
Amora bertanya tanya dalam hatinya kenapa bisa ada foto Friday di rumah ini dan siapa anak yang digendongannya. Amora menyimpannya dan berniat menanyakannya pada salah satu pembantu di rumah itu. Amora tidur di kamar yang berbeda dengan Leo dan Keyra. Amora belum siap bertemu dengan Leo.
Pagi hari Amora mendapatkan notif dari grup chatnya bersama Alexa dan Shelly. Alexa menginformasikan jika mata mata mereka mendapati jika Friday selalu check in ke hotel dengan pria yang berbeda hampir setiap hari. Alexa juga membenerkan foto yang diambil oleh mata mata yang mereka bayar.
Amora teringat dengan foto Friday dan seorang anak di halaman buku yang dia baca semalam. Dia buru buru mengambilnya dan bertanya pada pembantu yang kebetulan lewat. Si pembantu yang disudah diberitahukan bahwa Amora dan Leo adalah keluarga Louis merasa heran kenapa bisa Amora tidak tau jika Grant adalah anak Friday.
Si pembantu menjawab jika anak yang bersama Friday adalah anaknya dan rumah yang mereka tempati adalah rumah Friday. Amora sangat terkejut mendengar penjelasan si pembantu. Belum menjelaskan semuanya, Amora meninggalkan pembantu itu untuk segera memberikan kabar pada Alexa dan Shelly tentang foto menemuannya ini.
Si pembantu merasa heran melihat keterkejutan di wajah Amora dan dia melongo saat Amora meninggalkannya. Bukankah Amora adalah keluarga Louis, seharusnya dia tau bahwa Louis dan Friday menikah bahkan memiliki anak bernama Grant serta rumah ini adalah milik mereka batin si pembantu itu.
Tanpa basa basi, Amora mengirimkan foto Friday dan anaknya ke grup chat yang beranggotakan Alexa dan shelly. Dugaan mereka yang mengatakan bahwa Friday adalah wanita murahan semakin menguat dengan bukti foto yang ditemukannya di lembaran buku dan juga laporan mata mata yang mereka bayar. Shelly membayar seorang editor berita untuk mempublish berita buruk mengenai Friday dan menyerahkan semua foto itu.
Mereka juga menyewa buzzer untuk meramaikan lapak berita agar cepat up dan menjadi trending. Si editor yang kebetulan adalah wanita dan seotang ibu memutuskan untuk memblur wajah Grant karena merasa anak Friday tidak salah jadi hanya menyisakan wajah Friday yang terpampang nyata. Shelly sempat marah padanya karena foto itu diblur sebagian tapi si editor bersikuku untuk tetap memblur wajah anak tak bersalah itu.
Keesok harinya, berita buruk mengenai Friday rame di sosial media dan mereka puas dengan itu karena reputasi keluarga Alcantara kini ikut buruk di mata masyarakat. Amora tidak bisa membendung rasa bahagianya karena sebagian dendamnya terbalaskan sebab dia mengira jika Friday yang menghubungi Leo dan mengadukannya tentang perbuatannya terhadap AFF. Amora berharap dengan berita buruk mengenai Friday akan mencegah Friday menggoda suaminya.
Sampai berita tentang Friday ditake down dari media massa Leo tidak mengetahui sedikit pun berita itu. Dia begitu fokus memperbaiki hubungan rumah tangganya bersama Amora. Leo berusaha berbicara dengan Amora tapi Amora masih menutup diri dan mengunci kamar tamu tidak ingin menemui Leo.
Leo tidak mengerti kenapa Amora bisa berubah seperti ini, dia merindukan sosok wanita yang mengertinya tapi tidak ia temukan di dalam diri Amora yang sekarang. Leo mencoba mengetuk pintu kamar tamu tempat Amora mengurung diri tapi tidak ada sahutan dari dalam.
Akhirnya Leo membiarkan Amora begitu saja, mungkin dia butuh waktu pikir Leo. Leo membawa Keyra ke beberapa tempat wisata lainnya tanpa Amora, mereka pergi hanya berdua. Selama 3 hari ini mereka tidak saling bertemu bahkan Amora juga mengabaikan Keyra.
🌸🌸🌸🌸
Di malam pertunangan Friday, Alexa pinsan dan kebetulan Caleb mengejarnya. Caleb membawanya ke rumah sakit dan mendapati kenyataan bahwa Alexa hamil. Awalnya dia ingin menggugurkan janinnya saat itu juga seperti permintaan Caleb karena Caleb tidak menginginkannya. Tapi Alexa minta waktu lagi mempersiapkan diri untuk kehilangan janin lagi sama seperti dia kehilangan janin sewaktu masa kuliah.
Apapun yang diminta oleh Caleb pasti akan dituruti oleh Alexa termasuk menggugurkan kandungan. Alexa akan menjadi wanita bodoh jika bersangkutan dengan Caleb. Rasa cintanya melebihi apa pun pada lelaki paruh baya itu. Alexa juga menuruti Caleb untuk memikat hati Christian.
Seiring berjalannya waktu, Alexa mencoba berpaling dari Caleb. Intensitas pertemuan antara Christian dan Alexa yang sering membuat Alexa merasa nyaman. Christian memperlakukan Alexa layaknya barang berharga jauh beda dengan Caleb memperlakukannya semakin menumbuhkan rasa sayang untuk Christian.
Alexa yang semakin sering bertemu dengan Christian mengurangi aktivitas bercin*tanya dengan Caleb. Mereka akan memadu kasih di ruang kerja Caleb jika memiliki waktu luang atau saat Caleb mengunjunginya ke apartemen Christian. Karena itu juga membuat Alexa tidak memperhatikan masa aktif KB yang dia gunakan sampai akhirnya kebobolan lagi.
Alexa berpikir akan bisa lepas dari jerat pesona si om yang selama ini memeliharanya sebagai sugar baby. Dia seakan lelah menunggu balasan cinta dari Caleb. Dia lelah hanya sebagai budak se*ks, walau dia menikmatinya tapi ada sesuatu yang kurang yang dirasakannya. Kenyataan bahwa Christian menipunya dengan melakukan tunangan dengan Friday membuat Alexa harapannya pupus. Ditambah lagi dengan adanya janin yang bertumbuh di rahimmnya semakin mengeratkan tali yang diikatkan oleh Caleb di lehernya.
Alexa mengusap perutnya yang sudah sqngat membuncit di dalam mobil. Dia sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dia masih belum menyangka jika sebentar lagi dia akan bertemu dengan bayi yang dia kandung. Mengingat bahwa si penanam benih tidak menginginkannya. Dia teringat kembali masa masa suram dalam hidupnya.
"Gugurkan janin itu" suara datar Caleb terdengar begitu memekakkan telinga Alexa.
"Tapi dad..." mendapat tatapan tajam dari Caleb, Alexa menghentikan ucapannya. Alexa menahan air matanya agar tidak jatuh. Dadanya mulai sesak.
"Jangan membantah, sampai kapan pun aku tidak akan mengakuinya dan bertanggung jawab" ucap Caleb lagi menegaskan penolakan pada janinnya.
"Kenapa dad? Dulu aku bisa terima daddy memintaku untuk abors*i karena aku masih kuliah dan labil. Tapi sekarang, aku punya uang dan pekerjaan yang bisa menghidupiku dan bayiku. Aku hanya butuh pengakuan darimu dad" pinta Alexa dengan suara yang sudah bergetar dan melemah.
"Pengakuan apa? Bahwa aku memper*kosamu hingga hamil? Aku sudah bayar apa yang ku pakai. Jadi jangan berharap aku mau menanggungjawabinya. Dari awal sudah ku tegaskan jika aku tidak ingin memiliki anak. Jika sudah begini itu semua adalah salahmu" Caleb meninggalkan Alexa begitu saja setelah mengucapkan kalimat itu.