Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Perubahan Rencana



Karena Vemola ada kelas pagi jam pertama yaitu jam 08.00 watu setempat, dia akhirnya pergi ke asrama sebelum kelas pertama dimulai. Dia pergi bukan berarti masalah selesai. Dia pastinya tidak akan membiarkan Alexa lolos segampang itu, apalagi Alexa dekat dengan Friday. Oh...tidak bisa, jangan ngarep...mimpi.


Vemola mendekat ke arah Alexa dan berbisik, "Babu siyalan, gue lepas lu saat ini, jangan senang dulu. Ini pasti gue balaskan. Dasar babu, minggir lu".


Vemola berjalan dan menyenggolkan bahunya ke bahu Alexa dengan keras sampai Alexa hampir terjatuh.


Setelah kepergian Vemola, Alexa yang sedari tadi menahan kakinya yang lemas akhirnya terduduk di lantai yang sudah basah dan kotor bekas susu coklat yang tumpah.


Dia tidak peduli celananya jadi kotor, dia hanya menunduk dan bahunya bergetar semakin hebat. Dia menangis meratapi nasibnya yang terlahir miskin jadi bahan hinaan orang sekitar.


Shelly pun mendekat dan memeluk Alexa dengan erat. Alexa yang mendapat pelukan semakin menangis dan menumpahkan segala kesedihan di hatinya. Saat ini memang pelukan yang dia butuhkan.


Untungnya Shelly datang setidaknya dia menghadapi masalah itu tidak sendiri walaupun pada kenyataannya Shelly tidak membantunya sama sekali, tapi itu cukup untuknya karna Shelly tetap bersamanya di tempat kejadian itu tidak seperti Friday yang malah pergi. Oh jangan lupakan tatapan bengis itu.


Hatinya menghangat saat Leo, cowok populer di kampusnya datang menghapirinya dan menanyakan keadaanya. Ternyata masih ada yang peduli kepadanya walaupun dia miskin.


Nafas Leo masih tersenggal saat sampai di mana Alexa dan Shelly berada, "Kamu baik baik saja kan? Kamu diapain aja sama Vemola, bilang ke aku, biar aku bantu selesaikan masalahmu. Aku langsung berlari ke sini saat tau kamu ada masalah".


Wajah Leo semakin khawatir melihat Alexa yang akhirnya mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk.


Air mata masih saja mengalir dari matanya dan membasahi hampir seluruh wajahnya. Dia tersenyum dan menggeleng. "Makasih kak, aku ga papa kok. Tadi aku tak baik baik saja tapi sekarang I'm fine. Kakak tau aku di sini dari siapa?", tanya Alexa penasaran.


"Tadi..." belum sempat Leo menjawab Shelly sudah menyela duluan. "Kak bisa bantu Alexa berdiri? Kasian dia jadi tontonan orang orang di sini. Lagi pula sebentar lagi kantin akan tutup".


Leo pun langsung tersadar akan keadaan Alexa yang tidak baik baik saja walaupun gadis itu bilang dia baik baik saja. "Oh iya aku sampe lupa, kamu bisa jalan kan?"


Leo membantu Alexa berdiri tapi sepertinya kaki Alexa masih lemas bak jelly. Akhirnya Leo menggendong Alexa sampai ke kamar asrama mereka.


Sebenarnya Gedung asrama khusus putri atau putra tidak boleh dikunjingi oleh orang lain yang bukan penghuni asrama terutama lawan jenis. Tapi untuk keadaan urgent, itu pengecualian. Penjaga asrama langsung mempersilahkan Leo masuk ke dalam asrama dan mengikuti mereka masuk ke dalam kamar.


Setelah mengantar Alexa dan memastikan Alexa sudah aman bersama Shelly dan penjaga asrama di kamar, Leo kembali ke kelasnya karna hari ini ada kelas jam pertama.


Shelly langsung membantu Alexa mengambil pakaian dari lemari dan membantunya mengganti pakaiannya. Alexa masih shock atas perlakuan Vamela. Dia sadar diri dia miskin tapi dia juga manusia yang harusnya diperlakukan layaknya manusia juga.


Shelly masih setia menemani Alexa. Shelly benar benar tidak tega meninggalkan Alexa sendirian. Alexa merasa tidak enak hati pun meminta Shelly untuk mengikuti perkuliahan tapi Shelly menolak dengan tegas kalau dia akan menemani Alexa hari ini.


Alexa dan Shelly lupa bahwa mereka sudah punya janji untuk melakukan integrasi fronted end dan backed end aplikasi yang sedang mereka develop. Source code atau kode program Fronted end yang mereka kerjakan belum mereka upload di share folder yang telah ditentukan untuk memudahkan mereka semua melakukan review.


Anggota tim yang lain menunggu mereka tapi yang ditunggu tidak kunjung datang. Alexa maupun Shelky tidak mengabari mereka bahwa hari ini mereka tidak bisa ikut melakukan integrasi.


Pada jam makan siang, Leo menghampiri Jean, Friday, Amora dan Friz. Leo menceritakan keadaan Alexa saat dia mendapati Alexa di kantin dan mengantarkannya ke kamar mereka.


Mereka tidak menyangka bahwa keadaan Alexa sampai seperti itu, tapi mereka bisa bernafas lega karna tahu bahwa Shelly menemani Alexa.


Friday langsung menghubungi Shelly lewat telepon, " Halo Shel, gimana keadaan Alexa sekarang? Kalian udah makan? Aku antarkan makan siang kalian ke asrama ya? Sekalian mau lihat keadaan Alexa".


Shelly menjawab Friday, "Alexa lagi istirahat Fri, kayaknya dia tertekan banget deh, Dia nangis sampai akhirnya ketiduran. Dia baru aja tertidur. Nanti kalau dia udah membaik, ga usah bahas kejadian ini lagi ya, takutnya dia keingat lagi. Nanti biasa aja, kayak ga terjadi apa apa, oke?".


Friday mengiyakan perkataan Shelly. Setelah tahu kondiri Alexa yang tidak memungkinkan mereka melanjutkan project hari ini, akhirnya mereka sepakat untuk tidak melibatkan Alexa beberapa hari ini sampai Alexa tenang.


Friday bergegas meminta pada staff kantin untuk membungkus 2 bekal makan siang untuk Alexa dan Shelly. Friday pamit ke teman yang lain dan Leo. Friday yang berniat mengantarkan makanan itu dicegah Frizzy.


"Biar aku aja yang anter ya, kebetulan aku punya urusan dengan Shelly, ada yang perlu kami bahas bentar mengenai project. Sepertinya dia stuck di satu fungsi, jadi fitur pembayarannya belum bisa digunakan. Aku mau lihat codenya dulu dan bantu dia solve". Akhirnya Friday menyerahkan dua bungkusan makanan tersebut ke Frizzy.


Frizzy pun pergi ke asrama menemui Shelly dan membawakan bungkusan makanan yang dipesan oleh Friday untuk Shelly dan Alexa. Sesampainya di kamar, Frizzy menyerahkan bungkusan makanan tersebut.


Shelly akan menunggu Alexa bangun agar mereka makan bersama. Sebelum Alexa bangun, Shelly berdiskusi dengan Frizzy tentang issue yang ditemukannya dan belum solve. Frizzy ini memang lebih tertarik dengan programming.


Karena Shelly yang stuck di satu fungsi, fungsi yang lain belum dikerjakan. Frizzy yang semakin penasaran dengan issue yang baru saja ditemukan ini meminta source code nya dan akan melihat kembali code tersebut.


Spetelah Shelly menyerahkan source code nya di share folder, Frizzy bergegas keluar asrama tidak sabar menakhlukkan error itu.


Shelly berharap Frizzy dapat menemukan masalahnya dan solve masalah tersebut agar project ini segera selesai dan bisa fokus ke ujian akhir semester.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu