Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 142



"Bersiaplah untuk menerima serangan cinta dariku. I love you" bisik Louis pada Friday. Tapi Friday terlalu lelah membalasnya. Dia hanya menenggelamkan kepalanya lebih dalam di dada suaminya dan kemudian tertidur. Louis masih terjaga cukup lama tapi tidak lagi gelisah seperti tadi. Tanpa sadar dia juga ikut tertidur.


Keesok harinya Louis yang bangun terlebih dahulu, dia melihat jam dan ternyata sudah pagi. Hari ini dia tidur 4 jam, ini adalah pencapaian yang luar biasa. Ini semakin menyakinkannya jika dia bisa tidur karena rileks efek bercintaa dengan istrinya.


Louis bangun dengan pelan agar tidak membangunkan Friday yang masih nyenyak dalam tidurnya. Louis segera mandi dan turun ke bawah untuk sarapan pagi sendirian. Setelah itu dia akan membawa sarapan untuk istrinya ke kamar mereka.


Sudah seminggu mereka selalu melakukan rutinitas yang sama, malam bercintaa, pagi hari Louis bangun lebih awal dan membawakan sarapan untuk Friday di kamar.


Pagi ini Wetennov sengaja memanggil Louis ke ruang kerjanya. Dia ingin menyampaikan sesuatu.


"Bagaimana rencana kalian selanjutnya? Bukankah kau dosen di salah satu universitas di negara A? Tidak mungkin kan kalian akan seperti ini terus menerus" tanya Wetennov.


"Iya uncle aku akan membicarakannya dengan Friday" jawab Louis.


'Bagaimana caranya aku mengusir sepasang suami istri yang tak berakhlak ini?' jerit Wetennov dalam hatinya.


"Hemmmm" Wetennov berdehem dan menganggukkan kepalanya.


"Oh iya uncle, aku ingin membawa Friday tinggal di rumah kami sendiri secepatnya. Aku sudah pernah mengatakannya sebelumnya jadi ku harap uncle bisa memberiku izin. Kami tidak mungkin selamanya menumpang di rumah uncle. Aku sebagai suami yang harus bertanggung jawab pada keselamatan dan nafkah istriku" ucap Louis.


'Lumayan bertanggung jawab.' puji Wetennov dalam hati.


"Baiklah. Kapan kalian pindah?" tanya Wetennov.


'Lebih cepat lebih baik kalian pindah. Aku sudah tidak tahan mendengar suara lucknut kalian itu setiap malamnya' kembali Wetennov menjerit dalam hatinya.


"Secepatnya uncle, aku harus mendiskusikannya dulu dengan Friday. Kapan Friday ready kami akan segera pindah" jawab Louis.


"Aku memberimu izin membawanya tinggal bersamamu bukan berarti aku percaya sepenuhnya padamu dan kamu bebas berbuat semaumu padanya. Aku akan tetap mengawasimu. Jika kamu menyakitinya sedikit saja, aku pastikan kamu mati di tanganku" Wetennov memberikan peringatan keras pada Louis.


"Aku janji tidak akan menyakitinya, aku akan membahagiakannya uncle. Uncle bebas melakukan apapun padaku atau bahkan membunuhku jika aku menyakitinya" janji Louis.


"Aku pegang janjimu. Dia putri kecil kami yang sangat berharga, kami menyayanginya lebih dari apapun dan dibesarkan penuh cinta. Jadi jagalah dia dengan baik. Tinjuku akan lebih parah dari yang terakhir kalinya kamu rasakan" ancam Wetennov.


Louis kembali ke kamar mereka dan mendiskusikan tentang kepindahan mereka kepada istrinya. Isyrinya tampak tidak keberatan untuk tinggal bersama suaminya di rumah baru. Mereka juga mendiskusikan masa depan mereka selanjutnya. Louis akan kembali ke negara A untuk mengurus pengunduran dirinya sebagai dosen di salah satu universitas di negara A.


Dia akan menetap di negara di mana istrinya berada saat ini. Kebetulan juga Amora akan melahirkan jadi orang tua Louis akan sibuk mengurus perusahaan yang ada di negara A. Maka Louis akan mengambil alih perusahaan keluarganya yang ada di negara ini.


Dua hari kemudian Louis dan Friday pindah ke rumah yang baru Louis beli. Wetennov mengantarkan mereka ke rumah baru itu. Wetennov juga menawarkan sebuah perusahaan yang tidak mampu diurus oleh Wetennov katena sibuk dengan usahanya yang lain kepada Friday sehingga Friday memiliki kegiatan lain selain melayani suaminya.


Friday dengan senang hati menerima tantangan itu. Dia akan mengembangkan perusahaan itu sebagaimana dia mengembangkan AFF Company.


Di rumah baru mereka, Friday bebas mengatur tata letak barang. Friday dan Louis juga bebas melakukan apapun di rumah mereka tanpa takut mengganggu orang lain. Mereka pun bebas bercintaa di mana pun dan kapan pun mereka mau. Di rumah barunya, Friday menghapus syarat bercintaa sekali sehari itu karena nyatanya dia pun sudah ketagihan.


Louis pun kini sudah bisa terlepas dari obat tidurnya. Bercintaa dengan istrinya bisa membuatnya tidur tanpa obat, walaupun hanya 3 atau 4 jam sehari. Itu adalah pencapaian yang luar biasa baginya.


Hari ini Louis akan kembali ke negara A. Seperti rencananya sebelumnya, dia akan mengurus pengajuan resignya dari kampus tempatnya mengajar. Dia juga akan pamit dan minta izin kepada kedua orang tuanya untuk menetap di negara ini.


Setelah berpamitan dengan istrinya dan Wetennov, Louis menaiki pesawat yang akan membawanya kembali pulang ke rumah orang tuanya. Friday yang ditinggal di sana mulai sibuk dengan perusahaan barunya.


Sesampainya di negara A, Louis pulang ke rumah. Sebulan lebih pergi dari rumah dengan alasan liburan dan healing membuat Sita sang mama tidak begitu banyak bertanya lagi. Apalagi suaminya Yudha, sudah menjelaskan jika Louis akan menangani perusahaan mereka yang ada di negara WX tapi merahasiakan pernikahan Louis. Sita menyambut anak pertamanya itu dengan pelukan hangat dan rasa rindu yang sudah menumpuk tinggi.


Louis merasa tersiksa setelah jauh dari istrinya. Dia kembali mengalami kesulitan tidur selama bebrrapa hari ini. Jika pun dia tertidur, dia akan tidur dalam kegelisahan. Tidak ingin tersiksa lebih lama, dia mengurus pengunduran dirinya dan kepindahannya ke negara lain dengan cepat. Setiap malam Friday dan Louis akan melakukan video call sebelum Louis tidur. Friday meluangkan waktunya di sore hari untuk menemani suaminya hingga tertidur. Perbedaan waktu antara mereka adalah 6 jam.


Ini masih hari ketiga tapi mereka berdua sudah rindu. Walaupun pernikahan mereka tergolong masih singkat tapi mereka sudah bisa menyesuaikan diri pada pasangannya. Komunikasi yang intens dan kejujuran dari keduanya membuat mereka mengenal satu sama lainnya. Sepertinya kedua insan itu tidak bisa lagi dipisahkan oleh jarak dan waktu apalagi pelakor atau pebinor. Cinta mereka semakin tumbuh kuat hari demi hari. Pada dasarnya mereka sudah saling mencintai dulu tapi mereka tidak menyadarinya setelah menikah mereka mendapati dirinya bukan hanya menjalankan sekedar komitmen tapi ada cinta yang mendorong mereka tetap bertahan.


"Kak aku kangen" Friday mendekatkan wajahnya pada kamera di telepon genggamnya hingga menampilkan wajahnya penuh di layar telepon genggam Louis.


"Aku lebih kangen lagi, aku tersiksa jauh darimu. Apalagi sekarang aku tidak bisa tidur kalau tidak memelukmu" saut Louis.


"Aku rindu Titan dan ingin bertemu dengannya. Aku rindu bermain dengannya" ungkap Friday.


"Siapa Titan?" tanya Louis. Beraninya istrinya menyebut pria lain di hadapannya dan mengaku merindukan lelaki itu. Rahang Louis mengeras tanda tidak suka dengan ucapan Friday yang merindukan lelaki lain.


"Adikmu" jawab Friday singkat, padat dan jelas.