Dengan dipimpin oleh Kak Kaiser, rapat kami membahas tentang penanganan ke-18 monster avatar yang tersisa dari sisa-sisa malam bencana Hoho game pun di mulai, tidak, dengan ditambahkan kemunculan avatar host, seharusnya akan menjadi 20.
Malam itu, kami fokus membahas sisa-sisa monster avatar yang sampai saat ini belum juga ditemukan identitasnya, yakni ada 6.
Pertama, avatar bernomor seri 4, Time, dengan pemegang rankernya Mr. X.
Kedua, avatar bernomor seri 6, Mecha, dengan pemegang rankernya Bosman Kaluku.
Ketiga, avatar bernomor seri 8, Healer, dengan pemegang rankernya Kak Kaiser sendiri.
Keempat, avatar bernomor seri 13, Fog, dengan pemegang rankernya ‘Tunangannya Yayang Faridh’. Entah mengapa nama pemain yang keempat ini membuat aku kesal. Bukan berarti nama Faridh hanya milik kakakku seorang.
Kelima, avatar bernomor seri 14, Remote, dengan pemegang rankernya ‘Coba Tebak Siapa?’. Uh, nama pemain yang kelima ini, tak lebih baik dari yang keempat tadi, membuatku kesal dengan cara yang berbeda.
Dan akhirnya yang keenam, avatar bernomor seri 17, Sturdy, dengan pemegang rankernya Iftar Sanjaya.
“Selama ini kita terpaku bahwa monster avatar selalu keluar secara terpisah-pisah sehingga kita dapat mengidentifikasi keberadaan mereka melalui keluarga korban yang menyadari perubahan sikap tiba-tiba keluarga mereka.” Kak Kaiser pun memulai analisanya.
“Klik.” Layar komputer besar itu pun menyala.
Kak Kaiser melanjutkan,
“Tetapi kita lupa pada kemungkinan bahwa monster avatar bisa saja keluar pada satu tempat lalu menyerang dan membunuh satu keluarga lantas bersama-sama memimik satu keluarga tersebut hingga pada akhirnya kita tidak akan dapat mengidentifikasi mereka lantaran mereka saling melindungi membuat alibi satu sama lain. Hal ini seperti halnya yang terjadi pada keluarga The Flower Sisters yang terdiri dari 3 orang kakak-beradik yatim piatu itu.”
“Klik.” Layar beralih dari slide pertama ke slide kedua.
“Dengan berdasar pada fakta itu, aku dan AI5203 bekerjasama untuk mencoba menyelidiki ulang para ranker avatar yang belum teridentifikasi identitas manusia inangnya.”
Seketika Judith lewat dengan ekspresi juteknya seperti biasa di tengah-tengah rapat kami itu. Dia dengan sigap memotong pembicaraan Kak Kaiser dengan kata-kata kasarnya seperti biasa.
“Kenapa kalian mesti repot-repot? Bukankah di sini ada satu ranker avatar yang identitas inangnya belum diketahui? Pasti orang inilah identitas asli Avatar Healer.” Ujar Judith seraya tepat menunjuk wajah Kak Kaiser dengan jari telunjuknya secara tidak sopan.
Aku hanya dapat menepuk mukaku, malu sendiri akan perbuatan Judith pada kakaknya. Tentu saja tetap ada batas candaan yang dapat diutarakan walaupun itu kepada saudara kandung sendiri. Apalagi di situasi di depan umum seperti ini. Judith, kali ini kuakui kamu sudah kelewat batas kepada Kak Kaiser.
Namun, kulihat Kak Kaiser hanya menanggapi ujaran Judith itu seolah Judith hanya bercanda. Kak Kaiser balas tersenyum ramah nan penuh sayang kepada Judith lantas membelai-belai kepalanya dengan lembut.
“Duh, anak ini.” Ucap kak Kaiser sembari tersenyum dan membelai-belai rambut Judith.
Tetapi apa ini? Mungkin selama ini aku kurang memperhatikannya. Jika dilihat sekilas oleh orang yang tidak mengenal Judith dengan baik, dia mungkin akan berpikir bahwa anak itu sangat jijik dan murka terhadap kelakuan orang yang ada di depannya itu. Tetapi, aku yang telah mengenal Judith selama hampir 2 bulan ini, tahu betul bahwa itu adalah ekspresi tsundere-nya.
Apa ini? Walau dia selalu bilang benci pada Kak Kaiser, nyatanya, dia sangat menyayangi kakaknya itu.
Rupanya, Judith tidak lebih hanya seorang gadis polos yang tsundere.
Setelah Judith pergi kembali ke kamarnya untuk tidur, kami pun melanjutkan rapat kami.
“Ehem… Ehem… Maaf tadi ada sedikit gangguan dari adikku.”
Namun kami semua yang tersisa di ruangan itu hanya menanggapi perminta-maafan Kak Kaiser dengan canda tawa.
“Baiklah, kita kembali masuk ke pembahasan. Sayangnya, kita belum mengetahui identitas asli dari ranker avatar Time, Fog, dan Remote, perihal mereka yang menggunakan nama samaran di Hoho game. Oleh karena itu, penyelidikan kami hanya terfokus dari dua Ranker yang tersisa, yakni Pak Bosman Kaluku dan Iftar Sanjaya.”
Kak Kaiser lantas terdiam sejenak, terlihat ragu untuk mengutarakan sesuatu. Sesuai dugaan, Kak Kaiser ternyata mengambil hati ucapan Judith barusan. Ah, Judith itu. Jika dia memang menyayangi kakaknya, mengapa juga dia tidak jujur saja, malah mengambil jalan memutar.
“Tentu saja, aku yang sebagai Ranker Healer tetap harus menjadi tersangka, namun karena aku tidak mungkin menyelidiki diriku sendiri, maka masalah mengenai investigasi Kaiser Dewantara, kuserahkan pada kalian semua.” Ujar Kak Kaiser tampak sendu.
Tentu saja, tak ada satu pun dari kami di ruangan ini yang akan mencurigai Kak Kaiser sebagai Avatar Healer.
“Klik.” Sekali lagi alat berbunyi, lalu layar komputer menampilkan gambar selanjutnya.
Dengan cepat, Kak Kaiser kemudian mengganti gear-nya dan kembali ke dalam mode presentasinya.
“Dari penyelidikan itu, akhirnya kami menemukan fakta yang menarik dari keluarga Pak Bosman Kaluku. Tentu orang ini kalian sudah kenal dengan baik karena dia adalah pemegang skor jumlah kemenangan tertinggi keempat di Hoho game dengan Avatar Mecha-nya, sekaligus peraih popularitas tertinggi kesembilan di internet berkat strateginya yang unik dengan memanfaatkan kekuatan uangnya melalui penggunaan Instrumen Tujuh Dosa.”
Kak Kaiser berbicara begitu, tetapi nyatanya semua orang di sini tahu siapa peraih gelar pertama di Hoho game baik masalah skor jumlah kemenangan maupun popularitasnya di internet.
“Pak Bosman memiliki seorang istri dan seorang anak laki-laki. Dia adalah orang yang kaya raya yang memiliki banyak bisnis, walaupun sebagian besar adalah bisnis kasino ilegal. Setelah diselidiki, ternyata Pak Bosman tidak hanya menggunakan Avatar Mecha di akunnya, tetapi juga Time, Sturdy, dan Thief. Kita abaikan persoalan Time karena rangking-nya saja di avatar itu tidak masuk sepuluh besar. Tetapi coba lihat kedua yang lainnya.”
“Klik.” Sekali lagi alat berbunyi dan menampilkan gambar selanjutnya.
Dapat kulihat di layar bahwa penggunaan Avatar Time-nya hanya berada pada rangking 22, sangat jauh dari ideal untuk dilirik para avatar dari dunia virtual. Tetapi tidak untuk Sturdy dan Thief. Masing-masing dari mereka adalah rangking kedua.
Namun, jika kita perhatikan dengan seksama skor jumlah kemenangannya, nilai tersebut sebenarnya jauh lebih besar daripada pemilik gelar ranker untuk Sturdy dan Thief sendiri.
Dia di posisi kedua hanya karena aturan yang tidak membolehkan ranker avatar dipegang oleh pemain yang sama sehingga jika ada pemain yang memperoleh skor tertinggi di lebih dari satu avatar, maka pemain tersebut hanya akan menyandang gelar ranker untuk avatar yang bernomor lebih kecil.
“Tidak ada aturan pula yang menyatakan bahwa avatar hanya bisa keluar pada kapsul yang berbeda-beda. Bagaimana seandainya Mecha, Sturdy, dan Thief keluar pada kapsul yang sama lantas menyerang dan membunuh sang pemilik kapsul beserta keluarganya, lalu menyembunyikan mayat mereka setelah memimik wajah masing-masing dari anggota-anggota keluarga tersebut?” Ujar Kak Kaiser dengan nada bertanya.
“Tidak akan ada yang tahu bahwa keluarga tersebut telah digantikan oleh para monster avatar. Apalagi ada laporan tambahan yang mengatakan bahwa Pak Bosman sekitar 5 tahun yang lalu, pasca malam bencana Hoho game, mulai bertingkah aneh dengan mendirikan pabrik rahasia yang tak seorang pun diperkenankan mengaksesnya ke dalam.” Kak Kaiser pun berujar dengan wajah penuh yakin seolah-olah telah memecahkan sebuah misteri.