
Setelah sambungan telepon terputus, Amanda menanyakan apa langkah Sunday selanjutnya, "Kasihan Alexa. Jadi apa yang akan kamu lakukan sayang?"
"Seperti yang kamu dengar lov, para anak buahku sudah bergerak membuat perhitungan kepada para lintah darat itu. Dan untuk Alexa....Aku belum tau harus bersikap seperti apa atas keputusan bodohnya ini. Sebenarnya aku kecewa. Kenapa dia tidak meminta bantuan kepadaku atau teman temannya yang lain. kenapa mesti bertindak bodoh seperti ini".
"Dia mengingatkan ku akan seseorang di masa lalu". Sunday menoleh ke arah Amanda dan tersenyum penuh arti. Hanya saja arti senyumnya hanya dia yang tau.
"Siapa?" tanya Amanda penasaran.
"Siapa? Astaga...apakah kamu tidak merasa de javu akan situasi ini lov?" kata Sunday. Dia tidak habis pikir Amanda tidak tau arah pembicaraannya.
Amanda berpikir sebentar tapi tetap tidak menemukan jawabannya. "Serius kamu ga tau lov?" tanya Sunday lagi memastikan.
Amanda hanya menggeleng.
"Mungkinkah kau sedang membicarakan tentang masa laluku?" tanya Amanda.
"Iyalah, kan ga mungkin juga aku membicarakan masa lalu si Markonah. Katamu aku yang bodoh sekarang lihatlah siapa yang sebenarnya bodoh" jawab Sunday kesal.
"Aku saja udah lupa dengan masa laluku. Katamu tadi kamu mau aku meninggalkan masa lalu agar tidak membayangi masa depan kita nanti. Tapi lihatlah sekarang kamu yang mengungkit masa lalu itu. Jadi dipastikan kamu yang bodoh" balas Amanda.
"Iya..iya kamu benar. Kamu paling pintar dan aku yang bodoh. Aku selalu lupa pasal percintaan dimana perempuan selalu benar dan bila salah maka kembali ke pasal pertama" Sunday mengalah.
"Nah begitu dong" kata Amanda dan bergeser ke arah Sunday. Dia menindih tubuh kekar itu dan mencium bibirnya sambil tersenyum. Sunday membalas ciuman itu dan memeluk erat tubuh Amanda yang berada di atas dadanya.
"I love you more" cup cup cup....kata kata romantis itu selalu terucap dari bibir sexy Amanda.
"Kamu mau apa?" tanya Amanda meningkatkan kewaspadaannya melihat gelagat Sunday yang aneh.
"Hehehe ...dia sudah berdiri. Sekali lagi ya. Sebentar saja, cuman sampe cro*ot aja" Sunday mengajak Amanda mengunjungi gua untuk melepas kecebong lagi.
"Tidak. Kita harus mengurus masalah Alexa dulu" menolak tegas ajakan Sunday. Ini pertama kalinya dia menolak Sunday.
"Dia akan baik baik saja di ruanganmu bukan? Ayolah dia bisa menunggu sedangkan si ular kadut tidak" ajak Sunday lagi pantang menyerah.
"Dia sudah terlalu lama menunggu. Lihat ini sudah lewat 2 jam. Pasti dia sangat ketakutan" ucap Amanda.
"Ya sudah, ayok mandi" ajak Sunday.
Amanda masih tidak bergerak, dia curiga dengan Sunday kenapa dengan mudahnya melepaskannya. Lihat saja expresi wajahnya yang sangat menyebalkan itu. Sepertinya dia mempunyai rencana yang sangat merugikan Amanda.
"Ayo, tunggu apa lagi? Kita mandi berdua biar cepat." ajak Sunday lagi.
"Ayo, tapi hanya mandi, kalau kamu nekat, jatahmu seminggu hangus" akhirnya Amanda mengancam Sunday, dia tersenyum licik. Apalagi sekarang wajah Sunday langsung berubah menjadi sedih.
Sunday pasrah, mending sekarang dia menahan diri dari pada harus menahan seminggu ke depan. Oh tidak bisa.
"Baiklah, You win" katanya Lagi.
Mereka beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar. Sebelumnya Amanda menelepon salah satu staffnya meminta tolong membawakan pakaian bersih untuknya ke kamar itu.
Si staff yang Amanda minta tolongi yang bernama Lira itu pun segera melaksanakan perintahnya. Dia bergegas menuju ruang kerja Amanda. Betapa terkejutnya dia saat membuka pintu dan mendapati ada seorang gadis di dalam sana.
Alexa juga terkejut mendengar pintu terbuka, dia begitu larut dalam lamunannya. Begitu pintu terbuka, Alexa berpikir bahwa ini adalah akhir dari riwayat harga dirinya. Itu artinya dia benar benar akan menjual tubuhnya demi segepok uang. Tidak ada kata mundur.
"Ah kamu membuatku terkejut. Maaf anda siapa? Kenapa ada di ruangan mami, padahal mami sedang melayani clientnya" tanya Lira, dia menuju lemari di samping meja kerja Amanda dan mulai membuka lemari mencari pakaian untuk Amanda.
"Hai, Saya Alexa. Saya diminta mami untuk menunggunya di sini. Dia sedang mencari client untukku" jawab Alexa apa adanya.
"Hai. Maaf WapeAMA apa ya?" Alexa menerima uluran tangan Lira.
"Wanita Penghibur Anak Mami Amanda" jawab Lira. "Semangat ya. Kalau kamu mau belajar banyak gaya untuk memuaskan pelanggan, jangan sungkan untuk bertanya"
Pintu kembali diketuk dan dibuka, muncul seorang perempuan lainnya. "Mami dimana? Pak Sunggokong sepertinya mabuk, dia minta dilayani dengan segera".
"Astaga pria tua itu mengulah lagi. Mami sedang bersama tamu VVIP seperti biasanya. Apakah Loisa tidak bisa menanganinya?" tanya Lira.
"Loisa sedang bersama clientnya, kemungkinan masih lama. Semua WapeAMA yang shift hari ini udah full book. Aduh ini bagaimana ya?" tanya perempuan itu lagi.
"Ah iya, dia anggota WaPeAMA yang baru, mungkin dia bisa membantu. Namanya Alexa" tunjuk Lira ke arah Alexa. Alexa semakin pucat, akhirnya waktunya telah tiba.
"Ayo ikut aku" kata perempuan tadi. Alexa mengangguk dan berjalan menuju pintu.
Lira yang sudah selesai mengambil pakaian Amanda segera pergi ke kamar yang digunakan Amanda saat ini. Tidak lupa dia menutup kembali ruang kerja Amanda.
Lira mengetuk pintu kamar menunggu kamar dibukakan. Lira menyerahkan pakaian untuk Amanda kepada Sunday yang telah rapi dengan pakaiannya. Sunday mengucapkan terima kasih karena telah membawakan pakaian untuk sang wanitanya.
Sunday menyerahkan pakaiannya kepada Amanda, setelah memakai pakaiannya, Amanda ingin memoles wajahnya lagi dengan make up super duper tebal dan menor, melihat itu Sunday melarangnya. "Jangan rusak pemandanganku dengan riasan badutmu itu lov, aku sudah cukup bersabar melihatmu seperti mami genit dan jelek".
"Apa begini cukup?" tanya Amanda.
"Better" balas Sunday.
"Ah Cantik" puji Sunday melihat riasan sederhana Amanda. Amanda hanya tersenyum.
Mereka bergandengan tangan menuju ruangan Amanda untuk bertemu Alexa. Saat membuka pintu, tidak ada siapa siapa di dalam ruangan.
"Kemana Alexa?" tanya Sunday.
"Kita baru sampai sayang, dan dari tadi aku bersamamu. Jangan bertanya padaku di mana gadis itu karna akupun tak tau" jawab Amanda.
"Ah iya maaf lov, coba tanya Lira" Sunday mengusulkan untuk bertanya kepada Lira.
Amanda menelepon Lira dan dering ke 3, Lira menjawab panggilan Amanda. "Lir, tadi pada saat ke ruanganku, apa kamu melihat seorang gadis di sini?" tanyanya.
"Oh Alexa mam?"
"Iya. Kemana dia?"
"Dia pergi memberikan service mam, tadi Pak Sunggokong datang mengamuk meminta pelayanan secepat mungkin, hanya dia yang free" jelas Lira.
"What? Kenapa tidak bertanya ke aku dulu? Sekarang di kamar mana mereka?" tanya Amanda panik.
Pak Sunggokong adalah pria yang suka berhubungan badan dengan sangat keras dan agak kasar saat mabuk tapi tidak sampai masokis. Biasanya yang akan melayaninya adalah Loisa yang juga suka permainan tempo cepat dan keras.
Lira segera mencari tau keberadaan Alexa kepada admin yang mengurus transaksi club. Kebetulan Meimei lewat, dia adalah perempuan yang membawa Alexa tadi.
Segera Lira memberitahukan Amanda ruang kamar yang Alexa gunakan, sambungan telepon langsung terputus begitu Amanda mendapat infonya.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu