Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Alexa VS Friday



Christian semakin mendesak kakeknya agar membatalkan pertunangan. Dia merasa kakeknyalah yang bertanggung jawab untuk mengakhirinya sebab kakeknyalah yang memulainya. Christian sudah beberapa kali menghubungi Friday tapi sia sia. Friday menolak semua sambungan komunikasi dari Christian.


Perut Alexa juga semakin hari akan semakin besar, dan perut itu tidak mungkin terus menerus disembunyikan. Alexa juga butuh pertanggungjawaban dari Christian atas perbuatan mereka hingga menghasilkan calon baby yang ada di perut Alexa.


Christian pusing memikirkan semuanya, dia ingin segera menikahi Alexa tapi masih terikat pertunangan dengan Friday. Bukan tidak bisa Christian langsung menikahi Alexa tanpa memberitahukan Friday dan membatalkan pertunangan sepihak tapi Christian adalah pria yang memegang penuh sebuah komitmen hingga dia rela harus menunggu pihak Friday meresponsnya.


Tapi sepertinya dia menyerah karena sulitnya pihak Friday dihubungi hingga dia menyerahkannya kepada kakeknya.


Kakeknya mencoba mengulur waktu dengan pura pura sakit agar Christian tidak menuntutnya. Anthony tau saat ini Friday dan Louis masih mengurus perusahaan yang ada di negara WX. Anthony sudah memberitahukan situasinya kepada Louis dan Friday, dia hanya bisa menahan Christian maksimal 2 minggu saja. Sebagai kakek yang baik, Anthony berjanji akan membantu Christian membatalkan pertunangan.


Setelah 2 minggu, Anthony pulang dari rumah sakit. Dia meminta Christian untuk datang ke rumahnya membicarakan tentang rencana Christian selanjutnya. Christian mengatakan setelah pertunangan batal maka dia akan segera menikahi Alexa. Di pertemuan mereka juga, Anthony menghubungi Friday lewat telepon.


Friday langsung mengangkat sambungan telepon dari Anthony, dan menyetujui pertemuan bersama Christian untuk membahas hal penting pertunangan. Mereka sepakat akan bertemu 2 minggu lagi karena Friday masih di luar negeri.


Perpindahan Friday dari negara WX kembali ke negaranya yang dipenuhi banyak drama akhirnya bisa terlaksana. Saat ini Friday didampingi Louis beserta Grant sudah berada di kediaman Alcantara. Maksud kedatangan Friday adalah untuk meminta agar keluarganya tidak ikut campur dalam urusan ini. Dia berjanji akan meminta bantuan bila mereka tidak sanggup lagi menanganinya.


Friday juga meminta izin agar tinggal di apartemen saja, dia tidak ingin merepotkan keluarganya dengan masalah ini. Dengan berat hati, keluarganya menyanggupinya. Mereka menghormati keputusan Friday. Mau bagaimanapun Friday sudah menjadi istri Louis, dan tanggung jawab sudah berpindah ke tangan Louis. Mereka percaya bahwa Louis bisa menjaga Friday dan Grant dengan baik.


Orang tua Friday meminta mereka menginap di rumahnya di hari pertama mereka di negara A. Friday dan Louis menyanggupinya, mereka akan tinggal di apartemen mulai lusa berhubung barang barang keperluan Friday dan Grant dari negara WX belum diunpack dan siap digunakan.


2 Hari berlalu, Louis membawa Friday ke apartemen mereka. Louis membuka unit apartemen milik Leo dulu. Louis memintanya agar tinggal di sana saja, karena unit itu sudah menjadi miliknya. Louis merasa tidak bebas mengunjungi istri dan anaknya setiap saat di apartemen Friday sebelumnya karena Frizzy masih tinggal di sana. Kini mereka siap untuk bertempur.


Friday memulai peperangan itu dengan menghubungi Alexa. Friday meminta mereka bertemu di restoran tempat Friday dan Christian bertemu tapi dengan waktu yang berbeda. Dia berencana akan menemui Alexa terlebih dahulu.


Pada hari di mana mereka akan bertemu, tiba tiba saja Friday menghubungi Christian dan mengundur waktu pertemuan mereka. Christian yang telah sampai di tempat merasa kesal karena Friday memberitahunya secara mendadak. Saat ingin melangkah keluar, Christian melihat Alexa memasuki restoran. Dia ingin menyusul Alexa tapi langkahnya terhenti saat melihat Friday juga memasuki restoran.


Friday sengaja meminta pertemuan dengan alexa di jam yang sama dengan pertemuannya dengan Christian. Sehingga Christian bisa mendengar semua percakapan mereka. Dan benar saja, Christian mengikuti mereka dan pura pura menjadi salah satu pengunjung. Dia duduk persis di belakang Alexa dan memunggunginya. Friday sudah tau bahwa Christian telah berada di dekat mereka tapi pura pura tidak tau.


"Ada hal apa yang membuatmu menghubungiku terus menerus?" tanya Friday kepada Alexa.


"Batalkan pertunanganmu dengan Christian" jawab Alexa.


"Aku tidak mau" balas Friday.


"Aku hamil" kata Alexa.


Friday pura pura terkejut mendengar kabar kehamilan itu.


"Berapa bulan?" tanya Friday sambil melirik arah perut Alexa.


"Bukan urusanmu" jawab Alexa.


"Pertunanganku dan Christian juga bukan urusanmu. Aku akan pergi sekarang" balas Friday sengit. Dia beranjak dari tempat duduknya. Tapi Alexa menahannya, dia mengalah dan menjawab pertanyaan Friday.


"3 bulan, puas" jawab Alexa.


"Yakin? Perutmu terlalu besar untuk ukuran hamil 3 bulan, kecuali itu kembar" kata Friday.


Alexa sedikit gelagapan dengan ungkapan Friday. Christian yang mendengar percakapan mereka mengernyitkan dahinya.


"Tau apa kamu tentang kehamilan, kamu saja belum pernah hamil" jawab Alexa sedikit membentak.


"Okey lupakan, ibu hamil tidak boleh stress" kata Friday dengan santainya.


"Jika aku tidak mau membatalkan pertunangan itu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Friday


Alexa mengambil sebuah botol kecil dari tasnya, dia meletakkannya di atas meja.


"Familiar dengan obat ini?" tanya Alexa pada Friday. Kini Friday tau jawaban Alexa. Friday hanya melotot tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Alexa membuka tutup botol itu dan mengambil sebuah pil dari dalam botol. "Aku sudah periksa bahwa di sini tidak ada cctv, aku akan meminumnya dan bilang jika kamu yang memberikanku obat penggugur kandungan ini" ancam Alexa.


Christian yang mendengar percakapan itu tiba tiba lemas. Sebegitu besarkah cinta Alexa kepadanya hingga mengancam Friday dengan mempertaruhkan keselamatan bayi mereka.


"Lakukan saja, aku tidak peduli. Kamu tau bahwa harta orang tuaku pasti bisa membebaskanku dari semua tuduhan" tantang Friday.


"Ya aku hampir lupa dengan statusmu" Alexa terkekeh.


"Tapi apa kamu bisa menghadapi opini publik yang menilaimu buruk? Sifatmu yang ingin menjadi pusat perhatian akan tercapai sebentar lagi" jawab Alexa.


Friday hanya tersenyum sinis melihat tingkah Alexa. Dia menilai bahwa Alexa semakin tidak punya akal sehat. "Minum saja, siapa tau aku bisa berubah pikiran setelah melihatmu kehilangan bayimu lagi. Kamu tau bahwa aku senang melihatmu menderita" tantang Friday lagi. Tapi dalam hati, Friday berdoa semoga Alexa tidak melakukannya.


"Aku benci melihatmu tersenyum seperti itu. Dan aku akan menghapus seyum itu selamanya" jawab Alexa. Dia mengambil pil itu dan menelannya. Alexa tersenyum penuh kemenangan. Friday mengontrol dirinya agar tidak panik, tapi tangannya segera bergerak mengirimkan pesan kepada Louis agar bersiap siap di depan restoran karena dugaannya benar benar terjadi.