
Setelah pesanan makanan mereka datang dan dihidangkan, mereka makan dengan diam. Hanya terdengar celotehan ataupun rengekan dari dua balita yaitu Keyra dan Brent. Jeanne dan Amora sedikit kerepotan mengurus balitanya yang dalam masa golden age itu.
Tidak tahan dengan kecanggungan dan suasana mencekam itu, Shelly membuka pembicaraan dengan menanyakan Friday dan Jeanne. "Kenapa kalian datang? Terutama kamu Fri setelah sekian lama tanpa kabar" tanya Shelly dengan nada marah.
"Kenapa berkata seperti itu sih Shel?" tanya Frizzy. Dia bingung kenapa Shelly seperti tidak terima kedatangan Friday dan Jeanne. Bukankah mereka merindukan kedua sahabatnya itu? Dan dulu saat pernikahan Sunday, mereka telah bertemu dengan Jeanne dan mengatakan mereka rindu tapi sekarang malah marah.
"Apa kamu tidak merasa kalau suasana jadi canggung karena mereka?" tanya Shelly balik.
"Kenapa kami tidak bisa datang ke pertemuan rutin ini? Bukankah dulu aku yang merencanakannya sebagai kegiatan rutin kita? Apa aku sudah tidak dianggap sebagai teman?" tanya Friday mulai terpancing emosi.
"Bukan gitu Fri" jawab Amora menenangkan Friday yang kebetulan duduk di sampingnya.
"Setelah apa yang kamu lakukan kamu masih berani mengatakan kalau kamu teman?" jawab Shelly.
"Kamu pergi tanpa kabar, teman macam apa yang berbuat seperti itu? Dan kenapa kalian seolah membela dan membenarkan perbuatannya?" tanya Shelly. Frizzy, Amora dan Alexa tanpak diam.
"Kami sudah nyaman dengan formasi berempat. Selama ini kami baik baik saja tanpamu. Bahkan sangat damai, tapi kamu datang dan tiba tiba menghancurkan semuanya. Apa sih maumu?" kata Shelly menggebu gebu.
"Apa yang aku hancurkan dari hidupmu? Aku memang pergi tanpa pamit dari kalian tapi kalian tau kan kabarku dari kakakku? Bukankah itu cukup?" jawab Friday.
"Benar kata Shelly, kamu tidak menghancurkan hidupnya tapi milikku. Itu artinya kamu menghancurkan semuanya. Saat kamu tidak ada, kehidupan kami tenang tapi begitu kamu datang semuanya berubah dan mendapatkan kesialan. Kenapa kamu tidak tidak tinggal di sana saja sampai selama lamanya hah?" kini Alexa ikut menyerang Friday.
Friday yang hampir menjawab Alexa dicegah oleh Jeanne. Dia meminta Friday tenang, apalagi Brent dan Keyra tampak terkejut dengan nada tinggi dan keras yang dilontarkan mereka.
"Sekarang aku tanya, apa kalian tidak keberatan dengan keberadaan Friday di sini?" tanya Shelly melirik ke arah Frizzy.
Frizzy menggeleng tanda tidak keberatan. Jeanne juga berkata tidak keberatan begitupun dengan Amora.
Shelly terkekeh dengan jawaban dari temannya. "Ternyata hanya aku dan Alexa saja yang merasa keberatan. Aku tau ini akan terjadi lagi. Dari dulu kalian tidak pernah memikirkan perasaan kami, tidak ada yang membela kami sama sekali".
"Maksud kamu apa sih? Dan kamu kenapa Lex? Kamu memintaku untuk membujuk Friday agar mau menemuimu, dan sekarang Friday ada di sini tapi kamu tidak senang. Harusnya aku bertanya apa maumu?" jawab Jeanne yang sudah jengah dengan Shelly dan Alexa.
"Apa ini menyangkut masalah pertunangan itu? Aku rasa yang berhak membahasnya hanya Friday dan Alexa. Mending kamu tidak ikut campur Shel" pinta Jeanne agar mereka tidak memperdebatkan masalah pribadi Friday dan Alexa.
"Sudah ku duga kamu akan membela Friday karena kamu istri pamannya. Dan kamu Frizz sama aja, bagaimana pun Friday tetap boss mu di kantor, begitu pun dengan Amora. Aku kecewa sama kalian" timpal Shelly.
"Bukan gitu Shel, tapi itu kan memang urusan pribadi mereka, kita ga seharusnya ikut campur. Terlepas dari aku yang punya kerjaan dengan Friday, aku tidak punya masalah pribadi dengan Friday dan siapa pun itu. Kenapa aku mesti keberatan dengan keberadaan Friday di sini" Amora memberikan tanggapannya. Dia tidak terima jika Shelly menganggapnya membela Friday karena Friday pemilik AFF dan Amora bekerja di sana. Dia tidak suka urusan pribadi dan kantor dicampur aduk di dalam pertemanan mereka.
"Mending diem" batin Frizzy dan Jeanne. Mereka merasa diam adalah jalan terbaik mengingat watak Shelly yang mengotot seperti itu dia tidak akan menerima penjelasan mereka. Apalagi sudah mengaitkan dengan urusan kantor dan keluarga.
"Ayo kita bicarakan berdua saja" pinta Alexa.
"Tidak mau. Kenapa mesti kita bicarakan berdua saja? Bukankah tadi kalian menolakku karena hal itu? Jadi kenapa kita tidak bahas bersama saja?" tolak Friday.
"Alexa sudah mengajak untuk berbicara berdua saja, berarti ini masalah pribadi" jawab Shelly.
"Kamu tadi bilang itu adalah masalah pertemanan bukan masalah pribadi jadi ayo bicarakan secara terbuka. Kenapa tolak ukurmu selalu Alexa?" lanjutnya.
"Tidak usah munafik Fri, kami tau kebusukanmu selama ini. Kamu hanya bersembunyi di balik topeng malaikat sedangkan hatimu adalah iblis. Jangan mentang mentang kamu anak orang kaya jadi seenaknya berbuat seperti itu pada kami orang miskin ini. Selama ini semua orang mendengarkan kamu hanya karena orang tuamu punya kuasa" Shelly mulai merancau tidak jelas.
"Kalau selama ini aku memandangmu miskin, tidak mungkin aku mau berteman denganmu. Jadi jangan bawa bawa harta dalam hal ini. Come on guys, kita udah dewasa kita bicarakan ini secara dewasa. Aku mengikuti usulan kalian tapi sekarang kalian mencelaku" jelas Friday.
"Batalkan pertunangan itu!" pinta Alexa dengan tegas.
"Siapa kamu berani menyuruhku membatalkan pertunanganku" tanya Friday.
"Semua orang tau kalau aku adalah kekasih Christian" jawab Alexa.
"Orang yang mana kamu maksud? Zy kamu mengetahui hubungan mereka?" tanya Friday kepada Frizzy.
"Aku tidak tau, Alexa tidak pernah cerita. Bahkan aku tidak tau apa yang kalian bicarakan saat ini" jawab Frizzy jujur.
"Aunty Jean, kamu tau mereka sepasang kekasih?" tanya Friday ke istri unclenya itu.
"How can I know Fri? Aku selalu bersamamu dan jarang berkomunikasi dengan mereka. Lagian Alexa tidak pernah cerita" jawab Jeanne.
"How about you Mor?" Friday menoleh ke arah Amora.
"Jujur, aku tau ada niatan kak Christian untuk mendekati Alexa, tapi aku tidak tau mereka pacaran. Seminggu sebelum tunangan itu, kak Chriatian memintaku untuk menemani Alexa memilih pakaian untuk tunangan mereka. Dan sehari sebelum tunangan itu, kak Christian memintaku untuk jadi wali Alexa tapi saat hari H, kak Christian membatalkannya. Walaupun kita dekat setahun terakhir ini, tapi Alexa tidak menceritakan hubungannya dengan kak Christian" cerita Alexa kepada semuanya.
"See? Mana yang kamu bilang semua orang? Mereka tidak akan tau sebelum ada kejadian ini" tanya Friday.
"Tapi kamu tau kan hubungan Alexa dan Christian?" tanya Shelly kembali.
"Of course. Apa ada masalah?" tanya Friday dengan wajah tengil.