Oh Baby Baby

Oh Baby Baby
Situasi Saat Ini



Louis menggedong istrinya kembali ke brankar dan ikut berbaring di sana. Dia mengelus perut Friday seperti yang dia lakukan tadi di kamar hotel hingga istrinya terlelap. Tidak berapa lama dia juga menyusul istrinya ke alam mimpi.


Masih jam 4 pagi, Louis harus terbangun karena telepon dari mertuanya. Monday menyampaikan kepada Louis bahwa mereka akan segera tiba di rumah sakit, jadi Louis menunggu kedatangan mereka. 10 menit menunggu, mertuanya tiba dengan Grant yang tengah terisak tangis. Mungkin balita itu rindu dengan orang tuanya yang hampir 24 jam tidak bertemu.


Louis mengambil alih Grant dari mertuanya, dia mengaming anaknya hingga berhenti menangis. Dia juga memberikan anaknya susu hingga anaknya kembali tidur. Louis membaringkan anaknya di samping istrinya yang masih tertidur pulas.


"Makasih ma karena sudah menjaganya seharian ini. Maaf karena merepotkan mama terus" kata Louis pada mertuanya.


"Hei, dia cucuku mana ada repot. Ayo sini makan dulu, Tennov bilang kalau makananmu yang semalam malah diambil alih anak nakal itu" kata Monday selagi menyajikan makanan yang dia bawa untuk menantunya.


Louis hanya tersenyum menanggapi mertuanya, dia merasa tidak apa jika Friday memakan semua jatah makanannya. Dia kembali beranjak dari duduknya menuju anak dan istrinya berbaring.


"Mau ke mana? Disuruh makan malah pergi" kata Monday protes.


"Mau bangunin Friday ma, biar dia ikut makan" jawab Louis dengan polosnya.


Monday menepuk jidatnya karna gemas pada menantunya itu. "Sekarang kamu yang makan, dia punya jatah makan dari rumah sakit. Tidak akan ada orang yang bisa kenyang hanya karena cinta" bujuk Monday lagi. Akhirnya Louis mengalah dan makan sesuai perintah sang mertua. Louis makan di sofa sedangkan Monday duduk di kursi dekat brankar putri dan cucunya yang tidur dengan pulas.


"Tiga hari yang lalu mama sudah suruh Friday pergi cek ke dokter, tapi dia bandel. Dia selalu bilang iya sampai akhirnya begini kan jadinya?" sungut Monday. Monday mengusap dahi Friday dan merasa kasihan terhadap putrinya.


"Kemaren saja mama harus paksa dia buat pulang duluan dari kebun binatang. Ck..dasar nakal" kata Monday lagi mencubit hidung Friday karena gemas. Karena mendapat cubitan di hidung dari mamanya, Friday sulit bernafas hinga akhirnya terbangun. Dia melihat siapa orang yang berani mengganggunya, rasanya suaminya tidak akan mungkin melakukannya.


"Ishhhh mamaaaaaaa" Friday bersungut kesal karena tidurnya terganggu.


"Stttt" Monday menyiaratkan Friday agar tidak berisik, dia juga menunjuk ke arah Grant yang sedang tidur di sampingnya. Friday langsung tersenyum dan memeluk anaknya serta menciumi wajah anaknya. Sehari tidak bertemu rasa rindunya sudah sebesar gunung everest.


"Sudah jangan lagi menggangunya" kata Monday memberhentikan Friday. Friday kembali ke posisi semula dan terlentang. Mata Monday tertuju pada leher Friday yang memerah. Monday sungguh tau itu jejak memerah karena apa.


"Astagaaa, percuma mama khawatir" gerutu Monday menyesal karena sempat kasihan terhadap putrinya. Kekhawatirannya kini sirna sudah diganti dengan rasa jengkel. Ternyata anaknya kelelahan karena enak bukan karna sakit.


"Kirain kamu kelelahan muntah karena efek kehamilan ternyataaaaa..." Monday tidak bisa melanjutkan kata katanya lagi.


"Apa sih ma?" tanya Friday.


"Apa apa...ini apaaan?" jawab Monday menunjuk leher Friday. Dengan rasa penasaran, Monday juga menyibak pakaian Friday dan melihat dadanya. Persis seperti dugaannya, banyak bercak merah karya Louis. Louis pura pura tidak dengar, dia melanjutkan makannya dengan perasaan sangat malu. Kejadian ini mengingatkannya saat Grant lahir.


Saat itu setelah Grant lahir, ibu mertuanya ingin membantu dan mengajari Friday memberikan ASI bagi anaknya. Mertuanya membantu Friday mengeluarkan buah dadanya, mertuanya itu sangat terkejut melihat dada Friday yang juga sama keadaannya seperti saat ini. Banyak bercak bercak merah hasil karya mulutnya di sana. Hampir tidak ada ruang yang tidak luput dari sentuhan bekas memerah itu.


Setelah Louis menyelesaikan sarapannya yang terlalu pagi, mereka berbincang sebentar. Friday kembali tidur memeluk anaknya. Monday pamit pergi ke ruangannya yang tidak jauh dari ruangan VIP itu. Monday adalah dokter sekaligus pimpinan rumah sakit sedangkan Kalino adalah pemilik rumah sakit. Monday membawa nanny Grant yang menunggu mereka di luar ruangan ikut bersamanya ke ruangannya dan meninggalkan keluarga kecil itu.


Seperginya mertuanya, Louis kembali berbaring tapi kini dia berbaring di sofa, memikirkan rencananya mereka selanjutnya yang masih tertunda. Kakeknya belum bisa pergi meningalkan negara ini karena Sarah sekretarisnya Christian belum bisa ikut bersamanya. Christian menahan Sarah, dia masih belum terima alasan Sarah resign secara mendadak.


Leo juga masih pergi liburan bersama keluarganya. Ditambah berita kehamilan Friday ini, beberapa rencana mereka terpaksa akan dimundurkan. Louis semakin khawatir dengan masa depan mereka, dia mulai pesimis. Mendapati kenyataan bahwa paman Caleb tidak hanya mengincar harta kekayaan milik keluarga Scaff tapi juga mengincar semua nyawa keluarganya.


Ini alasan mengapa mereka juga melibatkan keluarga Kelvin yang berlatar belakan mafia. Mereka meminta perlindungan dari kelompok 2MFire karena pamannya juga berlindung di bawah kelompok mafia lainnya. Sangat disayangkan hubungan keluarga mereka yang terlihat harmonis di luar ternyata sangat hancur di dalam karena minimnya komunikasi diantara mereka. Kecemburuan sosial juga merupakan faktor pendukung atas perselisihan di keluarga itu.


Niat jahat Caleb sudah tercium jauh sebelum ini, kejadian penculikan terhadap Louis dulu adalah awal Anthony selalu mengawasi gerak gerik Caleb. Terpantau setelah penculikan itu Caleb berhenti dan bertobat. Tapi setelah Edward Scaff ayah Christian meninggal, Caleb kembali meneruskan niat awalnya.


Laporan mata mata Anthony yang ditugaskan untuk mengawasi Caleb mengatakan bahwa perubahan sikap Caleb terjadi setelah dia bertemu dan menjalin kerja sama dengan JB Grup. Pemilik JB Grup yaitu Johanson Bratt adalah pria yang mengejar cinta ibu Caleb dulu. Sayangnya ibu Caleb tidak mau dan malah menikah dengan adik Anthony.


Selama ini Anthony berusaha mencari bukti bahwa meninggalnya orang tua Caleb adalah karena ulah Johanson. Anthony tidak ingin langsung memberitahukan Caleb tentang semua masa lalunya tanpa bukti mengingat Caleb saat ini sedang menjalin kerja sama dengan JB Grup.


Anthony takut jika Caleb akan langsung menyerang JB Grup setelah mengetahui fakta itu untuk balas dendam dan berakhir dengan meregang nyawa seperi kedua orang tuanya. Dengan diamnya Anthony malah ketakutannya berbalik kepadanya, Anthony saat ini sedang diambang kehancuran dan nyawanya tidak aman karena Caleb sendiri, anak adiknya yang diakuinya sebagai anaknya dari perempuan lain yang menyerangnya.


Karena sayang dengan Caleb, Anthony tidak ingin menyakitinya. Dia ingin membicarakannya dengan baik baik tapi semua sudah terlambat. Caleb sudah dipenuhi dendam kepadanya, mengharuskan Anthony berlaku keras hingga melibatkan Louis.