
Leo tertawa dalam hatinya, mamanya benar benar salah paham.
"Mama jangan ngaco, mama tau dari mana?" tanya Leo lagi.
"Tadi mama menciduknya saat mereka bertelepon. Papamu bahkan dengan beraninya menggunakan nama yang mama idamkan pada anak selingkuhannya itu" Sita semakin menangis.
Bukannya meredakan tangis mamanya, Leo dengan isengnya malah menyiramkan minyak ke api amarah mamanya.
Terdengar suara hela nafas Leo, membuat Sita semakin meraung. "Cepat atau lambat mama memang harus tau semua kelakuan papa selama ini" katanya.
Sita merasa aneh mendengar kata kata dari Leo. "Kenapa kamu tidak terkejut mendengar perselingkuhan papa kamu? Apakah kamu sudah tau sebelumnya?" tanya Sita menerka.
"Maaf ma" hanya itu kata yang terucap dari bibir Leo yang terdengar penuh penyesalan.
Sita semakin menangis dan marah. "Siapa perempuan itu? Katakan pada mama, biar mama mengulitinya. Dasar pelakor" katanya penuh amarah.
"Apa mama yakin ingin mengulitinya? Dia sangat cantik" kata Leo lagi.
Mendengar bahwa perempuan saingannya sangat cantik membuat Sita merasa insecure. Padahal dia selalu melakukan perawatan agar suaminya betah dengannya.
Leo melanjutkan penjelasannya mengenai perempuan yang mamanya kira adalah selingkuhan papanya. "Dia adalah adik tingkatku dulu saat kuliah di IITC. Dia perempuan yang sangat cantik dan baik hati. Dia tiga tahun lebih muda dariku tapi karena dia pintar dia bisa setahun dibawahku. Dulu sebelum bersama Amora, Leo menyukainya dan mengejarnya. Tapi sayangnya dia menolakku berkali kali" kata Leo tidak sepenuhnya berbohong.
Sita merasa perempuan saingainnya ini sangat berat sampai Leo pun pernah mengejarnya. "Mama akan menemuinya dan memberikan banyak uang agar dia pergi dari papamu. Masalah anaknya, dia tidak salah apa apa dan mama bisa membesarkannya dengan penuh kasih sayang" saut Sita mencoba berbesar hati dan putus asa.
Leo semakin tertawa dalam hatinya tapi dia juga merasa bangga terhadap ibunya yang tidak menyalahkan anak yang terlahir dari orang tua yang menyimpang. "Percuma ma, uangnya bahkan lebih banyak dari seluruh harta kita" jelas Leo lagi.
"Jadi apa yang harus mama lakukan? Aku tau papamu memang sangat berkarisma hingga wanita muda sepertinya bisa kepincut tapi kan bagaimana pun papamu adalah suami mama" kata Sita mulai menangisi takdirnya lagi.
Leo hampir muntah mendengar bahwa papanya sangat berkarisma menurut mamanya. "Cih bucin" katanya dalam hati.
"Cobalah untuk mendengar penjelasan papa" saran Leo.
"Iya benar, kalau dia memang perempuan baik seperti yang kamu katakan, dia pasti tidak akan merusak hubungan pernikahan orang lain bukan?" tanya Sita.
"Iya ma, sekarang coba buka pintunya dan bicara dengan papa. Tangan papa pasti sudah sakit" jawab Leo.
Mereka berdua mengakhiri telepon dan Sita mempersiapkan hatinya untuk menerima penjelasan suaminya. Sita membuka pintu kamar dengan wajah yang sembab dan air mata yang belum kering.
Yudha terjatuh ke lantai karena tidak siap dan tidak menyangka bahwa Sita akan membuka pintu jadi sebelumnya dia bersandar di pintu hingga saat Sita membukanya dia terjatuh.
Yudha berdiri lalu memeluk istrinya, Sita semakin menangis dalam pelukan suaminya. Sita juga memukul dada suaminya tapi Yudha tetap diam dan berusaha menengkan dengan mengusap punggungnya. Anaknya kena skandal bersama Friday walaupun di berita tidak disebutkan lelaki yang bersama Friday tapi dia tau itu anaknya. Dan sekarang dia mendapati bahwa suaminya punya perempuan simpanan dan bahkan telah memiliki anak. Ironis.
"Udah cukup nangisnya? Kalau belum biar papa tunggu" kata Yudha dan menuntun Sita duduk di sofa yang berada di kamar mereka.
Yudha masih menunggu hingga Sita benar benar berhenti menangis agar dia bisa menjelaskannya dengan baik. Sita pun berusaha menegarkan hatinya dan menahan tangisannya. Tapi entah kenapa air matanya masih saja mengalir.
15 menit menunggu akhirnya Sita menghentikan tangisannya. Yudha bertanya kembali jika istrinya sudah siap menerima penjelasan darinya dan diangguki oleh Sita.
"Pertama, papa tidak pernah selingkuh. Istri papa satu satunya hanya mama. Papa tidak pernah melirik wanita lain" jelasnya lagi.
"Tapi yang..." Sita menyela tapi langsung ditatap tajam oleh Yudha. Sita langsung berhenti protes karena tadi mereka sudah sepakat jika Sita tidak boleh menyela saat Yudha menjelaskan.
"Jadi mama salah paham dan dengarkan dulu agar papa bisa meluruskan semuanya. Grant bukanlah anak papa tapi anak Louis" jelasnya lagi.
"Apa? Jangan melimpahkan kesalahanmu pada Louis. Akui saja, mama tidak akan marah. Astaga kenapa kalian semua jahat. Papa yang selingkuh tapi melimpahkan kesalahan pada Louis. Louis sekarang malah tidur dengan tunangan sepupunya. Bahkan Friday yang ku kenal ternyata tidak baik" kata Sita tanpa jeda.
Yudha hanya memejamkan matanya dan mengontrol emosinya. Ini yang paling tidak dia sukai dari istrinya. Sita sangat susah diajak komunikasi jika sudah seperti ini, dia tidak memberikan kesempatan lawan bicaranya untuk menjelaskan.
"Cukup. Mama dengarkan saja dulu. Friday dan Louis tidak seperti yang mama pikirkan. Berikan papa kesempatan untuk menjelaskan, okay?" kata Yudha dengan tegas membuat Sita terdiam.
"Papa mulai dari mana ya, astaga kenapa aku pulak yang repot?" gerutu Yudha.
"Louis kenapa bisa pergi ke hotel bersama Friday? Apakah mereka sudah...." Sita kehilangan kata katanya.
Yudha mengangguk.
"Tidak hanya sekali" jawab Yudha.
"Sudah berapa kali?" tanya Sita penasaran.
"Kalau berapa kali papa tidak tau, yang pasti sudah lebih dari 2 kali" jawab Yudha.
"Dari mana papa tau?" tanya Sita lagi.
"Yang berhasil saja sudah 2, tambah yang kemaren dan kemarennya lagi. Pasti sudah berkali kali" saut Yudha.
"Berita tadi yang mama baca itu benar, Friday sering pergi ke hotel bersama lelaki tapi mama mesti tau bahwa semua lelaki yang bersamanya adalah orang sama" jelas Yudha.
"Astaga, makasud papa itu Louis?"
"Iya, lihat ini" Yudha menunjukkan semua foto di laman berita itu. "Bukankan semua bentuk tubuhnya sama. Itu Louis".
"Papa tau tapi kenapa tidak melarangnya?" Sita geram dengan suaminya.
"Kenapa mesti dilarang, mereka berhak melakukannya" jawab Yudha lagi.
"Ah iya, papa mau kasih tau sesuatu tapi mama tidak boleh membocorkannya kepada siapapun. Nyawa kita sedang dalam bahaya. Jadi 3 tahun lalu Friday dan Louis sudah menikah" kata Yudha. Sita terkejut, dia ingin mengatakan pendapatnya tapi Yudha menggelengkan kepalanya tidak memberi waktu padanya untuk bicara.
"Mereka sudah punya anak, namanya Grant. Waktu mama datang ke ruang kerja itu papa sedang bertelepon dengan mereka" jelas Yudha lagi. Yudha kembali membuka gawainya dan memperlihatkan banyak foto seorang anak laki laki gembul mulai dari bayi new born hingga berumur 26 bulan.
Mata Sita berkaca kaca melihat foto balita itu. Dia sangat terharu melihat cucunya.
"Dia mirip sekali dengan..." Sita yang tidak tahan menahan air matanya lagi akhirnya menangis.