Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Bab 141



"Lihat ini jadwal terapiku bersama seorang psikolog" Louis memperlihatkan jadwal temunya dengan psikolognya yang dia simpan di aplikasi kalender di telepon genggamnya.


Kemudian Louis beranjak dari tempat duduknya menuju sebuah bufet di samping tempat tidur. Dia membuka laci paling atas bufet itu dan mengambil sesuatu. Louis kembali ke sofa dan menyerahkan sebuah botol kecil berwarna putih yang dia ambil dari dalam laci.


"Itu obat tidur yang diresepkan dokter untuk ku komsumsi jika aku tidak bisa tidur maka aku akan memakannya. Lagian kamu juha sudah lihat sendiri efek obat tidur itu kan. Percayalah padaku aku tidak akan bohong pada istriku" terang Louis.


Friday membaca deskripsi yang ada di botol obat dan memang benar jika itu adalah obat tidur. "Jadi kenapa tadi malam bisa tertidur tanpa obat ya?" Friday sampai mengernyitkan dahinya berfikir keras dan bibirnya dimonyongkan membuat Louis gemas.


"Aku juga tidak tau kenapa bisa tertidur tanpa obat itu. Kalau diingat kembali pola hidupku hanya satu yang berubah, mungkin karena itu" Louis mencoba memberikan pendapatnya.


"Apa?" tanya Friday.


"Bercintaaa denganmu" jawab Louis singkat padat dan jelas.


"Bisa jadi" balas Friday.


"Bagaimana kalau beberapa hari ini kita bercintaa untuk membuktikan teori itu? Kita telah menemukan sebuah hipotesa dan hipoteaa itu harus kita uji bukan?" tawar Louis, ini adalah kesempatan yang menguntungkan baginya.


Setelah berpikir sangat keras dan panjang, Friday pun menyetujui usulan Louis. "Baiklah tapi kita hanya boleh melakukannya di malam hari dan hanya ada jatah sekali sehari" jawab Friday.


"Yesssss" teriak Louis dalam hati. Dengans eringaian nakal, Louis kembali memijat kaki Friday. "Kini aku tau kenapa pengantin baru sering mengganti sprei tempat tidur mereka ternyata karena ini. Dan sekarang aku mengerti 'enak' yang Leo dan papa bicarakan dulu" ucap Louis dalam hatinya lagi.


"Uji klinis hipotesa ini akan kita mulai besok" ucap Friday.


Louis menghentikan pijatan tangannya di kaki Friday. "Loh kenapa? Bukankah lebih cepat lebih baik? Kenapa mesti menunggu besok? Nanti malam aku harus komsumsi obat lagi dong berarti. Katamu aku harus menghentikannya" protes Louis.


"Oh tidak bisa, jatah harianmu sudah mencapai limit maksimum. Hanya boleh sekali sehari dan jatahmu sudah diambil tadi pagi" tegas Friday.


"Tapi..." Louis ingin kembali protes tapi Friday menghentikannya.


"Ini saja aku sudah baik untuk memulainya besok. Jangan kira aku lupa jika kamu mengingkari janji tadi pagi. Sudah lebih dari 10 menit tapi kamu belum melepaskannya" bantah Friday dengan cepat. Louis hanya mengangguk mengikuti apa kata nyonya.


"Pijit lagi, kakiku masih sakit dan badanku juga belum kamu pijit" perintah Friday pada suaminya. Louis hanya menurut saja.


Malam hari tiba, ketika Louis ingin meminum obat tidurnya malah dihentikan oleh Friday.


Seperti biasa sebelum mereka tidur mereka akan melakukan sesi pillow talk membahas apapun mulai dari politik, literatur hingga lelucon yang Louis pelajari dari internet. Friday tertidur lebih dahulu sedangkan Louis masih belum bisa memejamkan matanya. Louis bergerak gelisah karena tidak bisa tidur, dia marah pada dirinya yang tidak bisa dia kontrol. Kegelisahan yang Louis rasakan mengganggu tidur Friday dan membangunkannya.


Friday melihat ke arah suaminya yang mencoba untuk tidur tetapi tidak bisa. Friday merasa sangat kasihan, ternyata suaminya begitu teraiksa tanpa obat tidur itu.


Dengan inisiatif Friday memeluk suaminya yang berusahan memejamkan matanya. Dia naik ke atas tubuh suaminya dan mulai mencium bibir suaminya. Mendapatkan jackpot seperti ini rasanya sangat sayang jika di sia siakan. Louis membalas ciuman itu lalu membalikkan tubuhnya hingga posisinya sekarang berada di atas tubuh Friday.


Setelah ciuman keduanya terlepas, Louis menatap wajah cantik istrinya yang berada di bawahnya. "Tidak bisa tidur?" tanya Friday padahal dia tau jawabnnya.


"Iya" jawab Louis, dia berbaring di samping Friday. Friday kembali menaiki tubuh suaminya, Louis melingkarkan tangannya di pinggang Friday.


"Mau ku bantu uji hipotesa?" tawar Friday.


"Tidak sekarang, besok saja. Nanti jatahku untuk besok hangus. Aku bisa menahannya" jawab Louis. Louis menolak bukan karena tidak ingin, bahkan saat ini dia ingin menerkam istrinya tapi Louis takut jika Friday akan menilainya seorang maniaak karena hal itu.


Friday tersenyum menggigit sedikit ujung bibirnya. Dengan nakalnya dia meraba dada suaminya dengan senssual menggoda suaminya. Friday mulai membuka kancing piama suaminya satu per satu tapi Louis menghentikan gerakan tangannya.


"Ini bonus dan malam ini aku yang memimpin" tawar Friday, dia kembali melanjutkan aktivitas membuka pakaian Louis yang sempat tertunda.


"As your wish. Aku akan menikmatinya" saut Louis.


Dan benar saja, Louis membiarkan istrinya yang memimpin permainan. Louis sesekali membantu Friday dengan menghentakkan pinggulnya dari bawah jika Friday berhenti. Didominasi oleh istrinya bahkan diperintah oleh istrinya menimbulkan kesan nikmat tersendiri bagi Louis.


Melihat istrinya setengah tellanjang menari indah diatas tubuhnya memanjakan matanya. Belum lagi kocokan pinggul yang Friday lakukan untuk melayani adiknya menimbulkan rasa nikmat tersendiri bagi Louis. Sudah 15 menit dia membiarkan istrinya berbuat sesukanya di atas tubuhnya dan istrinya juga sudah mendapatkan 3 kali pelepasan. Semakin lama gerakan Friday semakin melemah, mungkin dia sudah lelah juga.


Louis mengambil alih permainan, dia mengambil posisi diatas tubuh Friday dan menggoyangnya dengan cepat hingga keduanya terbang bersama. Semburan cairan kental dari sang adik di gua istrinya menandai selesainya pertempuran itu.


Setelah Louis memakai boxernya, Louis membersihkan sisa sisa percintaaan mereka di tubuh istrinya menggunakan tissu. Mulai dari selang*kangan hingga perut Friday. Tidak lupa dia juga melap seluruh badan istrinya menggunakan tisu basah lalu memakaikan daster.


Friday terlalu malas dan terlalu lelah untuk membersihkan diri jadi dia membiarkan suaminya yang melakukannya. "Beruntung juga aku memilikimu sebagai suami. Ada yang membersihkan tubuhku kalau aku malas dan memijat tubuhku kalau aku lelah" ucap Friday memberikan pujian pada sang suami.


"Aku pun beruntung memiliki istri sepertimu. Tau apa yang paling ku butuhkan dan tau cara menyenangkan jagoanku" balas Louis.


"Terima kasih sayangku untuk bonus yang menyenangkan ini. Malam ini akan ku kenang di dalam sanubariku selamanya. Mungkin ini terlalu cepat atau kamu tidak percaya jika aku mengaku aku mencintaimu. Tapi walaupun begitu aku sudah memutuskan jika setiap hari aku akan selalu mengatakan aku mencintaimu sampai kamu benar benar merasakan jika aku mencintaimu dan kamu membalas cintaku". Louis mendekatkan dirinya pada Friday lalu membawanya ke dalam pelukannya dan mencium keningnya dalam.