
Wetennov dan Kirein membawa Jeanne ikut bersama mereka. Di sepanjang perjalanan Jeanne selalu berontak. Dia tidak mengerti kenapa pria tertampan yang pernah dia lihat ini memaksanya untuk ikut dengan mereka. Padahal dia tidak mengenal pria ini.
"Aku menyesal mengagumi ketampanannya. Ternyata dia sangat kasar dan tak terpuji" Jeanne berbicara dalam hati, percuma dia mengeluarkan suaranya karena yang terdengar oleh Wetennov hanyalah bunyi aaaaaa saja.
"Mau dibawa kemana aku? Astagaaaa.....kalau dia minta aku jadi istrinya dengan cara baik baik pasti aku mau. Jean please deh, otak kamu jangan asal mikir" Jeanne masih berguman dalam hati. Jeanne masih sanggup berpikiran aneh.
Setelah sampai di mobil yang akan membawa mereka, Wetennov kali ini membuka dasi Kirein dan mengikat tangan Jeanne. Kirein tidak lagi menutup mulut Jeanne dengan tangan tapi dengan dasi Wetennov dan sekarang tangannya pun diikat pakai dasi Kirein.
"Ayo jalan" perintah Wetennov kepada supir yang akan membawa mereka ke bandara.
"Tunggu, koper kita mana bozz?" tanya Kirein.
"Mana ku tau, kamu letak di mana emang?" tanya Wetennov balik.
"Ya Tuhan, kenapa aku harus punya boss seperti ini sih. Tadi aku sibuk menangkap gadis ini, jadinya kopernya ku tinggal di depan kamar hotel itu" jelas Kirein.
"Nah itu, kamu yang ninggalin kan. Kenapa kamu nanya aku?" Wetennov balik memarahi Kirein.
Kirein menghela nafasnya panjang dan mengaku dia yang salah. "Iya, saya yang salah bozz, maafkan hamba. Saya kembali ke hotel dulu untuk mengambil koper kita yang tertinggal" Kirein mengalah demi kewarasannya yang semakin terkikis oleh waktu.
"Sudahlah, tinggalkan saja kopernya. Jangan kayak orang susah kamu" perintah Wetennov.
"Tapi bozz, semua berkas kerja sama ada di koper itu" jawab Kirein.
"What? Ambil cepat, bisanya kamu ninggalin barang sepenting itu" Wetennov kembali marah. Jeanne yang menyaksikannya hanya bisa diam. Dia tidak bisa berkomentar karena memang mulutnya sudah ditutup.
Sebenarnya Jeanne ingin sekali tertawa tapi karena dia sedang diculik, sangat tidak etis kalau dia masih sanggup menertawakan orang lain. Sedangkan nasibnya sedang diujung tanduk.
Kirein langsung bergegas pergi meninggalkan mobil bozznya menuju lantai hotel mereka menginap. Untungnya kopernya masih ada di sana dalam keadaan utuh.
Sesampainya Kirein di lobby hotel tempat mobil yang akan membawa mereka ke bandara, Kirein memasukkan dua koper mereka ke bagasi dan masuk ke dalam mobil. Tidak lebih dari 15 menit mereka sampai di bandara.
Setelah sampai di bandara mereka langsung menuju jet pribadi milik Alcantara Grup yang akan segera take off. Sebelum memasuki pesawat, mata Jeanne ditutup dengan sapu tangan. "Tutup matanya. Aku tidak suka saat mata rakyat jelata itu menatapku" perintah Wetennov kepada Kirein.
Itu karena sepanjang perjalanan, Jeanne seakan tidak tau posisinya yang sedang diculik malah seperti terlihat senang karena bisa menatap wajah tampannya. Hingga membuat Wetennov kesal dan geram.
Jeanne meronta dan berusaha berteriak walaupun mulutnya sudah tutup dengan dasi. Jeanne pun kesal, kenapa matanya ikut ditutup. Kalau seperti ini, bagaimana dia bisa menikmati waktunya saat penculikan ini.
"Ah satu lagi, lakukan apapun kepadanya sampai dia mengaku. Dan pastikan dia menderita tapi jangan sampai meninggal" perintah Wetennov kepada pengawalnya yang lain.
Mereka memasuki pesawat dan langsung disambut semua team keamanan Alcantara.
"Di mana keponakanku?" tanya Wetennov kepada kru di dalam pesawat. Salah satu pramugara langsung menunjukkan keberadaan Friday dan menggiring Wetennov menuju ke tempat tidur dimana Friday sedang diperiksa oleh dokter Kenan.
Wetennov menunggu hingga dokter Kenan selesai memeriksa Friday. "Bagaimana keadaannya? Apakah baik baik saja?" tanya Wetennov.
"Kita bawa ke rumah sakit ya, biar lebih pasti. Sepertinya dia shock. Tadi dia sempat berteriak histeris setelah dia bangun, dan sekarang sudah tertidur lagi karna sudah diberi suntikan obat penenang" terang dokter Kenan.
Wetennov hanya menatap sendu keponakannya itu. Wetennov berencana akan menyampaikan kejadian ini kepada keluarganya setelah mereka sampai di tempat tujuan.
Pesawat pribadi yang ditumpangi oleh Wetennov telah mengudara selama 8 jam. Tujuan mereka bukan kembali ke ibu kota negara A tapi menuju Negara WX dimana selama ini Wetennov tinggal.
Menurut Wetennov tempat paling aman adalah rumahnya karena penjagaan yang ketat dan team keamana yang kuat.
"20 menit lagi kita akan landing bozz. Mohon mempersiapkan diri" Kirein menemui Wetennov yang sedang termenung menyusun kalimat apa yang akan dia sampaikan kepada kakaknya nanti.
"Hemmm. Thanks" Wetennov kembali ke tempat tidur dimana Friday berada, Dia memantau perkembangan kondisi Friday. Sudah 8 jam tapi keponakannya belum juga sadar.
Wetennov jadi semakin khawatir, dia ingin menanyakan hal ini kepada dokter Kenan. Wetennov terkejut kala mendengar suara dokter Kenan yang tiba tiba muncul entah dari mana. Pucuk dicinta ulam pun tiba, ralat tapi Kenan pun tiba.
"Aku sengaja memberikan obat penenang dengan dosis yang lebih tinggi. Mengingat sifatmu yang penasaran dan tidak mau diabaikan, kamu tidak akan membiarkannya istirahat sebelum kamu mendapatkan jawaban yang membuatmu puas. Dia butuh banyak istirahat, jadi jangan coba coba untuk mengganggunya. Dan satu lagi, setelah dia bangun, jangan langsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan yang mengungkit kejadian itu. Berikan dia waktu untuk menenangkan diri sejenak" kata dokter Kenan seakan tau apa yang akan ditanyakan oleh Wetennov.
"Ckcckc aku tidak begitu" kata Wetennov tidak membenarkan perkataan Kenan yang seakan memojokkannya.
"Kamu pikir kita berteman hanya sehari dua hari? Tidak kawan, kita berteman sudah 30 tahun lamanya. Jadi aku tau luar dalammu" kata Kenan mengingatkan pria tampan itu bahwa mereka sudah saling mengenal semenjak mereka masih balita.
Wetennov langsung menyilangkan tangannya di dadanya "Dasar mesummm. Menjauh dariku, dokter gila. Aku penyuka lobang bukan batangan"
"Astaga kau pikir aku tertarik denganmu? Aku masih normal, bahkan kalau pun aku menyimpang, kamu adalah orang pertama yang akan ku tolak. Masih banyak lelaki yang lebih mengemaskan dari pada kamu. Ekspresimu sungguh datar, tidak menarik untuk diajak skidipap. Percaya diri sekali. Desas desusnya kamu yang gay*. Malah menuduhku yang tidak tidak" dokter Kenan tidak terima dengan sikap Wetennov yang seakan menganggapnya tidak normal.
"Ckckck dan kamu percaya dengan gosip murahan itu?" tanya Wetennov.
Dokter Kenan hanya mengangkat bahunya seolah percaya tak percaya.
"Katamu kamu tau luar dan dalamku, gosip seperti itu saja kamu percaya. Teman apaan seperti itu hah?" Wetennov ngegas. Dia kesal dengan gosip murahan yang mengatakan dia menyimpang, kemarin Kirein dan sekarang dokter Kenan percaya dengan hoax.
"Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api bukan?" jawab dokter Kenan sambil berlalu.
"Ahhh stresss" Wetennov berdesis kesal.
………………………………………………………………………………
Kisah Friday, Jeanne dan Wetennov sampe sini dulu. Lumayan tokohnya berkurang dikit wkwkwwk
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu