
"Kapan kita akan kembali ke negara A?" tanya Louis.
"Lebih cepat lebih baik, bagaimana kalau besok?" jawab Friday.
"Kalau aku, terserah padamu. Aku akan mengikuti apapun yang kamu inginkan. Tapi bagaimana dengan perusahaan yang di sini?" tanya Louis kembali.
"Aku akan minta uncle agar mengizinkan aunty mengurusnya" jawab Friday lagi.
"Yakin uncle Tennov mau mengizinkan Jeanne bekerja? Dia kan salah satu pria kuno terbucin di dunia. Ah iya baru ku sadari juga bahwa dia itu lebay dan norak" kata Louis.
Friday memukul punggung Louis dan tertawa terpingkal karena Louis berani mengatai unclenya. Louis hanya akan mengatai unclenya di depannnya, tidak mungkin di depan orang lain apalagi di depan Wetennov. Friday tau bahwa Louis takut dan trauma kepada Wetennov dan baru kali ini Louis mengatakan pendapatnya terhadap pamannya itu. Louis adalah tipe pria pendiam dan selama ini Louis akan semakin diam seperti orang yang meditasi jika ada Wetennov.
Louis lebih takut kepada Wetennov daripada ayah mertuanya karena Louis sudah merasakan langsung bagaimana sakitnya kepalan tangan Wetennov. Louis bukan pria lemah tapi tenaga Wetennov harus diakuinya melebihi banteng spanyol.
"Ish kamu pasti menertawakanku dan mengejekku kan?" Louis mulai bersungut. "Aku bukannya lemah, hanya saja aku tidak melakukan perlawanan makanya aku bisa sampai masuk rumah sakit" tambahnya.
Friday menggelengkan kepalanya, "Tidak. Justru aku memujimu. Kamu masih bisa bertahan walau uncle telah memukulmu 5 kali. Orang normal hanya akan bertahan pada pukulan ke 2 loh. Dan kamu tau? Itu membuat uncle makin marah karena kamu masih belum tumbang walau sudah pukulan ke 5. Itu melukai harga dirinya dan mencoreng rekornya yang menghabisi lawan hanya 2 kali pukulan".
"Kenapa kamu tidak bilang dari awal? Pantasan saja pukulannya yang ke 3 hingga ke lima makin sakit. Harusnya aku pura pura pingsan saat pukulan ke 3. Atau aku bisa pura pura gila karena geger otak. Bayangkan saja aku berusaha bertahan dan menerima pukulan itu hingga akhirnya babak belur dan masuk IGD. Karenanya para dokter dan suster menanganiku dengan asal asalan karena menganggapku sebagai seorang pemer*kosa. Belum lagi aku dijaga ketat oleh body guard unclemu speerti seorang kriminal" keluh Louis.
"Dan yang paling menyebalkan, kamu malah diam tidak membelaku sama sekali. Malah berteriak histeris saat melihatku hingga unclemu yang sama menyebalkan sepertimu benar benar menganggapku pemer*kosa juga" tambah Louis.
"Karena sandiwaramu, dan bodohnya aku mengikuti sandirwaramu akhirnya kita dinikahkan" jelas Louis.
"Jadi kamu menyesal menikah denganku?" tanya Friday dengan wajah marah karena merasa Louis terpaksa menjalani pernikahan ini.
"Aku akan menyesal jika tidak mengikutimu ke kota X. Bahkan aku akan menyesal jika membiarkanmu tergeletak di koridor hotel. Aku akan sangat menyesal jika orang lain yang meng-unboxing mu. Bagaimana aku bisa menyesal jika hasil akhir dari perbuatanku adalah Grant?" jawab Louis. Jawaban itu membuat hati Friday berbunga bunga dan matanya dipenuhi love.
Louis bergerak ke atas tubuh Friday. Dia juga mulai menciumi wajah perempuan yang sudah memberikannya anak itu. Setiap harinya dia akan merasa jika cintanya pada perempuan dihadapaannya itu bertambah dan bertambah terus. Dia tidak menyesali sedikit pun perbuatannya dulu saat mereka di negara A.
🌸
🌸
🌸
🌸
Segini dulu, sinyalku bapuk