Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Liburan Telah Tiba



Hari ini adalah hari yang paling mereka tunggu tunggu, ya hari ini mereka akan berangkat ke kota X untuk liburan. Seperti biasa, grup chat mereka akan riuh dan heboh karena seseorang. Siapa lagi kalau bukan Miss Trouble Maker.


"Gaes..gue bawa apa yang perlu ke sana? Aduh gimana ini?????" tanya Friday panik, dari kemaren dia belum kelar packing.


"Astaagaaa...kemaren kamu santai sekarang malah kepepet gini. Bawa seperlunya aja, nanti kalau ada yang kurang beli di sana aja" jawab Jeanne.


"Hooh lu kan sultan, beli di sana aja. Lo bawa duit yang banyak aja. Beres" Alexa ikut menjawab.


"Relax Fri, kamu kalau makin panik makin ga bisa mikir. Coba cek koper kamu, udah sesuai dengan list kemaren ga?" jawab Shelly.


"List apaan wee? Kok aku ga ngerti" balas Friday.


"Astaga nih anak rempong amat sih. List kemaren yang perlu dibawa apa aja ada di kasih sama si Jeanne. Makanya kalau baca grup chat tuh jangan langsung terjun bebas. Kebiasaan nih anak" Amora mode merepet.


"Ya udahlah...aku bawa duit yang banyak ajalah. Repot bawa barang" putus Friday menyerah.


Jeanne yang membaca keriuhan di grup chat mereka langsung menemui Friday dan membantunya packing barang barang yang perlu dibawa selama liburan.


Akhirnya mereka bisa berangkat dengan tenang menuju bandara. Mereka memesan 3 taxi, 1 khusus untuk pasangan suami istri Amora dan Leo. 1 taxi untuk Jeanne, Frizzy dan Friday. Dan taxi terakhir untuk Shelly dan Alexa.


Jeanne yang mengurus semua keperluan bersama selama liburan juga bertugas untuk mengawasi Friday. Karena mereka yakin, Friday mungkin saja memiliki ide aneh yang akan mengganggu berjalannya acara liburan mereka, keriuhan tadi pagi hanya bukti kecil. Jeanne juga akan menjadi penengah untuk Friday dan Frizzy yang kerap adu mulut.


Sesampainya di bandara, mereka langsung check in di counter penerbangan mereka. Karena kebelet mau ke toilet, akhirnya Jeanne terpisah dari kelompoknya. Jeanne duduk di belakang jauh dari tempat duduk teman temannya. Sedangkan Kelvin akan menyusul mereka di penerbangan selanjutnya.


"Tempat duduk kita pisah jauh" kata Jeanne. Dia sedih karena menurutnya akan membosankan di dalam pesawat jika tidak ada yang bisa diajaknya untuk mengobrol. Dia tipe orang yang tertutup, jadi akan sangat susah untuk memulai percakapan terlebih kepada orang asing.


"Terima aja say, penerbangannya cuman dua setengah jam aja, nanti di pesawat kamu tidur aja. Atau nonton movie, pas kan dua jam" kata Alexa.


"Semangat" tambah Frizzy. Jeanne hanya mencebik kesal.


Tidak lama menunggu di ruang tunggu, waktunya mereka melakukan pass boarding. Mereka memasuki pesawat yang akan mereka tumpangi. Beruntungnya Jeanne terpisah dari para teman temannya, karena saat ini dia duduk di sebelah cowok yang paling tampan yang pernah dia lihat. Itu mengurangi rasa sedihnya pisah dengan temannya.


Dari tampangnya dan pakaian yang di kenakan sang pria, Jeanne yakin dia adalah seorang pengusaha kaya. Bahkan asisten si pria yang duduk di belakang mereka juga tak kalah ganteng.


"Lumayanlah bisa cuci mata. Sepertinya aku pernah lihat, tapi di mana ya? Apa mungkin dia aktor atau model?" batin Jeanne.


Emang benar kata orang, kalau mata kita akan otomatis selalu mengarah ke pemandangan indah. Begitu juga dengan Jeanne yang selalu mengarahkan pandangan ke makhluk Tuhan paling ganteng yang pernah dia lihat itu.


Sedangkan si pria tampan mempesona itu tampak cuek dan tidak peduli dengan lirikan Jeanne. Di dalam hatinya dia menggerutu karena cewek aneh itu selalu menatap wajah rupawannya.


Sebelum lampu seat belt dinyalakan dan take off, si pria tampan itu menyempatkan diri mengirim pesan kepada asistennya.


✉️To Kirein:


'Bisa tidak kamu singkirkan perempuan di sampingku ini.


Seperti tidak pernah melihat wajah tampan saja.


Kasian wajahku ditatap mata rakyat jelata sepertinya


Ini alasan kenapa aku ga suka naik pesawat komersil, apa ini, bangku ekonomi? sangat menodai keluhuran dan martabat nenek moyangku'


✉️To Bozz:


'Maaf boss, jet pribadi Alcantara sedang digunakan oleh tuan Kalino. Dan untuk penerbangan ke kota X pagi ini hanya tersisa ini.


Lain kali tidak akan terjadi.


Maaf bozz.'


Si pria itu hanya menggerutu dalam hatinya, dia sangat kesal dan jengkel 'Menyebalkaaaaannnn'.


Selama perjalanan menuju kota X, si pria tanpan itu menutup wajahnya dengan tabloid. Itu lebih baik dari pada harus dipandangi oleh sepasang mata rakyat jelata pikirnya.


'Apa apaan perempuan ini. Sangat mengganggu pandangan' gerutu si pria tampan dalam hati.


'Sangat disayangkan ketampanan yang paripurna harus disembunyikan dibalik tabloid. Betapa beruntungnya tabloid itu. Aku mau jadi tabloid kalau tiap hari bisa disentuh oleh nya' Jeanne bermonolog dalam hati.


'Semakin lama ditatap oleh rakyat jelata ini, wajahku akan semakin ternodai. Sungguh mengganggu seperti hama..eh hama atau gulma ya? ah sepertinya hama lebih cocok' si pria tampan masih menggerutu dalam hati.


'Hai tampan, lihat ke sini dong....


Kalau diajak foto, mau ga ya?' tanya Jeanne di dalam hatinya. Baru kali ini dia genit dengan lelaki, biasanya dia akan sangat cuek.


Suara pengumuman pre landing dari pilot pesawat terdengar. Dengan reflek si pria tampan berteriak "Yeah" merasa lega karena sebentar lagi terlepas dari pandangan hama disampingnya.


'Bisa tidak pesawat ini menambah kecepatannya? Rasanya sudah tidak tahan ingin segera membasuh wajahku dengan kembang 7 rupa' si pria tampan masih berbicara dalam hati.


'Astagaaa cepat sekali sampainya. Kenapa pesawatnya harus ugal ugalan sih. Belum puas memandang wajahnya, kapan lagi bisa cuci mata gratis' Jeanne mengeluarkan kekesalan dalam hati.


Akhirnya pesawat mereka tumpangi Landing dengan sempurna. Si pria tampan buru buru keluar karena merasa wajahnya yang tampan tercemar oleh pandangan mata rakyat jelata itu. Wetennov tidak memperhatikan Friday sang keponakan juga menumpang di pesawat yang sama.


'Thanks God, aku bebas...wajahku yang tampan masih utuh' kata Wetennov dalam hatinya.


Ya si pria tampan di samping Jeanne adalah Wetennov Arsen Alcantara, uncle Friday yang seumuran dengan kakaknya Sunday.



Dan sang asisten sekaligus sekretasinya Kirein Groben. Kirein juga adalah teman Wetennov dan Sunday.



Kirein langsung menyusul sang bozz dan berpapasan dengan Friday yang sedang sibuk dengan teman temannya. Tapi dia tidak yakin kalau itu adalah Friday keponakan bozz besarnya. Tanpa buang buang waktu, Kirein berlari kembali ke tempat bozznya berada setelah mengambil kopernya dan koper Wetennov.


Wetennov langsung memasuki mobil yang akan membawa mereka ke hotel tempat mereka melakukan meeting dengan pemilik hotel dan resort. Kedatangan Wetennov adalah untuk urusan bisnis.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu