101 Avatars

101 Avatars
33. Kaiser vs Saber



“Kau, kau membantai kami, padahal kami tidak berbuat apapun!  Kamulah penjahatnya di sini dan akan kutegakkan keadilan itu buat Riri!”  Dengan dikuasai amarah, Saber menghujat Kaiser yang sedang dalam wujud Bomber-nya.


“Hah, apa aku tidak salah dengar?  Lantas ke mana ketiga cewek gamer asli yang kalian mimik itu?  Juga, bagaimana dengan para mahasiswa di tempat ini yang bisa saja tewas akibat seranganmu barusan?”  Namun, Kaiser segera menepis perkataan Saber itu.


“Mereka sama bersalahnya yang hanya menonton dari kejauhan sembari merekam lewat smartphone mereka dengan pandangan menghakimi sewaktu Riri tewas karena dibantai olehmu!  Mereka semua pantas mati!”


“Saber, otakmu turut konslet setelah menerima doping itu rupanya.”  Dengan tatapan bengis yang tertutupi oleh helmetnya itu, Kaiser memandang hina sosok monster bernama Saber.


Kaiser pun maju menerjang sang monster dengan pedang Enigma di tangannya.  Berbeda dengan pertarungan melawan Jack Tornado sebelumnya di pusat kota yang di antarai gedung-gedung yang memang dirancang kokoh untuk mencegahnya hancur walaupun tertabrak helikopter sekalipun, di pertarungan kali ini, Kaiser berada di bangunan yang rawan ambruk.


Bahkan serangan rudal pertamanya yang diarahkan Kaiser untuk menyelamatkan Adrian sebelumnya yang sebenarnya jauh ke atas udara, telah mampu memberikan kerusakan yang sangat parah pada bangunan-bangunan tersebut padahal hanya sekilas terkena momentum serangannya saja.


Kaiser praktis harus menyegel serangan rudalnya untuk saat ini dan bergantung pada pedang Enigma-nya.  Kaiser, tidak, Avatar Healer yang memimik Kaiser tersebut, tentu bisa saja menyerang membabi-buta demi menjamin kemenangannya.  Hanya saja, tekad Kaiser yang asli yang berjiwa keadilan begitu tinggi yang terpatri di dadanya itu, tidak mengizinkannya melakukan hal demikian.


Dia melakukannya bukan karena iba kepada manusia, melainkan hanya melanjutkan tekad kuat Kaiser yang asli tersebut.  Setidaknya, itu yang coba Avatar Healer sugestikan pada dirinya sendiri.


“Slash!  Clang!  Clang”  Suara adu pedang terdengar melantunkan nada statis yang berirama.


Adu kekuatan pun berlangsung antara pedang Enigma Kaiser yang berukuran sedang dengan kemampuan pemulihan materi terhadap pedang Saber yang berat dengan durabilitas yang tinggi.


Jika itu pertarungan yang adil, maka pasti tidak diragukan lagi Kaiser yang akan menang karena perbedaan pengalaman bertarung serta seri nomor avatar mereka yang jauh berbeda.  Sayangnya, ada sosok lain saat itu, tidak, tepatnya sosok-sosok lain karena jumlah mereka ada berdua yang sedang mengintai pertarungan itu di tempat yang berbeda-beda.


Konstentrasi Kaiser pun terpecah.  Di samping harus bertarung dengan Saber, Kaiser harus turut mengawasi pergerakan kedua sosok tersebut.  Entah apa yang akan mereka lakukan di tengah Adrian yang pingsan masih dalam proses penyembuhan.  Ditambah lagi, Saber saat ini menggunakan doping sehingga kekuatannya meningkat drastis.


Di saat itulah,


“Traaaaak!”


Kaiser lengah dan berhasil terhempas oleh tendangan Saber.


Saber mengangkat tinggi-tinggi pedangnya dengan kedua tangannya untuk menggunakan segenap kekuatannya menebas Kaiser.  Akan tetapi, Kaiser berhasil menghindari serangan itu dengan segera mengganggu keseimbangan dirinya sendiri sehingga dia mampu berguling ke kanan.


Namun, sebelum posisinya berhasil sempurna kembali, Saber dengan cepat menendang belakang badan Kaiser sehingga Kaiser tersungkur ke tanah.  Tetapi, Kaiser segera membalas serangan itu dengan menggoyahkan kedua tumit Saber dengan kaki kirinya kemudian dia memanfaatkan ketidakseimbangan sementara Saber itu untuk segera mengambil jarak darinya.


Saber kembali berlari menerjang Kaiser sembari mengayunkan pedang padanya.  Namun, Kaiser memanfaatkan Saber yang tidak sedang dalam posisi defensifnya itu untuk segera pula mengaktifkan Tinju Bomber-nya yang rupanya tepat mengenai ulu hati Saber.  Akan tetapi, hal itu juga harus dibayar oleh Kaiser dengan tergoresnya lengan satunya.


Namun, ada hal yang aneh pada luka tersebut.  Kaiser tidak dapat menyembuhkannya, padahal sejatinya dia adalah monster avatar Healer yang berspesialisasi pada penyembuhan luka.


Sama seperti Freeze yang mengembangkan kemampuan mind control-nya setelah berada di dunia nyata, Saber pun berhasil berevolusi mengembangkan kemampuan baru, kemampuan memberikan luka yang tak dapat disembuhkan.


Sesaat kemudian, pertarungan kembali berlanjut dengan Saber mengungguli Kaiser.


***


“Ukh, kepalaku.”  Aku yang baru tersadar dari pingsanku, langsung merintih kesakitan.


Pemandangan yang pertama kali kulihat ketika kutersadar, adalah sekumpulan ulir-ulir putih yang mengelilingi tubuhku.  Tampaknya, setelah beristirahat di dalam ulir-ulir putih milik side avatar Kak Kaiser ini, HP-ku telah terisi 100 persen kembali.  Tetapi apa ini?  MP-ku turut meningkat dengan kecepatan 10 kali lipat dari normalnya?


Seharusnya side avatar Spring Rosella milik Kak Kaiser hanya memiliki kemampuan healing yang meningkatkan jumlah HP.  Kemampuan healingnya seharusnya tak dapat turut meregenerasi MP.  Satu-satunya avatar yang memiliki kemampuan healing MP hanyalah Avatar Healer saja.  Apa yang sedang terjadi di sini?


Aku pun bergumam tanpa sadar setelah terjebak ke dalam imajinasi liarku sendiri.


Namun, tanpa sempat memikirkannya lebih jauh, dengan kesadaranku yang kian pulih, aku akhirnya dapat kembali mengamati keadaan sekitar.  Dan kulihatlah pemandangan itu, Kak Kaiser tersungkur jatuh, terdesak oleh Saber.


Ini tidak bisa dibiarkan.  Aku harus segera membantunya.


Dengan HP-ku yang sudah terisi full dengan MP yang sudah mencapai 77 persen, mutlak kondisiku sudah cukup baik untuk bisa kembali bergabung ke dalam pertarungan.


Aku pun melayangkan panah-panah listrikku untuk mengganggu konsentrasi Saber dalam menyerang.  Namun, tampak kondisi Kak Kaiser tidak seperti biasanya.  Dia tampak kelelahan.  Oleh karena itu, aku pun berinisiatif ke sana untuk segera menarik Kak Kaiser dari pertarungan.


Kuaktifkan side avatar Sly Dark-ku bersamaan dengan Hard.  Aku terbang secepat yang kubisa dengan mengoptimalkan penggunaan radar simulasi Sly Dark untuk memprediksi berbagai serangan yang mungkin akan dilakukan oleh Saber sehingga aku dapat sedari awal menghindarinya.


Dengan gesit, aku akhirnya dapat menghindari serangannya itu yang persis sama ditunjukkan oleh simulasi nomor 7 dari kelima belas simulasi yang ditunjukkan oleh Sly Dark tersebut.


Kakiku sempat bertumbukan dengan pedangnya karena aku telat beberapa milisekon bermanuver sembari menarik Kak Kaiser bersamaku.  Untunglah, kekerasan Hard mampu mengimbangi kerasnya pedang Saber.


“Ouch!”


Setidaknya itu yang kupikirkan beberapa detik yang lalu.  Dengan cepat, rasa sakit akibat tumbukan itu akhirnya terasa yang membuatku berteriak sejadi-jadinya.  Walaupun Hard sempurna melindungi kakiku, namun benturannya dengan pedang Saber membuatnya bervibrasi yang mengirimkan sedikit energi benturan menjalar ke tulangku.


“Kak Bomber, bertahanlah!”  Aku yang tak dapat mengendalikan rasa khawatirku itu pun berteriak sangat keras, berharap Kak Kaiser baik-baik saja.


“Ah, Arjuna.  Maaf telah memperlihatkan sisi lemahku padamu.”


Sesaat, kudengar suara Kak Kaiser dari balik helmetnya terasa begitu sendu.  Akan tetapi tidak lama setelah itu, Kak Kaiser kembali berujar,


“Bisa kamu pinjamkan sedikit MP-mu padaku?  Aku punya strategi untuk mengalahkan Saber yang telah berevolusi itu.”


Begitulah seharusnya mentorku.  Kak Kaiser takkan pernah putus asa di situasi bertarung tak menguntungkan bagaimana pun.  Tetapi aku yang sedikit kebingungan dengan salah satu ucapannya itu, akhirnya tanpa sadar berujar keheranan.


“Berevolusi?”  Ujarku keheranan.


“Ya, layaknya para avatar yang tersegel di dalam gelang, para monster avatar pun mampu berevolusi mengembangkan kemampuannya.  Bukankah kamu sudah melihat sendiri bagaimana side avatar Spring Rosella-ku mampu meregenerasikan jumlah MP layaknya Avatar Healer?  Itu karena dia juga sudah berevolusi.  Tapi ini cukup gawat, kemampuan yang diperoleh Saber setelah evolusi, sangat merepotkan.”


Ketimbang fokus pada inti ucapan Kak Kaiser itu, aku malah fokus pada informasi tambahan yang diberikannya.  Oh, begitu rupanya, mengapa sampai Spring Rosella turut memiliki kemampuan healing MP.  Bodohnya aku, aku malah sempat berpikir yang tidak-tidak kalau Kak Kaiser itu adalah Avatar Healer yang menyamar.


Tentu saja itu tidak mungkin karena penampilan Kak Kaiser terlihat wajar sesuai usianya.  Padahal, salah satu ciri-ciri monster avatar yang memimik manusia adalah ketidakmampuan mereka untuk menua.  Praktis jika Kak Kaiser adalah Healer yang menyamar, dia sudah pasti akan terlihat di usia layaknya lima tahun lalu.


“Maaf Kak Kaiser.”


“Apanya?”


Aku yang merasa bersalah pada Kak Kaiser yang sempat mencurigainya karena sedikit terpengaruh oleh doktrinisasi Judith lantas meminta maaf padanya.  Dapat kurasakan ekspresi bingung Kak Kaiser dari balik helmetnya tersebut setelah mendengar perminta-maafan yang tidak jelas baginya itu.


***


Satu yang tidak diketahui oleh Adrian, ulir-ulir yang menyelubungi tubuhnya sebelumnya itu berhubungan indera dengan Avatar Healer yang menyamar sebagai Kaiser tersebut.  Itulah sebabnya ketika Adrian bergumam tanpa sadar sebelumnya, Healer mampu mendengar semuanya sehingga Healer pun segera menyusun kebohongan yang bercampur fakta itu dengan alaminya untuk menipu Adrian.