
Christian melihat map berlogo rumah sakit di genggaman Alexa seketika panik. Map itu berisi semua hasil pemeriksaan kesehatan Alexa termasuk surat pernyataan jika Alexa sedang hamil. Dia mengejar Alexa ke kamarnya untuk menanyakan keadaannya tapi dengan cepat Alexa menutup pintu kamarnya. Alexa menangis di dalam kamar bukan karena Christian yang menghianatinya tapi karena ucapan Caleb di parkiran tadi yang masih ingin Alexa menggugurkan kandungannya.
Selama beberapa hari ini Alexa hanya mengurung diri di kamarnya. Itu karena Christian selalu datang setiap hari membujuknya untuk berbicara. Alexa yang masih bingung bagaimana cara meyakinkan Caleb agar tidak menggugurkan kandungannya tidak menghiraukan keberadaan Christian. Dia selalu meminta Christian untuk pergi karena tidak ingin diganggu.
Melihat usaha Christian yang pantang menyerah, Alexa memiliki ide untuk memanfaatkan cinta Christian. Suatu pagi Alexa mau membukakan pintu untuk Christian dan mempersilahkan dia masuk. Karena terkejut Alexa tidak menolaknya seperti biasa membuat Christian terdiam di tempatnya. Mereka berbicara mengenai hubungan mereka ke depannya setelah insiden pertukaran tunangan itu. Alexa mau berjuang dengan Christian membuat Christian sangat bahagia. Christian adalah satu satunya harapan Alexa agar Caleb tidak menuntutnya menggugurkan kandungannya.
Setelah kembali menjalin hubungan dengan Christian, Alexa mencari cari kesempatan untuk membuat Christian menidurinya. Dengan demikian, Alexa bisa mengaku telah hami anak Christian dan memintanya untuk bertanggung jawab. Alexa mengungkapkan idenya kepada Caleb dan Caleb menyetujuinya. Bukan hanya menghindari dosa karena menggugurkan bayinya tapi mereka juga punya alasan mendesak Christian membuat surat warisan dan menjadikan anaknya ahli waris seluruh harta keluarga Scaff.
Sore itu, sebelum pergi mengikuti pelatihan dan seminar dari kementrian pendidikan, Alexa berniat mengajak Christian minum minum dan memberikannya obat perangsang. Alexa sampai ke apartemennya dan mendapati Christian sudah berada di sana dalam keadaan mabuk. Tidak memerlukan obat yang telah dia beli, Christian sendiri yang dapat melancarkan segala rencananya.
Alexa menyambut ciuman penuh has*rat dari Christian dan perlahan lahan menariknya ke tempat tidur. Alexa membalas semua perlakuan Christian pada tubuhnya hingga mereka berdua sama sama polos tanpa pakaian. Saat ingin masuk, Christian sudah tidak sadarkan diri. Saat itu juga Caleb datang ingin menemui Alexa. Alexa akhirnya ber*cinta dengan Caleb di sofa sedangkan Christian dibiarkan tidur di tempat tidurnya Alexa dalam keadaan telan*jang.
Pagi pagi sekali Alexa sudah pergi meninggalkan apartemennya. Caleb tidur di sana juga karena menunggu Christian bangun ingin memberikan Christian pelajaran karena berani menyentuh sugar babynya. Caleb merasa cemburu, walaupun kenyataannya Alexa dan Christian tidak sampai ke tahap itu. Alexa pergi tanpa pamit pada Christian dan hingga sebulan tidak memberikan kabar agar membuat Christian merasa bersalah sehingga memiliki keberanian melawan keluarga Alcantara. Alexa berharap Christian akan segera membatalkan pertunangannya dengan Friday dan menikahinya agar anak yang dikandungnya memiliki status yang jelas.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Suara supir yang membawa Alexa ke rumah sakit menyadarkannya dari lamunannya tentang masa lalu. Alexa segera keluar dari mobil menuju pintu masuk rumah sakit. Dia segera mendaftarkan dirinya ke dokter kandungan. Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Alexa meminta supirnya membawanya ke yayasan Scaff untuk bertemu dengan Caleb.
Sesampainya di sana, Alexa yang ingin mengetuk pintu ruangan Caleb segera mengurung niatnya. Dia mendekatkan telinganya ke daun pintu untuk mendengarkan percakapan orang orang yang ada di ruangan itu. Ternyata mereka adalah Johanson Bratt, mafia yang akan membantu Caleb melancarkan semua aksinya.
"Christian sudah mengetahui jika anak yang dikandung Alexa bukanlah anaknya" kata seorang laki laki, yang dari suaranya Alexa menebak jika dia sudah tua.
"Apakah itu berita buruk papa?" tanya seorang lagi bersuara seperti perempuan. Sepertinya itu adalah anak lelaki sebelumnya.
"Kenapa harus disingkirkan pa?" tanya laki laki lainnya.
"Dia akan jadi hambatan untuk Caleb. Sepertinya Caleb menaruh perhatian besar padanya. Jangan sampai karena wanita itu, rencana kita gagal. Kita sudah sejauh ini, membunuh seorang wanita tidak akan berarti apa apa buat kita tapi membiarkannya hidup akan mengacaukan segalanya. Jika nanti kita berhasil, semua harta Scaff akan jatuh pada Caleb, itu artinya anak yang wanita itu kandung adalah ahli waris. Kita akan sia sia membantu Caleb jika itu terjadi. Kita tidak akan dapat apa apa" jelas si lelaki tua yang menjadi otak JB Grup. Alexa kini yakin lelaki tua itu adalah Johanson Bratt.
Alexa sangat shock mendengarnya, buru buru dia meninggalkan yayasan Scaff dan berencana untuk pergi jauh. Percuma saja dia mempertahankan bayinya hingga saat ini jika nanti dia dan bayinya juga akan dibunuh. Alexa ketakutan, dia berjalan begitu tergesa gesa menuju tempat parkiran. Peluh sudah membanjiri seluruh wajahnya. Sekarang pasti si Johanson itu sudah menyuruh anak buahnya menangkapnya. Alexa tidak mampu berfikir lagi, kemana dia akan melangkah selanjutnya. Apartemennya, rumah orang tuanya bahkan rumah Caleb sudah tidak aman untuknya.
Alexa memasuki mobilnya dan meminta supirnya segera pergi dari sana. Sang supir melihat wajah majikannya sudah sangat pucat dan dibanjiri keringat tidak ingin bertanya, dia hanya menjalankan perintah dan segera mengemudikan mobilnya. Di sepanjang jalan, Alexa hanya melamun. "Pantas saja Christian tidak segera menikahiku, ternyata dia sudah tau jika anak yang kukandung bukanlah anaknya" batinnya. Saat lampu merah, mobil berhenti. Si supir akhirnya bertanya pada Alexa kemana mereka akan pergi karena tadi Alexa tidak memberitahunya ke mana tujuan mereka. Alexa yang ditanya pun bingung menjawab kemana mereka pergi. Tidak ada satu tempat pun yang terlintas di pikirannya.
Hingga matanya menangkap sosok yang dia kenal. Dia turun dari mobil untuk menemui kenalannya itu. "Bapak pulang ke rumah pak Caleb saja ya pak, nanti saya menyusul ke sana" perintah Alexa pada supir itu. Setelah mobil yang dikendarai oleh supir itu pergi, Alexa segera menghampiri Friday dan Frizzy yang kebetulan sedang berada di depan toko buah. Alexa menghampiri keduanya yang sedang sibuk memasukkan barang belanjaan mereka ke bagasi mobil.
"Fri" sapa Alexa.
Friday dan Frizzy serentak menoleh ke arah suara karena merasa ada yang memanggil namanya.
"Lex".
"Alexa".
Mereka berdua menghampiri Alexa, begitu pun Alexa yang semakin mendekat pada keduanya. Setelah jarak mereka dekat, Friday langsung memeluk Alexa. Alexa yang tidak mendapat penolakan dari Friday dan Frizzy merasa terharu, akhirnya dia menangis di pelukan sahabatnya itu. Kini dia sadar jika selama ini tempat yang paling aman adalah di dekat Friday. Friday selalu memberinya perlindungan tapi dengan bodohnya dia menolaknya hanya karena cintanya pada Caleb. Hatinya begitu tenang saat ini karena bisa bertemu lagi dengan Friday.