101 Avatars

101 Avatars
62. Pertarungan yang Dibawakan oleh sang MC Carnaval



“Hah, mengapa tiba-tiba?”  Judith serta-merta berdiri sembari memukul meja lantaran perkataanku yang terlalu tiba-tiba barusan.


Aku pun menambahkan, “Jadi, Zio yang adiknya Andina, tidak layak jadi temanmu?”


“Bukannya begitu.  Boleh saja sebenarnya.  Asal Zio juga berkenan.”  Dengan ala-ala tsunderenya, Judith pun menjawab.


Jawabannya itu seketika direpon oleh Zio dengan senyuman ala pangeran, “Terima kasih, Judith.  Mohon kerjasamanya ke depan.”


Kulihat pipi Judith sedikit memerah.  Apakah itu karena Zio agak ganteng dan sebaya dengannya, walaupun kalah ganteng denganku sih, sehingga Judith seketika naksir padanya?  Tetapi bagaimana pun, ini adalah hal yang baik.  Kuharap dengan punya teman sebaya, Judith dapat segera melangkah maju menghadapi traumanya.  Tidak hanya Judith, begitu pula dengan Zio yang harus kehilangan ayah dan kakaknya sekaligus pada malam bencana itu.


Tetapi lebih daripada itu, sebenarnya justru aku sendiri-lah yang terlalu terperangkap pada masa lalu sehingga merupakan orang yang paling cocok dengan nasihat itu sendiri.  Namun, aku pikir aku hanya dapat melangkah maju setelah menghabisi Freeze sialan itu dengan kedua tanganku sendiri sebagai pelaku yang telah membunuh kakakku Faridh.


Setelah sarapan, aku pun mulai berpatroli di sekitar taman kota, berharap mungkin Sticky Girl akan muncul kembali.  Tentu saja setelah lebih dahulu aku pura-pura keluar lewat RS Dewantara Group untuk mengelabui polisi yang sedang patroli di sana.  Tampak setelah keluar dari rumah sakit, polisi tidak lagi mengawasiku.  Tetapi aku tetap harus waspada untuk menjaga segala kemungkinan.


Aku berjalan-jalan di sekitar taman kota untuk melakukan pengawasan.  Di luar dugaan, Sticky Girl tidak muncul, tetapi malah muncul monster avatar lain.  Bisa dibilang, monster avatar yang muncul kali ini cukup spesial karena dia bukan avatar pemain, melainkan avatar milik sistem, layaknya Dream.  Dialah avatar bernomor 101, Avatar Carnaval.


Jika dia sama sekali bukan avatar pemain, aku penasaran, apakah dia juga membunuh dan memimik manusia untuk memperoleh kesadarannya seperti halnya para avatar petarung?  Masih banyak misteri mengenai monster avatar yang belum kuketahui.


Tetapi apa ini?  Dia bukannya berbuat kerusakan di taman kota, malah menyamar jadi pesulap dan menghibur orang-orang?  Apa yang harus kulakukan jika seperti ini?  Akankah aku harus masuk ke sana dan tiba-tiba menodongkan senjata padanya?  Kalau seperti itu, aku hanya akan merusak nama baik Pahlawan Darah Merah sebagai rekannya dan bisa saja dimanfaatkan oleh monster avatar yang menyamar di kepolisian itu untuk menjatuhkan kami.


Mengalahkan monster avatar adalah penting, tetapi menjaga citra di depan publik tidak kalah pentingnya.  Sekarang, suasananya tidak tepat untuk menerobos ke sana.


Aku pun lantas hanya turut menunggu di atas pohon dekat situ bersama dengan lusinan drone milik Mr. Aili sampai keadaannya menjadi lebih sunyi.


Akan tetapi, aku tampaknya tidak perlu terlalu lama menunggu.  Sang monster avatar pesulap lainnya, Mistique, turut muncul di tempat kejadian.  Mungkin karena tidak senang Carnaval mencuri identitasnya sebagai avatar pesulap kali ya, makanya dia muncul?  Apapun itu, ini adalah perkembangan yang baik.


Tidak butuh waktu lama bagi orang-orang untuk segera menyadari bahwa sosok yang membuat keributan dan sosok yang saat ini mereka tonton aksi sulapnya itu adalah sama-sama monster avatar.  Kerumunan pun seketika berhamburan menghindari kedua sosok makhluk non-manusia tersebut.


“Kurang ajar kau, Carnaval!  Mengapa kau mencuri identitasku sebagai avatar pesulap?!  Dan apa-apaan ini?!  Sebagai yang palsu, kenapa penontonmu jauh lebih banyak?!  Hentikan semua itu!  Hanya aku satu-satunya avatar yang seharusnya bermain sulap!”  Teriak Mistique dengan keras terhadap Carnaval.


Ternyata dugaanku tepat.  Mistique muncul di sini perihal iri.  Tetapi bagaimana pun juga, aku tetap tidak dapat terbiasa dengan penampilannya yang norak itu dengan dibalut pencampuran warna tidak estetik antara pink, ungu, dan hitam.  Makanya, semasa Hoho game dulu, aku lebih memilih menggunakan Avatar Jack Tornado daripada avatar norak itu, walaupun memiliki spek yang lebih baik.


Kudengar, Carnaval pun merespon provokasi Mistique itu, “Ah, aku tidak bermaksud seperti itu.  Aku hanya melihat anak-anak itu sedang menangis.  Jadi aku ingin mencoba untuk menghibur mereka saja dengan atraksi sulapku.”


Memanfaatkan mereka yang lengah lantaran berdebat antarsesama, aku serta-merta memberikan serangan dadakan melalui serangan pedang Crusader andalanku.


“Slash.  Slash.”


Tebasanku berhasil mengenai Mistique, tetapi Carnaval dapat menghindarinya dengan indah dengan meloncat ke atas pohon.  Setelah itu, hal yang tak terduga pun terjadi.  Suasana di sekitarku mendadak berubah menjadi pemandangan dunia karnaval.  Sama halnya dengan Dream yang tiap kali memimpin suatu pertarungan, membawa para avatar petarung ke dunia dongeng, kali ini yang muncul adalah Carnaval dengan dunia karnavalnya.


Tiba-tiba, Carnaval pun berteriak layaknya sedang menyajikan suatu acara sebagai MC, “Para hadirin sekalian.  Selamat datang di pertarungan antara Arjuna melawan Mistique.  Pastikan Anda berada di jarak yang aman sewaktu menonton pertarungan.”


Kulihat, kerumunan yang telah berhamburan dari taman akibat kemunculan kedua sosok monster avatar itu, ditarik paksa kembali oleh kekuatan magis Carnaval menuju ke tempat semula.  Mereka ditarik dan dipaksa duduk dalam suatu kursi yang terbentuk di dunia karnaval.  Seakan ada lem di kursi mereka, mereka sama sekali tidak dapat lari dari tempat itu.


Daripada teriakan sorakan, yang muncul dari para tawanan di bangku penonton itu adalah suara histeris dan tangisan, terutama anak-anak yang ketakutan karena berhadapan dengan suatu hal yang tidak biasa.


Aku ingin segera mengalahkan keduanya, tetapi tampaknya Carnaval memiliki kemampuan spesial yang diwarisi dari sistem sehingga untuk saat ini, aku tidak bisa menyentuhnya.  Sama seperti di dalam game, violation kepada wasit atau juri adalah dilarang dan jika dilanggar, maka akan ada hukuman dari sistem.


Tiada yang akan tahu bagaimana aturan tersebut akan berdampak ke dunia nyata.  Untuk saat ini, mari berfokus untuk mengalahkan Mistique yang ada di depanku sembari memikirkan cara bagaimana terbebas dari dunia karnaval ini yang mutlak selalu memberikan keuntungan pada Carnaval.


Akan tetapi, kekhawatiranku pun muncul karena jika di dalam game, suatu avatar yang kalah dalam dunia di bawah kendali avatar sistem maupun sistem itu sendiri jika dalam mode tutorial, maka akan ada kekuatan restorasi sistem yang secara otomatis memulihkan kembali kondisi avatar seperti semula.


Jangan bilang ketika aku mengalahkan Mistique, dia hanya akan tetap hidup kembali seperti semula?  Namun untuk saat ini, bukan saat yang tepat untuk memikirkannya.  Aku harus bertarung melawan musuhku yang ada di depan itu.


Namun, tidak seperti di dalam game, penonton di sekitar kali ini adalah manusia nyata dan bukannya makhluk virtual tanpa wajah yang disediakan oleh sistem.  Aku harus berhati-hati dalam mengeluarkan serangan sembari juga mengawasi serangan lawan agar tidak mengenai para sandera yang disamarkan sebagai penonton ini.  Mutlak pertarungan ini akan lebih banyak menguras tenaga baik secara mental maupun fisik.


Sebelumnya, aku telah bertarung melawan Chainsaw, tipe avatar bernomor 40-an.  Aku juga sebelumnya telah membantu Kak Kaiser melawan Saber, tipe avatar bernomor 20-an.  Dengan Crusader di tanganku, seharusnya aku telah power-up dan mampu mengalahkan avatar bernomor 30-an di hadapanku ini, avatar bernomor seri 30, Avatar Mistique.


Avatar bernomor 30-an memiliki ciri-ciri serangan yang sangat agresif dengan impak yang luar biasa.  Untunglah, daya ledak serangan mereka lebih lemah dari seri nomor avatar di atas mereka.  Dan untuk Mistique, aku harus berhati-hati pada tembakan kartunya yang cepat yang dibarengi oleh gerakan tipuannya nak sulap.  Dalam sekejap mata, dia bisa saja langsung berdiri di hadapanku lantas menggorok leherku.


Pertama-tama, akan kuaktifkan side avatar Hard sebagai armor, kemudian kekuatan holy light Crusader di tingkat minimal untuk mencegah ilusi mata Mistique sembari mempersiapkannya untuk menyerang.  Lalu sebagai kombinasi terakhir, penajaman indera pendengaran oleh side avatar Sly Dark untuk memprediksi arah datangnya serangan musuh.


Ini menguras cukup banyak MP, tetapi ini adalah opsi yang optimal untuk bertarung menghadapi lawan yang selalu sembunyi-sembunyi menyerang.