
Perasaan Kelvin kacau melebihi kacaunya hati saat meletus balon hijau. Karena kejadian beruntun itu dia semakin uring uringan. Dia mulai meretas cctv kantin dan menyimpan hasil rekaman hari itu di sebuah flashdisk.
Besok dia mau menemui Frizzy dan membuktikan gosipnya kemarin memang benar adanya. Setidaknya dengan memberikan cctv itu, Frizzy bisa percaya omongannya dan menarik kembali kata kata Frizzy yang mengatai dia tukang gosip dan tukang fitnah.
Setelah menyimpan hasil rekaman cctv, dia langsung berbaring di tempat tidur, hari ini sunghuh hari yang melelahkan untuknya. Baru juga memejamkan mata, Leo masuk ke kamar dan mengganggu tidurnya. "Ya Tuhan, apa lagi ini, cobaan apa lagi yang harus ku hadapi hari ini" gumannya dalam hati.
"Oik cowok mesum, bangun lu, nih gue bawain makan malam buat lu." goda Leo.
Kelvin memang tidak ke kantin untuk makan malam ini, dia masih malu dengan kejadian tadi dan malas kalau bertemu dengan kecoak sawah. Kelvin hanya melirik Leo dengan kesal, dia bangkit dari tempat tidurnya dan mulai menikmati makan malamnya.
Setelah kenyang dan menghabiskan semua makan malam yang dibawa oleh Leo, dia baru mengucapkan terima kasih. Benar benar minim akhlak. Satu minim akhlak yang satu tak punya akhlah, kombinasi yang bagus bukan? Sayangnya mereka tampan, pintar dan bonusnya adalah kaya.
Leo tau betul bahwa Kelvin buka type cowok mesum dan mata jelalatan. Oleh karena itu, Leo mau membantu Kelvin untuk menemui Frizzy dan meluruskan masalahnya.
Kelvin sangat tidak suka mempunyai masalah dengan orang lain sebenarnya. Dia type cowok baik dan berhati lembut. Tadinya dia mau mencoba nakal dengan menjahili Frizzy dengan motif balas dendam tapi yang didapat malah kesiyalan. Dia kapok punya pikiran buat balas dendam.
Malam ini dia tidak ikut teman temannya yang lain main game atau mengikuti kegiatan seperti biasanya. Dia hanya akan tidur dan berharap ganjalan di hatinya cepat terselesaikan.
Di asrama putra suasananya lebih ramai bila malam hari, banyak aktivitas mahasiswa yang mereka lakukan secara rutin mulai dari olah raga, bergosip, main game, membahas politik, mengerjakan project dari luar sebagai pemasukan uang jajan tambahan bahkan ada menonton bareng pertandingan sepak bola sampai menonton blue film ramai ramai pun ada.
Yang lebih lucu ada tukang cukur rambut dadakan yang dibuka tiap senin, rabu dan jumat. Tidak heran kalau penghuni asrama putra lebih kompak. Hampir semua kegitan dilakukan bareng.
Keesok harinya sebelum jam perkuliahan dimulai, Leo mengajak Kelvin menemui Frizzy di tempat biasanya mereka berkumpul. Tapi hari ini, tidak ada siapa siapa di sana.
Kelvin tampak kecewa, dia akan melalui siksaan batin ini lebih lama lagi. Sedangkan Leo bertanya tanya kenapa gebetan dan genk nya tidak ada di tempat biasa.
Pikirannya mulai buruk, apakah terjadi sesuatu kepada Alexa? Atau apakah Vemola mengganggu mereka? Hmmmm dia mulai resah apalagi semalam dia tidak bertemu dengan sang pujaan hati.
Mereka memutuskan untuk mencari mereka pada saat jam istirahat atau jam kosong nantinya. Jadi sekarang mereka akan fokus mengikuti kelasnya dulu.
Di kamar asrama putri nomor 213A, terjadi kehebohan. Shelly memberitahukan bahwa project mereka yang ada di share folder terhapus. Dari log activity di share folder, orang terakhir yang login adalah Friday. Dan ternyata yang menghapus project mereka juga adalah Friday.
Friday bingung, dia merasa tidak menghapus project mereka. Bodoh sekali rasanya kalau dia menghapus project yang setengah mati dia dan teamnya kerjakan. Lagian ini adalah project akhir, nilai mereka juga tergantung project, bayangkan project ini 4 SKS. Selain itu project ini untuk toko bajunya. Rasanya sangat tidak masuk akal.
Friday merutuki kesalahannya yang tidak hati hati. Dia kesal dan marah terhadap dirinya sendiri. Dia juga kecewa pada dirinya yang memaksakan diri mengerjakan project sampai tengah malam yang berujung bencana buat teamnya.
Shelly kesal kepada Friday karena dia baru menyelesaikan bagiannya di project dengan susah payah tapi malah dihapus oleh Friday. Dia mendiamkan Friday dan menganggapnya seolah radio rusak saat Friday berbicara. Jeanne merasa kesal sih tapi apa mau dikata semua telah terjadi.
Friday hanya bisa menghela nafasnya panjang dan tak mau ambil pusing dengan sikap Shelly. Dia tidak sakit hati atas perkataan dan sikap Shelly karena memang itu semua salahnya.
Libur sebentar lagi tiba, itu artinya tinggal beberapa hari lagi waktu yang mereka punya. Friday mengusulkan agar mereka menggunakan waktu libur untuk mengerjakan project dari awal. Harusnya itu akan lebih cepat dikerjakan karena mereka sudah pernah mengerjakannya sebelumnya.
Semua mengangguk setuju, hanya Shelly yang setengah hati mengiyakan karena merasa terganggu dengan acara liburannya. Tapi mau tidak mau mereka harus merelakan liburannya kali ini demi 4 SKS.
Karena semua permasalahan itu dilakukan oleh Friday, Friday menawarkan pengerjaan project akan dilakukan di rumahnya. Teman temannya akan menginap di kediaman Alcantara. Teman temannya pasrah mengikuti usulan Friday. Ya ga papa kali menikmati kemewahan keluarga Alcantara sekali sekali.
Friday menghubungi orang tuanya untuk meminta izin membawa teman temannya menginap di rumah mereka. Teman temannya melongo melihat tingkah anak remaja ini. Dia sudah memutuskan untuk pengerjaan project akhir di rumahnya sebelum meminta izin ke pemilik rumah sesungguhnya.
Mereka juga deg degan menunggu jawaban sang ratu penguasa keluarga Alcantara yaitu mommy nya Friday. Mereka akhirnya bernafas lega saat mommy nya Friday setuju kalau mereka akan menginap di rumah mereka selama liburan perkuliahan.
Setelah mendapat izin dari sang kanjeng mami, Friday menghubungi kepala pelayan di rumahnya. Tidak ada salam maupun basa basi lainnya, begitu teleponnya diangkat orang di seberang sana, Friday langsung mengutaran maksudnya kenapa menelepon rumah utama.
"Uncle Sil, tolong siapkan kamar tamu untuk teman temanku. Sabtu nanti aku dan teman temanku akan menginap di sana selama seminggu. Temanku jumlahnya 5 orang cewek semua. Pastikan semuanya sempurna saat menyambut mereka. Pokoknya aku tidak mau meninggalkan kesan buruk ke mereka".
Kelima temannya yang mendengar percakapan Friday dan orang yang dia sebut uncle Sil itu saling pandang dang geleng geleng. Sungguh sangat pengatur pikirnya masing masing.
Nada bicara Friday tegas dan tak terbantahkan membuatnya terlihat seperti cewek imut dominan. Sungguh tidak sesuai dengan muka polosnya seperti anak kucing yang butuh dilindungi.
Akhirnya sudah diputuskan bahwa liburan mereka kali ini adalah mengerjakan project di rumah Friday.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu