Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 140



Louis malah tertawa mendengar jawaban istrinya. "Tadi kamu yang mengajakku untuk begadang. Sekarang kamu malah mau tidur. Itu tidak adil" sungut Louis pura pura kesal.


"Aku salah aku ingkar janji, jadi begadanglah sendiri" ketus Friday dan kembali memejamkan matanya yang memang sudah berat ingin tidur. Louis kembali tertawa.


Tidak menunggu lama sudah terdengar dengkuran halus dari Friday yang menandakan jika dia sudah tertidur. Sepertinya dia benar benar lelah habis bertempur.


Louis masih setia mendekap istrinya dan menciumi puncak kepala istrinya. Pelan pelan dia membaringkan Friday di sofa. Dia mengambil selimut yang bersih untuk menutupi tubuh istrinya yang saat ini dalam keadaan polos. Ingin memakaikan baju pada istrinya tapi dia takut malah mengganggunya tidur dan membangunkannya. Pelan pelan dia kembali berbaring dan membawa Friday ke dalam pelukannya hingga dia tanpa sadar ikut tertidur. Ini adalah hari pertama Louis tertidur tanpa bantuan obat tidur selama 10 tahun belakangan ini.


Seperti biasa Friday akan bangun terlebih dahulu, dia ingin melepaskan diri dari pelukan suaminya. Friday berpikir jika Louis tidak akan terbangun seperti biasanya jadi dia sembarangan bergerak apalagi tempat mereka tidur adalah sofa jadi ruang gerak terbatas sehingga gerakan kecil akan sangat terasa. Tapi hal terduga terjadi, Louis terbangun karena gerakan Friday.


Friday merasa heran dan takjub melihat suaminya membuka matanya.


"Kakak bangun?".


"Aku tertidur?".


"Wow hebat".


Louis tidak pernah merasa sebaik ini di pagi hari. Louis menangkup wajah Friday dan menciumi wajah cantik itu. "Aku tertidur Fri aku tertidur" ucapnya dengan bahagia.


Friday juga turut bahagia tapi panggilan alam yang membangunkannya tadi tidak bisa ditunda lagi, Friday segera bergegas bangun.


"Mau ke mana?" tahan Louis.


"Mau poooopppp, udah diujung" jawab Friday.


Louis segera melepaskan cekalan tangannya dan Friday berlari menuju toilet tanpa menggunakan pakaiannya. Louis tertawa melihat tingkah istrinya yang sebentar dewasa sebentar lagi kembali kekanakan.


Louis bangkit berdiri, mengambil boxernya dan memakainya. Mereka tertidur tanpa pakaian semalam. Louis mengambil bed cover yang baru dan mengganti bed cover mereka yang sudah basah dan bau karena kegiatan mereka tadi malam. Bed cover dan selimut yang sudah kotor digulung oleh Louis, dia juga memunguti pakaian mereka yang berceceran di lantai dan dimasukkan ke dalam keranjang pakaian kotor. Louis juga memperbaiki letak semua bantal yang tercecer di lantai dan melap sofa yang meeeka gunakan semalam untuk bercinnta. Kini kamar mereka sudah tampak bersih dan rapi.


Louis duduk di pinggir tempat tidur menunggu kedatangan Friday dari toilet. Tapi sudah 10 menit istrinya belum muncul juga. Louis memutuskan untuk menyusul istrinya ke dalam kamar mandi. Untung saja pintu tidak dikunci oleh Friday jadi Louis bisa masuk.


"Pantas saja lama, ternyata dia sedang mandi" kata Louis dalam hatinya. Louis melepas boxernya dan menyusul Friday yang berada di bawah shower.


"Ishh kamu mengejutkanku" delik Friday kesal pada Louis yang tiba tiba memeluknya di bawah kucuran shower tapi Louis hanya tersenyum.


Tangannya mulai nackal meraba dada Friday dan bibirnya tak henti menciumi tengkuk leher hingga punggung Friday. Friday membiarkannya saja tapi saat senjata tempur suaminya mulai mencari cari lubang surgawinya membuat Friday was was.


"Stop...aku sudah selesai mandi, kakak lanjutkan mandinya" Friday mematikan shower dan berniat kabur dari pelukan suaminya. Tapi Louis menahannya.


"Tapi dia sudah bangun dan ingin berkunjung" tunjuk Louis pada adiknya yag sudah mengacung. Louis menuntun tangan Friday untuk menyentuh sang adik.


"Ini saja masih perih, masih ada hari esok" tolak Friday.


"Biar ga perih mesti dilakukan berkali kali Fri, ayolah ini udah sesak" rayu Louis.


"Alasan....sekali celup aja ya" tawar Friday.


"Ish pokoknya ga mau tau, sampe ga sampe harus berhenti setelah 10 menit" Friday akhirnya mengalah.


"Oke" Louis tersenyu. Penuh kemenangan.


"Di mana?" tanya Friday.


"Di sini aja, jangan buang buang waktu tiap detiknya berharga. Kita coba masuk lewat belakang ya" jawab Louis.


Louis kembali menuntun adiknya yang sudah mengeras dari tadi untuk masuk ke liang kenikmatan di antara paha Friday. Posisi Louis yang membelakangi Friday membuat Friday harus menunggiing untuk memudahkan akses masuk si adik yang telah siap tempur.


Louis mengingkari janjinya, nyatanya lebih dari sepuluh menit Louis belum juga melepas Friday. Dia masih asik memompa tubuhnya keluar masuk tubuh Friday dari belakang. Friday juga seakan melupakan waktu dan menikmati semua perlakuan Louis. Louis semakin mempercepat goyangan pinggulnya menandakan sebentar lagi dia akan sampai pada puncaknya. Friday semakin menunggingkan pinggulnya karena dorongan dari Louis, dia berpegangan pada dingding agar tidak terpeleset.


Teriakan panjang dari kedua mulut pasangan suami istri itu menandakan bahwa mereka telah sampai pada puncak kenikmatan surga dunia. Sper*ma yang disemprotkan oleh Louis berceceran diantara paha Friday. Louis membantu Friday mandi kembali, dan memakaikan pakaiannya.


Friday sangat lelah dan dia segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang sudah dirapihkan oleh Louis. Dia kembali memejamkan matanya dan tertidur. Sudah menunjukkan pukul 7, Louis pergi ke ruang makan untuk sarapan tanpa Friday. Di sana sudah ada Wetennov yang menunggu keduanya.


"Friday di mana? Kenapa tidak ikut turun untuk sarapan" tanya Wetennov.


"Dia masih tidur uncle. Nanti akan ku bawakan sarapannya ke kamar saja" jawab Louis.


Wetennov tidak lagi membahas Friday, dia dan Louis makan sarapan paginya dengan tenang. Setelah selesai sarapan, Louis membawakan makanan untuk Friday ke kamar mereka.


Louis membangunkan Friday agar segera sarapan. Setelah makan pagi, Friday dan Louis kini duduk di sofa sambil menonton televisi.


Friday bersandar di bahu Louis. "Apakah lelah?" tanya Louis. "Iya sangat lelah, sepertinya tulangku ada yang patah" jawab Friday.


"Jangan lebay, tadi siapa yang minta agar aku menusuk lebih dalam dan keras?" sindir Louis.


Ck..hanya decakan yang keluar dari mulut Friday. Kemudia mereka fokus menonton tayangan kartun yang ada di televisi.


"Ahhhhhh badanku sakit semua dan lihatlah bahkan kakiku masih saja bergetar" keluh Friday tiba tiba.


"Berbaringlah, biar ku pijit" Louis memberikan solusi.


Dengan cepat Friday berbaring di sofa dengan kakinya yang dia tumpukan ke atas paha Louis. Louis membantu memijit kaki Friday.


"Kak kamu bohong padaku" ucap Friday.


"Bohong? Aku tidak pernah membohongimu. Bagian mana yang kamu rasa aku berbohong?" tanya Louis.


"Katamu kamu tidak bisa tidur tanpa obat tapi semalam kamu bisa tidur kok" jawab Friday.


"Aku pun tidak tau kenapa aku bisa tertidur Fri. Selama ini aku tidur karena obat. Aku tidak berbohong" bantah Louis. Louis menghentikan pijatannya pada kaki Friday.