101 Avatars

101 Avatars
24. Kemenangan Mutlak Kaiser, Rencana Volt dan Metalia Berhasil Digagalkan



Metalia melayangkan kelima pisau melayang yang dikreasikannya kepada Kaiser dalam wujud Avatar Bomber-nya.  Kaiser pun menangkis kelima pisau melayang itu dengan pedang Enigma-nya dan tanpa sengaja menghantam drone A11, C29, F33, K5, dan M40 yang berukuran sebesar lalat milik AI5203.


Sekali lagi kelima pisau melayang baru dibentuk oleh Metalia untuk menyerang, namun sekali lagi kelimanya ditepis oleh Kaiser sehingga tanpa sengaja mengenai drone B2, B3, L13, L49, dan M2.  Namun, apakah itu benar tidak disengaja?


Kaiser pun lantas memprovokasi Metalia sekali lagi.


“Ah, bahkan ini tidak bisa dijadikan pemanasan!  Aku tampaknya berharap terlalu tinggi untuk Avatar yang hanya sekadar bernomor sebelas.  Rupanya, sama sekali tidak ada apa-apanya.”


“Kamu!”  Metalia yang marah lantas meninggalkan posisi defensifnya untuk menyerang Kaiser dengan perisai tajam yang dibentuknya dari tanah tersebut.


Di saat itulah, Kaiser dengan licik mengarahkan keempat rudalnya ke arah Volt yang tanpa penjagaan.


“Tidak!  Tuan Volt!”


Melihat hal itu, Metalia yang baru sadar akan tujuan Kaiser yang dengan licik memprovokasinya, berbalik membelakangi musuhnya itu untuk segera menyelamatkan Volt.  Namun, justru itulah yang ditunggu oleh Kaiser.


“Slash.”


“Akkkkkkh!”


Kaiser menebas belakang Metalia yang lengah dengan pedang Enigma-nya.


Dengan susah payah menggunakan energi listriknya yang tersisa, Volt mampu melindungi dirinya sendiri dari serangan rudal Kaiser.


Akan tetapi, Kaiser telah siap kembali menyerang dengan kedua rudalnya yang tersisa.  Kali ini targetnya adalah Metalia yang telah tersungkur ke tanah oleh serangan terakhir barusan.


Serangan rudal pun meluncur.


“Tidak!  Metalia!”  Teriak Volt.


Dengan tangan kanannya yang tetap pada alat untuk mengalirkan energi listriknya, dia menggunakan satu tangannya yang tersisa untuk melakukan penyerangan area berupa Electric Field.


Volt akhirnya memilih untuk mengorbankan lebih banyak MP dengan melakukan serangan area ketimbang serangan memusat dengan konsumsi MP yang lebih sedikit.  Hal itu karena serangan memusat memiliki peluang untuk gagal yang lebih besar dalam menangkis serangan musuh, terlebih itu adalah rudal milik Bomber yang memiliki fungsi otomatis menghindari serangan selama proses peluncurannya.


“Sssssssstz…sssstz…ssssstz.”


Kedua rudal itupun ternon-aktifkan di dalam electric field milik Volt.  Namun, tidak hanya rudal-rudal milik Kaiser yang ternon-aktifkan, seluruh drone milik AI5203 yang mengawasi tempat itupun turut rusak dalam medan listrik itu.


“Hahahahahaha.”  Kaiser pun tertawa terbahak-bahak.


“Hah, kamu akhirnya jadi gila karena seluruh seranganmu berhasil kulumpuhkan.”  Ucap Volt yang merasa telah memenangkan pertarungan.


“Hei, kamu tahu, mengapa sampai saat ini aku menahan diri?”  Ujar Kaiser dengan sinis kepada Volt.


“Hah, provokasi remeh dari orang yang telah kalah.”  Namun, Volt menanggapi perkataan Kaiser itu dengan ketus.


Sementara itu, Metalia tampaknya telah berhasil berdiri kembali walau dengan kesusahpayahan sembari memposisikan dirinya tepat di depan Volt untuk kembali siap melindunginya.


Volt dan Metalia tak dapat melihatnya, tetapi Kaiser telah tersenyum licik di balik helmetnya.


“Itu karena agak sedikit merepotkan saja berurusan dengan AI itu.”  Ujar kembali Kaiser, tetapi tampaknya baik Volt dan Metalia, tidak ada yang menanggapinya.


“Kalau begitu, mari sekarang kita bertarung yang sesungguhnya.”  Kaiser pun berujar disertai dengan senyum liciknya.


Kaiser lantas mengaktifkan side avatar keduanya yakni Fast, lalu secepat kilat, dia menebas Metalia beberapa kali, hingga Metalia pun tak sanggup lagi menggunakan kedua kakinya untuk menopang berat tubuhnya.  Dia kembali jatuh tersungkur.


“Tidak!  Metalia!”  Teriak Volt sembari hendak meninggalkan Instrumen Tujuh Dosa yang selama ini dalam proses pengaktifan dengan menggunakan kekuatan listriknya, demi menuju ke arah Metalia, memastikan keselamatannya.


“Tidak, Tuan!  Jangan!  Ingat apa tujuan kita?!  Kita sudah berkorban sejauh ini!  Jangan tinggalkan alat itu!  Hanya alat itulah harapan kita untuk bisa membalaskan dendam kepada umat manusia yang membuat kita terlahir di dunia ini hanya untuk merasakan kesengsaraan!”  Namun, Metalia segera berteriak menghentikan Volt.


“Begitu rupanya.  Itu ternyata tujuan kalian.  Kalian hendak menarik habis energi kehidupan semua makhluk hidup yang terkurung dalam sangkar besar ini ke dalam bentuk energi listrik, kemudian menggunakan energi itu untuk membumihanguskan seluruh permukaan bumi dalam rangka pemusnahan umat manusia.  Tetapi, Fog justru memanfaatkan ambisi kalian itu demi menciptakan ‘Serum Keabadian’.”


Ujar Kaiser sembari memandang rendah ke arah dua musuh di hadapannya itu.


“Apa yang…”  Volt jadi tampak kebingungan dengan ucapan Kaiser tersebut.


“Kalian tidak paham?  Kalian selama ini hanya dimanfaatkan oleh orang yang selama ini bersembunyi di balik layar itu demi mencapai tujuannya.  Sungguh menyedihkan!”


“Tentu saja aku tahu dari teman-teman pohonku yang sudah memberitahuku.  Ah, ah, sungguh menyedihkan!  Padahal jika kalian diam saja dan menunggu 114 hari lagi sesuai keinginan Raging Fire, itu akan lebih efektif menciptakan kehancuran umat manusia.”


Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Kaiser pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


Dia lantas berujar,


“Area Heal.”


Dalam sekejap, alat itupun berhasil terhentikan, tidak, tepatnya tereset kembali ke kondisi awalnya sebelum proses pengaktifan.  Sangkar listrik yang sedari tadi memerangkap Kota Jakarta itu pun akhirnya menghilang.  Kota Jakarta berhasil terselamatkan.


Sebelum sempat terkena efek balik momentum magnet yang dihasilkan oleh kumparan listrik yang menghasilkan Gaya Lorentz tersebut, Kaiser dengan sigap menyelamatkan sandra yang terjebak di dalam Instrumen Tujuh Dosa itu.


Dengan demikian, sandra juga berhasil terselamatkan.


“Tidak, mengapa rencana yang sudah kususun dengan matang ini gagal?”  Ujar Volt yang terkungkung dalam keputusasaannya.


“Tuan.”  Dalam keadaan lemah itu, Metalia lantas merangkak sedikit demi sedikit menggapai keberadaan seseorang yang dipanggilnya Tuan itu.


“Ah, sungguh menyedihkan!”  Melihat pemandangan yang kelam itu, Kaiser, tidak, Avatar Healer dalam wujud Kaiser itu pun merasa iba kepada ketulusan perjuangan Metalia dan Volt tersebut.


Namun,


“Sraaaak!”


Kaiser tepat menusuk Metalia di core-nya sehingga Metalia pun musnah menjadi debu yang bertebaran di udara.


Kaiser kemudian mengeluarkan alat aneh berupa pistol dengan moncong yang besar miliknya itu lalu menyedot semua debu sisa-sisa Metalia.


“Tidak, Metalia!”  Melihat kematian Metalia tepat di hadapannya, Volt pun tak memiliki lagi semangat hidup lagi.


Kaiser kemudian menatap tajam ke arah Volt dan Volt pun walau tak dapat langsung melihat tatapan tajam yang tersembunyi di balik helmetnya itu, dia dapat merasakannya dari aura dingin yang dipancarkannya.


Barulah Volt sadar apa yang baru saja diucapkan Kaiser, tidak, Avatar Healer dalam wujud Kaiser tersebut.


“Tentu saja aku tahu dari teman-teman pohonku yang sudah memberitahuku.”


“Area Heal.”


“Kamu, mana ada manusia yang bisa berbicara dengan pohon?  Juga Area Heal, bukankah itu jurus pamungkas Healer?  Apakah kamu berhasil menangkap avatar licik itu?  Tidak, aku sama sekali tidak bisa membayangkan bahwa ada manusia yang dapat mengalahkannya, bahkan Freeze sebagai avatar yang dirancang terkuat pun, kalah terhadap kelicikannya.”


Volt terdiam.  Dia membatu.  Dia seakan baru menyadari hal terpenting yang dilupakannya.  Suatu hal yang lebih logis dalam menjelaskan segala kejadian tadi.


“Kak Bomber…!  Apakah Kakak baik-baik saja?”  Tiba-tiba Adrian datang dari luar dan mendekat ke arah mereka berdua.


“Mungkinkah kamu…Healer!”


“Sraaaak!”


Tepat Volt mengucapkan kata ‘Healer’, monster avatar yang menyamar sebagai Kaiser itupun menusuk core-nya sehingga Volt pun musnah menjadi debu.  Sekali lagi, Kaiser menggunakan alat anehnya itu untuk menyedot sisa-sisa debu milik Volt.


Seseorang dengan wajah Kaiser itupun lantas menatap Adrian dengan jeli.  Dia sempat curiga jikalau Adrian mendengarkan ucapan Volt barusan.


“Ada apa, Kak Kaiser?  Kenapa diam saja?”  Tanpa tahu apa-apa, Adrian pun berucap dengan polosnya.


Namun, karena sikap Adrian yang seperti biasa itu, Avatar Healer pun yakin bahwa rahasianya belumlah terungkap.  Dengan demikian, rencana Avatar Volt dan Metalia pun berhasil digagalkan.


Sayangnya, tidak semuanya berjalan dengan baik.  Adrian yang sempat lupa terhadap keberadaan para sandra di setiap ketujuh Instrumen Tujuh Dosa tersebut, baru menyadari bahwa selain korban yang diselamatkan oleh Kaiser, keenam korban lainnya tidak dapat terselamatkan dan meregang nyawa.


Kemudian dengan energi kehidupan keenam sandra yang berhasil terekstrak oleh Instrumen Tujuh Dosa itu, Fog pun berhasil mencapai tujuannya.  ‘Serum Keabadaian’ untuk mencegah klannya mengalami penghancuran tolakan gaia tersebut pun, berhasil tercipta.


Melihat Adrian yang sedih karena akibat kelengahan dan kelemahannya, keenam sandra lainnya tak mampu terselamatkan, Kaiser pun menyemangatinya.


“Kamu sudah berjuang dengan baik, Adrian.”  Ujar Kaiser dengan senyum ramahnya yang terlihat begitu tulus itu.


“Kali ini, kamu berhasil mencapai tujuanmu.  Tapi tunggu saja, karena aku pasti akan menggagalkannya.  Untuk sekarang, aku tampaknya harus fokus kepada Fog, tidak, tepatnya Freeze ya.  Skema yang dilakukannya di balik layar lebih mengganggu dari yang kuperkirakan.”  Gumam Kaiser dalam hati.