Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Evakuasi



"Kenapa Fri? Apa yang terjadi" Jeanne memeluk keponakan suaminya itu. Dengan sabar Jeanne masih memeluk Friday menunggu hingga Friday tenang. Setelah nenenangkan dirinya selama kurang lebih 5 menit Friday menarik nafasnya begitu dalam. Dia kembali tersadar tujuan suaminya meneleponnya.


Friday tersadar kembali jika dia harus menyelamatkan teman temannya di sini. "Aku harus kuat, tidak boleh panik. Aku yakin dia pasti baik baik saja dan segera menyusulku" ucap Friday dalam hati mensugesti dirinya agar tetap tenang.


Frizzy memberikan botol minum yang telah dibuka sebelumnya untuk Friday. Friday menerimanya dan meminumnya secara perlahan.


"Fri, apa kamu sudah tenang. Sekarang ceritakan kenapa kamu berteriak dan terlihat ketakukan" bujuk Jeanne. Jeanne menebak jika terjadi hal buruk di tempat pertempuran antar kelompok mafia Black Jack dan 2MFire.


"Genk, sutuasi di luar sudah tidak aman. Ada seseorang yang membocorkan informasi mengenai keberadaan kita di sini. Beberapa anggota mafia yang diperintahkan oleh Johanson sudah mengepung tempat ini. Ayo segera bersiap untuk pindah tempat. Jangan panik, kita harus tetap tenang" Friday menjelaskan situasi saat ini yang dia dapatkan dari suaminya.


"Fri jangan bercanda, jangan membuat kami takut" sahut Frizzy.


"Aku sedang tidak bercanda Zy, ini serius dan darurat. Sekarang ayo bantu Alexa dan segera meninggalkan kamar ini" balas Friday.


"Kemana kita akan pergi jika kita sudah terkepung Fri? Percuma dong kita pindah kalau ujung ujungnya ditangkap juga. Bagaimana dengan bodyguard yang bertugas melindungi kita?" ungkap Frizzy.


"Kita akan bersembunyi di ruang rahasia rumah sakit sampai bala bantuan datang. Aku pastikan kita akan aman. Para bodyguard sedang berusaha untuk menghalangi kelompok mafia itu. Kita tidak boleh berdiam diri dan menggantungkan nyawa kita hanya pada bodyguard" jawab Friday.


Setelah bersiap dan berkemas selama 15 menit, mereka meninggalkan kamar VVIP itu seperti instruksi Friday. Mereka menuju ruang rahasia di rumah sakit itu dimana hanya keluarga Alcantara yang tau tempat rahasia itu. Friday juga meminta salah satu suster yang saat itu bertugas di kamar VVIP menemani mereka.


Frizzy mendorong kursi roda Alexa, Jeanne dan suster membawa barang yang sudah dikemas oleh Jeanne sedangkan Friday memandu mereka ke ruang rahasia itu. Sesampainya di ruang kerja direktur rumah sakit yang tidak lain adalah mama Friday, Friday segera menuju meja kerja mamanya. Dia memasukkan pin di laci kerja itu hingga lacinya terbuka. Setelah itu dia menekan tombol rahasia di laci tersebut dan dingding di belakang meja kerja itu segera terbuka. Friday meminta teman dan suster itu segera mendekat ke dingding itu.


Ternyata di balik dinding itu ada sebuah lift rahasia menuju ruangan persembunyian. Friday menekan tombol open, lalu memasukkan access pin berupa retina matanya agar lift terbuka. Setelah lift berhasil terbuka, mereka masuk ke dalam lift. Suster dan teman temannya hanya bisa menatap kagum pada semua teknologi yang keluarga Friday gunakan.


Friday menekan tombol close dan menekan nomor lantai yang akan mereka tuju. Tidak berapa lama Lift terbuka tanda mereka sudah berhasil sampai di lantai yang mereka tuju. Mereka keluar dari lift dan menunggu instruksi Friday kembali.


"Kita sudah sampai, ini adalah ruang rahasia bagunan ini" jelas Friday pada teman teman dan suster itu. Semua orang akan mengira bahwa rumah sakit hanya memiliki 17 lantai pada hal sebenarnya adalah 18 lantai. Lantai tersembunyi ini memang dirancang khusus untuk hal darurat seperti ini. Ketatnya persaingan bisnis para orang kaya membuat keluarga Alcantara selalu wapada pada sekitar mereka hingga memikirikan ruang ruang darurat dalam setiap bagunan mereka termasuk rumah sakit ini.


Friday hanya memberitahukan mereka jika itu adalah ruang rahasia bukan lantai rahasia. Dibalik ruangan itu terdapat ruang yang menyimpan semua dokumen mengenai perusahaan mereka dan beberapa aset seperti perhiasan dan sertifikat tanah dan bangunan bahkan terdapat barang barang antik yang sangat berharga. Friday membawa mereka hanya pada lapisan terluar dari lantai itu.


Friday mempersilahkan teman temannya dan suster itu untuk beristirahat sejenak sambil menunggu bantuan datang. Di ruang itu tidak jauh berbeda dengan ruang tamu rumah. Friday kemudian menelepon Kelvin untuk memberitahukan keberadaan mereka saat ini agar Kelvin langsung bisa menemui mereka setelah Kelvin sampai di rumah sakit.


"Kelvin dan beberapa bawahannya sudah datang tapi mereka masih membereskan beberapa kekacauan di luar rumah sakit yang disebabkan kelompok Black Jack" jelas Friday.