Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Terpaksa menjadi wanita malam



Mami Amanda keluar dari ruang kerjanya langsung dicegat oleh Sunday yang kebetulan berada di club malam itu.


"Oh hai sayangku, merindukanku?" tanya Amanda kepada Sunday. Amanda langsung bergeleyot manja di dada sang pria. Tangannya pun mulai nakal mengelus dada bidang itu sampai ke perut.


Sunday adalah pelanggan tetap di club ini, bahkan dia punya membership VVIP atau Very Very Important Person.


Bayangkan saja, untuk mendapatkan membership VIP atau Very Importan Person saja harus menghabiskan uangnya diatas 200jt dalam semalam. Ini membership VVIP loh...kebayang ga tuh banyaknya duit yang mesti dia gelontorkan?


Tapi beruntungnya Sunday tidak pernah mengeluarkan sepeser pun duitnya untuk menikmati fasilitas VVIP ini karna club ini punya Wetennov Arsen Alcantara. Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa pemilik club ini punya hubungan keluarga dengan Sunday, tepatnya unclenya yang seumuran dengannya.


Jadi tidak usah heran kalau dia bebas keluar masuk ke seluruh bagian club itu dengan sesuka hati dan setiap waktu. Walaupun demikian dia masih menghormati pemilik ruangan, dia hanya melihat dari luar. Dia akan masuk bila mendapat izin.


Sunday tidak menjawab pertanyaan Amanda, dia masih sibuk mengintip gadis yang berada di ruang kerja Amanda. Dia ingin memastikan bahwa gadis yang di dalam sana adalah Alexa, teman adiknya.


Amanda langsung menutup pintu ruangannya, tidak memberikan akses sedikitpun untuk Sunday mengintip. Sunday berdecak tidak senang atas tindakan Amanda.


"Ckck..pelit sekali. Barang baru?" tanya Sunday.


"Aku tidak suka diabaikan, apalagi diabaikan oleh pria tampan sepertimu" Amanda tidak menjawab pertanyaan Sunday malah mengeluarkan kekesalan hatinya.


"Siapa gadis itu? Kamu dapat dari mana?" tanya Sunday lagi tanpa menghiraukan kekesalan Amanda.


"Jangan ganggu dia, aku sudah menemukan client untuknya. Yang pastinya mau membayarnya dengan jumlah yang banyak, tidak seperti yang ku kenal" sindir Amanda.


Sunday pelanggan di club ini, dia dispesialkan dan diutamakan juga di sini tapi tidak pernah bayar. Karena Wetennov sendiri yang sudah memberikan perintah tagihan atas nama Sunday akan dibayar oleh Wetennov. Dan itu membuat Amanda iri dan dengki.


"Hahaha...jangan cemburu sayang, bagaimana pun bentuknya aku tidak pernah tertarik, aku hanya puas denganmu saja. Kamu saja belum habis ngapain pulak nambah yang lain" rayunya kepada Amanda. Bisa gawat bila Amanda merajuk, bisa bisa ular kadutnya tidak mendapatkan excellent service dari gua rimbun dan sejuk milik Amanda.


Memikirkannya saja, si ular kadut di pangkal pahanya sudah meronta ingin bebas dari celananya dan bersembunyi di dalam gua rimbun Amanda. Bukan hanya rimbun, gua itu juga lembab dan sangat nyaman ditempati si ular kadut.


Akan lebih enak bila gua itu sedikit becek. Lobang Gua itu memang sempit, tapi sensasinya begitu luar biasa bila sudah masuk dan bisa menembusnya sampai ke penghujung gua.


"Hentikan Sunday bodoh, kenapa malah memikirkan itu sekarang" gerutu Sunday dalam hati merutuki otaknya yang selalu berfantasi liar bila di dekat Amanda. Amanda satu satunya perempuan yang bisa memercikkan gairahnya hingga saat ini.


"Malah bengong. Sudahlah menyingkir dari hadapanku, aku mau mendandani gadis itu." Amanda kesal melihat Sunday malah bengong saat dia menjelaskan siapa gadis itu dan kenapa bisa berada di sini. Bukankah dia paling benci diabaikan?


"Sorry lov, tadi aku menenangkan pikiran yang mulai travelling, di sampingmu selalu membuatku on, lihatlah dia" tunjuk Sunday ke arah si ular kadut yang bersemayam di sela*ngkangannya yang kini sudah menggembung.


"Ckckck dasar mesum. Tidak bisakah kamu normal sebentar saja?" Amanda tersenyum senang mendengar pengakuan Sunday, dia mencubit perut sixpack pria yang selalu menemani malamnya itu.


"Jadi siapa gadis itu?" tanya Sunday lagi.


"Kenapa kamu penasaran? Biasanya kamu tidak peduli" balas Amanda.


"Aku ingin memastikannya saja, bahwa dia bukanlah seseorang yang ku kenal. Jangan salah sangka lov, dia seperti teman kuliah adikku. Namanya Alexa" jelas Sunday.


"Jadi dia Alexa? Kenapa dia menemuimu? Maksudku apa tujuannya menemuimu?" tanya Sunday.


"Menurutmu untuk apa gadis gadis menemuiku sampai ke club ini? Tidak mungkin untuk sekedar bergosip atau meminta sumbangan atau bahkan mencuci piring kan?" jawab Amanda.


Wajah Sunday langsung berubah khawatir, dia mengernyitkan dahinya dan beberapa kali menghela nafasnya panjang. Amanda mengerti perasaan Sunday. Karena beberapa kali Sunday menceritakan teman teman adiknya yang menggemaskan dan lucu. Dia pun menganggapnya sama seperti Friday, yang harus dilindungi.


Amanda mencoba menenangkan hati pria perkasa itu dengan mengelus lengan sang pria. Dia turut sedih tapi apa yang bisa dia perbuat, itu adalah pilihan Alexa dan tugas Amanda hanya membantunya mendapatkan client yang bersedia membayarnya.


Siapa yang mengira kalau mereka mempunyai pemikiran yang berbeda. Sunday menangkap perkataan Amanda dengan pemahaman lain. Itu membuatnya semakin sedih.


"Jadi dia ke sini menemuimu untuk....." Sunday tidak sanggup meneruskan perkataannya. Itu sangat menyedihkan dan menyesakkan dadanya.


Amanda mengangguk dan semakin mengusap lengan prianya itu. Sunday menarik Amanda ke dadanya dan memeluk Amanda begitu erat, seperti takut kehilangan. "Jadi kamu menyetujuinya?" tanya Sunday.


Dijawab anggukan oleh Amanda mengiyakan pertanyaan Sunday. "Kamu tau pasti, itu tugasku" tambah Amanda lagi.


"Aku tidak menyangka bahwa Alexa gadis seperti itu. Tidak ada cara kah untuk membatalkannya?" tanya Sunday kembali. "Atau bisakah kamu berhenti melakukan pekerjaan ini? Menikahlah denganku"


"Aku sudah menyuruhnya pulang, tapi sepertinya dia sangat membutuhkan uang. Kalau dilihat dari ekspresinya, dia juga terpaksa melakukannya" jawab Amanda.


"Aku punya uang yang banyak, bahkan hartaku berlimpah ruah sampai aku pun malas menghitungnya. Jadi jangan mau melakukan hal itu dengan Alexa"


Amanda melepaskan diri dari pelukan Sunday, dia semakin tidak mengerti dengan pembicaraan mereka. Semakin dia berpikir semakin sakit pula kepalanya.


"Maksudmu apa sih menyuruhku untuk berhenti, tujuanku belum tercapai. Kamu sangat tau kenapa aku berada di sini" Amanda mulai kesal dengan Sunday yang menurutnya tidak pengertian.


Padahal selama ini, dia tidak pernah berhubungan dengan lelaki lain walaupun pekerjaannya mencari pria hidung belang. Dia hanya tidur dengan Sunday, dia adalah yang pertama dan satu satunya pria yang menyentuhnya hingga sekarang.


Bahkan dia berdandan seperti wanita genit yang jelek dengan make up nya yang menor agar tidak ada pria yang menawarnya saat mencari informasi di club demi menjaga kesetiaannya kepada Sunday. Karena dia yakin Sunday juga setia dengannya.


"Kamu juga tau betul bahwa aku begitu mencintaimu dan memujamu lov. Aku hanya tidak ingin berbagi dengan orang lain. Berbagi dengan pria lain saja aku tidak rela apalagi harus berbagi dengan perempuan. Terlebih perempuan itu adalah teman adikku yang ku anggap adik juga. Aku tidak mau punya saingan".


"Aku tau betul kenapa kamu mau bekerja seperti ini. Aku bahkan mendukungmu tapi kalau untuk yang satu itu, lebih baik kau membunuhku. Sungguh aku tak akan sanggup melihatmu tidur dengan Alexa. Berapa banyak uang yang dia tawarkan lov? Aku akan menggantinya" Sunday terlihat frustasi.


"Astagaaaaa....ternyata itu yang kamu pikirkan? Dasar bodoh. Kemana otak jeniusmu itu. Ya Tuhan, kenapa aku tergila gila dengan pria bodoh ini. Bisakah Tuhan mengambil rasa cintaku untuknya? Rasanya aku ingin mencekiknya sampai sekarat" kata Amanda sambil memukuli tubuh Sunday.


"Aw...aw...aw.... ampun lov" Sunday terus menghindar dari serangan bertubi tubi Amanda yang memukuli badannya.


"Apa salahku? Aku hanya takut kehilanganmu lov" katanya lagi saat berhasil mengelak dari pukulan Amanda. Dia menangkup wajah bermake up tebal dan menor milik Amanda dan mencium bibirnya sekilas. Lalu memeluknya dengan erat.


………………………………………………………………………………


Jangan lupa Subscribe, Like dan Comment ya genk kalo bisa vote dan gift jg hehehe...Lafyutu