“Dasar penjahat sombong! Padahal dirinya sendiri sudah gemetaran melihat kami, masih saja berlagak kuat. Kau, rasakan lem lengketku ini!” Ujar Sticky Girl mencoba untuk memprovokasi Kak Kaiser sembari melemparkan jurus andalan itu padanya.
Setelah provokasi itu, kulihatlah baik-baik Kak Kaiser. Kak Kaiser hanya terdiam. Walau aku tak dapat menangkap ekspresinya karena tersembunyi di balik helmetnya, aku dapat mengetahui dari pengalaman kami bersama, bahwa aura yang ditunjukkannya saat ini adalah aura penuh amarah.
Sticky Girl pun melemparkan lem lengketnya ke arah Kak Kaiser. Namun, Kak Kaiser sama sekali tidak bergeming. Tubuh avatarnya pun menjadi dipenuhi lem lengket akibat serangan tersebut. Akan tetapi dalam sekejap, semuanya hilang setelah Kak Kaiser mengaktifkan tinju energinya yang diarahkan ke tubuhnya sendiri.
Aku baru pertama kali melihat Kak Kaiser dalam mode marah seperti ini. Lalu kudengarlah Kak Kaiser sekali lagi berucap.
“Dasar makhluk hina! Beraninya kau mengotori tubuhku! Kamu tahu, aku bahkan pernah membasmi dua setengah kali lebih banyak makhluk hina seperti kalian hanya dalam semalam. Kalian tidak ada apa-apanya di hadapan kekuatanku yang mutlak. Jadi jangan sombong, wahai makhluk hina!”
“Kau, beraninya kau membuli Sticky Girl! Rasakan serangan duriku ini!” Thorny Boy seketika merespon ucapan Kak Kaiser dengan marah sembari menyerangnya dengan duri-duri yang bahkan tak dapat menggores armor Kak Kaiser tersebut.
Serangan tersebut lantas semakin membuat Kak Kaiser marah. Dia lantas serta-merta menjatuhkan sebuah rudal ke arah mereka berempat. Mungkin karena keberadaanku cukup dekat dengan mereka, Kak Kaiser pun jadi menahan diri.
Lalu seketika,
“Baaaam!” Rudal itu meledak. Tetapi berkat kekuatan defensif Singer Nana yang berupa barier berbentuk gelombang-gelombang kasat mata semi transparan, mereka berempat berhasil selamat, walau harus dibayar oleh luka-luka parah Singer Nana karena memaksakan diri melindungi mereka.
“Singer Nana, kamu tidak apa-apa? Ayo kita mundur dulu sambil membawa Sticky Girl dan Thorny Boy bersama kita. Dilihat darimana pun, kita tak dapat menang. Anda juga, Tuan Chainsaw, segera mundurlah!” Violar tampak sangat memperhatikan Singer Nana yang terluka, lantas mengusulkan timnya untuk mundur.
Namun kudengar, Chainsaw di hadapanku ini justru berkata, “Kalian mundurlah terlebih dahulu. Aku akan menahan Pahlawan Darah Merah untuk sementara. Kita tidak akan bisa mundur jika dia tidak dihalangi.”
Akan tetapi, usulan Chainsaw itu dengan tegas ditolak oleh Violar, “Apa yang Anda katakan?! Jika ada yang harus tinggal di sini sebagai umpan, itu seharusnya saya sebagai avatar bernomor terkecil dan tipe penyerang aktif!”
Namun tanpa perlu menunggu perdebatan mereka, Kak Kaiser seketika berucap, “Siapa yang mengizinkan kalian pergi dari sini, hah?!”
Sembari mengucapkan itu, Kak Kaiser berlari menerjang para monster avatar itu dengan mengaktifkan side avatar Fast-nya.
Chainsaw berusaha menghadang. Namun tampaknya, kejelian penglihatannya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kecepatan gerak mutlak yang dihasilkan oleh side avatar Fast milik Kak Kaiser. Tetapi anehnya, Kak Kaiser justru hanya berlalu saja melewati Chainsaw, lantas bergegas menuju ke tempat empat monster avatar yang lain.
Melihat dirinya diabaikan, kulihat Chainsaw hendak menyerang Kak Kaiser dengan senjata gergaji berputar tajamnya itu. Aku pun segera menghadang serangan tersebut sebelum mengenai Kak Kaiser yang berlari ke depan, sembari aku mengaktifkan side avatar Hard-ku. Untungnya, aku kali ini berhasil mengaktifkannya tepat waktu sehingga senjata Chainsaw tak berhasil menembus armorku.
Sekarang aku mengerti mengapa Kak Kaiser hanya melewati Chainsaw begitu saja. Itu karena dia percaya padaku untuk mengalahkannya. Luka-luka segini tidak ada apa-apanya. Aku masih bisa bertarung dan mengalahkan monster avatar tersebut.
Sekilas kumelirik ke tempat Kak Kaiser berlari. Rupanya, sebuah portal telah terbuka di antara mereka. Portal yang selalu disertai aroma semerbak hutan pinus, itulah portal ala khas Holy.
Violar dengan di tangannya membawa Thorny Boy yang telah kembali ke dalam wujud manusianya berlari ke sisi kiri, sementara Singer Nana dengan di tangannya membawa Sticky Girl yang juga telah kembali ke dalam wujud manusianya berlari ke sisi kanan. Baik Thorny Boy maupun Sticky Girl, sama-sama mengambil bentuk manusia berupa anak-anak di mana Thorny Boy adalah anak laki-laki, sementara Sticky Girl adalah anak perempuan.
Tetapi apa ini? Mengapa mereka tiba-tiba kembali ke wujud manusia mereka? Padahal akan lebih efektif untuk kabur dengan tubuh avatarnya itu. Namun, jawaban dari pertanyaanku segera muncul dengan sendirinya begitu kumendapati keduanya sedang dalam kondisi yang terlihat sangat kesakitan.
Akan tetapi, setelah lima tahun berlalu, akhirnya tubuh avatar mereka telah membangun kekebalannya terhadap virus tersebut sehingga mereka pun satu-persatu memperoleh kembali wujud semulanya lengkap beserta dengan kekuatannya.
Anak-anak cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah ketimbang orang dewasa. Mungkin itulah alasan mengapa saat ini, kedua monster avatar yang memimik tubuh anak-anak itu, terlihat sangat kesakitan dan justru kembali ke wujud manusia anak-anak mereka. Itu karena tubuh avatar mereka belum kebal sempurna terhadap virus yang pernah disebarkan oleh Kak Kaiser tersebut.
“Hanya kamu, hanya kamu yang tidak boleh selamat!” Kudengar Kak Kaiser tiba-tiba berteriak seperti itu, tetapi aku juga tak mengerti maksudnya.
Yang jelas, Kak Kaiser menuju ke sisi kiri, tempat di mana Violar yang membawa Thorny Boy dalam wujud manusia anak-anaknya berlari. Karena hal itu, tiada yang menghambat pergerakan Singer Nana sehingga dia dan Sticky Girl yang dibawanya dalam wujud manusia anak-anak itu dapat mencapai portal Holy dengan selamat.
Tetapi tidak untuk sisi satunya.
“Takkan kubiarkan kau menyakiti anak ini!” Kudengar tekad kuat Violar melindungi rekannya itu.
Dia dengan sigap menggunakan lilitan kawat pada violinnya untuk melingkupi seluruh tubuh Kak Kaiser, lantas memainkan violin itu untuk menghasilkan getaran gelombang yang mahadahsyat, sedikit lebih lemah dari bom suara Sly Dark-ku, tetapi dengan durasi yang dapat bertahan sangat lama.
Akan tetapi,
“Minggir, sekarang bukan giliranmu!”
Violar tidak ada tandingannya terhadap kekuatan mutlak Kak Kaiser.
“Saaaaak. Baaam.” Kak Kaiser seketika merobek lilitan-lilitan kawat yang menghalanginya. Lalu dengan tinju energinya, Kak Kaiser menghempaskan Violar dengan mudahnya.
Sesaat kemudian,
“Slash, slash.” Kak Kaiser membelah empat monster avatar dalam wujud anak laki-laki itu sehingga Thorny Boy pun musnah menjadi butiran-butiran data.
“Kurang ajar kau, monster! Kau, beraninya kau membunuh seorang anak kecil!” Ujar Violar dengan putus asa.
Tetapi itu sama sekali tak menghentikan Kak Kaiser memancarkan aura penuh kebengisannya. Dia pun menatap seksama pada Violar.
Sayangnya, Holy keburu muncul di antara mereka, lantas membawa Violar ikut kabur bersamanya.
“Syukurlah, paling tidak, kalian bertiga bisa selamat.” Tiba-tiba, kudengar dengan lirih Chainsaw berucap.
Benar, bukan saatnya untuk melamun karena sekarang adalah giliranku untuk menunjukkan kehebatanku di hadapan Kak Kaiser. Akan kukalahkan monster avatar Chainsaw di hadapanku ini sebelum dibawa kabur oleh Holy.