“Kak Kaiser, bagaimana hasilnya?” Dengan penasaran, aku bertanya pada Kak Kaiser tentang hasil laporan penyidikan tentang kejadian penculikan dan pembunuhan yang marak melanda warga ibukota bulan lalu.
“Beres. Semuanya sudah diterima oleh badan peradilan agung kerajaan.” Jawab Kak Kaiser.
“Syukurlah. Dengan ini, misi Kakak arhirnya beres juga. Di samping, misi Kak Arskad, otomatis akan terselesaikan juga.” Ujarku.
Namun, bagaikan jinx, papan sistem Kak Arskad tiba-tiba berdenting. Aku pun turut mengintip ke dalamnya. Misi pertama dan kedua selesai, namun muncul satu lagi misi baru.
PERTAHANKAN KELAYAKAN PUTRA MAHKOTA IVAN SEBAGAI PUTRA MAHKOTA SAMPAI RAKYAT MENGAKUINYA.
Itulah misi baru yang diberikan oleh sistem kepada Kak Arskad.
Secara tiba-tiba, sinar terang terpancar dari tubuh Kak Kaiser.
“Tampaknya misiku telah selesai.” Ujar Kak Kaiser kepada kami.
Aku dan Kak Arskad pun segera mengintip isi papan layar sistemnya.
SELAMAT, QUEST ANDA TELAH SELESAI. ANDA AKAN SEGERA DITRANSFER KELUAR DARI DUNIA INI.
“Kalau begitu, aku duluan ya, Adrian, Kak Arskad. Aku akan menunggu kalian.”
Kami mengangguk atas ucapan Kak Kaiser itu.
Tak lama kemudian, Kak Kaiser pun menghilang dalam sekejap.
“Tidak ada waktu lagi. Kita harus segera mengungkap kejahatan Pangeran Ketiga untuk menyelesaikan misi para paman dan bibi. Tetapi kita tidak boleh gegabah. Sekali witch itu kabur dari sisi Pangeran Ketiga, akan sulit bagi kita untuk menyelesaikan questnya. Kita harus berhasil memancingnya keluar.” Ujar Kak Arskad padaku.
“Dan sebagai pancingan paling menggoda adalah Pangeran Kedua ya.” Aku pun mengangguk lalu saling tatap dan bersamaan mengangguk kembali pertanda persamaan pendapat di antara kami.
Kami berjalan melewati koridor. Lalu aku pun bertanya kepada Kak Arskad.
“Kakak akan segera mengumumkannya ke publik kan tentang kejahatan mantan putra mahkota sekaligus prestasi Pangeran Kedua ini?”
Kak Arskad terlihat merenung setelah mendengarkan pertanyaanku itu. Dia pun berujar, “Aku takut kalau aku melakukannya, questku juga ‘kan selesai sehingga kamu nanti akan kesulitan di sini menghadapi sisanya.”
Ternyata, Kak Arskad mengkhawatirkan aku.
“Kalau itu yang Kak Arskad khawatirkan, maka itu hanyalah kekhawatiran yang sia-sia. Aku bisa mengatasi sisanya di sini. Di samping itu, masih ada para paman dan bibi di sini yang bisa membantuku.”
Dengan dorongan itu, Kak Arskad pun akhrinya mengumumkan hal itu kepada publik. Warga yang akhirnya tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi, akhirnya kembali respek kepada Putra Mahkota Ivan dan mendukungnya untuk naik tahta.
Tentu saja bagian tentang keterlibatan mantan putra mahkota Bistan tentang kutukan sihir hitam di tiga kerajaan di barat tetap dirahasiakan dari publik serta masalah tentang tuduhan pembunuhan raja kepada Pangeran Kedua belum terselesaikan.
Sebenarnya, sangat gampang untuk membebaskan Putra Mahkota Ivan tersebut keluar penjara karena kurangnya bukti dan penyelidikan dilakukan secara asal-asalan, tetapi demi menangkap para tikus korup yang bersemayam di senat terlebih dahulu, masalah itu pun ditunda untuk sementara.
Dengan demikian, misi Kak Arskad pun selesai dan,
SELAMAT, QUEST ANDA TELAH SELESAI. ANDA AKAN SEGERA DITRANSFER KELUAR DARI DUNIA INI.
Masih ada masalah dengan para senat korup kerajaan dan penganiayaan Putra Mahkota Ivan, tetapi biarlah hal itu diurus oleh Paman Dios dan para paman dan bibi. Ada satu hal yang harus kulakukan sekarang. Tampaknya, Pangeran Ketiga telah berbuat ulah lagi. Kali ini, dia tampaknya tengah melakukan pembantaian habis-habisan di penjara bawah tanah.
Tetapi aku tak perlu mengkhawatirkan hal itu persoalan ada Paman Shou di sana yang bisa mengawal Pangeran Kedua. Toh, jika yang lain mati selain Pangeran Kedua, tidak masalah buatku, lagian ini hanya dunia game. Semuanya hanyalah NPC yang tampak hidup belaka.
Aku pun merekam baik-baik kejadian di dalam penjara seraya mempersiapkan jebakan bagi mereka di luar.
“Apa yang harus kita lakukan, tuanku?”
“Apa kamu bisa mengalahkannya?”
“Itu tampaknya sulit, tuanku…”
Akhirnya, orang yang kutunggu-tunggu pun tiba. Bukanlah Adoles yang penting untuk ditangkap saat ini karena dia sendiri tidaklah memberikan ancaman, tetapi yang paling penting adalah menangkap witch yang sedang melindunginya.
Aku mewarisi bakat Ayah, tetapi aku sendiri belum terbiasa dengan menggunakan jurus peniadaan ini. Tetapi hanya inilah satu-satunya solusi sekarang, maka akan kucoba.
“Swuuush!”
Mana-ku yang menghilangkan segalanya pun mulai mengalir dan tanpa disadari oleh sang witch, menjeratnya. Dia meronta-ronta ingin membebaskan diri dengan mengeluarkan sihir hitamnya, tetapi tidak bisa. Aku telah menabung semua kekuatan ini untuk saat ini.
Karena sadar akan mana-ku yang lemah, aku pun mengambil prinsip kurungan aneh, hasil ciptaan Profesor Melisa dan timnya itu sejak datang ke dunia ini untuk membentuk kumpulan energi peniadaan di pusat tubuhku jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Tujuanku semula sebenarnya adalah mengurung Pangeran Kedua yang merupakan pusat misiku jika sampai terjadi apa-apa. Dalam kurungan tersebut, tidak akan ada energi spiritual yang akan berpengaruh. Oleh karena itu, Pangeran Kedua akan aman jika sampai ada sihir hitam yang terlibat. Aku segera mengantisipasi hal ini begitu mendengarkan rumor tentang sihir hitam ketika pertama kali tiba di kerajaan ini, tidak, tepatnya di dunia ini.
Namun kini, justru hal itu bermanfaat sekarang. Aku mengurung sang witch dalam kurungan peniadaan energi spiritual itu. Energi yang terbilang tidak terlalu besar, tetapi asal tahu saja, aku telah mengumpulkan itu selama lebih dari dua bulan lamanya selama aku berada di dunia ini.
Sisanya perkara gampang karena selebihnya tak punya kekuatan spiritual. Aku dengan mudah membuat mereka pingsan semuanya dengan mengalirkan energi spiritual-ku dalam bentuk gelombang bunyi.
Mereka tampaknya merencanakan sesuatu yang jahat tentang penjara bawah tanah, namun itu sekarang hanya bisa terjadi lewat angan-angan mereka.
Namun selanjutnya, bukanlah bagianku untuk menyelesaikannya. Kuserahkan sang witch dalam kurungan beserta Pngeran Ketiga yang didukungnya kepada Profesor Dios dan para paman dan bibi untuk diadili di depan warga kerajaan sesuai hukum kerajaan jika ada keluarga kerajaan yang melakukan pengkhianatan kepada kerajaan.
Aku pun segera memberi tahu informasi bahagia ini kepada Pangeran Kedua, tidak, maksudku Putra Mahkota Ivan, dan Paman Shou bahwa segala sesuatunya di luar telah usai dan Putra Mahkota Ivan bisa keluar penjara sekarang. Lidahku kadang masih suka terpeleset dengan memanggilnya Pangeran padahal sejatinya dia kini telah berstatus sebagai putra mahkota. Aku harus bisa membiasakannya.
Putra Mahkota Ivan pun keluar. Begitu dia keluar dari sel, kali ini giliran tubuh Paman Shou yang bersinar terang.
SELAMAT, QUEST ANDA TELAH SELESAI. ANDA AKAN SEGERA DITRANSFER KELUAR DARI DUNIA INI.
Paman Shou pun menyusul Kak Kaiser dan Kak Arskad keluar dari dunia ini lebih dulu.
Kini yang tersisa, tinggal eksekusi Pangeran Adoles serta pengangkatan Putra Mahkota Ivan sebagai raja. Tersisa aku, Paman Dios, Paman Arthur, serta Tante Sandra di dunia ini untuk menyelesaikan misi.