Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Pelindung



Alexa belum puas menangis di pelukan Friday, tapi Friday sudah melepas pelukannya. Friday menarik Alexa dengan lembut memasuki mobil mereka. "Perutmu sudah sangat besar, aku takut itu akan meledak karena terlalu lama berdiri" seloroh Friday. Candaan Friday berhasil membuat Alexa tertawa. Frizzy mengikuti mereka masuk ke dalam mobil. "Kamu ngapain ke sini. Kamu yang nyetir Zy" kata Friday.


"Sekarang giliranku. Aku juga mau memeluknya dan aku juga merindukan Alexa. Kalian anggap apa aku tadi di sana huh" jawab Frizzy kesal dan menggeser Friday agar bisa duduk di sebelah Alexa. Frizzy memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.


"Sudah cukup" Friday melepas paksa pelukan Frizzy dan Alexa membuat keduanya melirik kesal padanya.


"Kamu membuatnya sesak Zy, ayo cari tempat yang lebih layak" jelas Friday sebelum Frizzy mengamuk karena telah diganggu.


Frizzy pindah ke bangku depan karena dia yang akan menyetir mobil.


"Barang belanjaan kita belum masuk bagasi semua bahkan bagasi belum ditutup loh Zy" kata Friday mengingatkan Frizzy.


"Ah menyebalkan" teriak Frizzy kesal karena lagi lagi dia yang akan mengangkat barang itu ke bagasi. Dia mana tega meminta Friday membantunya karena Friday sedang hamil juga. Di dalam mobil, Friday dan Alexa tertawa karena Frizzy kesal.


Friday menggenggam tangan Alexa dan mengelusnya dengan lembut. Dia tau bahwa saat ini Alexa sedang ketakutan karena wajahnya yang masih pucat. Sebisa mungkin Friday tidak mengungkit apapun pada Alexa karena takut terjadi sesuatu pada kandungannya. Dia hanya akan berusaha membuat Alexa merasa nyaman berada bersama mereka.


"Kamu aman bersamaku Lex, istirahatlah dengan tenang. Banyak pengawal yang mengawasiku, jadi tidak perlu khawatir dengan apapun itu" Friday menoleh pada Alexa.


"Kamu selalu tau apa yang ku khawatirkan" jawab Alexa.


"Just relaxs. Kasian dia" Friday mengelus perut buncit Alexa.


"Aku percaya jika aku akan aman bersamamu. Aku sangat lelah dan akan tidur sebentar" Friday mengangguk membiarkan Alexa bersandar di bahunya. Dia selalu menggenggam tangan Alexa agar Alexa bisa merasa aman di tidurnya.


"Zy, kita ke rumah sakit ya" pinta Friday.


"Okay" Frizzy menuruti Friday. Sama seperti Alexa, Frizzy sangat percaya pada keputusan Friday saat ini, dia juga memperhatikan wajah Alexa yang sangat pucat.


Sesampainya di rumah sakit, Friday meminta para staff medis untuk membantuya membawa Alexa masuk. Alexa yang merasa dirinya melayang pun segera bangun dari tidurnya. Dia sempat takut jika dia tertangkap oleh anak buah Johanson, tapi melihat Friday dan Frizzy yang berada di sampingnya membuatnya bernafas lega. Alexa langsung dibawa menuju ruang dokter spesialis kandungan.


"Kita mau ngapain?" tanya Alexa.


"Periksa kandunganmu" jawab Friday singkat.


"Tadi pagi aku sudah periksa kok" balas Alexa.


"Tapi wajahmu pucat, lebih baik kita periksa lagi. Aku tidak mau kamu kenapa napa. Masih banyak hal yang harus ku selesaikan denganmu, jadi aku harus memastikan kamu sehat. Matilah kamu" ancam Friday.


Alexa hanya tersenyum, dia tau bahwa Friday tidak serius dengan ucapannya. Tapi dia tau jika Friday berucap seperti itu karena khawatir dengan kondisinya saat ini. Tidak bisa dia pungkiri jika dia juga merasa tidak nyaman dengan perutnya. Beberapa kali dia mengalami kontraksi di mobil saat meninggalkan yayasan Scaff.


"Baik dok. Terima kasih" ucap Friday.


Alexa segera dibawa ke ruang inap VVIP khusus anggota keluarga pemilik rumah sakit ini, tempat Friday dulu menginap. Para suster yang ditugaskan merawat Alexa segera melakukan pekerjaannya. Mulai dari periksa denyut jantung bayi hingga pasang kateter. Friday dan Frizzy selalu mendampinya Alexa di ruangan itu. Tidak ada yang bisa mengusir Friday dari ruangan saat semua orang bekerja untuk melakukan tugasnya memberikan pelayanan bagi Alexa.


Setelah semuanya selesai, para suster pamit pergi dan meminta Friday agar segera menekan tombol emergency jika keadaan darurat terjadi. Friday dan Frizzy mendekat ke brankar tempat Alexa sedang berbaring.


"Bagaimana perasaanmu? Feel better?" tanya Friday dan diangguki oleh Alexa lalu mereka terdiam.


"Fri, aku minta maaf atas semua kesalahanku dulu" mata Alexa berkaca kaca, dia tulus ingin minta maaf pada Friday dan Frizzy.


"Aku apa dia" tunjuk Friday pada Frizzy sebab Alexa hanya menyebut Fri.


"Kalian berdua" jawab Alexa tersenyum.


"Kesalahan yang mana? Aku tidak ingat yang mana" balas Frizzy.


"Semuanya, yang ku sengaja atau tidak" jawab Alexa.


Friday dan Frizzy serentak mengangguk dan tersenyum. Mereka tidak ingin membebani Alexa apalagi saat ini kondisi Alexa kurang baik.


"Frid, tolong bantu aku. Mereka ingin membunuhku dan bayiku" Alexa teringat dengan percakapan yang tidak sengaja dia dengar tadi di ruang kerja Caleb.


"Apa gunanya semua yang ku lakukan jika akhirnya aku tidak bisa bersama bayiku. Aku tidak mau kehilangan bayi lagi Fri" Alexa menghiba.


"Siapa yang ingin membunuhmu?" Frizzy panik mendengarnya. Akhirnya Alexa memberitahukan kejadian tahi hingga dia memutiskan untuk menemui Friday dan Frizzy.


"Istirahatlah, kau aman di sini. Jangan pikirkan apapun, fokus padamu dan bayimu" sahut Friday, dia mengelus perut buncit Alexa.


Alexa bisa bernafas lega karena dia percaya jika Friday akan memberikan perlindungan padanya. Karena sudah merasa aman, Alexa yang sudah lelah dan mengantuk akhirnya bisa tidur dengan tenang.


Tidak berapa lama ketukan pintu terdengar membuat Friday dan Frizzy menoleh ke arah pintu. Pintu terbuka dan menampakkan orang di balik pintu. Kelvin dan Louis masuk menghampiri Frizzy dan Friday yang sedang duduk di sofa.


"Sayang, kenapa..." Louis menunjuk brankar dimana Alexa sedang tidur. Friday memberikan kode agar Louis tidak berisik, sebab Alexa baru saja tidur. Louis langsung terdiam dan duduk dengan teratur di samping istrinya. Louis tidak tahu menahu situasi sekarang ini, jelas dia heran kenapa ada Alexa di sana. Dia buru buru datang ke rumah sakit mengira jika Friday dan kandungannya bermasalah.


"Karena Kelvin sudah datang, kami lebih baik pulang dahuluan. Tolong jaga Alexa ya Zy, Vin. Segera kabari kami jika terjadi sesuatu" pinta Friday.