andalan Kak Kaiser dulu di Hoho game yang membuatnya masuk di jajaran ranker yakni Avatar Healer, juga termasuk salah satu yang belum juga ditemukan identitas manusianya.
Beberapa saat kemudian, kulihat pula Profesor Melisa terbangun yang hampir bersamaan dengan bangunnya Kak Syifa. Kak Kaiser lantas menepuk pundakku lalu tersenyum kepadaku.
“Oh iya, aku punya hadiah buatmu dari luar negeri, Adrian.” Ujar Kak Kaiser padaku sembari mengeluarkan sangkar aneh-nya dari ruang penyimpanan virtual pada fungsi gelang perubahnya.
Kulihat, seorang pria negro dalam ukuran mininya terduduk di dalam sangkar itu.
“Siapa orang ini? Tidak, apakah dia avatar yang Kakak tangkap selama di luar negeri?” Tanyaku penasaran kepada Kak Kaiser.
“Benar sekali, Adrian. Dia akan sangat cocok digunakan sebagai side avatar-mu. Seperti kamu tahu, salah satu resiko terbesar ketika kita melakukan serangan jarak jauh adalah serangan dadakan. Apalagi seorang archer sangat rentan terhadap hal itu. Namun lain halnya jika kamu memiliki armor tebal seperti Bomber milikku.”
“Memiliki side avatar Hard akan menambah kekuatan defensifmu sehingga kamu bisa lebih power-up lagi.” Ujar Kak Kaiser dengan senyum cerah di wajahnya.
Begitulah di dini hari itu, dengan bantuan Profesor Melisa dan Kak Kaiser, aku mendapatkan side avatar keduaku, side avatar dari avatar bernomor seri 16, Avatar Hard.
***
“Bagaimana dengan perkembangan pembangunan alatnya?” Ujar seorang wanita cantik yang tampak berada di usia dua puluh tahun-nya itu kepada seorang pria tua yang tampak di usia lima puluhan-nya.
“Berkat dukungan alat dari Mecha, semuanya berjalan lancar. Hanya saja, tumbalnya masih kurang dua. Kamu baru menyerahkan kepadaku lima orang tumbal, Fog.” Jawab pria tua itu kepada sang wanita muda.
“Ah, aku paham. Aku akan segera mencari dua orang tumbal lagi. Lagipula syarat tumbal darimu itu sangat sulit. Apakah memang harus orang yang putus asa karena tidak dapat menemukan jalan pulang yang harus menjadi tumbalnya? Tidak bisakah kita menculik sembarang orang saja? Jika bisa demikian, maka saat ini aku pasti sudah dapat memenuhinya dari banyaknya tumpukan manusia di luar sana.”
“Tidak bisa begitu, Fog. Frekuensi energi pikiran mereka tidak sesuai sehingga tidak akan dapat menjalankan alat. Kamu bisa saja menculik orang dan membiarkannya sampai mereka merasa tidak dapat kembali lagi ke keluarganya dan terlarut dalam keputusasaan itu. Namun, kamu pikir itu akan makan waktu berapa lama dan berapa peluang berhasilnya? Ketimbang energi pikiran hilang arah, mereka justru akan memberikan energi ketakutan akibat perasaan terancam.”
“Ah, aku paham. Padahal Gunung Suzana sudah sangat sesuai sebagai tempat mencari mangsa, tetapi mereka lagi-lagi mengganggu rencana kita. Juga si Avatar Sena itu, mengapa dia justru memihak manusia?”
“Bagaimana dengan di hutan?”
“Kamu gila ya, Volt? Tidakkah kamu tahu kalau hutan itu daerah kekuasaannya Healer dan dia adalah musuh kita?!
Tiba-tiba dari belakang, sesosok wanita yang tampak sedikit lebih tua dari gadis itu melangkah mendekati mereka lalu turut memberikan pendapatnya.
“Lantas, bagaimana dengan di laut?”
“Ah, ide yang bagus. Ada kasus di mana para pelaut terdampar di laut dan akhirnya meninggal karena cuaca atau kehabisan makanan. Itu sesuai dengan kondisinya kan, Volt? Tampaknya, itu bisa kita gunakan.” Jawab wanita yang dipanggil oleh sang pria tua dengan Fog itu terhadap saran dari sang wanita yang tampak sedikit lebih tua darinya.
Sang gadis muda, dialah wujud samaran dari avatar bernomor seri 13, Avatar Fog. Sementara sang gadis yang sedikit lebih tua adalah samaran dari Avatar Metalia. Adapun sang pria tua adalah samaran dari Avatar Volt.
***
Berpusat pada AI5203, aku dan para penghuni di markas rahasia itu sedang melihat ke dalam layar besar panel komputer di hadapan kami dengan tatapan yang penuh keseriusan.
“Ini, tidak salah lagi, mereka adalah identitas manusia yang dimimik oleh avatar nomor 5, Avatar Volt, dan avatar nomor 11, Avatar Metalia.” Ujar Profesor Melisa dengan yakin.
Avatar Volt dan Metalia, kedua-duanya adalah monster avatar yang membunuh ranker mereka beserta semua anggota keluarganya lantas justru memimik salah satu dari anggota keluarga tersebut ketimbang ranker mereka. Jika Volt memimik ayah sang ranker-nya, maka Metalia memimik kakak perempuan sang ranker-nya.
Dan di saat ini, kedua monster itu sedang menunjukkan banyak pergerakan di berbagai tempat di permukaan ibukota, tampak sedang merencanakan sesuatu yang besar dan jahat.