
Gini jadinya kalau pemerannya banyak wkwkwk, aku jadi susah sendiri mengaturnya. Kadang keasyikan nulis cerita tokoh pendukung sampai lupa tokoh utama harus diapain. Tapi semuanya akan berhubungan. Maafkan aku atas cerita yang aneh ini, aku pun merasa aneh karena mau nulis cerita aneh tapi anehnya lagi masih ada yang mau baca. Sungguh aneh. Berarti kita senasib, aneh
🌸🌸🌸🌸🌸
Para tamu yang hadir untuk menikmati party ala diskotik dan club malam semakin ramai. Wetennov lagi lagi melihat perempuan itu di roof top mengenakan dress hitam yang panjangnya sejengkal diatas lutut hanya menutupi sedikit pahanya yang mulus. Wetennov berdecih tidak suka tapi matanya selalu tertuju ke sana
"Lihat ke arah jam 3, perempuan itu lagi. Dia benar benar penguntit" kata Wetennov kepada Kirein.
"Astaga bozz kenapa selalu melihat perempuan yang sama? Anda terlihat seperti pria mesum yang mengunci targetnya untuk segera melepas gairah. Kalau seperti ini yang pantas dicurigai adalah anda bozz. Andalah penguntitnya" Kirein mencoba menjelaskan situasinya.
"Bukankah kamu tadi bilang kalau aku gay*? Tidak mungkin aku yang gay* punya gairah melihat kaki dan pahanya yang mulus. Lihat tubuh ramping yang indah walaupun dadanya tidak terlalu besar...tapi tetap menarik untuk diperhatikan. Apalagi dipegang....pasti kenyal" Wetennov tanpa sadar mengatakan apa yang ada dipikiran alam bawah sadarnya.
"Fix...anda penguntit" Kirein tidak habis pikir dengan bossnya, ternyata semesum itu.
"Penguntit apanya...jelas jelas gadis itu yang mengikutiku kemanapun aku pergi" Wetennov hanya menatap tajam asistennya itu.
"By the way, bagaimana dengan keponakanku?" tanya Wetennov lagi.
"Laporan terakhir dari bodyguard, mereka tadi ada di sini bozz. Tapi setengah jam yang lalu mereka kehilangan jejak karna sesuai perintah anda untuk mengetatkan pengawasan di sekitar kita. Apa perlu ku perintahkan mereka lagi untuk mengawasi nona Friday?" tanya Kirein.
"Tidak perlu, sepertinya dia baik baik saja dengan teman temannya dan berbaur dengan masyarakat jelata dengan baik. Tidak akan ada yang curiga kalau dia anggota keluarga Alcantara seperti yang kamu bilang. Tetap awasi sekeliling kita saja" perintah Wetennov.
"Baik bozz" jawab Kirein.
Wetennov dan Kirein larut dalam perbincangan mengenai banyak hal. Mereka terganggu karena telepon genggam Kirein berbunyi. Mereka belum menyadari situasi yang terjadi di pesta itu.
Hingar bingar musik DJ di rooftop tempat pesta tersebut diselenggarakan masih terdengar tapi sebagian besar tamu sudah beranjak pergi. Ternyata telah terjadi sabotase terhadap pesta itu. Dimana banyak minuman yang disediakan telah tercemar obat perangsang.
Belum tau pasti siapa yang pelaku bahkan pemilik resort dan hotel juga menjadi korban. Pihak hotel akhirnya menghentikan acara pestanya dan meminta maaf atas apa yang telah terjadi.
"Bozz lapor, sepertinya firasat anda memang benar" Kirein langsung melapor pada bossnya setelah menerima telepon dari para team keamanan Alcantara.
"Maksudmu kita diikuti?" tanya Wetennov.
"Sepertinya ada yang berniat mencelakai kita. Tidak mungkin ini sebuah kebetulan, karna hampir semua minuman yang bozz sukai diberi obat perangsang, semua jenis Limoncello. Ada yang berniat menjebakmu boss" jawab Kieein.
"Kan sudah ku bilang tapi kamu malah menuduhku yang menguntit perempuan itu" Wetennov mendengus kesal dan marah. "Maaf boss" Kirein hanya bisa menundukkan kepalanya dan menyesal meremehkan firasat sang boss.
"Sekarang firasatku semakin buruk, cepat cari Friday sekarang dan perempuan tadi" perintah Wetennov.
Mereka mengedarkan pandangan ke seluruh arah, tapi perempuan yang dimaksud sudah tidak berada di tempat.
"Cepat kerahkan semuanya mencarinya, sudah berapa lama gadis nakal itu lepas dari pengawasan?" tanya Wetennov lagi, dia semakin panik.
"Pasti friday juga dalam bahaya, aku takut dia meminum Limoncello itu, karna dia juga menyukai minuman itu" jelas Wetennov, sekarang dia tidak peduli dengan keamanannya sebelum menjamin keselamatan Friday.
Kirein segera menghubungi pasukan bodyguard Keluarga Alcantara agar mencari keberadaan Friday, sang nona muda.
"Cepat selidiki siapa perempuan itu. Aku yakin dia juga terlibat" titah Wetennov lagi.
"Baik bozz segera dilaksanakan" Kirein segera menghubungi team keamanan yang lain agar menyelidiki Jeanne. Kirein sendiri tetap menempel pada bossnya. Dia takut terjadi apa apa dengan mereka.
Sekitar 2 setengah jam yang lalu, Friday dan teman temannya berkumpul di meja pojok setelah Alexa dan Shelly puas menari, tapi Jeanne masih belum menyusul sedangkan Leo dan Amora melanjutkan honeymoon yang terbilang sudah expired.
Mereka minum beberapa jenis minuman rendah alkohol. Mereka minum hanya beberapa segelas tapi mereka merasa sedikit pusing. Mereka memustuskan untuk kembali ke kamar karena merasa kantuk, pusing, mual dan sedikit panas.
Terlihat bahwa Friday paling menderita, karena meneguk 2 gelas Limoncello yang sudah bercampur obat afrodisiak. Afrodisiak adalah zat yang meningkatkan hasrat, ketertarikan, kesenangan, atau perilaku se*ksual.
Alkohol sendiri merupakan afrodisiak alami, ditambah dengan obatan yang non alami maka efeknya bekerja lebih cepat.
Friday dan Frizzy yang sudah merasakan efek obatan itu sudah mulai merasa kegerahan dan selalu memegangi lehernya. Kelvin memapah Frizzy, Shelly dan Alexa memapah Friday.
Frizzy meminta tolong kepada Kelvin untuk membantunya menghilangkan kegerahan yang dialaminya. Kelvin pun bingung harus berbuat apa. Dia juga diambang kewarasannya karena dia juga meminum obatan itu.
Di tengah perjalanan menuju kamar, Shelly pamit duluan karena kebelet ingin buang air kecil, hingga meninggalkan Alexa memapah Friday sendirian. Tapi sebelum mencapai kamarnya, tiba tiba sebuah tangan menarik Alexa dan membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan suara.
Sedangkan Friday tergeletak tak karuan di lantai koridor kamar hotel. Alexa semakin meronta saat orang yang menariknya kini menggendongnya dan membawanya menjauh dari Friday. Alexa menangis meraung tapi sayangnya karena kekacauan di hotel, para staff yang bekerja kini fokus mengevakuasi para tamu di rooftop dan tidak ada satupun yang bisa membantunya.
Shelly kembali ke kamarnya dan melihat kamarnya kosong, berpikir bila Alexa masih mengurus Friday jadi dia tidak mengecek keadaan temannya lagi. Dia langsung bergegas tidur karena kepalanya sangat berat. Dia tidak meminum minuman bercampur obatan itu. Shelly memang pusing dan mual murni karena mabuk.
Tidak lama setelah tergeletak di lantai, ada seorang pria misterius yang membantu Friday untuk berdiri. Friday yang mendapatkan sentuhan langsung memohon pada pria itu untuk membantunya melepaskan hasratnya.
Friday terus menempeli pria itu. Si pria itu juga merasakan hal yang sama dengan Friday. Dalam keadaan yang tidak sadar dan sedang di puncak gairahnya, si pria membawa Friday ke sebuah kamar hotel.
Mereka berdua terus memberikan sentuhan sentuhan yang memuaskan hasratnya. Tapi ternyata hanya sebatas sentuhan dan ciuman tidak cukup. Mereka pun melakukan hubungan yang seharusnya dipakukan oleh sepasang kekasih atau suami istri.
Jauh beda dengan Friday, Alexa yang memang hanya sedikit mabuk masih bisa berpikir jernih. Dia selalu menolak pria itu dengan mencoba lari dari kungkungannya. Hingga Alexa menangis pasrah karena tenaganya yang hampir habis meronta.
Jangan tanyakan keadaan Frizzy dan Kelvin, pastinya mereka berdua juga sedang melakukan sesuatu yang bisa melepaskan gairahnya di kamar Kelvin saat ini.
………………………………………………………………………………
Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu