
"Ada apa? Apa yang telah ku lewatkan?" tanya Leo mulai cemas melihat reaksi ayah dan kakaknya.
"Apakah Amora tidak pernah cerita padamu?" tanya Louis. Sedangkan Yudha hanya jadi pendengar yang baik saja.
"Dia cerita bahwa di AFF sedang terjadi masalah internal yang menyebabkan banyak pegawai senior mengundurkan diri. Dia juga bilang bahwa harga saham turun drastis. Karena itu beberapa bulan ini aku tidak menggangunya bekerja jadi aku bisa fokus ke pekerjaanku" jawab Leo.
"Oh iya, kakak juga pasti sering bertemu dengannya di AFF kan?" tanya Leo. Selama ini Amora selalu minta izin padanya untuk keluar rumah bahkan ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Dia juga membaca berita tentang perusahaan istrinya yang dilanda masalah. Jadi Leo selalu membebaskan istrinya ke manapun pergi dan tidak mau menanyakan kabar perusahaan di rumah karena menurutnya itu di luar ranah rumah tangga mereka.
"Tolong perhatikan lagi istrimu" kata Louis.
"Maksud kakak apa?" tanya Leo dengan meninggikan nada bicaranya. Dia tidak terima Louis memintanya memperhatikan istrinya. Selama ini Amora baik baik saja, tidak pernah melakukan perbuatan menyimpang. Leo merasa tersinggung dengan permintaan Louis tersebut.
"Sudah, tidak perlu ribut seperti ini. Lagian masalahnya sudah selesai, tidak perlu diungkit kembali. Kita fokus ke masalah sekarang" kata Yudha melerai.
"Maaf" kata Louis merendahkan hatinya, dia benar benar tulus minta maaf pada adiknya. Dia kesal dengan tingkah Amora yang menghalangi kelangsungan rencana mereka. Karena ulah Amora, mereka kehilangan jejak Alexa dan rencana mereka mundur 3 bulan lamanya. Belum lagi lelah fisik dan mental menghadapi masalah itu, Louis jadi terbawa suasana dan tidak sadar mengucapkan kalimat itu.
"Maafkan aku juga kak, tidak seharusnya aku membentakmu. Kakak mengatakan hal itu pasti karena sesuatu. Jadi apa yang tidak ku ketahui?" tanya Leo menyadari bahwa Louis bukan tipe orang yang langsung menilai orang lain dengan cepat dan tanpa bukti.
"Aku juga tidak tau apa yang dipikirkan Amora saat itu, hingga dia menjual apartemenmu. Jadi aku membelinya, tepatnya sekretaris Friday yang melakukan transaksi itu" jawab Louis.
Betul saja, Louis tidak akan mengatakan kalimat tadi jika memang Amora tidak melakukan kesalahan. Leo merasa bersalah karena sempat membentak kakaknya. Leo terdiam dan tangannya langsung memijat keningnya yang mendadak sakit.
"Apa kamu tau penyebab AFF hampir bangkrut dan hancur?" tanya Louis kembali.
Leo menggelengkan kepalanya dengan lemahnya. Dia merasa lemas seketika mendengar bahwa istrinya menjual apartemennya tanpa sepengetahuannya. Dia semakin merasa bersalah karena dia berfikir bahwa Amora sampai menjual apartemen itu untuk membantu keuangan AFF. Kenapa Amora tidak menggunakan uang tabungannya saja atau meminta bantuan Leo.
"Amora menjual seluruh sahamnya yang ada di AFF otomatis membuat harga saham menurun drastis. Setelah itu dia mengundurkan diri dan membawa para pemegang core senior bersamanya. Karena itu banyak pegawai di berbagai devisi ikut mengundurkan diri karena CEOnya saja sudah mundur. Isu bangkrutnya AFF juga membuat banyak investor menarik modalnya. Kenapa Amora melakukan hal itu, kamu bisa tanyakan sendiri padanya" jelas Louis.
Leo yang mendengarkan penjelasan Louis sangat kecewa dengan Amora. Kenapa Amora bisa setega itu menghancurkan sesuatu yang dia bangun dari awal. Leo masih terdiam walaupun Louis sudah selesai menjelaskannya. Leo menetralkan detak jantungnya dan mengontrol emosinya.
Tadinya Leo masih berpikiran positif terhadap Amora yang menjual apartemennya tapi sekarang dia benar benar marah karena Amora menjual apartemennya bukan untuk memajukan perusahaan tapi malah membuatnya semakin bangkrut.
"Papa tau hal ini?" tanya Leo dengan suara beratnya menahan tangis. Yudha hanya mengangguk.
"Kenapa kalian tidak memberitahuku lebih awal?" tanya Leo.
"Papa tidak ingin kalian bertengkar karenanya. Lagian kami juga tidak menduga bahwa dia akan membuat AFF sekacau itu" jawab Yudha.
"Bicarakan baik baik, kontrol emosimu dan jangan sampai ada kata pisah diantara kalian berdua. Masalah itu sudah selesai diatasi, hanya berikan dia pengertian. Dia punya alasan kenapa sampai melakukan itu" nasehat Yudha pada Leo. Leo mengerti apa yang diminta oleh ayahnya. Dia pamit kembali ke kamarnya lebih dulu.
Lama Leo terdiam di depan pintu kamarnya. Dia tidak siap menghadapi kenyataan bahwa Amora setega itu. Leo terkejut saat pintu kamar terbuka, tampak Amora berada di balik pintu.
"Kenapa kakak tidak masuk?" tanya Amora.
"Aku baru saja mau masuk, tapi pintu tiba tiba terbuka dan membuatku terkejut" jawab Leo.
"Tolong jaga Keyra sebentar kak, aku mau ke bawah membuat susu untuk Keyra" pinta Amora.
"Biar aku saja" jawab Leo berlalu pegi ke dapur membuatkan susu untuk putrinya.
Leo kembali ke kamarnya dengan segelas susu untuk Keyra. Di dalam kamar terlihat Keyra sedang merengek di pangkuan Amora. Dia sangat mengantuk tapi tidak bisa tidur tanpa minum susu. Leo menghampiri keduanya dan meminta Amora menyerahkan Keyra agar dia yang menidurkan Keyra.
Leo mengaming Keyra sambil memberinya susu. Keyra mulai menyedot susunya dan memejamkan matanya mulai masuk ke alam mimpi.
"Bagaimana keadaan perusahaan?" tanya Leo memecah keheningan. Amora yang sedari tadi sibuk dengan handphonenya segera menghentikan aktivitasnya.
"Semua baik baik saja kak, kenapa?" Amora balik bertanya.
"Apa kamu punya waktu luang? Ayo kita liburan ke negara WX" kata Leo.
"Aku sudah tidak sibuk, kapan kita pergi?" tanya Amora. Dia terlihat senang karena akhirnya Leo punya waktu untuk liburan bersama. Selama beberapa bulan ini dia merasa kehilangan sosok suaminya yang selalu ada untuknya karena sibuk bekerja.
"Bagaimana kalau kita pergi besok?" tanya Leo.
"Secepat itu? Apa kakak sudah memesan tiket dan penginapan kita selama di sana?" tanya Amora. Dia tidak menyangka secepat itu mereka pergi liburan, dia mengira seminggu atau dua minggu lagi. Ini sangat mendadak.
"Kita bisa memakai jet pribadi kakek dan tinggal di rumah kak Louis yang ada di sana" jawab Leo.
"Baiklah, aku ikut saja. Aku akan mengemas barang dan pakaian yang akan kita bawa ke sana" jawab Amora. Dia beranjak dari tempat tidur dan mulai mengepak barang bawaannya besok.
Leo akan membicarakan masalah yang ditimbulkan oleh Amora di perusahaannya nanti saat berada di negara A. Dia tidak ingin orang tuanya maupun orang lain tau bahwa mereka bertengkar. Bagaimana pun jika masih di rumah yang sama, orang tuanya akan mengetahui keadaan rumah tangga mereka.